Menang tender

Malam hari tiba, Lio dan Violet makan malam bersama Zoe dan Nior di restauran milik keluarga Caprio.

Suasana tetap canggung karena Zoe tetap bersikap dingin tapi Nior tetap ramah.

Melihat perjodohan ini tidak berjalan baik, Lio dan Violet akhirnya memberikan ruang untuk Zoe dan Nior berduaan, sedangkan mereka berdua memutuskan untuk menjauh dari mereka.

"Kalian gunakan waktu berdua untuk membentuk chemistry" celetuk Violet lalu ia dan sang suami pun pergi dari meja makan.

Raut wajah Nior yg tadi full senyum sekarang jadi datar

"Aku tau kamu tidak mengharapkan pernikahan ini, tapi kita harus menikah" ucap Nior memulai percakapan.

"Wow ternyata memang senyummu dari tadi di bandara sampai sekarang adalah palsu" sindir Zoe kepada lawan bicaranya ini.

"Hahaha, aku tidak cocok mendapatkan istri pembangkang seperti mu" sahut Nior sambil menikmati minumannya.

"Emang aku mau menikah dengan pria yang terlihat manja yang suka balapan seperti mu!" balas Zoe.

"Eh kok kamu tau, aku suka balapan?" tanya Nior.

"Yah menurutmu? Apakah wajah penerus keluarga Vaile tidak pernah masuk berita? Aku sudah pernah melihatmu masuk koran online yang suka balapan dan bermain wanita" jawab Zoe yang baru mencari tau siapa Junior Vaile saat sebelum dinner.

"Ternyata tuan putri Zoe sudah menyelidiku" sindir Nior dengan senyuman smirknya.

"Aku harus tau siapa pria yg dinikahkan denganku" sahut Zoe.

Mereka pun berdua hening beberapa saat.

"Zoe, apakah kamu memiliki kekasih?" tanya Nior tiba tiba.

"Bukan urusanmu" jawab Zoe jutek.

"Ya sih, bukan urusanku, tapi kalau kamu punya kekasih aku memiliki ide" sahut Nior membuat Zoe penasaran.

"Hmmm apa idemu?" tanya Zoe tanpa menjawab pertanyaan Nior sebelumnya.

"Jawab dulu pertanyaanku" minta Nior membuat Zoe jengah.

"Iya, aku punya dan aku sudah bermalam bersama" bohong dan kejujuran Zoe secara bersamaan membuat Nior tersenyum smirk.

"Menarik" ujar Nior membuat Zoe heran kenapa pria yang dijodohkan ini terlihat senang saat dirinya menyatakan sudah tidak gadis lagi.

"Aku juga sudah memiliki wanita yang ingin aku incar. Cinta pandangan pertama dengannya" lanjutnya.

"Oh ya? Kamu jatuh cinta?" tanya Zoe meremehkan.

"Aku juga pria tulen kali!" sahut Nior.

"Katakan, apa rencanamu tentang kita" minta Zoe.

"Hmm, lebih baik kita ngobrol di luar restauran" ajak Nior lalu ia berdiri dan menarik tangan Zoe untuk keluar.

Lio dan Violet yang berada disana dan sengaja mengintip menjadi bahagia karena mengira putri dan calon menantunya itu sudah lebih baik berhubungan.

"Lihat lah, bu. Zoe begitu cocok dengan Nior kan?" celetuk Lio kepada istrinya, namun Violet merasa putrinya itu tidak bahagia.

"Hmmm" deheman Violet.

"Ya sudah, kita tinggalkan mereka berdua. Mereka butuh waktu untuk menjalin hubungan. Mari kita pulang dulu. Besok Lazuardo dan Gisele serta cucu kita pulang dari rumah sakit" ajaknya pada sang suami.

"Benar juga. Ayo pulang, nanti aku kirim pesan ke Nior dan Zoe kalau kita pulang duluan" sahut Lio.

Suami istri itu akhirnya kembali ke mansion yang berada di belakang restauran.

