Mobil bergoyang (1)

"Aaakh, Ben! Jangan digigit!" teriak Zoe ketika merasakan salah satu pucuk gundukannya digigit oleh Ben.

"Maaf, kelepasan" lirih Ben dengan kikihannya.

"Hmmmp" sahut Zoe dengan deheman menahan desahan karena jari Ben masih bergerak di bawah miliknya.

Tangan Zoe turun untuk membuka celana pria yang berada dibawahnya itu untuk membebaskan sesuatu yang dari tadi menekan pan**t nya.

"Mulai nakal ya" goda Ben yang merasakan celananya sudah terbuka dan miliknya tidak terbungkus kain lagi.

Zoe hanya tersenyum smirk dan tubuhnya ia angkat sebentar lalu memposisikan sesuatu yg ia pegang untuk menerobos kebawah dressnya.

Pulp!

Tanpa melepaskan kain yang menutupi inti bawahnya yg dimainkan Ben tadi, Zoe berhasil mengganti jari dengan sesuatu yang lebih besar tetap milik pria yang berada dibawahnya.

"Aaakh! Zoeeee!!" desah Ben yang merasakan miliknya diremas oleh sesuatu.

Zoe pun melakukan gerakan up and down, sedangkan tangan Ben berada di pinggangnya.

Posisi ini begitu memuaskan si Ben, meskipun Zoe juga terpuaskan menjadi komando pada permainan kali ini.

Terlalu nikmat, sampai Ben keluar duluan tanpa aba aba dan membuat Zoe berhenti bergerak saat merasakan sensasi hangat di rahimnya.

"Ben! Kenapa gak bilang, kalau mau keluar!" kesalnya.

"Maaf, maaf.. bener bener aku gak bisa berkata kata kalau gerakanmu diatasku sangat nikmat, Zoe. Maafkan aku" ucap Ben merasa bersalah.

Zoe pun menghela nafas lalu memulai kembali gerakannya. Kali ini ia pastikan akan membuat Ben tidak meninggalkannya dalam meraih kepuasan.

Hal itu juga yang Ben pastikan bahwa dirinya harus lebih sabar untuk menumpahkan hasrat. Bukan dirinya saja yang harus dipuaskan namun wanita yang bersamanya juga.

Ben mulai bertingkah. Kini dia ingin yang mengambil komando. Tiba tiba kursi joknya ia tidurkan maksimal sehingga Zoe terkejut dan menjatuhkan tubuhnya diatas tubuh Ben.

Ben langsung membalik tubuh Zoe untuk berada dibawahnya dan kini ia sudah mengkungkunh wanita itu.

"Giliran aku sekarang, Zoe!" lirihnya dengan mata berbinar penuh hasrat.

Ben langsung memposisikan kepalanya kebawah dimana sumber kenikmatannya berada dan mengganti senjatanya itu menggunakan lidah.

Sensasi yang dirasakan Zoe sangat berbeda karena terasa lebih dingin dan geli.

"Aakh! Apa yang kamu...lakukan Ben!!!" seru Zoe namun tangannya refleks menekan kepala pria dibawahnya itu.

"Aaaaakh!!" desahan Zoe lepas lagi tanpa perlu mendengarkan jawaban dari Ben yang semakin memporak porandakan gairahnya.

Tak lama kemudian, Zoe berhasil mencapai puncak pertamanya.

"Aaaaaakh, Ben!" serunya.

Ben pun merasa bangga karena sudah berhasil membuat Zoe pelepasan pertama.

"Kita satu sama, Zoe" ucapnya saat posisi sudah berada sejajar dengan tubuh wanita dibawahnya.

"Kamu memang..." belum sempat Zoe berbicara, Ben langsung membungkam bibirnya dengan ciuman.

"Kita harus bermain lagi, tapi pastikan kali ini sama sama merasa puas" ujar Ben setelah melepas ciumannya dan Zoe pun tersenyum manis padanya.

Ronde kedua pun dimulai.

Mobil yang semula baru beristirahat dari goyangan, kini bergoyang lagi dan lebih kencang.

Ben menjadi komando diatas tubuh Zoe dengan hentakan yang cepat namun ia pastikan tidak menyakiti Zoe.

"Sakit nggak? terlalu cepat?" tanya Ben yang menyempatkan bertanya akan perasaan Zoe dan wanita itu menggeleng.

