Romantisnya

Kembali ke ranjang pengantin baru, Ben dan Zoe terlihat melakukan ronde kedua. Dengan keringat bercucuran di tubuh, mereka masih bergerak berirama mencari kepuasaan bersama.

"Aaaakh!"

Tumpahlah cairan puncak kenikmatan dan semburan benih Ben menyentuh isi rahim sang istri.

Mereka pun terbaring bersama sesudahnya. Ben menatap Zoe dengan wajah bahagia. Sebagai pria yang dulu suka sekali membully sang istri, tidak ia sangka akan mencintai wanita ini.

"I love you, sayang" ucap Ben sambil mengelus pipi Zoe dengan lembut.

"I love you, too sayang" sahut Zoe ikut menaruh tangannya di pipi sang suami dan mengelusnya lembut.

Kruucuuuk krucuuuk kruuuucuk.

Perut Ben berbunyi pertanda kelaparan.

Zoe pun tertawa.

"Hahahhaa, perutmu kelaparan sayang" ucapnya.

"Hehee, ya kan habis bekerja keras bikin anak" sahut Ben dengan senyum pepsodent.

"Hahaha, ayo bikin makan malam kalau gitu. Aku juga udah lapar" ajak Zoe lalu ia pun mendudukan tubuhnya terlebih dahulu.

"Kamu mandi dulu, biar aku siapkan bahan makanannya" ucap Ben.

"Baiklah" sahut Zoe menurut lalu turun ranjang dengan tubuh yang masih polos menuju kamar mandi.

Ben tersenyum melihat tubuh indah sang istri dari belakang.

"Aku sangat beruntung memiliknya" lirihnya.

"Tapi aku harus mengambil saham Caprio Wine untuk tetap bisa bersamanya dan mendapatkan restu papi" lanjutnya dengan sendu, karena dia takut jika Zoe tau hal itu akan marah.

Bagi Ben, selama Zoe memahami posisinya, seharusnya wanita itu mendukungnya, meskipun akan melawan Lio Caprio.

Daripada memikirkan apa yang belum terjadi, Ben pun turun ranjang dan memakai celananya lagi. Kemudian dia berjalan keluar kamar dan menuju dapur.

Rumah ini meskipun jarang ditempati, Ben menyewa seseorang untuk membersihkan rumahnya setiap hari jadi tetap bersih. Untuk bahan makanan pun, ia meminta disiapkan bahan makanan yang tahan beberapa bulan seperti mie, gandum, keju, coklat, dan tepung.

"Sepertinya malam ini makan spaghetti" lirih Ben dengan senyuman tipis saat melihat ada bahan mie spaghetti di laci dapurnya.

Lalu ia menyiapkan semua bahan makanan di kitchen set.

Setelah itu ia masuk lagi ke kamar dan melihat Zoe sudah selesai mandi dan saat ini sudah berpakaian milik suaminya.

"Maaf, Ben. Aku memakai bajumu dulu. Koperki ada di mobil" ucap Zoe.

"No problem, honey. Pakailah bajuku sepuasmu" sahut Ben sambil berjalan mendekat dan mencium kening sang istri.

"Wangi banget istriku" puji Ben.

"Ya iyadonh, habis mandi. Kamu buruan mandi! Meskipun badanmu masih wangi dan aku suka tapi rasanya lengket" sahut Zoe.

"Hehe iyaa, ini mau mandi. Oh ya, bahan masakan udah aku siapin di pantry. Adanya cuma spaghetti aja, gapapa kan sayang?" tanya Ben.

"It's okay sayaang. Yang penting makan yakan" jawab Zoe santai.

"Okee! Aku menunggu masakan pertamamu untukku!" sahut Ben lalu ia pun masuk ke kamar mandi. Zoe bergegas menuju pantry dan bisa melihat bahan bahan tersusun rapi di kitchen set.

"Aku akan memasak kannya spaghetti keju kalau begitu" lirih Zoe lalu ia pun mulai memaksa.