Ting. Nior dan Zoe menerima pesan bersamaan.

"Ayah dan ibumu sudah pulang. Sepertinya memang mereka memberikan waktu kita berdua" ucap Nior.

"Hmmm" deheman Zoe.

"Oke, kita lanjutkan rencana. Aku ingin pernikahan kita hanya sekedar pernikahan legal tapi kita bisa diam diam menjalani hidup masing masing, gimana?" jelas Nior.

"Maksudmu, hidup masing masing?" tanya Zoe kurang jelas,

"Ya, meskipun kita sudah menikah legal, tapi jika ingin berpisah lalu ingin bersama orang yang kita cintai, kita bisa melakukan itu" jawab Nior.

"Kamu gila, mainin pernikahan!" sahut Zoe emosi.

"Hmmm, istilahnya bukan mainin pernikahan, tapi menikah dengan orang yg kita inginkan" jelas Nior.

"Berarti kamu ingin kita saling selingkuh dibelakang pernikahan tapi sebenarnya kita sudah berpisah?" tanya Zoe lagi.

"Yap, pinter juga!" puji Nior.

Zoe terlihat berdiam diri sesaat dan memikirkan peluang konyol bersama dengan Ben.

"Gimana?" tanya Nior lagi.

"Aku masih takut membohongi orang tuaku" jawab Zoe ragu.

"Jangan berfikir seperti itu, mereka hanya ingin kekayaan dan kelancaran bisnis dari pernikahan kita. Kita tuh dimanfaatkan" ungkap Nior.

"Ya, aku tau. Tapi mereka juga sudah membesarkan kita" sahut Zoe.

Nior pun menghela nafas panjang.

"Pikirlah secepatnya karena kita akan menikah satu bulan kedepan" ucao Nior lalu berjalan duluan meninggalkan Zoe.

.

Zoe begitu kesal didalam kamarnya. Lelaki yang dijodohkan dengannya sangat bermuka dua. Entah kenapa ia merasa seperti itu dan yang paling tidak ia percayai, Nior memiliki rencana gila untuk pernikahan mereka.

"Hmmmm, aku sangat tidak suka pria itu!" lirihnya sambil merebahkan diri.

"Ben" lanjutnya saat bayangan semalam hadir lagi.

"Aaaaakh! Bisa frustasi aku lama lama bayangin dia terus!" kesalnya.

Lalu Zoe memutuskan untuk mendinginkan pikirannya dengan berendam air hangat.

.

Ben malam ini juga gelisah, setelah mendapatkan rusa ternyata kekesalannya terhadap Zoe tidak hilang begitu saja.

"Beraninya dia bermalam denganku tapi menikahi yang lain! Zoe memang harus dikasih pelajaran!" lirihnya sambil berdiri di balkon dan menatap langit.

"Apa aku culik aja ya? Biarkan Lio Caprio itu murka" lanjutnya.

"Aku sangat merindukannya!" serunya dalam hati.

Pergulatan panas dengan wanita yang ia cintai dalam diam sejak bertahun tahun lalu, membuat tubuhnya meremang, senjatanya tiba tiba menegak dengan sendirinya.

"Aissh! Zoeee!!! Kamu membuatku bergairah!" seru Ben di ranjangnya lalu cepat cepat menuju kamar mandi untuk bermain solo.

...***...

Beberapa hari kemudian, ternyata Zoe mengalami datang bulan. Ia lega jika benih Ben belum tumbuh didalam rahimnya karena beberapa minggu lagi dirinya akan menikah dengan Nior.

Junior Vaile sudah kembali ke Perancis dan akan tiba lagi di Tuscany 3 hari sebelum pernikahan dengan Zoe.

Saat ini, keluarga besar Caprio berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama. Lazuardo sang pewaris bersama sang istri, Gisele sudah ikut sarapan bersama.

"Zoe, setelah sarapan, kakak mau berbicara denganmu soal tender di Roma. Selamat kamu mendapatkannya!" ucap Lazuardo alias Laz kepada sang adik.