"Lebih cepat" jawab Zoe yang semakin membakar gairah Ben.

Semakin cepat gerakan keluar masuk dari Ben dan semakin cepat pula mereka mencapai pelepasan bersama.

"Ben.. akuu..." lirih Zoe.

"Ayo keluarin bersama!" sahut Ben yang sudah mengerti ekspresi Zoe yang akan mencapai puncak.

Pria itu semakin cepat dan akhirnya mereka mengerang bersama.

"Aaaaaaaakh!!!!"

Zoe memeluk Ben dan membiarkan kehangatan cairan mereka bersatu dibawah intinya.

*aduuh hereeeudanh nih author bikinnya 🥶🥶😳😳🥵🥵 (lulus sensor nggak ya?) hihi

Akhirnya mereka benar benar menyelesaikan kegiatan 4 tahun lalu di tempat yang sama dengan perasaan penuh cinta.

Setelah merasakan surga dunia bersama 2 ronde, Zoe berada di pelukan Ben dan mereka masih berada di dalam mobil dengan berpakaian acak acakan.

Ya, mereka kali ini berhubungan tidak melepas pakaian mereka karena 4 tahun lalu mereka juga tidak sempat menjadi polos bersama keburu kepergok ayah mereka.

"Ben" panggil lembut Zoe.

"Iya?" sahut Ben lembut juga sambil mencium kening wanita itu.

"Kamu tidak masalah dengan statusku saat ini istri orang? Dari awal saat kamu menemuiku di mansion, kamu gak menyalahkanku atau bertanya tentang statusku?" tanya Zoe penasaran karena Ben tidak mempermasalahkan statusnya menjadi istri pria lain.

"Awalnya, aku masalah. Tapi saat kamu tadi memelukku dari belakang dan menepati janjimu menemuiku di danau, aku rasa kamu tak masalah dengan menjadi istri orang dan tetap memilih melayaniku seperti ini daripada melayani suamimu di malam pertama kalian. Aku rasa ada sesuatu dalam pernikahanmu yang akan kamu sampaikan padaku, benar tidak?" tebak Ben.

Zoe terkejut dengan pemikiran unik Ben itu. Bagaimana pria itu bisa berfikir seperti itu dimana banyak pria lainnya akan masalah jika wanita yang dicintai menikah dengan orang lain.

"Kamu tidak cemburu?" tanya Zoe lagi memancing kecemburuan Ben.

"Tidak, karena aku sudah memutuskan percaya denganmu sejak kamu menemuiku di danau. Tidak ada yang bisa meragukan cinta jika saling percaya. Aku mengenalmu sejak kita anak anak meskipun banyak ributnya dan penuh persaingan. Mungkin karena dulu sering cari gara gara sama kamu, akhirnya cinta deh" ungkap Ben terdengar begitu tulus ditelinga Zoe.

"Cinta dari dulu tapi gak berani nyatain, cupu!" ejek Zoe menggoda.

"Biarin! Yang penting sekarang aku bersamamu" sahut Ben.

Zoe pun terlihat senang dan mendusel semakin erat memeluk Ben.

"Oh ya, aku mau ngasih tau kamu status pernikahanku sama Nior. Tadi waktu aku mau ngomong sama kamu, ayah manggil namaku jadi gak sempet. Untung kamu percaya aku dan nunggu di danau" ucap Zoe.

"Hmm, ceritain gimana pernikahan bisnismu dengan Junior Vaile itu" minta Ben.

"Jadi gini, Junior Vaile juga sebenarnya tidak mau menikah denganku karena dia menyukai wanita lain di Tuscany. Entah siapa wanita itu, aku tidak tau siapa tapi yang jelas Nior tidak bercanda soal perasaannya" mulai Zoe bercerita.

Ben mendengarkan dengan baik.

"Dia menikah denganku karena ancaman ayahnya, jika tidak mau maka dia gagal menjadi direktur perusahaan Vaile di Perancis padahal dia anak tunggal. Sedangkan aku, menikahi dirinya agar aku bisa kembali ke Tuscany dan bertemu denganmu yang tidak berusaha mencariku sejak pertemuan terakhir kita" lanjutnya dengan membuat suaranya jadi sendu.

Ben merasa bersalah kenapa dirinya tidak memperjuangkan cinta dulu.