Sekitar 15 menit kemudian, Ben menyusul Zoe dengan penampilan yang sudah segar dan wanginya semerbak.

"Kamu udah selesai mandi?" tanya Zoe.

"Yaudah lah, Zoe. Buktinya aku dah tampan begini" sombong Ben berniat menggoda sang istri.

"Ih! Tampan apanya! Tapi suamiku emang tampan banget sih" sahut Zoe dengan senyuman menggoda. Ben pun ikut senyum mendengar godaan wanita dihadapannya ini.

"Wuih spaghetti kejuu!!" celetuk Ben saat melihat spaghetti sudah matang dan kini Zoe sedang membuat caos kejunya dengan daging cincang kemasan yang masih aman konsumsi.

"Yap! Ini masakan pertamaku untukmu! Semoga suka!" ucap Zoe.

"Ya pasti suka lah, sayang! Masakan apapun darimu pasti aku makan!" sahut Ben lalu ia pun memeluk istrinya dari belakang.

"Heh, Ben! Jangan gini, nanto caosnya bisa gosong kalau kamu gangguin!" protes Zoe.

"Aku diam aja kok, nggak ngapa ngapain. Lagian aku udah laper banget gak ada tenaga untuk membuat anak lagi malam ini. Kasian juga nanti rahimmu bingung menentukan benih terbaik yang mana" ucap Ben yang selalu vulgar dan spontan kalau berhubungan dengan bikin anak.

"Kamu tuh yang dipikir bikin anaaaak muluuu!!! Gak semudah itu!!! Lagian yaa jangan berharap terlalu tinggi karena kita kan gak tau kesehatan masing masing" sahut Zoe agak kesal.

"Hehe, yakan aku doanya yang baik baik aja sayaaang" bela Ben pada dirinya sendiri dan membuat Zoe hanya menghela nafas panjang dan memilih membiarkan suaminya itu memeluknya dari belakang.

Seperti yang Ben ucapkan, dia tidak menimbulkan gerakan lain selain memeluk Zoe dari belakang hingga makanan pun selesai.

"Taraaaa!!! Udah mateng dinner kita" seru Zoe bangga lalu tangan kekar Ben diperutnya terlepas.

"Yes! Makan malam bareng istri!" sahut Ben bahagia lalu membawa 2 piring isi spaghetti bercaoskan keju dan cincang daging menuju meja makan.

Zoe mencucui tangannya dulu lalu menyusul Ben menuju meja makan.

"Terima kasih sayang, makan malamnya" ucap sang suami.

"Sama sama, sayang. Selamat makan suamiku" sahut sang istri.

Mereka berdua pun makan malam dengan damai dan penuh kebahagiaan.

