Ooops! Datang bulan!

Tepat 10 hari pengobatan, luka Ben sudah mengering dan dirinya pun bisa beraktifitas seperti semula. Karena racun pada sayatannya, ia sempat mengalami demam tinggi hingga mengigil dan berhalusinasi. Untung ada Victoria disampingnya.

Hari ini ia berencana memberikan kejutan pada sang kekasih.

Ketika senja datang, Ben menelepon Zoe.

"Hai, sayang. Kamu dimana?" sapa Ben.

"Kenapa? Aku lagi kesal sama kamu gara gara kemarin aku mau nyusul ke Brazil, gak boleh!" sahut Zoe merajuk.

"Hmmm, jauh, Zoe. Aku gak mau kamu ke Brazil karena disini panas banget, lagian aku akan pulang kok" jawab Ben memberi alasan dan berbohong karena dirinya tidak di Brazil selama ini namun di Perancis.

"Kapan? Aku gak mau kamu PhP lagi! Katanya lusa kemarin pulang, eh sampai sekarang gak datang datang" Zoe benar benar kesal dan rindu menjadi satu.

"Hmmm, yaudah jawab aja, kamu sekarang dimana? Udah pulang kerja belum?" tanya Ben lembut.

"Aku udah mau keluar kantor" jawab Zoe.

"Oke, tunggu aku di danau. 10 menit aku akan datang menemuimu" ucap Ben membuat Zoe tersenyum cerah.

"Awas aja kamu bohong!" ancam Zoe tapi hatinya berbunga bunga.

"Lihat saja nanti" balas Ben lalu mematikan panggilannya sepihak dan Zoe langsung berlari menuju mobilnya untuk meluncur ke danau yg tidak jauh dari perusahaan Caprio Wine.

Menempuh waktu 8 menit, Zoe sudah berada di danau.

Dia melihat matahari terbenam dengan indah dari tepi danau.

Tiba tiba baru saja menikmati senja, ada tangan kekar yang memeluknya dari belakang.

"Hai, Zoela sayangku" bisik seorang pria membuat wanita itu sudah tau siapa yang memeluknya.

"Hmmm, dasar pria. Datang datang langsung meluk!" omel Zoe namun dengan senyuman tipis yang tidak bisa terlihat oleh Ben.

"Iya, aku merindukanmu. Aromamu, cintamu, perhatianmu, dan tentunya.." ucap Ben terpotong karena dia membalik tubuh Zoe terlebih dahulu untuk menatapnya.

Tangannya menyentuh bibir merah muda sang kekasih.

"Rindu bibirmu ini" lanjutnya lalu Ben menundukan kepala untuk bisa menyatukan bibir tapi Zoe menahan dengan 1 jari di mulutnya.

"Hukumanmu karena membuatku menunggumu lebih lama, aku yang akan mencium mu terlebih dahulu" goda Zoe dengan senyuman smirk lalu menjauhkan jari dari mulutnya dan melahap bibir Ben terlebih dahulu membuktikan bahwa dirinya benar benar sangat merindukan kekasihnya.

Ben pun tersenyum disela sela ciuman Zoe padanya.

Tangan kekarnya pun merapatkan punggung Zoe dengan tubuhnya agar semakin dalam ciuman mereka.

Decapan bibir mereka yang basah seperti nada yang berulang bersamaan dengan langit yang menggelap.

"Aku ingin kamu" lirih Ben dengan gairah saat ciuman terlepas.

Zoe pun menatap gairah Ben dari mata biru pria itu.

"Maafkan aku, sayang. Aku masih datang bulan" sahut Zoe sambil mengelus pipi pria dihadapannya dengan lembut, seketika itu gairah Ben langsung memudar.

"Hmmm, sayang sekali. Padahal aku berharap kamu bisa mengandung bayi kita" ujar Ben membuat Zoe terkejut dengan keinginan kekasihnya.

"A..apa yang kamu bilang, Ben?" ucap Zoe terbata bata karena ternyata Ben tidak seperti yang dia pikirkan bahwa pria itu pasti masih menikmati masa muda tanpa anak, apalagi hubungan mereka juga rumit.

