Siang semakin panas

Zoe sangat bahagia, dirinya memiliki pekerjaan di perusahaan keluarga. Dari kecil sebagai anak perempuan yang kakaknya laki laki dan menjadi pewaris, ayahnya tidak pernah mencoba ingin melibatkan dalam perusahaan. Hanya diberi saham sebesar 10% sedangkan Lazuardo, sang kakak, diberi saham 35%.

Namun Zoe tidak berkecil hati. Dia dengan semangat belajar soal per wine an dan memilih jurusan manajemen untuk pendidikan S1 dan S2 nya sehingga bisa menjadi dosen di New York sekaligus sebagai pengasingan dari ayahnya.

"Aaah! Senangnyaa! Menjadi wakil direktur Caprio Wine adalah impianku karena kakak pasti yang akan menjadi direkturnya" lirihnya.

Dalam rasa bahagia itu, tiba tiba ponselnya berdering tanpa nama tapi dia sangat hafal nomor siapa itu.

"Hai, Zoela ku. Apa yang kamu lakukan siang ini? Apakah sudah makan siang?" tanya seorang pria dari panggilan itu dengan suaranya yg tidak lain adalah Ben Jamin Fredo.

"Zoela ku? Panggilan apa itu? Aku belum jadi milikmu tau" balas Zoe.

"Hahaha, oh kamu belum merasa aku miliki ya? Oke, aku akan mengumumkan hubungan kita hingga penjuru Tuscany" goda Ben.

"Ngimpi aja, mana mungkin kamu berani sama ayahku dan ayahmu!" ejek Zoe.

"Suatu hari nanti ada waktunya untuk kita muncul sebagai pasangan kekasih tanpa sembunyi sembunyi, Zoe" sahut Ben terdengar lembut dan serius.

"Hmm semoga ya" ucap Zoe.

"Oh ya, kamu belum jawab pertanyaanku, sayang. Kamu lagi apa dan udah makan siang atau belum?" tanya Ben memecah suasana.

"Aku barusan duduk di kursi wakil direktur Caprio Wine setelah rapat dengan petinggi perusahaan untuk memperkenalkan diri. Aku sangat senang" jawab Zoe.

"Selamat yaa, sayang. Akhirnya kamu bisa bekerja di perusahaan keluargamu. Tapi kita semakin jadi saingan bisnis nih" sahut Ben.

"Hmm iya, kita tetap saingan di bisnis tapi saling mencintai di ranjang ya" goda Zoe.

"Astaga, Zoe! Kamu semakin vulgar saja!" ejek Ben.

"Hahaha, bercanda sayang. Oh ya kamu lagi apa dan sudah makan siang?" tanya balik Zoe.

"Aku lagi makan siang sama Xio" jawab Ben.

"Makan siang apa? Aku jadi pingin makan siang sama kamu, Ben" sahut Zoe tampak sendu.

"Besok kita akan makan siang bersama, datanglah ke danau. Aku akan membawakan makan siang untuk kita" ajak Ben.

"Oke, besok jam 12 siang aku akan ke danau" ujar Zoe semangat.

"Yaudah, sayang. Aku mau makan siang juga udah lapar, mau ngajak kakak Luz. Bye bye" pamitnya.

"Iya sayang, bye" sahut Ben lalu panggilan terhenti.

"Aduh bos, seneng banget punya pacar" celetuk Xio.

"Mangkanya punya pacar!" ejek Ben lalu mereka kembali menikmati makan siangnya.

.

Sesuai janji makan siang Nior bersama Victoria, mereka saat ini sedang menikmatinya di apartemen yang mereka beli saat memutuskan menjadi partner ranjang tapi pake cinta.

"Masakanmu selalu enak" puji Victoria.

"Siapa dulu dong!" bangga Nior.

"Sombong amat" celetuk Victoria.

"Biarin! Dipuji pacar sendiri masa gak boleh sombong" sahut Nior dengan senyum smirk nya.

Lalu mereka melanjutkan menikmati makan siang hingga habis. Kemudian ada waktu 15 menit sebelum Victoria harus kembali ke rumah sakit. Mereka gunakan untuk deeptalk.

"Victoria, kamu mau menunggu ku kan untuk menyelesaikan hubungan pernikahan palsuku ini bersama Zoe? Tunggu surat penyerahan perusahaan Vaile kepadaku, mungkin 3 bulan lagi" ucap Nior.

Victoria menatap lekat pria disampingnya ini.

