SAH menikah!

Jalan Perancis begitu indah. Banyak arsitek bangunan yang menawan.

Zoe beberapa kali ke Perancis lebih tepatnya Paris, namun kali ini terlihat beda dan lebih membuatnya terpesona. Apa gara gara bareng Ben ya?

"Eheem, lihat luar mulu, padahal katanya lagi kangen" celetuk Ben membuat Zoe yang dari tadi memang melihat keluar jendela mobil jadi menoleh kearah kekasihnya yang sedang menyetir.

"Hihi, maaf sayang. Paris jadi lebih indah kalau jalannya sama kamu" ucap Zoe dengan senyuman manis sambil mengelus pipi Ben membuat pria itu gagal merajuk.

"Gombal! Dah pinter gombal aku tinggal sebulan lebih" sahut Ben dengan senyuman smirk.

"Belajar dari kamu, Si Ben tukang gombal!" balas Zoe tak mau kalah.

"Hahaha, makin rindu kalau kamu segemes ini sayang" ucap Ben dan Zoe menggengam tangan prianya.

Sekitar 20 menit, mobil sport milik Ben itu melaju dan masuk ke kawasan desa bernama Vétheuil.

"Sudah sampai!" seru Ben saat mobilnya ia hentikan di sebuah rumah sederhana di tengah tanah luas rerumputan.

"Wait? Ini rumah siapa?" tanya Zoe heran, dia kira akan menginap di hotel.

"Rumah kita lah! Mau kemana lagi kalau gak ke tempat kita sendiri" jawab Ben.

Zoe terdiam lalu keluar mobil.

"Beneran ini punyamu, Ben?" tanya Zoe tidak percaya karena begitu indah dan privasi.

"Punya kita sayang" jawab Ben sambil memeluk perempuan itu dari belakang.

"Hmmm, belum punya ku, kan aku belum jadi apa apa buat kamu" pancing Zoe.

"Kamu istriku!" batin Ben tapi masih ia tahan.

"Ya habis ini kita kan nikah terus punya anak, nah berarti kan keluarga" sahut pria itu santai.

"Nikah? Kan aku masih istri orang?" pancing Zoe lagi.

"Masa iya istri orang? Mana suaminya loh" balas Ben.

"Kamu!" sahut Zoe sambil membalikkan tubuhnya dan menatap pria yang saat ini bersamanya itu sambil tersenyum mengoda.

"Iya kamu istriku, kok tau?" kode Ben.

"Ya taulah, kan aku akan melahirkan anak anakmu. Ayo nikahi aku sekarang!" sahut Zoe dengan pemikirannya sendiri namun tidak menggangap apa yang diomongkan Ben itu beneran. Ya meskipun sekarang secara hukum dia ketahui masih single belum menikah dengan Nior tapi Ben belum katakan yang sebenarnya pada kekasihnya itu.

"Kamu ngajak aku nikah beneran?" goda Ben.

"Iya! Katanya kamu, kita harus nikah dulu baru punya anak, yaudah ayo nikah terus bikin anak sepuasnya!" sahut Zoe serius.

"Karena aku..." lanjutnya tapi sengaja ia potong agar buat Ben penasaran.

"Karena apa sayang?" tanya Ben.

"Karena aku belum menikah sama Nior. Pernikahan ku dengannya palsu, dia mengganti data pengantin wanitanya dengan wanita yang ia cintai, gak tau siapa. Jadi ya aku belum menjadi istri siapa siapa. So, nikahi aku sekarang!" jawab Zoe.

"Oke, kita menikah! Ada gereja tidak jauh dari sini! Ayo!" ajak Ben semangat tanpa banyak omong lagi sambil menarik tangan Zoe untuk berlari menuju gereja yang dimaksud.

Mungkin jaraknya 500 meter dari rumah Ben tadi.

Sesampainya di depan gereja, Zoe pun menarik Ben untuk mengatur nafas dulu sebelum masuk.

"Bentar, Ben. Ambil nafas dulu, masa mau sumpah nikah ngos ngosan" minta Zoe.

"Oke, sayang" sahut Ben dengan tenang. Dia tidak ngos ngosan karena udah biasa lari.

Sambil menunggu Zoe lebih calm, Ben terfikirkan untuk membuat cincin sementara dari ranting pohon.

