Chapter 10 : Dunia Sihir

Kerajaan Sevenstar, tempat keluarga Morgans berada, telah berdiri kokoh di timur benua selama ribuan tahun. Terletak di sepanjang garis pantai yang berbatasan langsung dengan laut, Sevenstar bukan hanya sebuah kerajaan yang kuat secara militer, tetapi juga memiliki pengaruh besar dalam politik benua. Meskipun berada di wilayah timur yang biasanya dihuni oleh kerajaan-kerajaan dengan tingkat afiliasi lebih rendah, Sevenstar adalah pengecualian, berdiri sebagai kerajaan tingkat satu.

Kerajaan tingkat satu adalah puncak dari hierarki benua, dengan hanya sedikit kerajaan yang dapat mencapai status ini. Biasanya, kerajaan-kerajaan tingkat satu berada di pusat benua, tempat kekuasaan dan pengaruh politik terkonsentrasi. Namun, Sevenstar telah berhasil mempertahankan statusnya meski terletak di tepi timur, berkat kekuatan militer dan aliansi strategis yang dipimpin oleh keluarga kerajaan.

Sevenstar adalah anggota dari Aliansi Cahaya, sebuah persekutuan yang terdiri dari dua belas kerajaan dengan visi yang sama, yakni perdamaian dan kestabilan di seluruh benua. Aliansi Cahaya terdiri dari delapan kerajaan tingkat satu, yaitu Sevenstar, Arindale, Dagon Kingdom, Frosthold, Eldoria, Zenith, Edens, dan Lumina. Empat kerajaan tingkat dua yang juga tergabung dalam aliansi ini adalah Findara, Ironhelm, Ratoon Kingdom, dan Ubreo.

Aliansi Cahaya terkenal dengan kekuatan pertahanannya, yang didukung oleh tujuh penyihir agung, yang merupakan fondasi dari kekuatan mereka. Ketujuh penyihir ini yang dikenal sebagai individu-individu terkuat di benua, telah menjadi pilar utama bagi aliansi. Salah satu dari mereka, Artemis, berasal dari Kerajaan Sevenstar. Artemis juga merupakan pendiri Akademi Cahaya, sebuah institusi yang didedikasikan untuk melatih generasi muda dengan bakat sihir dari seluruh kerajaan yang tergabung dalam aliansi. Akademi Cahaya adalah simbol kebanggaan bagi Aliansi Cahaya. Institusi ini menerima semua bakat yang menjanjikan tanpa memandang kasta atau kekayaan, membuka peluang bagi siapa saja yang memiliki kemampuan luar biasa dalam hal sihir.

Di dalam ruang tamu mansion keluarga Morgans, Fransiskus duduk di samping Sagara, memperhatikan perubahan ekspresi pada wajah tuan mudanya itu. Sagara tampak termenung setelah mendengar penjelasan Fransiskus tentang Aliansi Cahaya dan Akademi Cahaya. Mata Sagara menatap jauh, seolah memikirkan sesuatu yang dalam.

Fransiskus memecah keheningan, suaranya rendah dan penuh pertimbangan, "Tuan Muda, jika saya boleh menyarankan, bergabung dengan Akademi Cahaya bisa menjadi langkah yang sangat baik. Ini bukan hanya tentang belajar sihir, tapi juga tentang membangun jaringan dan hubungan dengan para bangsawan dan pemimpin masa depan dari berbagai kerajaan di aliansi. Dengan posisi Anda sebagai pewaris keluarga Morgans, ini bisa menjadi kesempatan besar."

Sagara memandang Fransiskus, keraguan terlihat jelas di matanya. "Aku mengerti maksud Pak Frans... maksudmu, Fransiskus." Sagara mengoreksi caranya dalam berbicara dengan Fransiskus. Sebelumnya dia sudah mendapatkan pelajaran dari Rose untuk terbiasa berbicara santai dan tidak perlu formal kepada orang yang memiliki status di bawahnya. Hanya saja, dia masih sesekali melakukan kesalahan karena belum terbiasa berbicara dengan orang yang lebih tua dengan tidak sopan.

"Aku bahkan tidak tahu apakah aku memiliki bakat untuk diterima di Akademi Cahaya. Selain itu juga, jika aku masuk ke sana, bagaimana dengan keluarga Morgans? Bagaimana dengan... Kuliahku? kehidupanku di dunia asalku?" lanjut Sagara, bertanya dengan mengeluarkan semua keresahan yang ingin dia ketahui penyelesaiannya.

