Kembali ke memori 4 tahun lalu

Sebulan kemudian, sejak kejadian di Roma itu, Zoe benar benar menikah dengan Nior.

Keluarga Caprio mengadakan pesta besar besaran untuk merayakan pernikahan putrinya di malam hari. Fredo Wine Mantu menjadi judul acara pasar malam di Firenze, Tuscany.

Zoe dan Nior berada di tengah tengah kerumunan tamu para orang tuanya. Banyak pembisnis dari Eropa yang datang. Namun, yang pasti keluarga Fredo tidak diundang meskipun berada dalam satu wilayah.

"Aku mau ke kamar mandi dulu" pamit Zoe kepada Nior yang sedang asyik menyambut tamu bisnisnya.

Lio dan Vektur, ayah dari Nior, juga sedang sibuk menjalin relasi dengan bisnis lainnya. Bagi seorang pembisnis, pernikahan bisnis diantara anak sudah biasa.

Zoe dengan gaun putih cantiknya, berjalan menuju ke Mansionnya untuk ke kamar mandi.

Namun tiba tiba, tangannya ditarik oleh seseorang saat dirinya hampir saja masuk mansion.

"Aaaakh..." teriak Zoe yang terkejut namun mulutnya segera ditutup oleh tangan kekar seorang pria.

"Hust! Jangan berteriak, Zoe" lirih suara pria yang sangat wanita itu kenali.

Setelah tenang, tangan kekar itu turun dan membiarkan Zoe melihatnya,

"Ben" lirih Zoe.

"Yes, this is me" ucap Ben dengan senyuman manis.

Zoe langsung melirik kanan dan kiri, takut keberadaan Ben diketahui oleh ayahnya.

"Kamu mau mati hah? Kenapa kesini?" tanya Zoe panik sambil menarik Ben lebih ke tempat gelap disamping Mansion.

"Aku tidak terima kamu menikah dengan pria lain" jawab Ben dengan serius.

"Ben, aku sebenarnya tidak mau menikah dengan pria ini, namun ayahku menjodohkanku jika tidak mau, aku tidak boleh pulang ke Tuscany dan tidak bertemu denganmu lagi" sahut Zoe sambil memegang pipi Ben.

"Kita kabur. Aku akan membawamu pergi dari sini dan kita hidup bersama" ajak Ben dan Zoe langsung menggelengkan kepalanya.

"Tidak bisa, Ben. Ayahku akan murka dan ayahmu pasti juga melakukan hal yang sama" sahut Zoe.

"Tapi aku ada rencana lebih baik" lanjutnya dengan senyuman tipis.

"Apa?" tanya Ben penasaran.

Belum saja menjawab, nama Zoe sudah dipanggil panggil seseorang yaitu ayahnya.

"Zoe!" panggil Lio ketika masuk ke mansion.

Ben langsung memeluk Zoe dalam kegelapan.

"Zoe! Kemana anak itu?" panggil Lio lagi.

Setelah tidak terdengar panggilan ayahnya, Zoe pun melepaskan pelukan Ben.

"Nanti malam, tunggu aku di danau dekat perbatasan wilayah Fredo dan Caprio" ucap Zoe.

"Aku akan menunggumu" sahut Ben lalu pria itu langsung mengecup bibir Zoe tanpa izin.

"Aku menunggumu" ucapnya lagi dan langsung berlari menjauh dari wanita itu.

"Tunggu aku, Ben" lirih Zoe lalu ia masuk mansion dan melanjutkan niatnya untuk buang air kecil yang sempat tertahan karena bertemu Ben.

Tak lama kemudian, Zoe kembali ke samping suaminya dan mengikuti acara pembisnis disana.

.

Acara selesai pukul 1 dini hari yang ditutup oleh kembang api yang indah di langit. Zoe dan Nior sudah berada di kamar pengantin di mansion Caprio.

Namun, baru saja masuk, Zoe langsung berganti baju dress biasa yang bisa dia buat lari.

"Nior, kita melakukan sesuai perjanjian pernikahan bahwa aku dan kamu bisa melakukan hidup masing masing tanpa mencampuri. Jadi, kita rekan bisnis yang saling support ya" ucap Zoe dengan buru buru sebelum keluar kamar mereka melalui jendela. Untung saja kamar Zoe memang dilantai 1.

"Yap. Aku juga akan melakukan apa yang aku rencanakan disini. Memburu seseorang" sahut Nior lalu Zoe tersenyum padanya dan segera keluar jendela.

Pasangan suami istri yang baru sah beberapa jam lalu, sudah berpisah dengan rencana masing - masing.

Nior melihat jam tangannya sudah jam 1 lebih dan memikirkan seseorang.

"Wanita ku, tunggu aku, Victoria!" lirihnya dengan senyuman membayangkan wajah cantik wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta pandangan pertama, tidak peduli siapa wanita itu meskipun akhirnya dia tau darimana wanita itu berasal.

.

Setelah menunggu 30 menit dipinggir danau, tiba tiba ada yang memeluk Ben dari belakang.

