Chapter 7 : Hilangnya Jejak Kejayaan

Sagara mengikuti Fransiskus dengan langkah perlahan, menyusuri koridor panjang yang sunyi di kediaman keluarga Morgans. Dinding-dinding batu dingin yang mengelilingi mereka terlihat suram, tanpa hiasan apapun yang menarik perhatian. Sagara mulai merasa aneh. Dia membayangkan tempat ini akan dipenuhi kemewahan, mengingat cerita Fransiskus tentang kekayaan dan kejayaan Miles Adh Morgans, kakeknya. Namun, kenyataannya justru jauh dari apa yang dia bayangkan.

"Pak Fransiskus," Sagara membuka suara, berusaha mengalihkan perhatiannya dari rasa kecewa yang mulai menyelimuti. "Bukankah kakek saya sangat kaya? Tapi kenapa rumah ini terlihat biasa saja? Bahkan barang-barang di sini seperti perabotan yang bisa ditemukan di mana saja."

Fransiskus tidak langsung menjawab. Dia melangkah lebih cepat, wajahnya tampak semakin tegang. Sagara bisa melihat kegelisahan yang mulai mencuat dari pria tua itu. Biasanya, Fransiskus selalu tenang dan penuh wibawa, namun kali ini gelagatnya telah berbeda. Langkah kakinya pun semakin cepat, seakan dia ingin segera menyelesaikan tur kediaman ini.

"Pak Frans?" Sagara kembali memanggil, kali ini dengan nada yang lebih lembut, berusaha memahami apa yang terjadi.

Fransiskus akhirnya berhenti di tengah sebuah ruangan yang luas namun kosong. Dia memutar tubuhnya, menatap Sagara dengan mata yang dipenuhi kebingungan. "Maafkan saya, Tuan Sagara. Saya sendiri tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Ketika terakhir kali saya berada di sini, sekitar satu bulan yang lalu bersama Tuan Miles, semuanya masih seperti biasa. Perabotan mewah, artefak berharga, semuanya ada di tempatnya. Tapi sekarang barang-barang itu lenyap dari ruangan ini, semuanya telah berubah."

Sagara mengernyitkan dahi. "Berubah bagaimana?"

"Segalanya," jawab Fransiskus sambil mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. "Perabotan yang dulu begitu megah kini lenyap. Dinding yang dulunya dihiasi oleh lukisan-lukisan indah kini kosong. Saya takut tempat ini telah diserang oleh kelompok tertentu. Mohon tetap berada di belakang saya, Tuan."

Sagara mengangguk, mencoba untuk tetap tenang meski rasa was-was mulai merayap dalam dirinya. Fransiskus terus berjalan dengan hati-hati, memeriksa setiap sudut ruangan seolah mengharapkan adanya tanda-tanda kerusakan atau penyerangan. Namun, tiba-tiba langkahnya terhenti ketika mereka melihat seorang wanita yang berjalan mendekat ke arah mereka, membawa keranjang yang berisi pakaian putih.

Fransiskus menatap wanita itu dengan mata terbelalak, hampir kehilangan ketenangannya. Sagara dapat merasakan ketegangan yang makin memuncak. Saat wanita itu semakin dekat, wajah Fransiskus berubah dari yang semula tegang menjadi terlihat khawatir. Dia kaget sekaligus rindu saat bertemu kembali dengan wanita itu.

Sosok yang mampu menggerakkan hati Fransiskus itu pun berhenti tepat di depan mereka, tersenyum hangat meski terlihat lelah. "Fransiskus, aku tahu kamu akan kembali," ucapnya dengan suara yang lembut, namun ada kesedihan yang mendalam di balik nada bicaranya.

"Rose?" Fransiskus tampak terkejut, seolah-olah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. "Ini... benar-benar kamu?"

Rose yang ada di dalam ingatannya selalu berpenampilan rapih dengan pakaian pelayannya. Sangat cantik dan rambutnya yang diikat ke belakang memancarkan aura memikat bagi Fransiskus. Namun, Rose yang sekarang berada di hadapannya nampak sekali berbeda. Bukan berarti tidak lagi menarik karena penampilannya yang hanya mengenakan pakaian kain putih biasa, hanya saja dia nampak lebih lesu dan kehilangan semangatnya, tidak seperti dirinya biasanya.

Rose mengangguk pelan, matanya berkaca-kaca. "Iya, ini aku Frans. Sudah lama aku menunggu kamu kembali."

Fransiskus terlihat begitu terkejut, namun dia berusaha keras untuk menjaga wibawanya. "Aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu lagi di kediaman ini. Seperti yang kamu lihat, keadaan di sini sudah sangat berbedam"

Rose mengangguk, senyumnya perlahan memudar. "Banyak yang telah berubah, Frans. Banyak hal telah terjadi sejak Tuan Miles dan kamu tidak pernah kembali."

Sagara yang dari tadi diam, menyimak percakapan mereka dengan penuh perhatian. Ia baru sadar bahwa wanita ini memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Fransiskus. Wajah Fransiskus yang tadinya tegang kini tampak sedikit melunak, meski dia tetap berusaha mempertahankan sikap dinginnya.

