Chapter 19 : Pergi Berburu Mobil

Keesokan harinya, cahaya matahari yang hangat masuk melalui celah-celah tirai kamar Sagara, membangunkannya dengan lembut. Dengan tubuh yang terasa lebih bertenaga dan pikiran yang segar setelah perayaan malam sebelumnya, Sagara segera bangkit dari tempat tidur. Dia menarik napas dalam-dalam, merasakan udara pagi yang menyegarkan. Setelah membersihkan diri dan mengenakan pakaian rapi, Sagara berjalan keluar kamar dengan langkah mantap.

Setibanya di koridor, Sagara menuju ke ruang tengah dan langsung memanggil Surya, yang sudah dijanjikannya untuk menemani hari ini. Dia menemui Surya di ruang pelayan dan menyuruhnya bersiap-siap untuk perjalanan mereka hari ini. Surya yang selalu siap sedia, segera menyanggupi dan bergegas mempersiapkan segala keperluan.

Sagara kemudian kembali ke dalam rumah, menuju ruang makan. Saat dirinya tiba di ruangan itu, ia berpapasan dengan Ariva dan Raya, dua pelayan yang sedang sibuk menata dan merapikan makanan. Keduanya tersenyum ramah dan menyapa, "Selamat pagi, Tuan Muda," kata Ariva dengan nada lembut sambil menundukkan kepala sedikit.

"Selamat pagi," balas Sagara dengan senyum tipis. Keduanya pun bergegas kembali ke dapur, tampak belum selesai dengan tugas mereka.

Sagara mengambil tempat duduk di meja makan yang sudah dipenuhi aneka hidangan lezat. Matanya menyapu setiap piring yang tertata rapi di depannya. Semuanya terlihat menggugah selera. Namun, Sagara merasa jumlah makanan ini terlalu berlebihan untuknya seorang diri.

Dia merenung sejenak sambil melihat ke arah hidangan yang ada di depannya. Pikirannya mulai tertuju pada bagaimana selama ini para pelayan selalu berusaha memberikan yang terbaik, mungkin sedikit terlalu antusias hingga terkadang berlebihan. Sagara menyadari bahwa harus ada perubahan kecil agar efisiensi tetap terjaga.

Saat Sagara masih merenung, Emma, pelayan yang bertanggung jawab atas rumah tangga, berjalan mendekat dengan penuh hormat. "Tuan Muda, selamat pagi. Silakan menikmati sarapan Anda," ucap Emma sambil membungkuk sedikit.

Sagara tersenyum dan mengangguk. "Terima kasih, Emma. Saya akan segera makan, tapi sebelum itu, ada hal yang ingin saya sampaikan."

Emma berhenti sejenak, memperhatikan dengan penuh perhatian. "Tentu, Tuan. Apa yang bisa saya bantu?"

Sagara berbicara dengan nada lembut namun tegas, "Saya menghargai semua upaya kalian dalam menyiapkan makanan, tetapi mulai sekarang, aku ingin agar tidak perlu terlalu banyak hidangan seperti ini. Cukup dua atau tiga jenis makanan dan buah-buahan saja, itu sudah lebih dari cukup untuk aku seorang. Tolong, atur jadwal makanannya dengan lebih sederhana."

Emma tersenyum lega, "Tentu, Tuan. Saya akan memastikan semuanya diatur sesuai permintaan Anda."

Sagara kemudian mulai menyantap sarapannya dengan tenang, menikmati setiap suapan sambil sesekali memikirkan agenda hari ini. Setelah selesai, dia kembali memanggil Emma.

"Emma, tolong panggilkan taksi untukku. Aku akan pergi bersama Surya membeli mobil dan beberapa keperluan lainnya."

"Tentu, Tuan Muda. Saya akan mengatur taksi segera," jawab Emma dengan cepat, lalu bergegas untuk melaksanakan perintah.

Setelah bersiap-siap, Sagara berjalan menuju halaman rumah. Di sana, ia melihat Surya sudah siap, berbincang santai dengan Jae, tukang kebun yang sedang merapikan tanaman hias di sudut taman. Ketika Sagara mendekat, keduanya segera menghentikan percakapan mereka dan memberi salam.

"Selamat pagi, Tuan Muda," ujar Surya dan Jae hampir bersamaan, sambil sedikit membungkukkan badan sebagai tanda hormat.

"Selamat pagi," jawab Sagara sambil tersenyum. "Bagaimana kabar kalian hari ini? Semua berjalan dengan baik?"

"Baik, Tuan," jawab Jae. "Saya sedang merapikan tanaman-tanaman di sini. Sepertinya musim ini akan banyak bunga yang bermekaran."

"Taman ini adalah salah satu kebanggaan kediaman Adyatama, dan aku senang melihatnya selalu terawat dengan baik," balas Sagara.