"Tunggu sebentar disini!" ucap Ben lalu dia berlari mengambil ranting pohon yang bisa dibuat cincin.

Tak lama kemudian dia pun kembali disisi Zoe.

"Buat apa itu ranting?" tanya Zoe penasaran.

"Buat cincin nikah sementara kita. Ya masa kita nikah gak ada cincin" jawab Ben sambil mengukur jari manis Zoe lalu jari manis dirinya.

Zoe tersenyum lebar, Ben begitu detail dengan pernikahan dadakan mereka.

Setelah siap semuanya, dirinya juga sudah tenang, Zoe pun menggandeng tangan Ben sebelum masuk gereja.

Seperti memang takdir, ternyata baju mereka sama sama dominan putih.

"Hey, Ben. Ternyata baju kita sama sama dominan putih!" seru Zoe yang baru sadar jika pakaian mereka sudah senada.

"Berarti memang kita ditakdirkan Tuhan untuk bersama" sahut Ben.

Lalu mereka berdua pun masuk gereja bersama.

Karena hari sudah sore, kondisi tempat itu sepi tapi untung saja ada pendeta yang selalu standbye.

"Selamat sore, pendeta" sapa Ben.

"Selamat sore, Ben. Wah kamu datang" sahut pendeta yang bernama Jonathan.

"Sepertinya kamu memintaku untuk menikahkan kalian, melihat sudah ada cincin dari ranting di jari manis kalian" tebaknya.

"Iya, tebakan anda benar. Kami ingin segera dinikahkan untuk bisa punya anak!" ucap Ben frontal membuat Zoe malu dan memukul lengan pria itu.

"Hahaha, anak muda memang tidak sabaran. Tapi setidaknya kalian berniat baik untuk menikah, itu bagus" sahut pendeta Jo.

Zoe dan Ben pun saling tersenyum bahagia.

Setelah menyelesaikan hal administratif dari gereja yang perlu diisi, kini sepasang suami istri yang sudah secara hukum Tuscany-Italia (belum diketahui oleh sang istri) mengucapkan janji pernikahan dihadapan pendeta Jo.

"Saya Ben Jamin Fredo, menerima Zoela Caprio sebagai istri sehidup semati untuk saya, akan menemaninya, melalui hidup suka maupun duka dengannya, menjadi suami terbaik untuknya, dan menjadi ayah yang baik untuk anak anak kami. Dengan ini saya memberikan cinta hidup saya kepadanya dihadapan Tuhan" ucap Ben dengan lantang tanpa ragu.

"Saya Zoela Caprio, menerima Ben Jamin Fredo sebagai suami saya, belahan jiwa sehidup semati untuk saya, menemaninya menjalani kehidupan ini dalam suka maupun duka, menjadi istri yang terbaik untuknya dan menjadi ibu yang baik untuk anak anak kami. Dengan ini saya memberikan cinta hidup saya kepadanya dihadapan Tuhan" sahut Zoe dengan mata berkaca kaca.

"Dengan ucapan janji pernikahan yang telah kalian sampaikan dihadapan Tuhan, maka kalian sudah SAH menjadi suami istri" ujar Pendeta Jo sambil memberikan berkat kepada Ben dan Zoe bersamaan.

