Chapter 15 : Pelelangan Barang Dunia Lain

Sagara mengambil segelas minuman dan berdiri di sudut ruangan. Mengamati para tamu yang hadir di aula pelelangan itu. Meski dirinya hanya mengenakan pakaian kasual, ia merasa tak canggung berada di antara orang-orang dengan penampilan mewah. Ia berusaha tetap tenang, menikmati suasana sambil sesekali meneguk minumannya.

Tak lama kemudian, seseorang datang menghampirinya. Sagara menoleh dan menyadari bahwa itu adalah bawahan Hansel yang sempat bersikap tidak sopan padanya sebelumnya. Kali ini, wajah pria itu jauh lebih tenang dan penuh hormat.

"Selamat malam, Tuan Sagara," ucap pria tersebut dengan suara rendah, sopan. "Maafkan atas sikap saya yang tidak pantas sebelumnya. Saya diperintahkan oleh Tuan Hansel untuk mengantar Anda ke ruang VIP yang sudah disediakan."

Sagara hanya mengangguk pelan, menunjukkan bahwa ia menerima permintaan maaf tersebut. "Baik, terima kasih. Silakan tunjukkan jalannya."

Pria itu membungkuk sedikit sebelum memandu Sagara keluar dari kerumunan. Mereka berjalan melewati beberapa lorong yang dihiasi dengan lukisan-lukisan mahal dan patung-patung antik. Suasana semakin terasa eksklusif saat mereka mendekati sebuah pintu dengan ukiran mewah.

Ketika pria itu membuka pintu, Sagara disuguhkan dengan pemandangan ruangan VIP yang mewah. Langit-langit ruangan tinggi dengan lampu kristal yang berkilauan. Karpet tebal merah marun menutupi lantai, sementara sofa empuk berwarna keemasan mengelilingi meja marmer besar di tengah ruangan. Sebuah layar besar menggantung di dinding, menyoroti ruangan utama di mana pelelangan akan segera dimulai.

“Jika Anda memerlukan sesuatu atau berminat berpartisipasi dalam pelelangan, silakan pencet bel ini, Tuan. Saya atau salah satu staf lain akan segera datang untuk membantu Anda,” jelas pria itu, menunjukkan sebuah tombol kecil di atas meja yang berada di depan sofa. Setelah memastikan bahwa Sagara tidak memerlukan hal lain, pria itu mundur keluar ruangan dengan sikap hormat.

Setelah ditinggal sendirian, Sagara menghela napas panjang, merasa sedikit lega dan nyaman. Dia kemudian monton layar besar dari sofa dirinya duduk dan memperhatikan aula utama tempat para tamu mulai bersiap. Meja-meja melingkar sudah dipenuhi orang-orang kaya yang siap menawar barang-barang yang dilelang.

Tak lama, seorang wanita cantik dengan gaun berwarna biru tua yang agak terbuka muncul di atas panggung. Senyum mempesonanya segera menarik perhatian semua tamu. Wanita itu memperkenalkan dirinya sebagai Grise, sang pembawa acara malam itu.

"Selamat malam, para tamu terhormat. Malam ini, kita akan memulai pelelangan dengan barang-barang eksklusif yang hanya bisa ditemukan di tempat ini. Saya pastikan bahwa setiap barang yang dilelang malam ini akan memuaskan hati Anda semua."

Suara Grise begitu anggun namun tegas, membuat para tamu terdiam dan fokus. Ia memberikan aba-aba kepada timnya untuk mengeluarkan barang lelang pertama. Beberapa orang mulai membisikkan pendapat mereka, tetapi ruangan kembali sunyi saat benda pertama dipajang di atas meja antik.

Sagara tertegun ketika melihat beberapa botol bulat transparan berisi cairan biru yang familiar. Botol-botol tersebut ditempatkan di atas wadah kuno yang sangat antik. Itu adalah eliksir dan nampan kuno yang ia berikan untuk dilelang! Eliksir ini mampu membuat tubuh dan pikiran seseorang segar dalam sekejap, sebuah barang yang sangat diminati oleh seniman dan tokoh kreatif untuk membantu mereka mendapatkan inspirasi dan pencerahan. Namun, yang membuat Sagara semakin terkejut adalah bagaimana cepatnya barang tersebut muncul di pelelangan. Ia tidak menyangka bahwa eliksir yang ia titipkan akan menjadi barang pembuka. Sagara memperhatikan dengan cermat dari layar, mengamati bagaimana para tamu langsung bereaksi begitu eliksir tersebut diperkenalkan.