Sagara sendiri baru menyadari bahwa dirinya telah menghabiskan waktu beberapa hari di dunia ini. Dia tidak tahu bagaimana kondisi di dunia asalnya sekarang. Padahal awalnya dia berencana hanya ingin mencari cara untuk melunasi tunggakan kontrakan dan biaya angsuran kuliahnya, tapi dia kini telah berkomitmen untuk membangkitkan kejayaan keluarga Morgans dan mewariskan kehendak sang kakek.

Sagara pun mulai berkeluh pada pikirannya. Dia bertanya-tanya seorang diri, mungkinkah dirinya sudah diusir oleh si pemilik kontrakan? Mengingat harusnya ini sudah lebih dari waktu seminggu yang diberikan padanya. Bagaimana dengan semua barang-barangnya yang ada di kontrakan? Semoga saja Lucas membantu mengamankannya sampai dirinya kembali.

Fransiskus tersenyum kecil, memahami kebingungan Sagara. "Tuan Muda, pertama-tama kita bisa melakukan tes sederhana untuk mengetahui afinitas elemen sihir Anda. Mengenai kehidupan Anda di dunia asal, ada sesuatu yang perlu Anda ketahui."

Sagara mendengarkan dengan penuh perhatian, alisnya berkerut. "Apa itu, Fransiskus?"

"Saat Anda berada di dunia ini, waktu di dunia asal Anda tidak akan bergerak. Seolah-olah, waktu di sana berhenti sampai Anda kembali. Begitupun sebaliknya," jelas Fransiskus dengan nada suara penuh keyakinan. "Namun, ada satu hal yang perlu Anda pertimbangkan, Tuan. Ketika kakek Anda wafat, terjadi fenomena yang tidak biasa di mana lima tahun berlalu dengan sangat cepat di sini. Itu adalah sesuatu yang saya sendiri belum sepenuhnya mengerti."

Sagara termenung sejenak, merenungkan kata-kata Fransiskus. "Jika aku pergi ke akademi, lalu bagaimana dengan keluarga Morgans?"

"Tuan, berdasarkan pengetahuan saya, Akademi Cahaya memberi kebebasan kepada muridnya untuk bepergian selama akhir pekan. Saya akan memastikan urusan keluarga Morgans tetap berjalan lancar dan melaporkan setiap perkembangannya kepada Anda."

Sagara mengambil napas dalam-dalam, sebelum berbicara lagi. "Jika memang seperti itu, aku akan mempertimbangkannya, Fransiskus. Aku sebenarnya juga tertarik dengan konsep sihir. Saya sering melihatnya di film-film fantasi di dunia asal saya. Hanya saja aku masih merasa ragu, apa aku benar-benar bisa mengemban tanggung jawab ini? Apakah aku benar-benar sanggup, Frans? Memikirkan cara untuk mengembalikan kejayaan keluarga ini saja sudah membebani diriku, apalagi jika aku berurusan dengan sihir, pasti akan muncul masalah-masalah baru."

Fransiskus pun menepuk bahu Sagara dengan lembut, memberikan dorongan. "Tuan Muda, setiap langkah besar dalam hidup memang sering kali disertai dengan keraguan. Namun, percayalah bahwa dengan bantuan dari orang-orang yang setia di sekitar Anda, termasuk saya dan para pekerja yang baru saja kembali, kita dapat mengatasi segala rintangan yang ada. Ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa Anda adalah penerus yang layak bagi keluarga Morgans."

Sagara mengangguk perlahan, memutuskan untuk menghadapi tantangan ini dengan tekad yang baru. "Baiklah, Fransiskus. Aku bersedia untuk masuk ke Akademi Cahaya. Namun, pertama-tama, mari kita pastikan terlebih dahulu dengan melakukan tes afinitas sihir padaku."

Fransiskus tersenyum puas.

"Keputusan yang bijak, Tuan Muda. Kita akan mulai dengan tes afinitas segera, saya akan mempersiapkannya."

