Chapter 18 : Perayaan Di Kediaman Adyatama

Sagara melangkah ke ruang makan yang telah dipersiapkan dengan begitu apik. Meja panjang berhias lilin dan rangkaian bunga yang indah, ditambah dengan cahaya lembut yang menerangi ruangan, memberikan nuansa yang hangat dan elegan. Para pekerja kediaman Adyatama, yang setia melayani keluarga selama bertahun-tahun, berdiri di sekitar meja, menanti dengan penuh hormat. Saat Sagara berjalan melewati mereka, senyum dan sapaan hangat terdengar di sekelilingnya. Mereka menyambutnya sebagai penerus sah keluarga Adyatama.

Meski Sagara merasa bangga, tapi dia tidak bisa menahan sedikit kegugupan yang muncul. Dia berhenti di depan meja utama, berdiri sejenak di hadapan para pekerja yang menatapnya dengan penuh harapan dan penghormatan. Suasana hening selama beberapa detik, namun keheningan itu dipenuhi rasa hormat yang mendalam. Akhirnya, Sagara mengambil napas dalam-dalam dan mulai berbicara.

“Selamat malam, semua,” ucapnya dengan suara yang tegas, meski ada sedikit getaran yang tak bisa ia sembunyikan, “Sebelum kita mulai, aku ingin mengucapkan beberapa hal kepada kalian semua. Pertama saya ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kalian, para pekerja setia keluarga Adyatama. Terima kasih karena telah menerimaku dengan tangan terbuka dan menyambutku dengan kehangatan yang tulus."

Sagara berhenti sejenak, melihat senyum-senyum di wajah para pekerja, lalu melanjutkan, “Aku sadar bahwa posisi yang kini kutempati bukanlah sesuatu hal yang mudah, tapi aku berjanji di hadapan kalian semua, aku akan terus berusaha mempertahankan kehormatan dan nama baik keluarga ini, serta melanjutkan kehendak kakekku untuk menjadikan keluarga Adyatama sebagai keluarga yang terbaik dan berpengaruh di seluruh penjuru dunia."

Sagara mengangkat gelas yang telah diisinya dengan anggur merah. “Malam ini, mari kita rayakan bersama-sama! Ini bukan hanya pencapaian diriku saja, tapi pencapaian kita semua! Terima kasih atas segala kerja keras dan dedikasi kalian."

"Cheers!”

Para pekerja dengan semangat mengangkat gelas mereka, mengikuti Sagara. "Cheers!" jawab mereka serentak dengan wajah penuh kebahagiaan. Suasana yang semula tenang berubah menjadi lebih hidup, penuh keceriaan dan rasa syukur. Mereka semua merasa bangga dengan keberhasilan sang tuan muda.

Perayaan pun dimulai. Para pekerja mulai berbincang dengan santai, saling mengobrol tentang kehidupan mereka sehari-hari. Beberapa dari mereka mendekati Sagara, mengucapkan selamat dan menyampaikan rasa terima kasih karena Sagara telah melanjutkan peran sang kakek dengan baik.

"Tuan Muda, kami sangat bersyukur dengan kehadiran Anda di sini," kata Naya, salah satu pelayan senior, sambil tersenyum. "Kami merasakan semangat baru sejak Anda memimpin."

Sagara membalas dengan anggukan hormat, "Terima kasih, Naya. Kehadiran kalian semua sangat penting untukku. Kalian adalah tulang punggung keluarga ini, dan aku tidak akan bisa menjalankan tugas ini tanpa dukungan kalian."

Satu per satu, para pekerja mulai menyampaikan kabar dan cerita kecil tentang kehidupan mereka di kediaman Adyatama. Surya, salah satu pelayan yang bertanggung jawab atas pemeliharaan dan operasional kendaraan keluarga, mendekati Sagara dengan hati-hati. Ia tampak sedikit gugup, seakan enggan untuk menyinggung masalah yang mungkin dianggap sepele.

"Tuan Muda," Surya membuka percakapan dengan nada pelan, "Saya mohon maaf jika ini tidak tepat disampaikan pada saat seperti ini, tapi berhubung Tuan sebelumnya sudah membuka diri, saya akan berterus terang bahwa saya mengalami kendala dalam menjalankan tugas saya. Kendaraan di kediaman ini sudah tidak ada sejak kepergian Tuan Miles, dan hal itu membuat saya kehilangan peran saya di keluarga dan membuat saya hanya terus membantu yang lainnya bekerja."