"Kakak kok sudah tau? Padahal akan aku laporkan setelah sarapan ini" ucap Zoe yang berniat memberikan kejutan atas keberhasilannya ternyata di dahului kakaknya.

"Wah, maafkan aku ya, aku kira kamu belum melihat emailnya" balas Laz agak merasa bersalah namun Zoe tersenyum padanya.

"Hahaha, nggak masalah kak. Yang penting ayah sudah tau hal ini" ucao Zoe melirik ke Lio yang terlihat senang.

"Selamat ya putriku sayang, ternyata kamu hebat juga bisa menerima tantangan dari ayah" puji Lio.

"Makasih, Yah. Sekarang, aku pantas kan jadi wakilnya kak Luz di perusahaan?" tanya Zoe menagih janji sang ayah.

Lio tersenyum dan menjawab "Silahkan jadi wakil direktur perusahaan selama Laz tidak keberatan. Tapi ayah akan menempati janji ayah untuk tetap memberikan warisanmu" jawab Lio.

"Yeeyy!!! Ayah terbaik!" puji Zoe lalu langsung menghampiri Lio dan memeluk pria itu.

"Akhirnya aku bisa bekerja di perusahaan!" lanjutnya bahagia sangat bahagia. Selama 4 tahun diasingkan di New York, Zoe seperti kehilangan jati diri karena dia sangat suka industri wine.

Akhirnya keluarga Caprio menyelesaikan sarapannya dan Zoe berbicara 4 mata bersama sang kakak diruang kerja.

"Apa yang kamu lakukan untuk bisa menang tender besar di Roma padahal kamu belum pernah ke pabrik atau perusahaan sejak 4 tahun lalu?" tanya Laz penasaran.

"Meskipun aku tidak ke pabrik atau perusahaan kita 4 tahun, tapi aku sangat menyukai wine milik kita, Kak. Di New York aku tetap belajar tentang perusahaan kita karena aku sangat menyukai menjadi pembisnis daripada hanya sekedar dosen" jawab jujur Zoe yang memang selalu belajar dan memahami perusahaan Caprio Wine dari jarak jauh.

"Ya, kakak selalu tau jika kamu sangat menyukai belajar tentang wine. Tapi kakak meragukan Ben yang dengan mudahnya mengalah kepadamu? Kamu tidak berbuat aneh aneh dengannya seperti 4 tahun yang lalu kan?" tanya Luz menduga.

Glek. Zoe seperti kepergok telah melakukan kejahatan. Ia ingat kejadian 4 tahun lalu saat dirinya dan Ben kepergok akan berhubungan intim di mobil ketika hujan lebat. Lio yang mengetahuinya langsung menghajar Ben ditempat, sedangkan Prezo membiarkan putranya dihantam beberapa pukulan dari saingan serta musuhnya. Ia juga kecewa putra terpercayanya bisa bisanya berhubungan dengan putri keluarga Caprio yang sangat ia benci.

Lazuardo yang juga menyaksikan hal brutal dari ayahnya itu, berusaha melerai keduanya. Sejak saat itu, Laz yang menjadi direktur Caprio Wine menjaga jarak dan memastikan kebijakan marketing produk miliknya tidak tumpang tindih dengan Fredo Wine, menghindari persaingan yang sengit.

Kebijakan Laz ini disetujui oleh Ben saat dirinya menjadi direktur 2 tahun lalu. Melalui kebijakan ini , wilayah marketing mereka dibagi untuk tender. Jadi sebenarnya hubungan Laz dan Ben cukup baik tidak seperti ayah mereka yang masih bermusuhan entah karena apa.

Dan tender Roma ini adalah tender besar pertama di luar Tuscany untuk kedua perusahaan itu. Lio sengaja memberikan tugas itu kepada putrinya karena ingin melihat kemampuan Zoe dalam memenangkan tender karena waktu itu, ia tau jika Ben berhalangan hadir dan digantikan oleh Xio sang asisten. Namun tanpa pria itu ketahui, Ben yang datang dalam tender itu setelah melihat Zoe di lobby hotel saat dirinya akan pergi ke suatu tempat di Roma bukan tempat negoisasi dengan Arthur tapi tempat lainnya.