"Maafkan aku. 4 tahun lalu, aku sungguh masih takut dengan ayahmu dan ayahku mengancamku juga jika mencarimu, maka aku tidak akan menjadi pewaris Fredo Wine" jelas Ben.

"Hmm, kenapa ayah kita begitu suka mengancam dengan warisan. Kenapa kita juga takut tidak beri hak waris padahal memilih mengejar kebahagiaan?" lirih Zoe.

"Naluri kita sebagai anak yang terlahir sebagai pewaris. Sudah merasa bergantung sejak kecil dan mengharapkan ketika dewasa mendapatkan haknya itu" sahut Ben.

"Lanjutkan ceritamu" minta pria itu.

"Nior juga tau ternyata aku menyukai pria lain, entah bagaimana caranya. Dia memberikan aku perjanjian pernikahan yang membebaskan kita berdua untuk memilih jalan hidup masing masing" lanjut Zoe.

"Dia cukup baik ternyata" puji Ben.

"Hmm, dia bermuka dua! Didepanku dan didepan orang tuaku, dia sungguh berbeda. Aku tidak suka kepalsuan" sahut Zoe.

Ben pun kembali mencium kening wanita dipelukannya dan menunggu Zoe melanjutkan cerita.

"Akhirnya kita sepakat deh menikah untuk bisnis dan mengejar cinta kita masing masing, serta karir tentunya. Kita berdua sepakat tidak mencampuri urusan cinta dan karir masing masing" lanjut Zoe.

"Semoga ada kesempatan aku untuk berterima kasih kepada Nior karena membiarkanmu bersamaku meskipun disini aku jadi selingkuhanmu" sahut Ben dengan niat menggoda Zoe dan berhasil.

Puk!

Zoe memukul dada Ben karena tidak suka jika pria itu menyebut dirinya berselingkuh.

"Aku tidak berselingkuh denganmu karena aku mencintaimu!" bela Zoe pada dirinya sendiri.

"Hahahaha, iya sayaaang" ujar Ben tertawa tanpa sadar memanggil Zoe sayang untuk pertama kali sampai membuat wanita itu terpaku.

Ben yang menyadari telah keceplosan manggil sayang jadi malu.

Waktunya Zoe menggoda balik si Ben.

"Eh, kamu barusan manggil aku apa, Ben?" goda Zoe dengan senyuman menyeringai.

"Hmmm, aku manggil Zoe" bohong Ben.

"Ah yang bener, aku dengernya bukan itu" sahut Zoe menatap wajah Ben yang terlihat bersemu meskipun dalam mobil yg cahayanya redup.

"Zoe, jangan banyak gerak! Aku mangsa kamu lagi kalau kamu sampek bangunin senjataku" ancam Ben, namun Zoe tidak takut malah dia semakin bersemangat menggoda pria yang sedang tersipu malu itu.

"Panggil aku kayak tadi, aku akan melayanimu" minta Zoe menggoda.

Ben menatap wajah cantik wanita yang sudah diatas tubuhnya dengan senyuman menggoda.

"Oke, aku terima permintaanmu, Zoela Caprio sayang" sahut Ben dengan sumringah dan langsung menarik tengkuk Zoe untuk ia lahap bibir wanita itu.

Zoe sangat senang dipanggil sayang oleh Ben dan ia pun menepati janji untuk memuaskan pria yang telah membuat hatinya kasmaran. Ia mulai beraksi mengawali ronde 3 mereka malam ini.