Fransiskus menghela napas panjang, lalu memperkenalkan Sagara dengan suara yang lebih tenang. "Rose, ini adalah Tuan Sagara, cucu Tuan Miles. Beliau adalah pewaris sah keluarga Morgans."

Rose menundukkan kepala dengan sopan kepada Sagara. "Tuan Sagara, saya Rose, kepala pelayan di kediaman ini. Suatu kehormatan bagi saya untuk melayani Anda."

Sagara merasa canggung dengan suasana yang tiba-tiba menjadi sangat formal. "Tolong, jangan terlalu formal. Saya masih berusaha menyesuaikan diri saya dan memahami semua ini. Silahkan lanjutkan pembicaraan tentang kondisi saat ini."

"Tuan Sagara dapat berbicara dengan nyaman kepada kami berdua," ucap Fransiskus.

Rose tersenyum tipis, namun ada kesedihan di balik senyuman itu. "Sebenarnya, ada sesuatu yang perlu Anda ketahui, Tuan Sagara. Sejak Tuan Miles dan Fransiskus menghilang, terjadi kekacauan di kediaman ini. Terhitung sudah lima tahun berlalu, tentunya sudah tidak ada yang tersisa di kediaman ini. Keluarga Morgans telah mengalami kemunduran dan kini menjadi keluarga dari bangsawan yang telah jatuh."

Fransiskus menatap Rose dengan mata terbelalak, seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. "Lima tahun? Itu tidak mungkin! Saya baru saja mengunjungi tempat ini bersama Tuan Miles sebulan yang lalu!"

Rose mengangguk, menahan air mata yang hampir jatuh. "Saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya, Frans. Saya tahu Anda dan Tuan Miles memiliki semacam rahasia yang tidak orang lain ketahui. Saya menyadarinya setiap kali Tuan Miles dan kamu berpergian keluar. Saat itu saya pikir kamu dan Tuan Miles akan melakukan perjalanan seperti biasanya, meski agak lama, tapi kalian pasti akan kembali. Namun, setelah hampir satu tahun, kalian tidak kunjung kembali. Masalah pun datang satu persatu. Maaf karena saya tidak bisa mencegah kehancuran dari keluarga ini."

Fransiskus tampak terpukul oleh kenyataan. Dia memandang Sagara dengan tatapan kosong, seolah-olah baru saja kehilangan arah. "Tuan Sagara. Saya benar-benar tidak tahu harus berkata apa pada Anda. Ini semua di luar kehendak saya."

Sagara merasa beban di pundaknya semakin berat. Semua informasi yang ia dapatkan barusan ini terasa terlalu banyak untuk diterima dalam waktu singkat. Namun, dia tahu bahwa dia harus tetap tenang dan berpikir jernih. Bagaimanapun dia sudah memutuskan untuk berusaha yang terbaik sejak mendatangi dunia ini. Sagara tidak ingin menjadi pecundang yang lari setelah menemukan masalah yang ada di depannya.

"Fransiskus, Rose, kita harus tetap tenang. Aku tahu ini semua mengejutkan, tapi kita harus memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya."

Rose mengangguk setuju. "Tuan Sagara benar. Mari kita bicarakan hal ini dengan lebih nyaman setelah masuk ke dalam mansion. Saya akan menyiapkan teh dan cemilan untuk Tuan Sagara."

Fransiskus pun mengangguk setuju. Terlihat perlahan dia mulai bisa menjaga ketenangannya. Dia tersenyum kecil, memandang ke arah Sagara dengan perasaan puas. Sebetulnya keadaan ini tidak sepenuhnya buruk karena dapat memicu Sagara menjadi sosok yang peduli dengan keadaan keluarga Morgans. Kini Sagara terlihat seakan mau terlibat dalam masalah keluarga ini.

Dengan langkah pelan namun pasti, mereka bertiga pun menuju ruangan yang lebih hangat. Rose datang membawakan teh dan cemilan sebagai hidangan manis yang akan menemani pembicaraan mereka. Ruangan itu dulunya adalah tempat yang sangat nyaman dan dijadikan sebagai tempat untuk menjamu para tamu. Ekspresi rumit pun muncul dari mimik wajah Fransiskus yang menyayangkan adanya perubahan pada suasana di ruangan itu.