Surya pun menyela dengan nada hormat, "Tuan Muda, saya sudah siap untuk perjalanan kita hari ini. Taksi seharusnya segera tiba."

"Baik, terima kasih, Surya. Aku rasa kita akan mendapatkan kendaraan yang cocok hari ini. Aku sangat mengandalkan kamu untuk membantuku memilih mobil yang bagus," ujar Sagara dengan keyakinan.

Surya tersenyum, merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. "Saya akan melakukan yang terbaik, Tuan Muda."

Tak lama kemudian, taksi yang ditunggu pun tiba. Sagara dan Surya segera masuk ke dalam mobil. Surya duduk di depan, di samping supir, sementara Sagara dengan nyaman duduk di kursi belakang. Taksi melaju meninggalkan kediaman Adyatama dengan lancar. Sepanjang perjalanan, Sagara mengamati pemandangan kota yang mulai ramai di pagi hari, sementara Surya yang lebih mengetahui lokasi tujuan sesekali memberikan arahan kepada supir untuk memastikan mereka tiba di tujuan tanpa hambatan.

Setelah beberapa waktu, taksi berhenti di depan sebuah showroom mobil yang cukup besar. Surya segera turun, diikuti oleh Sagara. Mereka disambut oleh seorang pria yang tampaknya adalah kawan lama Surya.

"Surya! Lama tidak bertemu," ujar pria itu dengan senyum lebar. "Apa kabar?"

"Baik, Doni," jawab Surya sambil berjabat tangan erat dengan kawannya itu. "Ini Tuan Sagara, tuan muda dari keluarga Adyatama."

Doni segera membungkuk sedikit, menunjukkan rasa hormatnya. "Selamat datang, Tuan Muda. Kami siap melayani kebutuhan Anda."

Sagara tersenyum sopan, "Terima kasih, aku berharap bisa mendapatkan mobil yang sesuai dengan kebutuhanku."

Doni mempersilakan mereka masuk dan mulai memperlihatkan berbagai model mobil yang ada di showroom. Surya, dengan pengalamannya, memberikan pendapat dan rekomendasi pada setiap model yang mereka lihat. Setelah beberapa waktu, perhatian Sagara tertuju pada sebuah sedan mewah yang tampak klasik, tetapi masih bergaya modis.

"Aku rasa ini cukup menarik," ujar Sagara, sambil mengamati mobil tersebut dari berbagai sudut.

Surya mengangguk setuju. "Mobil ini memang keluaran lama, Tuan, tapi performanya masih sangat baik. Dari segi tampilan dan ketangguhan, ini adalah pilihan yang tepat."

Sagara yang merasa yakin dengan pendapat Surya, akhirnya memutuskan untuk membeli mobil tersebut. Ia segera menandatangani kontrak pembelian dan menyelesaikan semua administrasi yang diperlukan. Setelah semua urusan selesai, Sagara menunggu sebentar di ruang tunggu showroom. Tidak lama kemudian, Surya muncul kembali dengan ekspresi gembira.

"Mobilnya sudah siap, Tuan Muda," lapornya dengan semangat.

Sagara mengangguk dan mengikuti Surya menuju pintu keluar. Di sana, mobil sedan baru miliknya sudah terparkir rapi di depan showroom. Surya langsung masuk dan mengambil posisi sebagai supir, sementara Sagara duduk di kursi belakang, merasakan kenyamanan mobil baru tersebut.

"Baiklah, sekarang kita pergi ke pusat perbelanjaan yang terbesar di kota ini," perintah Sagara dengan tenang.

Surya pun segera menyalakan mesin dan melajukan mobil dengan kecepatan yang stabil, menuju tujuan berikutnya, pusat perbelanjaan yang megah, tempat di mana Sagara akan melengkapi kebutuhan lainnya.

