Tersayat pisau

Keesokan harinya sesuai janji antara Zoe dan Ben, mereka makan siang di tepi danau.

Ben menyiapkan 2 kursi lipat dan mejanya juga untuk tempat makan, semua masakan yang terhidangkan adalah masakannya.

"Wah enak banget masakanmu, Ben!" puji Zoe.

"Iyaa dong apalagi makannya sambil lihat aku!" goda Ben membuat Zoe memilih menyuapkan suapan selanjutnya ke mulut.

Melihat Ben hanya memperhatikan dirinya makan, Zoe pun menyuruh pria dihadapannya juga makan.

"Kamu makan juga loh sayang" minta Zoe.

"Aku sudah kenyang lihat kamu makan" ucap Ben membuat Zoe cemberut.

"Yaudah kamu gak makan, aku juga udah selesai makan!" Zoe merajuk.

"Eh jangan jangan, yaudah aku makan" sahut Ben lalu mengisi piringnya dengan masakan di meja.

"Gitu dong" ujar Zoe senang ketika Ben mulai menyuapkan makanan.

Zoe senang namun Ben kesusahan menelan makanan karena perutnya kesakitan akibat sayatan pisau. Pisau siapa itu? Dan apa yang dilakukan Ben sampai ada yg menyakitinya?

Ben berusaha menutupi rasa sakitnya untuk tidak membuat Zoe khawatir dan menyelidikinya.

Setelah makan, wanita itu melihat Ben berkeringat banyak dan wajah kekasihnya sedikit pucat.

"Sayang, kamu gapapa kan? Kok berkeringat?" tanya Zoe sambil berniat menyeka keringat di kening Ben namun tangannya ditahan oleh si pemilik kening.

"Aku tidak apa apa, sayang. Mungkin terlalu banyak begadang beberapa hari ini karena mikirin kamu" gombal Ben untuk mengalihkan perhatian Zoe pada dirinya.

"Akh, gombal!" sahut Zoe malu malu.

Xio yang memperhatikan kode tangan Ben segera menghampiri bosnya itu.

"Maaf, bos. Barusan ada panggilan dari perusahaan, anda harus segera kesana" ucap Xio.

"Oke, sebentar. Aku pamit sama Zoe dulu, kamu tunggulan di mobil" sahut Ben.

"Baik, bos" ujar Xio lalu berjalan menjauh dari tepi danau.

"Sayang, aku harus kembali ke perusahaan. Kamu sepertinya juga harus kembali sebelum kakakmu menyadari keberadaanmu di luar kantor lebih dari jam istirahat" pamit Ben.

"Iya, aku juga akan kembali. Kamu hati hati ya" sahut Zoe lalu menyambar bibir Ben terlebih dahulu untuk memberikan kecupan singkat.

Karena malu Zoe langsung berlari menjauh dari Ben.

"Bye bye sayang!" seri Zoe sambil melambaikan tangan.

Ben pun memberikan senyuman dan melambaikan tangannya juga.

Setelah Zoe sudah tidak terlihat, Ben merubah ekspresi wajahnya yang tadi penuh senyum menjadi kesakitan.

"Aaakh! Kurang ajar emang kelompok hitam itu, beraninya menyerang aku saat aku lengah!" amarah Ben mulai terlihat.

Xio pun berlari menuju bosnya.

"Anda tidak apa apa, Bos? Apa kita harus kembali menemui Nona Victoria untuk mengobati luka anda?" tanya Xio.

"Iya, bawa aku ke Victoria sekarang" jawab Ben.

Xio pun membantu Ben untuk berjalan karena sepertinya luka jahitan diperutnya terbuka saat memaksa memasak makan siang untuk Zoe.

Setelah sampai ke mobil, mereka pun menuju rumah sakit provinsi.

Sekitar 10 menit kemudian, mereka sampai. Beruntung Victoria sedang piket di UGD juga jadi saat Ben masuk, ia sudah mengenali siapa yang datang.

Victoria pun mengarahkan Xio untuk membantu Ben menuju brankar UGD kosong.

"Apa yang kamu lakukan, kak? Sampai jahitan tadi malam sudah lepas lagi" omel Victoria.

"Mungkin banyak gerak. Kamu tau sendiri kakak suka bergerak" sahut Ben berniat bercanda.