Episodes
1 Chapter 1 : Rumah Warisan Kakek
2 Chapter 2 : Masa Lalu Keluarga
3 Chapter 3 : Rencana Melunasi Hutang
4 Chapter 4 : Kediaman Adyatama
5 Chapter 5 : Rahasia Peninggalan Kakek
6 Chapter 6 : Menyebrang Ke Dunia Lain
7 Chapter 7 : Hilangnya Jejak Kejayaan
8 Chapter 8 : Membangkitkan Keluarga Morgans
9 Chapter 9 : Rencana Memulihkan Bisnis Keluarga
10 Chapter 10 : Dunia Sihir
11 Chapter 11 : Tetap Dalam Rencana
12 Chapter 12 : Kembali Dari Celah Dimensi
13 Chapter 13 : Menemui Teman Lama
14 Chapter 14 : Wanita Cantik Yang Misterius
15 Chapter 15 : Pelelangan Barang Dunia Lain
16 Chapter 16 : Bertemu Dengan Putri Sombong
17 Chapter 17 : Terlahir Kembali Menjadi Kaya
18 Chapter 18 : Perayaan Di Kediaman Adyatama
19 Chapter 19 : Pergi Berburu Mobil
20 Chapter 20 : Pertemuan Kedua
21 Chapter 21 : Kemunculan Tamu Yang Tidak Diinginkan
22 Chapter 22 : Alasan Yang Berdasar
23 Chapter 23 : Meninggalkan Jejak Masa Lalu
24 Chapter 24 : Menyelinap Di Malam Hari
25 Chapter 25 : Prajurit Berparas Tampan
26 Chapter 26 : Pasukan Keluarga Morgans
27 Chapter 27 : Kombinasi Sihir Cahaya dan Kegelapan
28 Chapter 28 : Undangan Pesta Dansa
29 Chapter 29 : Menargetkan atau Ditargetkan
30 Chapter 30 : Bukan Sekedar Hiburan
31 Chapter 31 : Kesempatan
32 Chapter 32 : Kemunculan Sosok Yang Tak Disangka-sangka
33 Chapter 33 : Patah Hati Untuk Pertama Kali
34 Chapter 34 : Professor Elias
35 Chapter 35 : Sulit Untuk Melupakan
36 Chapter 36 : Kunjungan Pendeta dan Sihir Penyembuhan
37 Chapter 37 : Penyergapan Yang Direncanakan
38 Chapter 38 : Mantan Prajurit Bayaran
39 Chapter 39 : Pertempuran Berdarah
40 Chapter 40 : Hilangnya Jejak Fransiskus Dan Diego
41 Chapter 41 : Menyerobot Antrian
42 Chapter 42 : Pelanggan Yang Menyebalkan
43 Chapter 43 : Keberhasilan Pembukaan Toko
44 Chapter 44 : Hari Pelelangan
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Chapter 1 : Rumah Warisan Kakek
2
Chapter 2 : Masa Lalu Keluarga
3
Chapter 3 : Rencana Melunasi Hutang
4
Chapter 4 : Kediaman Adyatama
5
Chapter 5 : Rahasia Peninggalan Kakek
6
Chapter 6 : Menyebrang Ke Dunia Lain
7
Chapter 7 : Hilangnya Jejak Kejayaan
8
Chapter 8 : Membangkitkan Keluarga Morgans
9
Chapter 9 : Rencana Memulihkan Bisnis Keluarga
10
Chapter 10 : Dunia Sihir
11
Chapter 11 : Tetap Dalam Rencana
12
Chapter 12 : Kembali Dari Celah Dimensi
13
Chapter 13 : Menemui Teman Lama
14
Chapter 14 : Wanita Cantik Yang Misterius
15
Chapter 15 : Pelelangan Barang Dunia Lain
16
Chapter 16 : Bertemu Dengan Putri Sombong
17
Chapter 17 : Terlahir Kembali Menjadi Kaya
18
Chapter 18 : Perayaan Di Kediaman Adyatama
19
Chapter 19 : Pergi Berburu Mobil
20
Chapter 20 : Pertemuan Kedua
21
Chapter 21 : Kemunculan Tamu Yang Tidak Diinginkan
22
Chapter 22 : Alasan Yang Berdasar
23
Chapter 23 : Meninggalkan Jejak Masa Lalu
24
Chapter 24 : Menyelinap Di Malam Hari
25
Chapter 25 : Prajurit Berparas Tampan
26
Chapter 26 : Pasukan Keluarga Morgans
27
Chapter 27 : Kombinasi Sihir Cahaya dan Kegelapan
28
Chapter 28 : Undangan Pesta Dansa
29
Chapter 29 : Menargetkan atau Ditargetkan
30
Chapter 30 : Bukan Sekedar Hiburan
31
Chapter 31 : Kesempatan
32
Chapter 32 : Kemunculan Sosok Yang Tak Disangka-sangka
33
Chapter 33 : Patah Hati Untuk Pertama Kali
34
Chapter 34 : Professor Elias
35
Chapter 35 : Sulit Untuk Melupakan
36
Chapter 36 : Kunjungan Pendeta dan Sihir Penyembuhan
37
Chapter 37 : Penyergapan Yang Direncanakan
38
Chapter 38 : Mantan Prajurit Bayaran
39
Chapter 39 : Pertempuran Berdarah
40
Chapter 40 : Hilangnya Jejak Fransiskus Dan Diego
41
Chapter 41 : Menyerobot Antrian
42
Chapter 42 : Pelanggan Yang Menyebalkan
43
Chapter 43 : Keberhasilan Pembukaan Toko
44
Chapter 44 : Hari Pelelangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!