"Sepertinya, aku sudah jatuh cinta dengan musuh dan pesaingku" lirih wanita yang memeluk Ben, siapa lagi kalau bukan Zoe.

"Zoe!" seru Ben sangat senang akhirnya wanita yang ia cintai datang juga, lalu ia membalik tubuhnya menghadap wanita itu.

"Seharusnya aku yang menyatakan perasaanku padamu pertama kali, karena aku sungguh tak bisa menahan diriku lagi untuk bertemu denganmu. Maafkan aku jika aku baru datang di malam pernikahanmu, karena aku..." ucapan Ben terpotong karena jari manis Zoe berada di bibirnya.

"Aku tau, aku tau seminggu ini kamu sedang berada di luar negeri untuk bisnis. Aku tidak menyalahkanmu" ucap Zoe.

Ben pun tersenyum jika wanita yang ia cintai ini ternyata mengetahui dan mengerti dirinya.

Tiba tiba, Ben berlutut dihadapan Zoe dan mengeluarkan cincin.

"Zoela Caprio, izinkan aku mencintaimu dengan sepenuh hati dan hidupku. Berikan aku kesempatan untuk membahagiakanmu, aku rela hidup hanya untuk mencintaimu. Rintangan akan aku lalui untuk bersamamu" ucap Ben sambil memperlihatkan cincin indah di kotak perhiasan.

"Ben!" panggil Zoe dengan mata berkaca kaca karena tidak menyangka pria yang terkenal kaku dan dingin itu tiba tiba melamarnya di hari pertama ia menikah dengan pria lainnya.

"Aku sudah menunggu 4 tahun dan menyadari bahwa selama kita bermusuhan, aku sudah mencintaimu. Kali ini, aku tidak membiarkan kebencian ayah kita menghalangi cintaku padamu" ucap Ben lagi membuat Zoe tidak sabar memasangkan cincin di jari manisnya yang masih kosong.

"Pasang kan cincinnya!" minta Zoe kepada Ben.

Pria itu pun langsung memasangkan cincinnya ke jari manis wanita yang ia cintai itu.

"Terima kasih, Ben. Kamu sudah bersedia mencintaiku" ucap Zoe bahagia.

"Aku juga berterima kasih karena kamu mau menerima cintaku meskipun aku terlambat untuk memperjuangankannya" sahut Ben.

Lalu entah siapa yang memulai, bibir mereka sudah saling menempel dan mel-u-mat, memainkan lidah hingga suara decapan terdengar diantara mereka.

Setelah nafas mereka hampir habis, ciuman terlepas dan mereka saling tatap dengan hasrat dan gairah.

"Ikut aku!" ajak Ben lalu mengenggam tangan Zoe untuk berlari bersamanya menuju ke suatu tempat.

Ternyata, Ben mengajak Zoe menuju mobil dimana 4 tahun lalu mereka hampir saja menyatu disana karena mabuk setelah berpesta malam tahun baru.

"Ini..." ucap Zoe langsung dijawab oleh Ben.

"Yah, ini mobil ku yang aku gunakan ketika pesta tahun baru 4 tahun lalu dan menjadi tempat kita pertama kali bersama" sahut Ben.

"Kita akan melanjutkan permainan truth and dare waktu itu, kamu mau?" tanyanya dan Zoe mengangguk mengiyakan.

Lalu mereka masuk ke mobil itu. Mobil yang masih terawat karena Ben masih menjaganya, meskipun 4 tahun lalu Prezo sempat menghancurkan mobilnya tapi sudah ia benarkan dan perbaiki.

Ben memposisikan dirinya di kursi pengemudi dan Zoe duduk dipangkuannya. Ini adalah posisi dimana mereka kepergok oleh ayah ayah mereka.

Tiba tiba Ben tertawa.

"Hahhahaa, aku sungguh bodoh kenapa 4 tahun lalu pintu mobilnya gak aku kunci" ucapnya.

"Karena kamu masih cupu!" ejek Zoe membuat Ben semakin gemas kepada wanita diatasnya ini.

"Kamu yaaa, berani banget bilang aku cupu! Emang cewek cengeng!" balas Ben mengejek, membuat Zoe tersenyum smirk.

"Kayaknya memang cocok cowok cupu sama cewek nangisan, kayak kita" sahut Zoe lalu Ben karena sudah tidak tahan digoda wajah cantik wanitanya, ia langsung melahap bibir Zoe kembali dan menarik tengkuk wanita itu.

Tangan Zoe pun refleks melingkar ke leher Ben dan mereka saling berciuman penuh gairah.

Mengulangi bayangan panas 4 tahun lalu yang tertunda, memang imajinasi mereka berdua sejak saat itu.