"Bayi. Kita sudah bermain 2 kali dengan beberapa ronde penyemburan benihku dalam rahim mu kukira, akan menjadi bayi kita" jelas Ben lagi.

Zoe jadi merasa bersalah karena meminum pil cegah hamil setelah berhubungan dengan Ben.

"Hmm, sepertinya kita tidak sepemikiran ya Zoe" lanjut Ben yang menyadari raut wajah wanita dihadapannya yg menjadi sendu.

"Aku kira kamu tidak ingin aku hamil selama hubungan keluarga kita belum membaik, apalagi saat ini aku masih menjadi istri orang" sahut Zoe.

Ben pun langsung tersenyum mendengar ucapan kekasihnya itu. Seperti diduga, Zoe memang masih berharap jika keluarganya dan keluarga Ben akan berhubungan baik suatu hari nanti, barulah memikirkan hubungan yang lebih serius termasuk membuat keluarga sendiri.

"Tapi benar juga pemikiranmu itu sayang. Aku yang salah tidak memikirkan keadaan keluarga kita saat ini. Akan tidak baik juga untuk anak kita lahir dalam persaingan keluarga. Memang kamu wanita terbaik untukku" ujar Ben lalu memeluk Zoe.

Wanita itu pun memeluk pria yang memeluknya dengan erat.

Setelah itu, Ben mengajak Zoe datang kerumahnya untuk pertama kali. Rumah yang terbuat sangat indah dan interiornya begitu minimalis dengan jendela kaca yang memperlihatkan keindahan hutan jika ada sinar matahari. Namun jika langit sudah malam, Ben memberikan penutup jendela otomatis.

"Wah bagus sekali rumahmu!" puji Zoe.

"Rumah kita nantinya" sahut Ben.

"Hmm, semoga ya. Sepertinya aku akan betah berada disini seharian bersama anak anak kita nanti" ucao Zoe lagi.

"Kamu beneran bersedia melahirkan anak untukku?" tanya Ben.

"Yaiyalah beneran, sayang. Kalau kamu gak percaya, habis datang bulan ini, ayok kita bikin anak. Coba lihat apakah berhasil atau tidak" jawab Zoe dengan frontal.

"Hahahhaa, oke. Aku terima ajakan mu itu! Awas aja kalau sekali buat gak bisa bikin kamu hamil, maka aku akan mengurungmu di ranjang sampai kamu hamil" ujar Ben sambil tersenyum smirk menggoda.

"Hahahaa, emang aku mesin bayi" sahut Zoe ikut tertawa. Begitu konyol pemikiran mereka berdua soal anak.

Mereka berdua pun melanjutkan touring keliling rumah di pinggir hutan itu.

"Kamu pasti belum makan ya Zoe? Ini aku udah siapin dinner buat kita" ucap Ben ketika berada di ruang makan yang langsung tembus pantry kitchen juga.

"Hmmm, tiba tiba aku langsung lapar lihat makanan di meja" sahut Zoe.

"Ayok kita makan" ajak Ben lalu mereka pun duduk di kursi meja berhadapan dan menikmati makan malam bersama

.

Dor!! Dor!! Dor!!

Nior dalam keadaan terdesak dengan senapan musuh.

"Si*l*n! Ben balik ke Tuscany dan meninggalkanku masalah! Dasar kakak ipar laknut!" teriak Nior disebuah bangunan kosong dan sedang membidik sasaran.

Dor!

Peluru dari senapan Nior tepat mengenai leher musuh.

"Bos! Kita terpojok!" teriak seorang pria mendekat kearah Nior.

"Hmm, kita tunggu beberapa menit lagi, pasti Marco tidak akan meninggalkanku sendiri" ucap Nior.

"Baiklah, Bos! Kita tetap menyerang!" sahut pria tadi langsung menembak kan pelurunya ke arah musuh.

Pria itu bernama Hensen, asisten Nior.

Benar kata Nior bahwa ketua Kelompok Biru akan menolongnya. 5 menit menunggu, akhirnya ada tembakan beruntun dari luar gedung.

