Chapter 14 : Wanita Cantik Yang Misterius

Setelah keluar dari bangunan tempat pertemuannya dengan Hansel, Sagara memutuskan untuk berjalan-jalan sejenak. Hawa siang yang sejuk di kota itu memberinya ketenangan, meskipun pikirannya terus berputar soal apa yang harus dilakukan selanjutnya. Ketika menemukan sebuah warung kelontong sederhana di pinggir jalan, perutnya terasa lapar, mengingat ia belum makan siang ini. Sagara pun memutuskan untuk singgah dan memesan makanan sederhana.

Sagara duduk di bangku kayu sambil menikmati nasi goreng yang baru saja dihidangkan. Di sela-sela suapannya, pikirannya mulai dipenuhi kecemasan. Ia sadar, uang di sakunya hampir habis. Sagara tidak ingin merepotkan para pelayan di kediaman Adyatama dengan meminta mereka untuk menyediakan makanan untuknya. Ia merasa belum layak, apalagi saat ini dirinya belum benar-benar mendapatkan uang dari pelelangan. Pikiran itu membuatnya lebih berhati-hati dalam membelanjakan sisa uangnya.

Tiba-tiba, ponselnya bergetar di atas meja. Sebuah pesan masuk, dan nama pengirimnya membuat Sagara tersenyum lega. Itu adalah pesan dari Hansel, mengirimkan jadwal pelelangan yang akan dilaksanakan malam ini. Sagara tersenyum puas, setidaknya hal itu memberikan harapan bahwa situasinya akan berubah setelah pelelangan.

Setelah makan, Sagara melanjutkan perjalanannya, kali ini tanpa tujuan yang jelas. Ia ingin menghabiskan waktu sambil menjelajahi kota, mempelajari jalan-jalan dan tempat-tempat penting yang mungkin akan ia perlukan nantinya. Dia sadar bahwa dia akan tinggal di sini dalam waktu yang lama, dan mengenal seluk-beluk kota adalah hal yang penting.

Ketika matahari mulai tenggelam, Sagara merasa sudah waktunya bersiap untuk acara pelelangan. Ia kembali menggunakan uang tabungannya untuk membayar taksi yang akan membawanya ke alamat tujuan sesuai dengan pesan dari Hansel. Taksi yang dikendarainya pun pergi menuju lokasi. Sesampainya, mobil taksi itu kemudian berhenti di depan sebuah pintu gerbang besar yang terbuka lebar dengan dikelilingi oleh dinding-dinding yang menjulang tinggi. Sagara menatap bangunan mewah itu dengan perasaan nostalgia. Gerbang besar itu mengingatkannya pada pertama kali ia mengunjungi kediaman Adyatama. Ia berpikir, mungkin ini adalah milik salah satu orang kaya lainnya, seperti mendiang kakeknya.

Sopir taksi yang mengantarnya, seorang pria paruh baya dengan wajah ramah, melihat ke arah gerbang yang dijaga ketat. “Maaf, Nak. Tempat ini sepertinya bukan untuk orang biasa. Mungkin sebaiknya pertimbangkan kembali, siapa tahu ada masalah nantinya.”

Sagara tersenyum tipis. "Tidak apa-apa, Pak. Saya punya urusan di sini. Bapak bisa mengantar saya sampai dalam."

Sang sopir tampak ragu, tetapi akhirnya menuruti permintaan Sagara. Mereka melaju pelan melewati gerbang besar, di mana beberapa mobil mewah tampak berbaris di belakang mereka. Ketika taksi sederhana itu berhenti di depan pintu masuk utama, Sagara merasakan tatapan aneh dari beberapa orang yang sudah berada di sana.

Ketika Sagara keluar dari taksi, perhatian orang-orang segera tertuju padanya. Ia tetap tenang, berusaha tidak menghiraukan tatapan dan bisikan yang mulai beredar di sekitarnya. Dengan langkah mantap, Sagara berjalan menuju pintu masuk, tetapi dua penjaga yang sedang bersiaga segera menghentikannya.

“Kami butuh kartu undangan, Pak,” ujar salah satu penjaga dengan nada meremehkan. Tatapan mereka menyiratkan keraguan terhadap penampilan Sagara yang sederhana, hanya mengenakan kaos, hoodie, celana jeans, dan sepatu kets. Sangat kontras dengan tamu-tamu lain yang berpakaian mewah.

“Saya memiliki undangan dari Tuan Hansel,” jawab Sagara dengan tenang.