Akhirnya setelah melihat Zoe yg datang, Ben menukar peran dengan Xio dan terjadilah pertemuan antara Ben dan Zoe kembali sejak 4 tahun lalu.

"Kakak mencurigaiku?" tanya Zoe.

"Hmmm, kakak hanya merasa ada yang aneh dan tidak masuk akal jik Ben menyerahkan tender ini tanpa negoisasi lagi" jawab Laz.

"Kakak nggak suka kalau aku menang tendernya sampai meragukan kemampuanku?" tanya Zoe menekan sang kakak.

"Bukan meremehkan. Kamu seharusnya tau apa yang kakak maksud, Zoe. Ingat apa yang kamu lakukan 4 tahun lalu? Ayah sangat murka dan hampir saja membakar gudang wine milik fredo. Permusuhan di keluarga kita terutama ayah kita dengan ayah Ben itu nyata" jawab Laz.

"Aku tau itu. Aku menyesali kejadian 4 tahun lalu jika karena itu semua orang dirumah ini tidak percaya kemampuanku. Saat ini, aku hanya ingin masuk perusahaan, membantu kakak untuk memperluas pasaran kita" jelas Zoe.

Luz merasa bersalah karena menekan adiknya telah berbuat sesuatu yg tidak ia ketahui sebenarnya.

"Hmm, kakak percaya dengan kemampuanmu, Zoe. Kakak akan menyuruh asisten kakak untuk menyiapkan ruangan wakil direktur untukmu. Selamat bekerja di perusahaan Caprio Wine, adikku, tuan putri" akhirnya Laz tidak ingin memojokkan sang adik lagi dan memeluk Zoe.

Zoe pun merasa lega, kakaknya tetap sama seperti dulu, akan menjaga hatinya meskipun apa yang sebenarnya Laz tebak akan dirinya mungkin saja benar.

"Maafkan aku, kak" batin Zoe sambil memeluk erat sang kakak.

.

Di perusahaan Fredo Wine, Ben mendapatkan email jika yang menang tender adalah Caprio Wine. Ia hanya tersenyum smirk saja.

"Demi dia, aku benar benar kehilangan banyak uang dalam tender ini" lirihnya setelah membaca email di layar komputernya.

"Tapi, lihat saja Zoe, aku benar benar tidak akan melepaskanmu dengan mudah" lanjutnya lagi dengan senyuman smirk menatap foto wanita cantik di pigora kecil.