Grise memberikan penjelasan dengan suara yang memikat, “Eliksir ini adalah produk langka dari tempat misterius yang tidak dikenal, mampu menyegarkan pikiran dan tubuh secara instan. Barang ini sangat diminati karena mampu menjernihkan pikiran dan membuat badan merasakan sensasi kesegaran yang luar biasa.”

“Sekarang tanpa berlama-lama lagi, mari kita mulai penawarannya! Tawaran untuk eliksir pertama dimulai dari harga lima juta!” seru Grise dengan bersemangat. Para tamu segera merespons dengan menawar harga yang luar biasa tinggi. Sagara hampir tidak percaya dengan harga yang ditawarkan sejak awal.

“Lima puluh juta!” teriak seorang tamu dari meja depan.

“Lima puluh lima juta!” sambut tamu lainnya dari seberang ruangan.

"Lima puluh dua!"

"Lima puluh lima juta? Apakah ada yang menawar lebih tinggi lagi?" tanya Grise.

Sagara memperhatikan dengan saksama, hatinya berdegup cepat. Tawaran semakin meninggi. Tamu-tamu saling bersaing, mengangkat plakat mereka dengan agresif, semua berambisi mendapatkan botol eliksir tersebut.

“Enam puluh juta!” seru seseorang dari sudut ruangan. Suasana semakin memanas, sementara harga terus melonjak naik.

Akhirnya, salah satu tamu yang duduk di dekat panggung, seorang wanita anggun, berhasil memenangkan tawaran dengan harga yang fantastis. Sebotol eliksir pertama yang dilelangkan terjual padanya dengan harga delapan puluh juta! Sagara terkejut ketika layar memperbesar tampilan wajah wanita itu. Sosok yang dikenalinya, wanita yang sama sempat membantunya masuk ke acara ini. Dia ternyata juga ikut berpartisipasi dalam pelelangan dan berhasil memenangkan salah satu botol eliksir dengan harga yang sangat tinggi.

Setelah lima botol eliksir terjual dengan harga yang luar biasa, Grise pun lanjut memberikan instruksi kepada tim untuk melanjutkan pelelangan ke barang berikutnya. Sagara yang menonton pun langsung mengerutkan kening. Merasa ada sesuatu yang aneh, ia ingat betul bahwa dia memberikan total lima puluh botol eliksir yang ada di dalam koper, tetapi hanya lima yang dilelang sejauh ini. Dengan sedikit rasa khawatir, ia memencet bel yang ada di dekatnya, memanggil salah satu staf pelelangan.

Hanya dalam hitungan detik, pintu terbuka dan seorang staf masuk, lalu memberi salam padanya. “Ada yang bisa saya bantu, Tuan?”

Sagara mengangguk. “Saya ingin menanyakan tentang eliksir yang dilelang. Saya ingat memberikan lima puluh botol, tapi sejauh ini hanya lima yang dilelang. Bisakah Anda menjelaskan kepada saya mengapa itu terjadi?”

Staf tersebut tampak sedikit kaget mendengar pertanyaan Sagara, dan bingung, akan tetapi dia dengan segera menenangkan diri. “Baik, Tuan. Saya akan segera menanyakan hal ini kepada pihak terkait dan memberi Anda informasi secepat mungkin.”

Pelayan itu kemudian pamit pergi untuk menanyakan kepada pihak yang bertugas mengatur pelelangan. Sagara mengangguk dengan santai, mengisyaratkan bahwa pelayan itu dapat pergi.m dari hadapannya. Dia memang tampak tenang, akan tetapi dalam hatinya bertanya-tanya, dan mencurigai ada yang tidak beres dengan pelelangan ini.