Episodes
1 Chapter 1 : Rumah Warisan Kakek
2 Chapter 2 : Masa Lalu Keluarga
3 Chapter 3 : Rencana Melunasi Hutang
4 Chapter 4 : Kediaman Adyatama
5 Chapter 5 : Rahasia Peninggalan Kakek
6 Chapter 6 : Menyebrang Ke Dunia Lain
7 Chapter 7 : Hilangnya Jejak Kejayaan
8 Chapter 8 : Membangkitkan Keluarga Morgans
9 Chapter 9 : Rencana Memulihkan Bisnis Keluarga
10 Chapter 10 : Dunia Sihir
11 Chapter 11 : Tetap Dalam Rencana
12 Chapter 12 : Kembali Dari Celah Dimensi
13 Chapter 13 : Menemui Teman Lama
14 Chapter 14 : Wanita Cantik Yang Misterius
15 Chapter 15 : Pelelangan Barang Dunia Lain
16 Chapter 16 : Bertemu Dengan Putri Sombong
17 Chapter 17 : Terlahir Kembali Menjadi Kaya
18 Chapter 18 : Perayaan Di Kediaman Adyatama
19 Chapter 19 : Pergi Berburu Mobil
20 Chapter 20 : Pertemuan Kedua
21 Chapter 21 : Kemunculan Tamu Yang Tidak Diinginkan
22 Chapter 22 : Alasan Yang Berdasar
23 Chapter 23 : Meninggalkan Jejak Masa Lalu
24 Chapter 24 : Menyelinap Di Malam Hari
25 Chapter 25 : Prajurit Berparas Tampan
26 Chapter 26 : Pasukan Keluarga Morgans
27 Chapter 27 : Kombinasi Sihir Cahaya dan Kegelapan
28 Chapter 28 : Undangan Pesta Dansa
29 Chapter 29 : Menargetkan atau Ditargetkan
30 Chapter 30 : Bukan Sekedar Hiburan
31 Chapter 31 : Kesempatan
32 Chapter 32 : Kemunculan Sosok Yang Tak Disangka-sangka
33 Chapter 33 : Patah Hati Untuk Pertama Kali
34 Chapter 34 : Professor Elias
35 Chapter 35 : Sulit Untuk Melupakan
36 Chapter 36 : Kunjungan Pendeta dan Sihir Penyembuhan
37 Chapter 37 : Penyergapan Yang Direncanakan
38 Chapter 38 : Mantan Prajurit Bayaran
39 Chapter 39 : Pertempuran Berdarah
40 Chapter 40 : Hilangnya Jejak Fransiskus Dan Diego
41 Chapter 41 : Menyerobot Antrian
42 Chapter 42 : Pelanggan Yang Menyebalkan
43 Chapter 43 : Keberhasilan Pembukaan Toko
44 Chapter 44 : Hari Pelelangan
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Chapter 1 : Rumah Warisan Kakek
2
Chapter 2 : Masa Lalu Keluarga
3
Chapter 3 : Rencana Melunasi Hutang
4
Chapter 4 : Kediaman Adyatama
5
Chapter 5 : Rahasia Peninggalan Kakek
6
Chapter 6 : Menyebrang Ke Dunia Lain
7
Chapter 7 : Hilangnya Jejak Kejayaan
8
Chapter 8 : Membangkitkan Keluarga Morgans
9
Chapter 9 : Rencana Memulihkan Bisnis Keluarga
10
Chapter 10 : Dunia Sihir
11
Chapter 11 : Tetap Dalam Rencana
12
Chapter 12 : Kembali Dari Celah Dimensi
13
Chapter 13 : Menemui Teman Lama
14
Chapter 14 : Wanita Cantik Yang Misterius
15
Chapter 15 : Pelelangan Barang Dunia Lain
16
Chapter 16 : Bertemu Dengan Putri Sombong
17
Chapter 17 : Terlahir Kembali Menjadi Kaya
18
Chapter 18 : Perayaan Di Kediaman Adyatama
19
Chapter 19 : Pergi Berburu Mobil
20
Chapter 20 : Pertemuan Kedua
21
Chapter 21 : Kemunculan Tamu Yang Tidak Diinginkan
22
Chapter 22 : Alasan Yang Berdasar
23
Chapter 23 : Meninggalkan Jejak Masa Lalu
24
Chapter 24 : Menyelinap Di Malam Hari
25
Chapter 25 : Prajurit Berparas Tampan
26
Chapter 26 : Pasukan Keluarga Morgans
27
Chapter 27 : Kombinasi Sihir Cahaya dan Kegelapan
28
Chapter 28 : Undangan Pesta Dansa
29
Chapter 29 : Menargetkan atau Ditargetkan
30
Chapter 30 : Bukan Sekedar Hiburan
31
Chapter 31 : Kesempatan
32
Chapter 32 : Kemunculan Sosok Yang Tak Disangka-sangka
33
Chapter 33 : Patah Hati Untuk Pertama Kali
34
Chapter 34 : Professor Elias
35
Chapter 35 : Sulit Untuk Melupakan
36
Chapter 36 : Kunjungan Pendeta dan Sihir Penyembuhan
37
Chapter 37 : Penyergapan Yang Direncanakan
38
Chapter 38 : Mantan Prajurit Bayaran
39
Chapter 39 : Pertempuran Berdarah
40
Chapter 40 : Hilangnya Jejak Fransiskus Dan Diego
41
Chapter 41 : Menyerobot Antrian
42
Chapter 42 : Pelanggan Yang Menyebalkan
43
Chapter 43 : Keberhasilan Pembukaan Toko
44
Chapter 44 : Hari Pelelangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!