Chapter 8 : Membangkitkan Keluarga Morgans

Sore menjelang malam. Suasana di dalam ruangan terasa hangat, meskipun percakapan yang terjadi penuh dengan keheningan yang berat. Setelah duduk dan menikmati teh yang disajikan oleh Rose, Fransiskus akhirnya membuka pembicaraan yang sejak tadi mengganjal di hatinya.

“Rose.” Fransiskus memulai percakapan dengan nada rendah, memandang wanita yang duduk di hadapannya. “Ada sesuatu yang harus aku sampaikan. Tuan Miles, sebenarnya telah wafat beberapa hari yang lalu, atau lebih tepatnya lima tahun yang lalu saat menghilangnya aku bersama dengan Tuan Miles.”

Rose menundukkan kepalanya. Dia sama sekali tidak terkejut, tapi kesedihan terlihat jelas di raut wajahnya yang kusam. “Aku sudah menduganya, Fransiskus,” jawabnya pelan. “Ketika kamu muncul sendirian tanpa Tuan Miles, dan terlebih lagi dengan adanya Tuan Sagara di sini, aku tahu sesuatu yang buruk telah terjadi. Tuan Miles selalu berjanji padaku akan selalu kembali bersamamu, dan jika dia tidak bersama kamu sekarang, maka hanya kematian yang dapat menahannya.

Fransiskus mengangguk, mengakui kebenaran yang terasa pahit itu. “Ya, Tuan Miles telah meninggalkan kita."

Sagara mendengarkan dengan saksama, meskipun pikirannya sedikit berkecamuk. Dia sendiri tidak memiliki perasaan apapun atas kepergian kakeknya. Lagipula dia belum pernah bertemu atau bahkan mengetahui penampakan kakeknya sendiri. Ini malah terasa aneh bagi dirinya jika ikut berduka atas kepergian sang kakek yang tidak dia kenal.

"Bagaimana menurutmu tentang kakekku? Aku belum mendengar alasan mengapa kamu sampai sebegitu setianya mengurus kediaman keluarga ini selama lima tahun lamanya."

Rose tersenyum lembut, tetapi matanya penuh dengan kenangan. “Tuan Miles adalah orang yang sangat baik dan bijaksana. Beliau menyelamatkan hidup saya dan memberi saya kesempatan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Saya berhutang hidup saya dan selalu bersedia untuk selamanya mengabdi padanya.”

Lagi dan lagi sang kakek telah menyelamatkan orang lain dan menjadikannya berada di sisinya. Sagara bertanya-tanya, mungkinkah semua pekerja sebelumnya memiliki cerita yang sama dengan Rose dan Fransiskus? Apakah kakeknya ini memang orangnya sangat baik dan dermawan? Atau dia memiliki hobi yang unik yaitu menolong orang yang kesusahan? Sagara menjadi semakin tertarik dengan kehidupan sang kakek.

"Rose, apakah kamu pernah menyalahkan kakekku? Kamu pasti menyadarinya bahwa semua ini terjadi karena kakekku yang membawa Fransiskus bersamanya pergi dan baru sekarang ini dapat kembali setelah lima tahun berlalu."

“Saya tidak pernah menyalahkan Tuan Miles. Bagi saya semua pasti ada alasan dibaliknya. Saya juga menyadari bahwa kepergian Tuan Miles dan Fransiskus selama ini berkaitan dengan rahasia bisnis keluarga Morgans. Saya tidak memiliki hak untuk meragukan dan mempertanyakannya. Saya hanya harus percaya pada kehendak Tuan Miles.

Fransiskus sendiri meskipun wajahnya tetap terlihat tenang, tapi menunjukkan kedalaman perasaan yang jarang dirasakan orang yang berada di sekitarnya. Kesunyian sejenak menyelimuti mereka, seolah memberi ruang bagi mereka untuk mengenang sosok yang telah tiada. Namun, Rose akhirnya memecah keheningan tersebut dengan nada serius.

"Tuan Sagara, ada banyak hal yang jauh lebih penting dan perlu Anda ketahui tentang kondisi keluarga Morgans selama lima tahun ini,” kata Rose, menatap Sagara dengan penuh perhatian.

“Sejak Tuan Miles dan Fransiskus menghilang, seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, sudah lima tahun berlalu di dunia ini. Dalam kurun waktu itu, banyak masalah yang telah terjadi pada kediaman keluarga Morgans. Barang-barang di toko keluarga Morgans semakin sedikit stoknya. Tidak ada pemasukan barang baru karena Tuan Miles dan Fransiskus tidak ada. Kerja sama dengan keluarga bangsawan lain terputus, dan stok barang berkualitas yang biasa kami kirimkan habis tanpa ada penggantinya.”

“Kabar tentang jatuhnya keluarga Morgans pun telah menyebar. Gosip yang tidak enak menyebar dengan cepat, menyebut keluarga ini sebagai keluarga bangsawan yang telah jatuh. Berita itu bahkan sampai di telinga Putra Mahkota, dan dia menarik dukungannya dari keluarga Morgans. Keluarga ini pun kemudian dikeluarkan dari jajaran anggota pendukungnya,” lanjut Rose.