Episodes
1 First time
2 Beberapa jam yang lalu
3 Senyuman palsu
4 Menang tender
5 Kembali ke memori 4 tahun lalu
6 Mobil bergoyang (1)
7 Pernikahan palsu
8 Permainan yang lain
9 Siang semakin panas
10 Tersayat pisau
11 Ooops! Datang bulan!
12 Merajuk oh merajuk
13 Sidang pulang terlambat
14 Berpisah tanpa kabar
15 Menghancurkan Musuh
16 Tidak sengaja bertemu
17 SAH menikah!
18 Pertama sebagai pasutri
19 Romantisnya
20 Kepergok ibu mertua
21 Penjaga rumah
22 Mertua cawe cawe
23 Mr. & Mrs. Fredo
24 Balik ke kampung halaman
25 Kembali ke pasutri palsu
26 Ayah cerewet
27 Keponakan-Aunty
28 Perencana utama
29 Prasangka buruk
30 Awal mula
31 Alasan
32 Ipar
33 Memberi kesempatan
34 Curahan rindu tapi gagal
35 Rencana aneh lagi
36 Goes to Roma
37 Acara Roma
38 Belenggu ayah
39 Akhirnya bertemu
40 Mobil Bergoyang (2)
41 amarah karena pujian
42 Cincin nikah
43 Impas
44 Dendam kusumat!
45 Hamil barengan
46 Belum terbiasa
47 Disuruh hamil terus!!!
48 Kepekaan para suami
49 Drama Kejutan
50 Didalam atau diluar?
51 Panggilan penting
52 Sesama wanita
53 Belajar ngurus bayi
54 Suara tembakan
55 Terkena ledakan
56 Kepergok
57 Bujuk rayu mafia
58 Suami yang muntah
59 Tiba tiba datang dan pergi
60 Tinju kakak ipar asli
61 Lelah sekali
62 Manjanya suami
63 Bos mafia sadar
64 Mengaku
65 Sarapan di tepi sungai
66 Naik Motor Trail
67 Mafia oh Mafia
68 Tidak perlu khawatir
69 Wanita Misterius
70 Para Besan
71 Kakak Ipar Bisa Diandalkan
72 Diasingkan ke Pulau
73 Silent Treatment
74 Berkumpul di Pulau
75 Diakui sebagai menantu
76 Penyergapan
77 Operasi Besar
78 3 Istri dari 3 Suami mafia
79 Kejutan yang Gagal
80 Tembakan Air Biru
81 Kejutan Sebenarnya
82 Jalan Lahir Terbuka
83 Gagal Buka Puasa
84 2 Keluarga menjadi 1
Episodes

Updated 84 Episodes

1
First time
2
Beberapa jam yang lalu
3
Senyuman palsu
4
Menang tender
5
Kembali ke memori 4 tahun lalu
6
Mobil bergoyang (1)
7
Pernikahan palsu
8
Permainan yang lain
9
Siang semakin panas
10
Tersayat pisau
11
Ooops! Datang bulan!
12
Merajuk oh merajuk
13
Sidang pulang terlambat
14
Berpisah tanpa kabar
15
Menghancurkan Musuh
16
Tidak sengaja bertemu
17
SAH menikah!
18
Pertama sebagai pasutri
19
Romantisnya
20
Kepergok ibu mertua
21
Penjaga rumah
22
Mertua cawe cawe
23
Mr. & Mrs. Fredo
24
Balik ke kampung halaman
25
Kembali ke pasutri palsu
26
Ayah cerewet
27
Keponakan-Aunty
28
Perencana utama
29
Prasangka buruk
30
Awal mula
31
Alasan
32
Ipar
33
Memberi kesempatan
34
Curahan rindu tapi gagal
35
Rencana aneh lagi
36
Goes to Roma
37
Acara Roma
38
Belenggu ayah
39
Akhirnya bertemu
40
Mobil Bergoyang (2)
41
amarah karena pujian
42
Cincin nikah
43
Impas
44
Dendam kusumat!
45
Hamil barengan
46
Belum terbiasa
47
Disuruh hamil terus!!!
48
Kepekaan para suami
49
Drama Kejutan
50
Didalam atau diluar?
51
Panggilan penting
52
Sesama wanita
53
Belajar ngurus bayi
54
Suara tembakan
55
Terkena ledakan
56
Kepergok
57
Bujuk rayu mafia
58
Suami yang muntah
59
Tiba tiba datang dan pergi
60
Tinju kakak ipar asli
61
Lelah sekali
62
Manjanya suami
63
Bos mafia sadar
64
Mengaku
65
Sarapan di tepi sungai
66
Naik Motor Trail
67
Mafia oh Mafia
68
Tidak perlu khawatir
69
Wanita Misterius
70
Para Besan
71
Kakak Ipar Bisa Diandalkan
72
Diasingkan ke Pulau
73
Silent Treatment
74
Berkumpul di Pulau
75
Diakui sebagai menantu
76
Penyergapan
77
Operasi Besar
78
3 Istri dari 3 Suami mafia
79
Kejutan yang Gagal
80
Tembakan Air Biru
81
Kejutan Sebenarnya
82
Jalan Lahir Terbuka
83
Gagal Buka Puasa
84
2 Keluarga menjadi 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!