Kedua penjaga saling berpandangan dan kemudian tertawa kecil. “Hansel? Maaf, tapi kami tidak bisa membiarkan siapa pun masuk hanya dengan mengandalkan nama tanpa bukti. Anda harus menunjukkan kartu undangan resminya.”

"Dia pikir Tuan Hansel adalah teman mainnya?" bisik salah satu petugas kemanan itu dengan petugas lainnya. Sagara dapat mendengar jelas percakapan yang meremehkan dirinya.

Sagara menghela napas, malas melanjutkan perdebatan. Ia memutuskan untuk menepi sejenak, merogoh saku dan mengambil ponselnya untuk menghubungi Hansel.

Sebelum Sagara sempat menghubungi Hansel, seorang wanita cantik dengan gaun biru elegan muncul dari arah barisan tamu. Di belakangnya, seorang pria berpakaian serba hitam yang tampaknya pengawal pribadi, mengikutinya dengan sikap siaga.

Wanita itu mendekati Sagara dengan senyum ramah. “Selamat malam,” sapa wanita itu dengan nada sopan. “Apakah Anda mengalami masalah?”

Sagara menatap wanita itu dengan rasa penasaran. Meski penampilannya begitu sederhana, wanita tersebut tampaknya tidak mempermasalahkan hal itu. Tatapan matanya jauh berbeda dari orang-orang di sekitarnya yang sibuk menilai penampilan luar.

Pengawal di belakang wanita itu, sebaliknya, memandang Sagara dengan tatapan merendahkan. “Nona, sebaiknya Anda tidak terlibat dengan orang seperti dia,” ujar sang pengawal dengan nada memperingatkan.

Wanita itu menoleh pada pengawalnya dan dengan lembut, namun tegas, berkata, “Diamlah. Saya yang menentukan dengan siapa saya berbicara.”

Ia kemudian kembali menatap Sagara. “Apakah Anda tamu Tuan Hansel?”

Sagara mengangguk pelan. “Ya, saya diundang langsung oleh Tuan Hansel. Jadi, kamu mendengarnya?”

Wanita itu tersenyum lagi, kali ini lebih hangat. “Maaf karena saya tadi tidak sengaja mendengar perbincangan Anda dengan kedua petugas keamanan. Kalau begitu, izinkan saya membantu Anda masuk. Tidak semua orang di sini paham tentang tamu penting yang sebenarnya.”

Sagara mengangguk dan mengikuti wanita itu, sementara pengawal di belakang mereka memberikan tatapan peringatan. “Pastikan Anda tidak menimbulkan masalah. Nona ini tidak seharusnya menanggung konsekuensinya jika Anda membuat kekacauan.”

Sagara hanya menanggapinya dengan anggukan kecil. Ia tahu betul posisi dan tanggung jawabnya di sini. Langkahnya tetap tenang, meskipun banyak perhatian yang tertuju padanya saat ia berjalan menuju pintu masuk bersama wanita misterius itu.

Mereka akhirnya tiba di depan pintu utama, di mana para penjaga yang tadi meremehkan Sagara kini tampak terdiam melihat wanita itu. Tanpa banyak kata, wanita itu memberikan isyarat kepada mereka untuk membiarkan Sagara masuk. Kedua penjaga itu hanya bisa menunduk patuh. Sagara memasuki gedung dengan sikap penuh wibawa. Malam ini akan menjadi malam yang penting baginya, langkah pertama menuju masa depan yang lebih besar. Dia tidak bisa mengacaukannya dan harus pulang dengan membawa hasil, seperti yang direncanakan.