"Hmmm, aku tau kakak bergabung di organisasi gelap sejak 4 tahun lalu karena kecewa dengan sikap ayah yang memisahkan kamu sama Zoe kan?" tebak dokter itu.

"Tapi pastikan kamu tidak terluka kak, aku tidak tega jika selalu mengobati lukamu. Kalau gak sayatan pisau ya tembakan pistol" sahut dokter itu sedikit ketakutan ketika datang kepadanya sang kakak dalam keadaan berlumuran darah.

"Dokter harus tega! Kamu akan jadi dokter hebat di seluruh dunia, jadi mengobati kakakmu adalah hal kecil" ucap Ben sambil memperlihatkan senyuman pepsodent.

Victoria menghela nafas panjang lalu ia kembali menjahit luka kakaknya.

"Aw! Pelan pelan Ria!" protes kakaknya yang merasa jahitannya ditarik lebih kencang dari biasanya.

"Hmm, tahan! Ini aku kencangin biar gak lepas lagi!" ucap Victoria yang memang sering dipanggil Ria oleh Ben.

Ben pun langsung diam dan menahan sakit di luka sayatan yang sedang dijahit.

...*Flashback On*...

Tadi malam Ben berada di hutan untuk bertransaksi penjualan senjata. Dia adalah mafia Italia yang cukup terkenal di dunia gelap. Kemampuannya meretas komputer dan berdagang cukup mendapatkan apresiasi besar dari ketua mafia yang ia ikuti yaitu Marco. Kelompok Biru nama grup mafianya.

Baru 4 tahun gabung, Ben benar benar menjadi kepercayaan Marco. Seperti tadi malam, ia ditugaskan untuk menghandle penjualan senjata di hutan.

Namun, tanpa Ben duga, ternyata tempat itu sudah dikepung musuh dan menganggu transaksi. Untungnya, Ben dan anggota pasukannya yang lain dapat bertahan lalu melanjutkan transaksi ke pembeli yang berasal dari Asia. Meskipun dirinya terluka karena lengah saat mendengar tembakan dari musuh kearah pembeli.

Untuk melindungi sang pembeli, Ben rela perutnya mendapatkan sayatan pisau. Tapi karena kemampuan bidikannya, ia dapat menembak tepat ke kepala musuh yg telah melukainya.

...*Flashback Off*...

Seminggu sudah Ben tidak bertemu Zoe untuk mengobati dirinya karena sayatan yang diberi musuh ternyata ada racun yang harus diobati ekstra.

Ia beralasan jika ada dinas ke Brazil untuk bisnis. Zoe pun tak bisa menahan kekasihnya itu untuk pergi bekerja. Lagi bucin bucinnya malah LDR wkwk 🫣

Selama berjauhan dengan Ben, Zoe fokus untuk bekerja. Ia mengikuti beberapa rapat bisnis dengan kakaknya, sangat bersemangat hingga membuat Lazuardo pun bangga terhadap adiknya.

"Keren kamu, Zoe! Kemampuan negoisasimu cukup membuat ku terkesima" puji Lazuardo.

"Aku belajar dari Ayah dan kamu, kak" sahut Zoe dengan senyuman bahagia.

Kemana Nior? Dia sudah kembali ke Perancis sejak 2 hari yang lalu karena tiba tiba dipanggil sang ayah. Dia pun harus meninggalkan Victoria entah berapa lama urusan di Perancis selesai.