Sagara, yang mendengarkan dengan seksama, tersenyum lembut. "Baiklah, Surya. Besok kamu temani aku pergi membeli mobil baru. Aku tidak terlalu paham, jadi aku membutuhkan bantuan seseorang yang tahu betul mengenai mobil, agar aku tidak salah pilih."

Surya tampak sangat terkejut, tapi dia segera membalas dengan penuh antusiasme, "Tentu, Tuan Muda. Saya akan dengan senang hati menemani Anda! Ini akan sangat membantu, terima kasih banyak, Tuan!"

Sagara tersenyum, "Setelah membeli kendaraan, kita juga akan mampir ke pusat perbelanjaan. Ada beberapa barang yang perlu aku beli. Kuharap kamu bisa membantuku dengan semua itu."

Surya membungkukkan sedikit tubuhnya sebagai tanda hormat. "Saya sangat senang karena bisa banyak membantu, Tuan Muda. Ini adalah kehormatan bagi saya."

Pesta perayaan itu pun terus berlangsung dengan suasana yang semakin hangat dan penuh keceriaan. Sagara, setelah berinteraksi dengan beberapa pekerja lainnya, memutuskan untuk menepi sejenak, mengambil sedikit jarak dari keramaian. Ia berdiri di dekat jendela besar yang menghadap ke taman belakang. Dari tempatnya berdiri, ia bisa melihat bintang-bintang yang berkelap-kelip di langit malam.

Malam itu, meskipun penuh dengan suka cita, pikiran Sagara tiba-tiba melayang memikirkan seseorang, si Fransiskus, pria tua yang tinggal di kediaman Morgans. Sejenak, ia merasa sedikit menyayangkan karena Fransiskus tidak bisa berada di sini bersamanya, merayakan kesuksesannya yang pertama. Bagaimanapun, Fransiskus adalah salah satu orang yang selalu mendukung dan membimbingnya, terutama dalam urusan bisnis. Sagara juga ingin memperlihatkan hasil dari kerja kerasnya ini kepada Fransiskus.

Sagara menarik napas panjang dan merenung, “Fransiskus pasti akan senang mengetahui apa yang telah aku capai malam ini. Dia selalu percaya bahwa aku mampu meneruskan bisnis kakek, dan sekarang, aku sudah bisa melihat hasilnya.”

Meskipun Fransiskus tidak hadir, Sagara merasa bahwa pencapaian malam ini juga merupakan milik pria tua itu. Ia berjanji dalam hatinya bahwa suatu hari, ia akan memperlihatkan secara langsung kepada Fransiskus betapa suksesnya bisnis keluarga yang kini berada di tangannya. Dengan semangat yang baru dan perasaan bangga, Sagara kembali bergabung dengan para pekerja di perayaan malam itu. Mereka tertawa, berbagi cerita, dan merayakan malam yang penuh makna. Malam yang menandai dimulainya era baru di keluarga Adyatama, dengan Sagara sebagai pewaris yang siap mengemban tanggung jawab besar atas nama keluarga.