Episodes
1 Chapter 1 : Rumah Warisan Kakek
2 Chapter 2 : Masa Lalu Keluarga
3 Chapter 3 : Rencana Melunasi Hutang
4 Chapter 4 : Kediaman Adyatama
5 Chapter 5 : Rahasia Peninggalan Kakek
6 Chapter 6 : Menyebrang Ke Dunia Lain
7 Chapter 7 : Hilangnya Jejak Kejayaan
8 Chapter 8 : Membangkitkan Keluarga Morgans
9 Chapter 9 : Rencana Memulihkan Bisnis Keluarga
10 Chapter 10 : Dunia Sihir
11 Chapter 11 : Tetap Dalam Rencana
12 Chapter 12 : Kembali Dari Celah Dimensi
13 Chapter 13 : Menemui Teman Lama
14 Chapter 14 : Wanita Cantik Yang Misterius
15 Chapter 15 : Pelelangan Barang Dunia Lain
16 Chapter 16 : Bertemu Dengan Putri Sombong
17 Chapter 17 : Terlahir Kembali Menjadi Kaya
18 Chapter 18 : Perayaan Di Kediaman Adyatama
19 Chapter 19 : Pergi Berburu Mobil
20 Chapter 20 : Pertemuan Kedua
21 Chapter 21 : Kemunculan Tamu Yang Tidak Diinginkan
22 Chapter 22 : Alasan Yang Berdasar
23 Chapter 23 : Meninggalkan Jejak Masa Lalu
24 Chapter 24 : Menyelinap Di Malam Hari
25 Chapter 25 : Prajurit Berparas Tampan
26 Chapter 26 : Pasukan Keluarga Morgans
27 Chapter 27 : Kombinasi Sihir Cahaya dan Kegelapan
28 Chapter 28 : Undangan Pesta Dansa
29 Chapter 29 : Menargetkan atau Ditargetkan
30 Chapter 30 : Bukan Sekedar Hiburan
31 Chapter 31 : Kesempatan
32 Chapter 32 : Kemunculan Sosok Yang Tak Disangka-sangka
33 Chapter 33 : Patah Hati Untuk Pertama Kali
34 Chapter 34 : Professor Elias
35 Chapter 35 : Sulit Untuk Melupakan
36 Chapter 36 : Kunjungan Pendeta dan Sihir Penyembuhan
37 Chapter 37 : Penyergapan Yang Direncanakan
38 Chapter 38 : Mantan Prajurit Bayaran
39 Chapter 39 : Pertempuran Berdarah
40 Chapter 40 : Hilangnya Jejak Fransiskus Dan Diego
41 Chapter 41 : Menyerobot Antrian
42 Chapter 42 : Pelanggan Yang Menyebalkan
43 Chapter 43 : Keberhasilan Pembukaan Toko
44 Chapter 44 : Hari Pelelangan
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Chapter 1 : Rumah Warisan Kakek
2
Chapter 2 : Masa Lalu Keluarga
3
Chapter 3 : Rencana Melunasi Hutang
4
Chapter 4 : Kediaman Adyatama
5
Chapter 5 : Rahasia Peninggalan Kakek
6
Chapter 6 : Menyebrang Ke Dunia Lain
7
Chapter 7 : Hilangnya Jejak Kejayaan
8
Chapter 8 : Membangkitkan Keluarga Morgans
9
Chapter 9 : Rencana Memulihkan Bisnis Keluarga
10
Chapter 10 : Dunia Sihir
11
Chapter 11 : Tetap Dalam Rencana
12
Chapter 12 : Kembali Dari Celah Dimensi
13
Chapter 13 : Menemui Teman Lama
14
Chapter 14 : Wanita Cantik Yang Misterius
15
Chapter 15 : Pelelangan Barang Dunia Lain
16
Chapter 16 : Bertemu Dengan Putri Sombong
17
Chapter 17 : Terlahir Kembali Menjadi Kaya
18
Chapter 18 : Perayaan Di Kediaman Adyatama
19
Chapter 19 : Pergi Berburu Mobil
20
Chapter 20 : Pertemuan Kedua
21
Chapter 21 : Kemunculan Tamu Yang Tidak Diinginkan
22
Chapter 22 : Alasan Yang Berdasar
23
Chapter 23 : Meninggalkan Jejak Masa Lalu
24
Chapter 24 : Menyelinap Di Malam Hari
25
Chapter 25 : Prajurit Berparas Tampan
26
Chapter 26 : Pasukan Keluarga Morgans
27
Chapter 27 : Kombinasi Sihir Cahaya dan Kegelapan
28
Chapter 28 : Undangan Pesta Dansa
29
Chapter 29 : Menargetkan atau Ditargetkan
30
Chapter 30 : Bukan Sekedar Hiburan
31
Chapter 31 : Kesempatan
32
Chapter 32 : Kemunculan Sosok Yang Tak Disangka-sangka
33
Chapter 33 : Patah Hati Untuk Pertama Kali
34
Chapter 34 : Professor Elias
35
Chapter 35 : Sulit Untuk Melupakan
36
Chapter 36 : Kunjungan Pendeta dan Sihir Penyembuhan
37
Chapter 37 : Penyergapan Yang Direncanakan
38
Chapter 38 : Mantan Prajurit Bayaran
39
Chapter 39 : Pertempuran Berdarah
40
Chapter 40 : Hilangnya Jejak Fransiskus Dan Diego
41
Chapter 41 : Menyerobot Antrian
42
Chapter 42 : Pelanggan Yang Menyebalkan
43
Chapter 43 : Keberhasilan Pembukaan Toko
44
Chapter 44 : Hari Pelelangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!