"Benar kan apa yang aku bilang, Marco pasti datang" ucap Nior bangga.

"Kamu memang terbaik, bos!" puji Hensen.

Dor! Dor! Dor!!

Marco datang dengan menembak para musuh didepan matanya. Meskipun gedung dalam kondisi gelap tapi kelompok biru yang baru datang memakai kacamata khusus yang dapat melihat tanda anggotanya dalam kegelapan.

Dengan kacamata itu, pasukan kelompok biru tidak akan salah sasaran kecuali memang sengaja berkhianat menembak rekan sendiri.

Hanya perlu waktu 10 menit, Marco dan pasukannya berhasil menyelamatkan Nior serta anak buah yang lainnya. Ternyata transaksi malam ini adalah perangkap dari kelompok hitam.

"Terima kasih, Marco. Anda selalu datang di waktu yang tepat" puji Noir lega dan tersenyum lebar.

"Kamu sudah bekerja keras, Nior. Maafkan aku yang tidak peka dengan transaksi ini jika hanya jebakan" ucap Marco, seorang pria dewasa yang mungkin berumur 45 tahun dan sangat profesional di dunia mafia.

"It's okay, selama anda menyelamatkan kami, itu bukan masalah" ucap Nior.

Marco pun menepuk pundak anak buahnya yang juga memiliki posisi kepercayaan seperti Ben.

"Baiklah, mari kita bereskan semua mayat yang ada digedung ini sebelum polisi datang" perintah Marco kepada semua anak buahnya.

Namun tanpa diduga, ada satu musuh yang masih bisa membidik Marco dengan posisi terlentang namun ketika akan melepaskan pelatuk senapannya, Nior melihat dan melindungi ketua kelompoknya itu.

"Awas!" teriak Nior sambil melindungi Marco dengan tubuhnya. Hensen yang berada disamping Nior langsung menembak kan beberapa pelurunya kearah musuh yang sungguh berani menyerang bosnya.

Dor! Dor! Dor!

Tiga peluru yang berhasil membuat musuh itu tak bernyawa lagi.

Marco dan Nior sama sama jatuh ke tanah.

Sang ketua tidak terkena peluru namun anggota kepercayaannya itu yang terkena di lengan.

"Kamu gapapa, Junior?" tanya Marco melihat lengan Nior berdarah.

"Hahaa, gapapa. Sudah biasa" jawab Nior dengan tertawa tapi menahan sakit.

"Cepat, bantu Junior berdiri dan membawanya ke klinik kita!" perintah Marco.

"Siap, Bos!" sahut para anak buahnya yang mendengar perintah tersebut.

Nior pun dibantu berdiri oleh Hensen dan satu rekan lainnya.

Marco begitu murka, namun ia tahan dan menyelamatkan Nior terlebih dahulu. Mereka pun pergi dari gedung kosong bersama tubuh musuh atau anak buah kelompok biru yang sudah tidak bernyawa.