Episodes
1 First time
2 Beberapa jam yang lalu
3 Senyuman palsu
4 Menang tender
5 Kembali ke memori 4 tahun lalu
6 Mobil bergoyang (1)
7 Pernikahan palsu
8 Permainan yang lain
9 Siang semakin panas
10 Tersayat pisau
11 Ooops! Datang bulan!
12 Merajuk oh merajuk
13 Sidang pulang terlambat
14 Berpisah tanpa kabar
15 Menghancurkan Musuh
16 Tidak sengaja bertemu
17 SAH menikah!
18 Pertama sebagai pasutri
19 Romantisnya
20 Kepergok ibu mertua
21 Penjaga rumah
22 Mertua cawe cawe
23 Mr. & Mrs. Fredo
24 Balik ke kampung halaman
25 Kembali ke pasutri palsu
26 Ayah cerewet
27 Keponakan-Aunty
28 Perencana utama
29 Prasangka buruk
30 Awal mula
31 Alasan
32 Ipar
33 Memberi kesempatan
34 Curahan rindu tapi gagal
35 Rencana aneh lagi
36 Goes to Roma
37 Acara Roma
38 Belenggu ayah
39 Akhirnya bertemu
40 Mobil Bergoyang (2)
41 amarah karena pujian
42 Cincin nikah
43 Impas
44 Dendam kusumat!
45 Hamil barengan
46 Belum terbiasa
47 Disuruh hamil terus!!!
48 Kepekaan para suami
49 Drama Kejutan
50 Didalam atau diluar?
51 Panggilan penting
52 Sesama wanita
53 Belajar ngurus bayi
54 Suara tembakan
55 Terkena ledakan
56 Kepergok
57 Bujuk rayu mafia
58 Suami yang muntah
59 Tiba tiba datang dan pergi
60 Tinju kakak ipar asli
61 Lelah sekali
62 Manjanya suami
63 Bos mafia sadar
64 Mengaku
65 Sarapan di tepi sungai
66 Naik Motor Trail
67 Mafia oh Mafia
68 Tidak perlu khawatir
69 Wanita Misterius
70 Para Besan
71 Kakak Ipar Bisa Diandalkan
72 Diasingkan ke Pulau
73 Silent Treatment
74 Berkumpul di Pulau
75 Diakui sebagai menantu
76 Penyergapan
77 Operasi Besar
78 3 Istri dari 3 Suami mafia
79 Kejutan yang Gagal
80 Tembakan Air Biru
81 Kejutan Sebenarnya
82 Jalan Lahir Terbuka
83 Gagal Buka Puasa
84 2 Keluarga menjadi 1
Episodes

Updated 84 Episodes

1
First time
2
Beberapa jam yang lalu
3
Senyuman palsu
4
Menang tender
5
Kembali ke memori 4 tahun lalu
6
Mobil bergoyang (1)
7
Pernikahan palsu
8
Permainan yang lain
9
Siang semakin panas
10
Tersayat pisau
11
Ooops! Datang bulan!
12
Merajuk oh merajuk
13
Sidang pulang terlambat
14
Berpisah tanpa kabar
15
Menghancurkan Musuh
16
Tidak sengaja bertemu
17
SAH menikah!
18
Pertama sebagai pasutri
19
Romantisnya
20
Kepergok ibu mertua
21
Penjaga rumah
22
Mertua cawe cawe
23
Mr. & Mrs. Fredo
24
Balik ke kampung halaman
25
Kembali ke pasutri palsu
26
Ayah cerewet
27
Keponakan-Aunty
28
Perencana utama
29
Prasangka buruk
30
Awal mula
31
Alasan
32
Ipar
33
Memberi kesempatan
34
Curahan rindu tapi gagal
35
Rencana aneh lagi
36
Goes to Roma
37
Acara Roma
38
Belenggu ayah
39
Akhirnya bertemu
40
Mobil Bergoyang (2)
41
amarah karena pujian
42
Cincin nikah
43
Impas
44
Dendam kusumat!
45
Hamil barengan
46
Belum terbiasa
47
Disuruh hamil terus!!!
48
Kepekaan para suami
49
Drama Kejutan
50
Didalam atau diluar?
51
Panggilan penting
52
Sesama wanita
53
Belajar ngurus bayi
54
Suara tembakan
55
Terkena ledakan
56
Kepergok
57
Bujuk rayu mafia
58
Suami yang muntah
59
Tiba tiba datang dan pergi
60
Tinju kakak ipar asli
61
Lelah sekali
62
Manjanya suami
63
Bos mafia sadar
64
Mengaku
65
Sarapan di tepi sungai
66
Naik Motor Trail
67
Mafia oh Mafia
68
Tidak perlu khawatir
69
Wanita Misterius
70
Para Besan
71
Kakak Ipar Bisa Diandalkan
72
Diasingkan ke Pulau
73
Silent Treatment
74
Berkumpul di Pulau
75
Diakui sebagai menantu
76
Penyergapan
77
Operasi Besar
78
3 Istri dari 3 Suami mafia
79
Kejutan yang Gagal
80
Tembakan Air Biru
81
Kejutan Sebenarnya
82
Jalan Lahir Terbuka
83
Gagal Buka Puasa
84
2 Keluarga menjadi 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!