“Keadaan semakin diperparah dengan banyak pekerja di mansion keluarga Morgans yang mengundurkan diri karena tidak kunjung mendapatkan gaji. Keuangan keluarga ini semakin parah, terlebih karena akuntan keluarga Morgans kabur membawa sebagian harta keluarga ini. Sebagian lagi ia bagi dengan kepala prajurit keluarga Morgans. Para pelayan juga melarikan diri, membawa barang-barang berharga sebagai bayaran gaji mereka yang tak terbayarkan.”

Fransiskus mengepalkan tangan di atas lututnya. Jelas terlihat betapa terpukulnya dia oleh berita yang baru saja diungkapkan Rose. “Semua ini terjadi karena ketidakhadiran diriku dan Tuan Miles di kediaman ini. Aku benar-benar tidak menyangka kepergian kami akan memakan waktu selama lima tahun."

“Jadi… Rose, sekarang hanya kamu yang tersisa di kediaman ini?” tanya Sagara.

Rose tersenyum tipis, ada kegetiran di balik senyum itu. “Sebenarnya, selama tiga tahun pertama, masih ada beberapa pekerja yang setia. Namun, sekarang sudah lima tahun berlalu, dan hanya saya yang masih bertahan di kediaman ini. Sementara yang lain telah berpamitan karena harus mencari pekerjaan lain untuk menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan keluarganya.”

Sagara menghela napas panjang. “Aku mengerti sekarang. Ini situasi yang cukup sulit, tapi bukan berarti tidak ada harapan. Kita dapat memikirkan bersama bagaimana caranya membangkitkan kembali keluarga Morgans.

"Apa yang kamu pikirkan, Rose? Fransiskus? Apa kalian memiliki ide?"

Fransiskus memandang Rose, seolah mencari petunjuk dari wanita yang sudah lama dia kenal. “Saya pikir, jika kita bisa kembali menjalankan bisnis seperti yang dilakukan oleh kakek Tuan, mungkin kita bisa membalikkan keadaan.”

"Bagaimana denganmu?" Sagara menunggu Rose mengungkapkan pendapatnya.

Rose mengangguk setuju. “Saya juga memiliki pendapat yang sama dengan Fransiskus. Namun, saya rasa ada baiknya menghubungi kembali para pekerja yang masih setia kepada keluarga Morgans untuk membantu membangun kembali keluarga ini. Saya yakin masih ada beberapa orang yang mau kembali jika mereka tahu pewaris baru telah muncul di dalam keluarga Morgans.”

Sagara berpikir sejenak, kemudian mengambil keputusan. “Baiklah. Rose, silakan hubungi para pekerja yang dirasa masih setia kepada keluarga Morgans. Saat ini kita membutuhkan banyak tenaga. Kita memerlukan mereka untuk membantu mengurus keperluan di mansion ini. Sementara itu, aku dan Fransiskus akan memikirkan cara untuk melanjutkan bisnis keluarga yang sebelumnya dilakukan oleh kakekku."

"Kita juga perlu menyebarkan kabar tentang kemunculan pewaris baru keluarga Morgans. Rose, aku percayakan hal ini padamu. Biarkan semua orang tahu bahwa keluarga ini belum sepenuhnya jatuh, dan aku akan membuktikan bahwa keluarga Morgans masih bisa bangkit dan membuat orang-orang itu terkesan. Aku tidak akan membiarkan orang lain meremehkan keluarga ini dengan mudah.”

Rose tersenyum dengan penuh harapan. “Baik, Tuan Sagara. Saya akan segera mengurus semuanya.”

Fransiskus menatap Sagara dengan rasa hormat yang semakin mendalam. “Saya akan berada di sisi Anda, Tuan Sagara, apapun yang terjadi.”

Dengan semangat baru dan rencana yang mulai terbentuk, mereka bertiga bersiap menghadapi tantangan besar yang ada di depan mereka. Sagara tahu, ini adalah awal dari pertaruhan dan perjuangannya untuk mengembalikan kejayaan keluarga Morgans, dan dia tidak akan mundur sebelum berhasil.