Episodes
1 First time
2 Beberapa jam yang lalu
3 Senyuman palsu
4 Menang tender
5 Kembali ke memori 4 tahun lalu
6 Mobil bergoyang (1)
7 Pernikahan palsu
8 Permainan yang lain
9 Siang semakin panas
10 Tersayat pisau
11 Ooops! Datang bulan!
12 Merajuk oh merajuk
13 Sidang pulang terlambat
14 Berpisah tanpa kabar
15 Menghancurkan Musuh
16 Tidak sengaja bertemu
17 SAH menikah!
18 Pertama sebagai pasutri
19 Romantisnya
20 Kepergok ibu mertua
21 Penjaga rumah
22 Mertua cawe cawe
23 Mr. & Mrs. Fredo
24 Balik ke kampung halaman
25 Kembali ke pasutri palsu
26 Ayah cerewet
27 Keponakan-Aunty
28 Perencana utama
29 Prasangka buruk
30 Awal mula
31 Alasan
32 Ipar
33 Memberi kesempatan
34 Curahan rindu tapi gagal
35 Rencana aneh lagi
36 Goes to Roma
37 Acara Roma
38 Belenggu ayah
39 Akhirnya bertemu
40 Mobil Bergoyang (2)
41 amarah karena pujian
42 Cincin nikah
43 Impas
44 Dendam kusumat!
45 Hamil barengan
46 Belum terbiasa
47 Disuruh hamil terus!!!
48 Kepekaan para suami
49 Drama Kejutan
50 Didalam atau diluar?
51 Panggilan penting
52 Sesama wanita
53 Belajar ngurus bayi
54 Suara tembakan
55 Terkena ledakan
56 Kepergok
57 Bujuk rayu mafia
58 Suami yang muntah
59 Tiba tiba datang dan pergi
60 Tinju kakak ipar asli
61 Lelah sekali
62 Manjanya suami
63 Bos mafia sadar
64 Mengaku
65 Sarapan di tepi sungai
66 Naik Motor Trail
67 Mafia oh Mafia
68 Tidak perlu khawatir
69 Wanita Misterius
70 Para Besan
71 Kakak Ipar Bisa Diandalkan
72 Diasingkan ke Pulau
73 Silent Treatment
74 Berkumpul di Pulau
75 Diakui sebagai menantu
76 Penyergapan
77 Operasi Besar
78 3 Istri dari 3 Suami mafia
79 Kejutan yang Gagal
80 Tembakan Air Biru
81 Kejutan Sebenarnya
82 Jalan Lahir Terbuka
83 Gagal Buka Puasa
84 2 Keluarga menjadi 1
Episodes

Updated 84 Episodes

1
First time
2
Beberapa jam yang lalu
3
Senyuman palsu
4
Menang tender
5
Kembali ke memori 4 tahun lalu
6
Mobil bergoyang (1)
7
Pernikahan palsu
8
Permainan yang lain
9
Siang semakin panas
10
Tersayat pisau
11
Ooops! Datang bulan!
12
Merajuk oh merajuk
13
Sidang pulang terlambat
14
Berpisah tanpa kabar
15
Menghancurkan Musuh
16
Tidak sengaja bertemu
17
SAH menikah!
18
Pertama sebagai pasutri
19
Romantisnya
20
Kepergok ibu mertua
21
Penjaga rumah
22
Mertua cawe cawe
23
Mr. & Mrs. Fredo
24
Balik ke kampung halaman
25
Kembali ke pasutri palsu
26
Ayah cerewet
27
Keponakan-Aunty
28
Perencana utama
29
Prasangka buruk
30
Awal mula
31
Alasan
32
Ipar
33
Memberi kesempatan
34
Curahan rindu tapi gagal
35
Rencana aneh lagi
36
Goes to Roma
37
Acara Roma
38
Belenggu ayah
39
Akhirnya bertemu
40
Mobil Bergoyang (2)
41
amarah karena pujian
42
Cincin nikah
43
Impas
44
Dendam kusumat!
45
Hamil barengan
46
Belum terbiasa
47
Disuruh hamil terus!!!
48
Kepekaan para suami
49
Drama Kejutan
50
Didalam atau diluar?
51
Panggilan penting
52
Sesama wanita
53
Belajar ngurus bayi
54
Suara tembakan
55
Terkena ledakan
56
Kepergok
57
Bujuk rayu mafia
58
Suami yang muntah
59
Tiba tiba datang dan pergi
60
Tinju kakak ipar asli
61
Lelah sekali
62
Manjanya suami
63
Bos mafia sadar
64
Mengaku
65
Sarapan di tepi sungai
66
Naik Motor Trail
67
Mafia oh Mafia
68
Tidak perlu khawatir
69
Wanita Misterius
70
Para Besan
71
Kakak Ipar Bisa Diandalkan
72
Diasingkan ke Pulau
73
Silent Treatment
74
Berkumpul di Pulau
75
Diakui sebagai menantu
76
Penyergapan
77
Operasi Besar
78
3 Istri dari 3 Suami mafia
79
Kejutan yang Gagal
80
Tembakan Air Biru
81
Kejutan Sebenarnya
82
Jalan Lahir Terbuka
83
Gagal Buka Puasa
84
2 Keluarga menjadi 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!