Episodes
1 Chapter 1 : Rumah Warisan Kakek
2 Chapter 2 : Masa Lalu Keluarga
3 Chapter 3 : Rencana Melunasi Hutang
4 Chapter 4 : Kediaman Adyatama
5 Chapter 5 : Rahasia Peninggalan Kakek
6 Chapter 6 : Menyebrang Ke Dunia Lain
7 Chapter 7 : Hilangnya Jejak Kejayaan
8 Chapter 8 : Membangkitkan Keluarga Morgans
9 Chapter 9 : Rencana Memulihkan Bisnis Keluarga
10 Chapter 10 : Dunia Sihir
11 Chapter 11 : Tetap Dalam Rencana
12 Chapter 12 : Kembali Dari Celah Dimensi
13 Chapter 13 : Menemui Teman Lama
14 Chapter 14 : Wanita Cantik Yang Misterius
15 Chapter 15 : Pelelangan Barang Dunia Lain
16 Chapter 16 : Bertemu Dengan Putri Sombong
17 Chapter 17 : Terlahir Kembali Menjadi Kaya
18 Chapter 18 : Perayaan Di Kediaman Adyatama
19 Chapter 19 : Pergi Berburu Mobil
20 Chapter 20 : Pertemuan Kedua
21 Chapter 21 : Kemunculan Tamu Yang Tidak Diinginkan
22 Chapter 22 : Alasan Yang Berdasar
23 Chapter 23 : Meninggalkan Jejak Masa Lalu
24 Chapter 24 : Menyelinap Di Malam Hari
25 Chapter 25 : Prajurit Berparas Tampan
26 Chapter 26 : Pasukan Keluarga Morgans
27 Chapter 27 : Kombinasi Sihir Cahaya dan Kegelapan
28 Chapter 28 : Undangan Pesta Dansa
29 Chapter 29 : Menargetkan atau Ditargetkan
30 Chapter 30 : Bukan Sekedar Hiburan
31 Chapter 31 : Kesempatan
32 Chapter 32 : Kemunculan Sosok Yang Tak Disangka-sangka
33 Chapter 33 : Patah Hati Untuk Pertama Kali
34 Chapter 34 : Professor Elias
35 Chapter 35 : Sulit Untuk Melupakan
36 Chapter 36 : Kunjungan Pendeta dan Sihir Penyembuhan
37 Chapter 37 : Penyergapan Yang Direncanakan
38 Chapter 38 : Mantan Prajurit Bayaran
39 Chapter 39 : Pertempuran Berdarah
40 Chapter 40 : Hilangnya Jejak Fransiskus Dan Diego
41 Chapter 41 : Menyerobot Antrian
42 Chapter 42 : Pelanggan Yang Menyebalkan
43 Chapter 43 : Keberhasilan Pembukaan Toko
44 Chapter 44 : Hari Pelelangan
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Chapter 1 : Rumah Warisan Kakek
2
Chapter 2 : Masa Lalu Keluarga
3
Chapter 3 : Rencana Melunasi Hutang
4
Chapter 4 : Kediaman Adyatama
5
Chapter 5 : Rahasia Peninggalan Kakek
6
Chapter 6 : Menyebrang Ke Dunia Lain
7
Chapter 7 : Hilangnya Jejak Kejayaan
8
Chapter 8 : Membangkitkan Keluarga Morgans
9
Chapter 9 : Rencana Memulihkan Bisnis Keluarga
10
Chapter 10 : Dunia Sihir
11
Chapter 11 : Tetap Dalam Rencana
12
Chapter 12 : Kembali Dari Celah Dimensi
13
Chapter 13 : Menemui Teman Lama
14
Chapter 14 : Wanita Cantik Yang Misterius
15
Chapter 15 : Pelelangan Barang Dunia Lain
16
Chapter 16 : Bertemu Dengan Putri Sombong
17
Chapter 17 : Terlahir Kembali Menjadi Kaya
18
Chapter 18 : Perayaan Di Kediaman Adyatama
19
Chapter 19 : Pergi Berburu Mobil
20
Chapter 20 : Pertemuan Kedua
21
Chapter 21 : Kemunculan Tamu Yang Tidak Diinginkan
22
Chapter 22 : Alasan Yang Berdasar
23
Chapter 23 : Meninggalkan Jejak Masa Lalu
24
Chapter 24 : Menyelinap Di Malam Hari
25
Chapter 25 : Prajurit Berparas Tampan
26
Chapter 26 : Pasukan Keluarga Morgans
27
Chapter 27 : Kombinasi Sihir Cahaya dan Kegelapan
28
Chapter 28 : Undangan Pesta Dansa
29
Chapter 29 : Menargetkan atau Ditargetkan
30
Chapter 30 : Bukan Sekedar Hiburan
31
Chapter 31 : Kesempatan
32
Chapter 32 : Kemunculan Sosok Yang Tak Disangka-sangka
33
Chapter 33 : Patah Hati Untuk Pertama Kali
34
Chapter 34 : Professor Elias
35
Chapter 35 : Sulit Untuk Melupakan
36
Chapter 36 : Kunjungan Pendeta dan Sihir Penyembuhan
37
Chapter 37 : Penyergapan Yang Direncanakan
38
Chapter 38 : Mantan Prajurit Bayaran
39
Chapter 39 : Pertempuran Berdarah
40
Chapter 40 : Hilangnya Jejak Fransiskus Dan Diego
41
Chapter 41 : Menyerobot Antrian
42
Chapter 42 : Pelanggan Yang Menyebalkan
43
Chapter 43 : Keberhasilan Pembukaan Toko
44
Chapter 44 : Hari Pelelangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!