Episodes
1 Chapter 1 : Rumah Warisan Kakek
2 Chapter 2 : Masa Lalu Keluarga
3 Chapter 3 : Rencana Melunasi Hutang
4 Chapter 4 : Kediaman Adyatama
5 Chapter 5 : Rahasia Peninggalan Kakek
6 Chapter 6 : Menyebrang Ke Dunia Lain
7 Chapter 7 : Hilangnya Jejak Kejayaan
8 Chapter 8 : Membangkitkan Keluarga Morgans
9 Chapter 9 : Rencana Memulihkan Bisnis Keluarga
10 Chapter 10 : Dunia Sihir
11 Chapter 11 : Tetap Dalam Rencana
12 Chapter 12 : Kembali Dari Celah Dimensi
13 Chapter 13 : Menemui Teman Lama
14 Chapter 14 : Wanita Cantik Yang Misterius
15 Chapter 15 : Pelelangan Barang Dunia Lain
16 Chapter 16 : Bertemu Dengan Putri Sombong
17 Chapter 17 : Terlahir Kembali Menjadi Kaya
18 Chapter 18 : Perayaan Di Kediaman Adyatama
19 Chapter 19 : Pergi Berburu Mobil
20 Chapter 20 : Pertemuan Kedua
21 Chapter 21 : Kemunculan Tamu Yang Tidak Diinginkan
22 Chapter 22 : Alasan Yang Berdasar
23 Chapter 23 : Meninggalkan Jejak Masa Lalu
24 Chapter 24 : Menyelinap Di Malam Hari
25 Chapter 25 : Prajurit Berparas Tampan
26 Chapter 26 : Pasukan Keluarga Morgans
27 Chapter 27 : Kombinasi Sihir Cahaya dan Kegelapan
28 Chapter 28 : Undangan Pesta Dansa
29 Chapter 29 : Menargetkan atau Ditargetkan
30 Chapter 30 : Bukan Sekedar Hiburan
31 Chapter 31 : Kesempatan
32 Chapter 32 : Kemunculan Sosok Yang Tak Disangka-sangka
33 Chapter 33 : Patah Hati Untuk Pertama Kali
34 Chapter 34 : Professor Elias
35 Chapter 35 : Sulit Untuk Melupakan
36 Chapter 36 : Kunjungan Pendeta dan Sihir Penyembuhan
37 Chapter 37 : Penyergapan Yang Direncanakan
38 Chapter 38 : Mantan Prajurit Bayaran
39 Chapter 39 : Pertempuran Berdarah
40 Chapter 40 : Hilangnya Jejak Fransiskus Dan Diego
41 Chapter 41 : Menyerobot Antrian
42 Chapter 42 : Pelanggan Yang Menyebalkan
43 Chapter 43 : Keberhasilan Pembukaan Toko
44 Chapter 44 : Hari Pelelangan
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Chapter 1 : Rumah Warisan Kakek
2
Chapter 2 : Masa Lalu Keluarga
3
Chapter 3 : Rencana Melunasi Hutang
4
Chapter 4 : Kediaman Adyatama
5
Chapter 5 : Rahasia Peninggalan Kakek
6
Chapter 6 : Menyebrang Ke Dunia Lain
7
Chapter 7 : Hilangnya Jejak Kejayaan
8
Chapter 8 : Membangkitkan Keluarga Morgans
9
Chapter 9 : Rencana Memulihkan Bisnis Keluarga
10
Chapter 10 : Dunia Sihir
11
Chapter 11 : Tetap Dalam Rencana
12
Chapter 12 : Kembali Dari Celah Dimensi
13
Chapter 13 : Menemui Teman Lama
14
Chapter 14 : Wanita Cantik Yang Misterius
15
Chapter 15 : Pelelangan Barang Dunia Lain
16
Chapter 16 : Bertemu Dengan Putri Sombong
17
Chapter 17 : Terlahir Kembali Menjadi Kaya
18
Chapter 18 : Perayaan Di Kediaman Adyatama
19
Chapter 19 : Pergi Berburu Mobil
20
Chapter 20 : Pertemuan Kedua
21
Chapter 21 : Kemunculan Tamu Yang Tidak Diinginkan
22
Chapter 22 : Alasan Yang Berdasar
23
Chapter 23 : Meninggalkan Jejak Masa Lalu
24
Chapter 24 : Menyelinap Di Malam Hari
25
Chapter 25 : Prajurit Berparas Tampan
26
Chapter 26 : Pasukan Keluarga Morgans
27
Chapter 27 : Kombinasi Sihir Cahaya dan Kegelapan
28
Chapter 28 : Undangan Pesta Dansa
29
Chapter 29 : Menargetkan atau Ditargetkan
30
Chapter 30 : Bukan Sekedar Hiburan
31
Chapter 31 : Kesempatan
32
Chapter 32 : Kemunculan Sosok Yang Tak Disangka-sangka
33
Chapter 33 : Patah Hati Untuk Pertama Kali
34
Chapter 34 : Professor Elias
35
Chapter 35 : Sulit Untuk Melupakan
36
Chapter 36 : Kunjungan Pendeta dan Sihir Penyembuhan
37
Chapter 37 : Penyergapan Yang Direncanakan
38
Chapter 38 : Mantan Prajurit Bayaran
39
Chapter 39 : Pertempuran Berdarah
40
Chapter 40 : Hilangnya Jejak Fransiskus Dan Diego
41
Chapter 41 : Menyerobot Antrian
42
Chapter 42 : Pelanggan Yang Menyebalkan
43
Chapter 43 : Keberhasilan Pembukaan Toko
44
Chapter 44 : Hari Pelelangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!