Episodes
1 First time
2 Beberapa jam yang lalu
3 Senyuman palsu
4 Menang tender
5 Kembali ke memori 4 tahun lalu
6 Mobil bergoyang (1)
7 Pernikahan palsu
8 Permainan yang lain
9 Siang semakin panas
10 Tersayat pisau
11 Ooops! Datang bulan!
12 Merajuk oh merajuk
13 Sidang pulang terlambat
14 Berpisah tanpa kabar
15 Menghancurkan Musuh
16 Tidak sengaja bertemu
17 SAH menikah!
18 Pertama sebagai pasutri
19 Romantisnya
20 Kepergok ibu mertua
21 Penjaga rumah
22 Mertua cawe cawe
23 Mr. & Mrs. Fredo
24 Balik ke kampung halaman
25 Kembali ke pasutri palsu
26 Ayah cerewet
27 Keponakan-Aunty
28 Perencana utama
29 Prasangka buruk
30 Awal mula
31 Alasan
32 Ipar
33 Memberi kesempatan
34 Curahan rindu tapi gagal
35 Rencana aneh lagi
36 Goes to Roma
37 Acara Roma
38 Belenggu ayah
39 Akhirnya bertemu
40 Mobil Bergoyang (2)
41 amarah karena pujian
42 Cincin nikah
43 Impas
44 Dendam kusumat!
45 Hamil barengan
46 Belum terbiasa
47 Disuruh hamil terus!!!
48 Kepekaan para suami
49 Drama Kejutan
50 Didalam atau diluar?
51 Panggilan penting
52 Sesama wanita
53 Belajar ngurus bayi
54 Suara tembakan
55 Terkena ledakan
56 Kepergok
57 Bujuk rayu mafia
58 Suami yang muntah
59 Tiba tiba datang dan pergi
60 Tinju kakak ipar asli
61 Lelah sekali
62 Manjanya suami
63 Bos mafia sadar
64 Mengaku
65 Sarapan di tepi sungai
66 Naik Motor Trail
67 Mafia oh Mafia
68 Tidak perlu khawatir
69 Wanita Misterius
70 Para Besan
71 Kakak Ipar Bisa Diandalkan
72 Diasingkan ke Pulau
73 Silent Treatment
74 Berkumpul di Pulau
75 Diakui sebagai menantu
76 Penyergapan
77 Operasi Besar
78 3 Istri dari 3 Suami mafia
79 Kejutan yang Gagal
80 Tembakan Air Biru
81 Kejutan Sebenarnya
82 Jalan Lahir Terbuka
83 Gagal Buka Puasa
84 2 Keluarga menjadi 1
Episodes

Updated 84 Episodes

1
First time
2
Beberapa jam yang lalu
3
Senyuman palsu
4
Menang tender
5
Kembali ke memori 4 tahun lalu
6
Mobil bergoyang (1)
7
Pernikahan palsu
8
Permainan yang lain
9
Siang semakin panas
10
Tersayat pisau
11
Ooops! Datang bulan!
12
Merajuk oh merajuk
13
Sidang pulang terlambat
14
Berpisah tanpa kabar
15
Menghancurkan Musuh
16
Tidak sengaja bertemu
17
SAH menikah!
18
Pertama sebagai pasutri
19
Romantisnya
20
Kepergok ibu mertua
21
Penjaga rumah
22
Mertua cawe cawe
23
Mr. & Mrs. Fredo
24
Balik ke kampung halaman
25
Kembali ke pasutri palsu
26
Ayah cerewet
27
Keponakan-Aunty
28
Perencana utama
29
Prasangka buruk
30
Awal mula
31
Alasan
32
Ipar
33
Memberi kesempatan
34
Curahan rindu tapi gagal
35
Rencana aneh lagi
36
Goes to Roma
37
Acara Roma
38
Belenggu ayah
39
Akhirnya bertemu
40
Mobil Bergoyang (2)
41
amarah karena pujian
42
Cincin nikah
43
Impas
44
Dendam kusumat!
45
Hamil barengan
46
Belum terbiasa
47
Disuruh hamil terus!!!
48
Kepekaan para suami
49
Drama Kejutan
50
Didalam atau diluar?
51
Panggilan penting
52
Sesama wanita
53
Belajar ngurus bayi
54
Suara tembakan
55
Terkena ledakan
56
Kepergok
57
Bujuk rayu mafia
58
Suami yang muntah
59
Tiba tiba datang dan pergi
60
Tinju kakak ipar asli
61
Lelah sekali
62
Manjanya suami
63
Bos mafia sadar
64
Mengaku
65
Sarapan di tepi sungai
66
Naik Motor Trail
67
Mafia oh Mafia
68
Tidak perlu khawatir
69
Wanita Misterius
70
Para Besan
71
Kakak Ipar Bisa Diandalkan
72
Diasingkan ke Pulau
73
Silent Treatment
74
Berkumpul di Pulau
75
Diakui sebagai menantu
76
Penyergapan
77
Operasi Besar
78
3 Istri dari 3 Suami mafia
79
Kejutan yang Gagal
80
Tembakan Air Biru
81
Kejutan Sebenarnya
82
Jalan Lahir Terbuka
83
Gagal Buka Puasa
84
2 Keluarga menjadi 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!