Episodes
1 First time
2 Beberapa jam yang lalu
3 Senyuman palsu
4 Menang tender
5 Kembali ke memori 4 tahun lalu
6 Mobil bergoyang (1)
7 Pernikahan palsu
8 Permainan yang lain
9 Siang semakin panas
10 Tersayat pisau
11 Ooops! Datang bulan!
12 Merajuk oh merajuk
13 Sidang pulang terlambat
14 Berpisah tanpa kabar
15 Menghancurkan Musuh
16 Tidak sengaja bertemu
17 SAH menikah!
18 Pertama sebagai pasutri
19 Romantisnya
20 Kepergok ibu mertua
21 Penjaga rumah
22 Mertua cawe cawe
23 Mr. & Mrs. Fredo
24 Balik ke kampung halaman
25 Kembali ke pasutri palsu
26 Ayah cerewet
27 Keponakan-Aunty
28 Perencana utama
29 Prasangka buruk
30 Awal mula
31 Alasan
32 Ipar
33 Memberi kesempatan
34 Curahan rindu tapi gagal
35 Rencana aneh lagi
36 Goes to Roma
37 Acara Roma
38 Belenggu ayah
39 Akhirnya bertemu
40 Mobil Bergoyang (2)
41 amarah karena pujian
42 Cincin nikah
43 Impas
44 Dendam kusumat!
45 Hamil barengan
46 Belum terbiasa
47 Disuruh hamil terus!!!
48 Kepekaan para suami
49 Drama Kejutan
50 Didalam atau diluar?
51 Panggilan penting
52 Sesama wanita
53 Belajar ngurus bayi
54 Suara tembakan
55 Terkena ledakan
56 Kepergok
57 Bujuk rayu mafia
58 Suami yang muntah
59 Tiba tiba datang dan pergi
60 Tinju kakak ipar asli
61 Lelah sekali
62 Manjanya suami
63 Bos mafia sadar
64 Mengaku
65 Sarapan di tepi sungai
66 Naik Motor Trail
67 Mafia oh Mafia
68 Tidak perlu khawatir
69 Wanita Misterius
70 Para Besan
71 Kakak Ipar Bisa Diandalkan
72 Diasingkan ke Pulau
73 Silent Treatment
74 Berkumpul di Pulau
75 Diakui sebagai menantu
76 Penyergapan
77 Operasi Besar
78 3 Istri dari 3 Suami mafia
79 Kejutan yang Gagal
80 Tembakan Air Biru
81 Kejutan Sebenarnya
82 Jalan Lahir Terbuka
83 Gagal Buka Puasa
84 2 Keluarga menjadi 1
Episodes

Updated 84 Episodes

1
First time
2
Beberapa jam yang lalu
3
Senyuman palsu
4
Menang tender
5
Kembali ke memori 4 tahun lalu
6
Mobil bergoyang (1)
7
Pernikahan palsu
8
Permainan yang lain
9
Siang semakin panas
10
Tersayat pisau
11
Ooops! Datang bulan!
12
Merajuk oh merajuk
13
Sidang pulang terlambat
14
Berpisah tanpa kabar
15
Menghancurkan Musuh
16
Tidak sengaja bertemu
17
SAH menikah!
18
Pertama sebagai pasutri
19
Romantisnya
20
Kepergok ibu mertua
21
Penjaga rumah
22
Mertua cawe cawe
23
Mr. & Mrs. Fredo
24
Balik ke kampung halaman
25
Kembali ke pasutri palsu
26
Ayah cerewet
27
Keponakan-Aunty
28
Perencana utama
29
Prasangka buruk
30
Awal mula
31
Alasan
32
Ipar
33
Memberi kesempatan
34
Curahan rindu tapi gagal
35
Rencana aneh lagi
36
Goes to Roma
37
Acara Roma
38
Belenggu ayah
39
Akhirnya bertemu
40
Mobil Bergoyang (2)
41
amarah karena pujian
42
Cincin nikah
43
Impas
44
Dendam kusumat!
45
Hamil barengan
46
Belum terbiasa
47
Disuruh hamil terus!!!
48
Kepekaan para suami
49
Drama Kejutan
50
Didalam atau diluar?
51
Panggilan penting
52
Sesama wanita
53
Belajar ngurus bayi
54
Suara tembakan
55
Terkena ledakan
56
Kepergok
57
Bujuk rayu mafia
58
Suami yang muntah
59
Tiba tiba datang dan pergi
60
Tinju kakak ipar asli
61
Lelah sekali
62
Manjanya suami
63
Bos mafia sadar
64
Mengaku
65
Sarapan di tepi sungai
66
Naik Motor Trail
67
Mafia oh Mafia
68
Tidak perlu khawatir
69
Wanita Misterius
70
Para Besan
71
Kakak Ipar Bisa Diandalkan
72
Diasingkan ke Pulau
73
Silent Treatment
74
Berkumpul di Pulau
75
Diakui sebagai menantu
76
Penyergapan
77
Operasi Besar
78
3 Istri dari 3 Suami mafia
79
Kejutan yang Gagal
80
Tembakan Air Biru
81
Kejutan Sebenarnya
82
Jalan Lahir Terbuka
83
Gagal Buka Puasa
84
2 Keluarga menjadi 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!