"Hmm, selama kamu benar benar tidak mengkhianatiku, aku akan menunggumu" sahut Victoria.

"Makasih sayaaaang!" seru Nior sambil menciumi wajah wanita yang ia cintai pada padangan pertama.

Cup!

Cup!

Cup!

"Geli! Junior!" balas seru Victoria sambil menahan wajah Nior agar tidak menciumnya bertubu tubi gitu.

"Biarin! Wangimu canduku, Victoria!" sahut Nior yang tak berhenti berulah malah sekarang sudah menyusupkan tangannya dari bawah baju dinas wanitanya itu dan memegang kedua gundukan favoritnya.

"Aaakh! Aku cuma ada waktu 10 menit lagi, Nior!" tolak sang dokter namun tubuhnya berkata lain.

"Kasih waktu aku 5 menit untuk melayanimu!" ucap Nior yang sudah melepas celana dinas Victoria hingga tertinggal kain segitia disana.

"Hmm, 5 menit!" mau tidak mau Victoria pasrah, tapi dia juga akan kesenangan nantinya.

Mendapatkan lampu ijo 5 menit, Nior langsung menarik kain segitiga itu sampai lutut sang kekasih dan wajahnya ia posisikan untuk mulai bermain di lubang kenikmatannya.

Baru saja beberapa detik, lidah Nior yang ahli memporak porandakan gairah Victoria, mampu membuat wanita itu mendesah.

"Aakh, sayaaang! Jangan cepet cepet!" racau wanita yang sedang dilayani itu.

Nior pun menuruti kata sang wanita, ia pelankan lidahnya tapi tidak dengan tangannya yang mere-mas kedua gundukan dengan cepat namun tetap lembut penuh rasa.

Victoria juga heran kenapa sentuhan Nior sangat melemahkan tubuhnya.

"Aaakh! Aku mau keluar!!" serunya membuat Nior buru buru melepas resleting celananya dan membebaskan senjata yang sudah tegak dari sarangnya.

"Tunggu aku, sayang! Kita keluar bersama!" minta Nior lalu ia segera masukkan senjata andalannya untuk bertempur dengan wanita.

Pulp! Sudah masuk dan Nior mengerakkan secara berlahan lahan.

"Aaakh! Lebih cepat sayang!" ucap Victoria yang sudah berada di pucuk gairah. Nior pun mempercepat gerakannya dan tak lama kemudian mereka saling berpelukan untuk menyemburkan cairan kehangatan diantara mereka.

"Aaaaaaakh!!!" suara mesra keduanya sebagai tanda pelepasan.

Victoria langsung melihat jam ternyata sudah 5 menit lebih beberapa detik.

"Sayang, lepasin pelukannya! Udah 5 menit lebih, aku harus kembali ke rumah sakit!" minta Victoria kepada Nior yang masih memeluknya.

Pria itu pun menurut.

"Hmmmm" deheman Nior yang seperti anak kecil merajuk.

"Kalau sering sering kita lakuin ini, obat pencegah hamil yang kuminum mungkin gak berlaku" ucap Victoria sambil memakai celananya kembali dan membenarkan pakaiannya.

"Hmmm, tapi aku belum siap punya anak" sahut Nior.

"Ya mangkanya, kalau ketemu jangan ngebet bikin anak mulu!" omel Victoria.

"Kamu candu sih" ucap Nior tanpa bersalah menatap Victoria yang siap siap pergi.

"Candu nya ditahan, biar gak overdosis!" ejek Victoria sebelum keluar apartemen.

"Bye byee sayaaang!" ucap Nior yg masih duduk di sofa sambil menatap kekasihnya pergi.

"Aku tidak pernah seyakin ini dengan wanita" lirihnya dengan senyum di bibirnya.