Episodes
1 Chapter 1 : Rumah Warisan Kakek
2 Chapter 2 : Masa Lalu Keluarga
3 Chapter 3 : Rencana Melunasi Hutang
4 Chapter 4 : Kediaman Adyatama
5 Chapter 5 : Rahasia Peninggalan Kakek
6 Chapter 6 : Menyebrang Ke Dunia Lain
7 Chapter 7 : Hilangnya Jejak Kejayaan
8 Chapter 8 : Membangkitkan Keluarga Morgans
9 Chapter 9 : Rencana Memulihkan Bisnis Keluarga
10 Chapter 10 : Dunia Sihir
11 Chapter 11 : Tetap Dalam Rencana
12 Chapter 12 : Kembali Dari Celah Dimensi
13 Chapter 13 : Menemui Teman Lama
14 Chapter 14 : Wanita Cantik Yang Misterius
15 Chapter 15 : Pelelangan Barang Dunia Lain
16 Chapter 16 : Bertemu Dengan Putri Sombong
17 Chapter 17 : Terlahir Kembali Menjadi Kaya
18 Chapter 18 : Perayaan Di Kediaman Adyatama
19 Chapter 19 : Pergi Berburu Mobil
20 Chapter 20 : Pertemuan Kedua
21 Chapter 21 : Kemunculan Tamu Yang Tidak Diinginkan
22 Chapter 22 : Alasan Yang Berdasar
23 Chapter 23 : Meninggalkan Jejak Masa Lalu
24 Chapter 24 : Menyelinap Di Malam Hari
25 Chapter 25 : Prajurit Berparas Tampan
26 Chapter 26 : Pasukan Keluarga Morgans
27 Chapter 27 : Kombinasi Sihir Cahaya dan Kegelapan
28 Chapter 28 : Undangan Pesta Dansa
29 Chapter 29 : Menargetkan atau Ditargetkan
30 Chapter 30 : Bukan Sekedar Hiburan
31 Chapter 31 : Kesempatan
32 Chapter 32 : Kemunculan Sosok Yang Tak Disangka-sangka
33 Chapter 33 : Patah Hati Untuk Pertama Kali
34 Chapter 34 : Professor Elias
35 Chapter 35 : Sulit Untuk Melupakan
36 Chapter 36 : Kunjungan Pendeta dan Sihir Penyembuhan
37 Chapter 37 : Penyergapan Yang Direncanakan
38 Chapter 38 : Mantan Prajurit Bayaran
39 Chapter 39 : Pertempuran Berdarah
40 Chapter 40 : Hilangnya Jejak Fransiskus Dan Diego
41 Chapter 41 : Menyerobot Antrian
42 Chapter 42 : Pelanggan Yang Menyebalkan
43 Chapter 43 : Keberhasilan Pembukaan Toko
44 Chapter 44 : Hari Pelelangan
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Chapter 1 : Rumah Warisan Kakek
2
Chapter 2 : Masa Lalu Keluarga
3
Chapter 3 : Rencana Melunasi Hutang
4
Chapter 4 : Kediaman Adyatama
5
Chapter 5 : Rahasia Peninggalan Kakek
6
Chapter 6 : Menyebrang Ke Dunia Lain
7
Chapter 7 : Hilangnya Jejak Kejayaan
8
Chapter 8 : Membangkitkan Keluarga Morgans
9
Chapter 9 : Rencana Memulihkan Bisnis Keluarga
10
Chapter 10 : Dunia Sihir
11
Chapter 11 : Tetap Dalam Rencana
12
Chapter 12 : Kembali Dari Celah Dimensi
13
Chapter 13 : Menemui Teman Lama
14
Chapter 14 : Wanita Cantik Yang Misterius
15
Chapter 15 : Pelelangan Barang Dunia Lain
16
Chapter 16 : Bertemu Dengan Putri Sombong
17
Chapter 17 : Terlahir Kembali Menjadi Kaya
18
Chapter 18 : Perayaan Di Kediaman Adyatama
19
Chapter 19 : Pergi Berburu Mobil
20
Chapter 20 : Pertemuan Kedua
21
Chapter 21 : Kemunculan Tamu Yang Tidak Diinginkan
22
Chapter 22 : Alasan Yang Berdasar
23
Chapter 23 : Meninggalkan Jejak Masa Lalu
24
Chapter 24 : Menyelinap Di Malam Hari
25
Chapter 25 : Prajurit Berparas Tampan
26
Chapter 26 : Pasukan Keluarga Morgans
27
Chapter 27 : Kombinasi Sihir Cahaya dan Kegelapan
28
Chapter 28 : Undangan Pesta Dansa
29
Chapter 29 : Menargetkan atau Ditargetkan
30
Chapter 30 : Bukan Sekedar Hiburan
31
Chapter 31 : Kesempatan
32
Chapter 32 : Kemunculan Sosok Yang Tak Disangka-sangka
33
Chapter 33 : Patah Hati Untuk Pertama Kali
34
Chapter 34 : Professor Elias
35
Chapter 35 : Sulit Untuk Melupakan
36
Chapter 36 : Kunjungan Pendeta dan Sihir Penyembuhan
37
Chapter 37 : Penyergapan Yang Direncanakan
38
Chapter 38 : Mantan Prajurit Bayaran
39
Chapter 39 : Pertempuran Berdarah
40
Chapter 40 : Hilangnya Jejak Fransiskus Dan Diego
41
Chapter 41 : Menyerobot Antrian
42
Chapter 42 : Pelanggan Yang Menyebalkan
43
Chapter 43 : Keberhasilan Pembukaan Toko
44
Chapter 44 : Hari Pelelangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!