Episodes
1 First time
2 Beberapa jam yang lalu
3 Senyuman palsu
4 Menang tender
5 Kembali ke memori 4 tahun lalu
6 Mobil bergoyang (1)
7 Pernikahan palsu
8 Permainan yang lain
9 Siang semakin panas
10 Tersayat pisau
11 Ooops! Datang bulan!
12 Merajuk oh merajuk
13 Sidang pulang terlambat
14 Berpisah tanpa kabar
15 Menghancurkan Musuh
16 Tidak sengaja bertemu
17 SAH menikah!
18 Pertama sebagai pasutri
19 Romantisnya
20 Kepergok ibu mertua
21 Penjaga rumah
22 Mertua cawe cawe
23 Mr. & Mrs. Fredo
24 Balik ke kampung halaman
25 Kembali ke pasutri palsu
26 Ayah cerewet
27 Keponakan-Aunty
28 Perencana utama
29 Prasangka buruk
30 Awal mula
31 Alasan
32 Ipar
33 Memberi kesempatan
34 Curahan rindu tapi gagal
35 Rencana aneh lagi
36 Goes to Roma
37 Acara Roma
38 Belenggu ayah
39 Akhirnya bertemu
40 Mobil Bergoyang (2)
41 amarah karena pujian
42 Cincin nikah
43 Impas
44 Dendam kusumat!
45 Hamil barengan
46 Belum terbiasa
47 Disuruh hamil terus!!!
48 Kepekaan para suami
49 Drama Kejutan
50 Didalam atau diluar?
51 Panggilan penting
52 Sesama wanita
53 Belajar ngurus bayi
54 Suara tembakan
55 Terkena ledakan
56 Kepergok
57 Bujuk rayu mafia
58 Suami yang muntah
59 Tiba tiba datang dan pergi
60 Tinju kakak ipar asli
61 Lelah sekali
62 Manjanya suami
63 Bos mafia sadar
64 Mengaku
65 Sarapan di tepi sungai
66 Naik Motor Trail
67 Mafia oh Mafia
68 Tidak perlu khawatir
69 Wanita Misterius
70 Para Besan
71 Kakak Ipar Bisa Diandalkan
72 Diasingkan ke Pulau
73 Silent Treatment
74 Berkumpul di Pulau
75 Diakui sebagai menantu
76 Penyergapan
77 Operasi Besar
78 3 Istri dari 3 Suami mafia
79 Kejutan yang Gagal
80 Tembakan Air Biru
81 Kejutan Sebenarnya
82 Jalan Lahir Terbuka
83 Gagal Buka Puasa
84 2 Keluarga menjadi 1
Episodes

Updated 84 Episodes

1
First time
2
Beberapa jam yang lalu
3
Senyuman palsu
4
Menang tender
5
Kembali ke memori 4 tahun lalu
6
Mobil bergoyang (1)
7
Pernikahan palsu
8
Permainan yang lain
9
Siang semakin panas
10
Tersayat pisau
11
Ooops! Datang bulan!
12
Merajuk oh merajuk
13
Sidang pulang terlambat
14
Berpisah tanpa kabar
15
Menghancurkan Musuh
16
Tidak sengaja bertemu
17
SAH menikah!
18
Pertama sebagai pasutri
19
Romantisnya
20
Kepergok ibu mertua
21
Penjaga rumah
22
Mertua cawe cawe
23
Mr. & Mrs. Fredo
24
Balik ke kampung halaman
25
Kembali ke pasutri palsu
26
Ayah cerewet
27
Keponakan-Aunty
28
Perencana utama
29
Prasangka buruk
30
Awal mula
31
Alasan
32
Ipar
33
Memberi kesempatan
34
Curahan rindu tapi gagal
35
Rencana aneh lagi
36
Goes to Roma
37
Acara Roma
38
Belenggu ayah
39
Akhirnya bertemu
40
Mobil Bergoyang (2)
41
amarah karena pujian
42
Cincin nikah
43
Impas
44
Dendam kusumat!
45
Hamil barengan
46
Belum terbiasa
47
Disuruh hamil terus!!!
48
Kepekaan para suami
49
Drama Kejutan
50
Didalam atau diluar?
51
Panggilan penting
52
Sesama wanita
53
Belajar ngurus bayi
54
Suara tembakan
55
Terkena ledakan
56
Kepergok
57
Bujuk rayu mafia
58
Suami yang muntah
59
Tiba tiba datang dan pergi
60
Tinju kakak ipar asli
61
Lelah sekali
62
Manjanya suami
63
Bos mafia sadar
64
Mengaku
65
Sarapan di tepi sungai
66
Naik Motor Trail
67
Mafia oh Mafia
68
Tidak perlu khawatir
69
Wanita Misterius
70
Para Besan
71
Kakak Ipar Bisa Diandalkan
72
Diasingkan ke Pulau
73
Silent Treatment
74
Berkumpul di Pulau
75
Diakui sebagai menantu
76
Penyergapan
77
Operasi Besar
78
3 Istri dari 3 Suami mafia
79
Kejutan yang Gagal
80
Tembakan Air Biru
81
Kejutan Sebenarnya
82
Jalan Lahir Terbuka
83
Gagal Buka Puasa
84
2 Keluarga menjadi 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!