Episodes
1 First time
2 Beberapa jam yang lalu
3 Senyuman palsu
4 Menang tender
5 Kembali ke memori 4 tahun lalu
6 Mobil bergoyang (1)
7 Pernikahan palsu
8 Permainan yang lain
9 Siang semakin panas
10 Tersayat pisau
11 Ooops! Datang bulan!
12 Merajuk oh merajuk
13 Sidang pulang terlambat
14 Berpisah tanpa kabar
15 Menghancurkan Musuh
16 Tidak sengaja bertemu
17 SAH menikah!
18 Pertama sebagai pasutri
19 Romantisnya
20 Kepergok ibu mertua
21 Penjaga rumah
22 Mertua cawe cawe
23 Mr. & Mrs. Fredo
24 Balik ke kampung halaman
25 Kembali ke pasutri palsu
26 Ayah cerewet
27 Keponakan-Aunty
28 Perencana utama
29 Prasangka buruk
30 Awal mula
31 Alasan
32 Ipar
33 Memberi kesempatan
34 Curahan rindu tapi gagal
35 Rencana aneh lagi
36 Goes to Roma
37 Acara Roma
38 Belenggu ayah
39 Akhirnya bertemu
40 Mobil Bergoyang (2)
41 amarah karena pujian
42 Cincin nikah
43 Impas
44 Dendam kusumat!
45 Hamil barengan
46 Belum terbiasa
47 Disuruh hamil terus!!!
48 Kepekaan para suami
49 Drama Kejutan
50 Didalam atau diluar?
51 Panggilan penting
52 Sesama wanita
53 Belajar ngurus bayi
54 Suara tembakan
55 Terkena ledakan
56 Kepergok
57 Bujuk rayu mafia
58 Suami yang muntah
59 Tiba tiba datang dan pergi
60 Tinju kakak ipar asli
61 Lelah sekali
62 Manjanya suami
63 Bos mafia sadar
64 Mengaku
65 Sarapan di tepi sungai
66 Naik Motor Trail
67 Mafia oh Mafia
68 Tidak perlu khawatir
69 Wanita Misterius
70 Para Besan
71 Kakak Ipar Bisa Diandalkan
72 Diasingkan ke Pulau
73 Silent Treatment
74 Berkumpul di Pulau
75 Diakui sebagai menantu
76 Penyergapan
77 Operasi Besar
78 3 Istri dari 3 Suami mafia
79 Kejutan yang Gagal
80 Tembakan Air Biru
81 Kejutan Sebenarnya
82 Jalan Lahir Terbuka
83 Gagal Buka Puasa
84 2 Keluarga menjadi 1
Episodes

Updated 84 Episodes

1
First time
2
Beberapa jam yang lalu
3
Senyuman palsu
4
Menang tender
5
Kembali ke memori 4 tahun lalu
6
Mobil bergoyang (1)
7
Pernikahan palsu
8
Permainan yang lain
9
Siang semakin panas
10
Tersayat pisau
11
Ooops! Datang bulan!
12
Merajuk oh merajuk
13
Sidang pulang terlambat
14
Berpisah tanpa kabar
15
Menghancurkan Musuh
16
Tidak sengaja bertemu
17
SAH menikah!
18
Pertama sebagai pasutri
19
Romantisnya
20
Kepergok ibu mertua
21
Penjaga rumah
22
Mertua cawe cawe
23
Mr. & Mrs. Fredo
24
Balik ke kampung halaman
25
Kembali ke pasutri palsu
26
Ayah cerewet
27
Keponakan-Aunty
28
Perencana utama
29
Prasangka buruk
30
Awal mula
31
Alasan
32
Ipar
33
Memberi kesempatan
34
Curahan rindu tapi gagal
35
Rencana aneh lagi
36
Goes to Roma
37
Acara Roma
38
Belenggu ayah
39
Akhirnya bertemu
40
Mobil Bergoyang (2)
41
amarah karena pujian
42
Cincin nikah
43
Impas
44
Dendam kusumat!
45
Hamil barengan
46
Belum terbiasa
47
Disuruh hamil terus!!!
48
Kepekaan para suami
49
Drama Kejutan
50
Didalam atau diluar?
51
Panggilan penting
52
Sesama wanita
53
Belajar ngurus bayi
54
Suara tembakan
55
Terkena ledakan
56
Kepergok
57
Bujuk rayu mafia
58
Suami yang muntah
59
Tiba tiba datang dan pergi
60
Tinju kakak ipar asli
61
Lelah sekali
62
Manjanya suami
63
Bos mafia sadar
64
Mengaku
65
Sarapan di tepi sungai
66
Naik Motor Trail
67
Mafia oh Mafia
68
Tidak perlu khawatir
69
Wanita Misterius
70
Para Besan
71
Kakak Ipar Bisa Diandalkan
72
Diasingkan ke Pulau
73
Silent Treatment
74
Berkumpul di Pulau
75
Diakui sebagai menantu
76
Penyergapan
77
Operasi Besar
78
3 Istri dari 3 Suami mafia
79
Kejutan yang Gagal
80
Tembakan Air Biru
81
Kejutan Sebenarnya
82
Jalan Lahir Terbuka
83
Gagal Buka Puasa
84
2 Keluarga menjadi 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!