Episodes
1 First time
2 Beberapa jam yang lalu
3 Senyuman palsu
4 Menang tender
5 Kembali ke memori 4 tahun lalu
6 Mobil bergoyang (1)
7 Pernikahan palsu
8 Permainan yang lain
9 Siang semakin panas
10 Tersayat pisau
11 Ooops! Datang bulan!
12 Merajuk oh merajuk
13 Sidang pulang terlambat
14 Berpisah tanpa kabar
15 Menghancurkan Musuh
16 Tidak sengaja bertemu
17 SAH menikah!
18 Pertama sebagai pasutri
19 Romantisnya
20 Kepergok ibu mertua
21 Penjaga rumah
22 Mertua cawe cawe
23 Mr. & Mrs. Fredo
24 Balik ke kampung halaman
25 Kembali ke pasutri palsu
26 Ayah cerewet
27 Keponakan-Aunty
28 Perencana utama
29 Prasangka buruk
30 Awal mula
31 Alasan
32 Ipar
33 Memberi kesempatan
34 Curahan rindu tapi gagal
35 Rencana aneh lagi
36 Goes to Roma
37 Acara Roma
38 Belenggu ayah
39 Akhirnya bertemu
40 Mobil Bergoyang (2)
41 amarah karena pujian
42 Cincin nikah
43 Impas
44 Dendam kusumat!
45 Hamil barengan
46 Belum terbiasa
47 Disuruh hamil terus!!!
48 Kepekaan para suami
49 Drama Kejutan
50 Didalam atau diluar?
51 Panggilan penting
52 Sesama wanita
53 Belajar ngurus bayi
54 Suara tembakan
55 Terkena ledakan
56 Kepergok
57 Bujuk rayu mafia
58 Suami yang muntah
59 Tiba tiba datang dan pergi
60 Tinju kakak ipar asli
61 Lelah sekali
62 Manjanya suami
63 Bos mafia sadar
64 Mengaku
65 Sarapan di tepi sungai
66 Naik Motor Trail
67 Mafia oh Mafia
68 Tidak perlu khawatir
69 Wanita Misterius
70 Para Besan
71 Kakak Ipar Bisa Diandalkan
72 Diasingkan ke Pulau
73 Silent Treatment
74 Berkumpul di Pulau
75 Diakui sebagai menantu
76 Penyergapan
77 Operasi Besar
78 3 Istri dari 3 Suami mafia
79 Kejutan yang Gagal
80 Tembakan Air Biru
81 Kejutan Sebenarnya
82 Jalan Lahir Terbuka
83 Gagal Buka Puasa
84 2 Keluarga menjadi 1
Episodes

Updated 84 Episodes

1
First time
2
Beberapa jam yang lalu
3
Senyuman palsu
4
Menang tender
5
Kembali ke memori 4 tahun lalu
6
Mobil bergoyang (1)
7
Pernikahan palsu
8
Permainan yang lain
9
Siang semakin panas
10
Tersayat pisau
11
Ooops! Datang bulan!
12
Merajuk oh merajuk
13
Sidang pulang terlambat
14
Berpisah tanpa kabar
15
Menghancurkan Musuh
16
Tidak sengaja bertemu
17
SAH menikah!
18
Pertama sebagai pasutri
19
Romantisnya
20
Kepergok ibu mertua
21
Penjaga rumah
22
Mertua cawe cawe
23
Mr. & Mrs. Fredo
24
Balik ke kampung halaman
25
Kembali ke pasutri palsu
26
Ayah cerewet
27
Keponakan-Aunty
28
Perencana utama
29
Prasangka buruk
30
Awal mula
31
Alasan
32
Ipar
33
Memberi kesempatan
34
Curahan rindu tapi gagal
35
Rencana aneh lagi
36
Goes to Roma
37
Acara Roma
38
Belenggu ayah
39
Akhirnya bertemu
40
Mobil Bergoyang (2)
41
amarah karena pujian
42
Cincin nikah
43
Impas
44
Dendam kusumat!
45
Hamil barengan
46
Belum terbiasa
47
Disuruh hamil terus!!!
48
Kepekaan para suami
49
Drama Kejutan
50
Didalam atau diluar?
51
Panggilan penting
52
Sesama wanita
53
Belajar ngurus bayi
54
Suara tembakan
55
Terkena ledakan
56
Kepergok
57
Bujuk rayu mafia
58
Suami yang muntah
59
Tiba tiba datang dan pergi
60
Tinju kakak ipar asli
61
Lelah sekali
62
Manjanya suami
63
Bos mafia sadar
64
Mengaku
65
Sarapan di tepi sungai
66
Naik Motor Trail
67
Mafia oh Mafia
68
Tidak perlu khawatir
69
Wanita Misterius
70
Para Besan
71
Kakak Ipar Bisa Diandalkan
72
Diasingkan ke Pulau
73
Silent Treatment
74
Berkumpul di Pulau
75
Diakui sebagai menantu
76
Penyergapan
77
Operasi Besar
78
3 Istri dari 3 Suami mafia
79
Kejutan yang Gagal
80
Tembakan Air Biru
81
Kejutan Sebenarnya
82
Jalan Lahir Terbuka
83
Gagal Buka Puasa
84
2 Keluarga menjadi 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!