Episodes
1 Chapter 1 : Rumah Warisan Kakek
2 Chapter 2 : Masa Lalu Keluarga
3 Chapter 3 : Rencana Melunasi Hutang
4 Chapter 4 : Kediaman Adyatama
5 Chapter 5 : Rahasia Peninggalan Kakek
6 Chapter 6 : Menyebrang Ke Dunia Lain
7 Chapter 7 : Hilangnya Jejak Kejayaan
8 Chapter 8 : Membangkitkan Keluarga Morgans
9 Chapter 9 : Rencana Memulihkan Bisnis Keluarga
10 Chapter 10 : Dunia Sihir
11 Chapter 11 : Tetap Dalam Rencana
12 Chapter 12 : Kembali Dari Celah Dimensi
13 Chapter 13 : Menemui Teman Lama
14 Chapter 14 : Wanita Cantik Yang Misterius
15 Chapter 15 : Pelelangan Barang Dunia Lain
16 Chapter 16 : Bertemu Dengan Putri Sombong
17 Chapter 17 : Terlahir Kembali Menjadi Kaya
18 Chapter 18 : Perayaan Di Kediaman Adyatama
19 Chapter 19 : Pergi Berburu Mobil
20 Chapter 20 : Pertemuan Kedua
21 Chapter 21 : Kemunculan Tamu Yang Tidak Diinginkan
22 Chapter 22 : Alasan Yang Berdasar
23 Chapter 23 : Meninggalkan Jejak Masa Lalu
24 Chapter 24 : Menyelinap Di Malam Hari
25 Chapter 25 : Prajurit Berparas Tampan
26 Chapter 26 : Pasukan Keluarga Morgans
27 Chapter 27 : Kombinasi Sihir Cahaya dan Kegelapan
28 Chapter 28 : Undangan Pesta Dansa
29 Chapter 29 : Menargetkan atau Ditargetkan
30 Chapter 30 : Bukan Sekedar Hiburan
31 Chapter 31 : Kesempatan
32 Chapter 32 : Kemunculan Sosok Yang Tak Disangka-sangka
33 Chapter 33 : Patah Hati Untuk Pertama Kali
34 Chapter 34 : Professor Elias
35 Chapter 35 : Sulit Untuk Melupakan
36 Chapter 36 : Kunjungan Pendeta dan Sihir Penyembuhan
37 Chapter 37 : Penyergapan Yang Direncanakan
38 Chapter 38 : Mantan Prajurit Bayaran
39 Chapter 39 : Pertempuran Berdarah
40 Chapter 40 : Hilangnya Jejak Fransiskus Dan Diego
41 Chapter 41 : Menyerobot Antrian
42 Chapter 42 : Pelanggan Yang Menyebalkan
43 Chapter 43 : Keberhasilan Pembukaan Toko
44 Chapter 44 : Hari Pelelangan
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Chapter 1 : Rumah Warisan Kakek
2
Chapter 2 : Masa Lalu Keluarga
3
Chapter 3 : Rencana Melunasi Hutang
4
Chapter 4 : Kediaman Adyatama
5
Chapter 5 : Rahasia Peninggalan Kakek
6
Chapter 6 : Menyebrang Ke Dunia Lain
7
Chapter 7 : Hilangnya Jejak Kejayaan
8
Chapter 8 : Membangkitkan Keluarga Morgans
9
Chapter 9 : Rencana Memulihkan Bisnis Keluarga
10
Chapter 10 : Dunia Sihir
11
Chapter 11 : Tetap Dalam Rencana
12
Chapter 12 : Kembali Dari Celah Dimensi
13
Chapter 13 : Menemui Teman Lama
14
Chapter 14 : Wanita Cantik Yang Misterius
15
Chapter 15 : Pelelangan Barang Dunia Lain
16
Chapter 16 : Bertemu Dengan Putri Sombong
17
Chapter 17 : Terlahir Kembali Menjadi Kaya
18
Chapter 18 : Perayaan Di Kediaman Adyatama
19
Chapter 19 : Pergi Berburu Mobil
20
Chapter 20 : Pertemuan Kedua
21
Chapter 21 : Kemunculan Tamu Yang Tidak Diinginkan
22
Chapter 22 : Alasan Yang Berdasar
23
Chapter 23 : Meninggalkan Jejak Masa Lalu
24
Chapter 24 : Menyelinap Di Malam Hari
25
Chapter 25 : Prajurit Berparas Tampan
26
Chapter 26 : Pasukan Keluarga Morgans
27
Chapter 27 : Kombinasi Sihir Cahaya dan Kegelapan
28
Chapter 28 : Undangan Pesta Dansa
29
Chapter 29 : Menargetkan atau Ditargetkan
30
Chapter 30 : Bukan Sekedar Hiburan
31
Chapter 31 : Kesempatan
32
Chapter 32 : Kemunculan Sosok Yang Tak Disangka-sangka
33
Chapter 33 : Patah Hati Untuk Pertama Kali
34
Chapter 34 : Professor Elias
35
Chapter 35 : Sulit Untuk Melupakan
36
Chapter 36 : Kunjungan Pendeta dan Sihir Penyembuhan
37
Chapter 37 : Penyergapan Yang Direncanakan
38
Chapter 38 : Mantan Prajurit Bayaran
39
Chapter 39 : Pertempuran Berdarah
40
Chapter 40 : Hilangnya Jejak Fransiskus Dan Diego
41
Chapter 41 : Menyerobot Antrian
42
Chapter 42 : Pelanggan Yang Menyebalkan
43
Chapter 43 : Keberhasilan Pembukaan Toko
44
Chapter 44 : Hari Pelelangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!