Senyuman palsu

Setelah malam panas Ben dan Zoe yang bergairah tapi diakhiri dengan perpisahan, mereka pun keluar untuk checkout tanpa sengaja bertemu di lift.

Berduan didalam lift dengan canggung, membuat mereka tak saling menyapa atau berbicara.

Ting. Pintu lift terbuka di lantai 1 dimana lobby berada.

"Selamat pagi, Bos" sapa seorang pria muda mungkin berusia 25 tahunan menghampiri Ben.

"Pagi, Xio. Berikan kunci mobil yang kamu ambil semalam kepada wanita ini lalu urus check out kamar hotelku. Kalau sudah beres semua susul aku ke mobil" sahut Ben.

"Baik, Bos" ucap Xio lalu ia mengambil kunci di sakunya dan memberikannya kepada wanita di belakang sang bos.

"Ini Nyonya, kunci mobil anda" lanjutnya sambil menyerahkan kunci kepada Zoe.

"Terima kasih" sahut Zoe lembut.

Ternyata Ben sudah berjalan cepat keluar lobby dan masuk ke mobilnya.

Zoe hanya melihat punggung Ben dan rasanya begitu sakit di hati.

"Aku jatuh cinta dengan pria yang salah" batinnya.

Xio mengurus apa yang diperintahkan Ben lalu setelah selesai langsung masuk ke mobil bosnya itu.

"Sudah selesai, Bos" lapor Xio.

"Baik, segera ke bandara. Aku ada rapat di Tuscany" perintah Ben dingin.

"Baik, Bos" sahut Xio yang dapaf menilai jika mood bosnya sedang tidak baik.

"Kalau emosi bos begini, pasti sampai Tuscany langsung berburu" batin Xio sang asisten yang selalu menemani Ben kemanapun jika ada tugas keluar negeri atau kota, kecuali memang Ben ingin sendiri.

Ketika sudah sampai bandara, Ben menghubungi Arthur untuk membahas tender wine di Roma.

"Selamat pagi, Tuan Arthur" sapa Ben ramah.

"Pagi, Tuan Ben. Ada yang bisa saya bantu?" sahut Arthur.

"Untuk tender ulang tahun Pemerintahan Roma, sebaiknya anda memilih Caprio Wine saja karena ternyata stock kami di gudang menipis" bohong Ben.

"Wah sayang sekali, padahal saya pribadi sangat suka wine anda dan mungkin sebagian besar orang orang di forum rapat internal kami besok sependapat dengan saya" ujar Arthur.

"Saya senang jika Tuan Arthur menyukai wine Fredo, saya minta maaf belum bisa bergabung dengan tender kali ini. Mungkin jika anda mengadakan acara lagi bisa menghubungi saya untuk kerjasama selanjutnya" ucap Ben.

"Baik, masih banyak kesempatan bekerja sama dengan anda, Tuan Ben. Saya sangat menunggu moment itu" sahut Arthur.

"Saya juga akan menunggu kesempatan itu, Tuan Arthur" ucap Ben.

Setelah itu panggilan pun dihentikan dengan percakapan penutup.

Xio mendengarkan pembicaraan Ben merasa heran, kenapa bosnya bisa beralasan stock wine habis digudang padahal setiap hari perusahaannya memproduksi 1000 botol wine.

Tapi karena ia tau mood Ben tidak baik, maka rasa penasarannya ia simpan dulu.

Ben dan Xio pun kembali menggunakan jet pribadi yang mampu membawa mobil sport yang mereka kendarau tadi.

.

Di pesawat lainnya, Zoe juga sedang melalui perjalanan menuju Tuscany menggunakan kelas eksekutif. Hatinya terasa kosong melihat Ben sedingin itu padanya.

"Aku benar benar bodoh! Bermain perasaan dengan Ben Jamin Fredo!" batinnya.

Namun tiba tiba teringat, pergaulan panas mereka hingga sensasi hangat di rahimnya ia rasakan lagi. Tak lama kemudian Zoe sadar jika tadi malam Ben tidak memakai pengaman dan menyemburkan benih pada rahimnya.

"Astaga! Bagaimana jika aku hamil anak Ben? Ayah bisa membunuhku dan menghancurkan keluarga Fredo sekaligus!" batinya menjadi panik.

"Hmm, sampai di Tuscany aku harus segera membeli obat pencegah kehamilan" lanjutnya dalam hati.

Satu jam setengah perjalanan Zoe di udara, akhirnya sampai juga di provinsi kelahirannya tepat di Firenze , bagian wilayah Tuscany (Italia bagian Barat-Tengah).

"Aaaah, akhirnya pulang juga setelah 4 tahun diasingkan ayah!" seru Zoe bahagia.

Tapi rasa bahagianya langsung memudar ketika mengingat bahwa dirinya harus segera ke apotik untuk membeli pencegah kehamilan.

"Aku harus segera ke apotik!" lanjutnya sambil berjalan keluar bandara.

Untung saja, di luar bandara ia ingat ada apotik besar karena bersebelahan dengan rumah sakit.

Zoe langsung masuk apotik dan meminta obat pencegah kehamilan kepada apoteker yang berjaga.

Ia mendapatkan 1 strip isi 10 pil. Sekalian ia membeli mineral.

Langsung saat itu juga Zoe meminum satu pil tersebut.

"Ah, leganya!" ucao Zoe kembali ceria meskipun entah kenapa ada bagian hatinya yg kecewa pada dirinya sendiri.

Tanpa sadar, ia menyentuh perutnya.

"Maafkan aku" lirihnya entah pada siapa, belum tentu juga penyemburan tadi malam dari Ben menghasilkan bayi juga kan, namun tetap saja Zoe merasa bersalah.

Beberapa menit menenangkan diri, tiba tiba ponselnya berbunyi dan nama sang ayah yang tertera memanggil.

"Haloo, putri ayah. Kamu dimana? Ayah dan ibu sudah menjemputmu di bandara" sapa Lio.

"Mati aku! Jangan sampai ayah tau aku dari apotik! Pasti diwawancarai nanti!" batin Zoe, lalu ia bergegas menjawab "Hai ayahku sayang, aku masih di kamar mandi. Tunggu aku ya, aku akan menghampiri ayah dan ibu" sahut Zoe.

"Baiklah, ayah dan ibu tunggu di Restauran Lezato. Ayo kita makan bersama" ajak Lio.

"Ayah tau aja aku belum makan. Oke, aku akan kesana setelah ini" ucap Zoe.

Lalu panggilan selesai.

"Huft. Untung aja ayah inisiatif ngajak makan" lirihnya lalu dengan buru buru di berjalan menuju restauran Lezato yang dekat dengan pintu kedatangan penumpang.

Zoe dapat melihat orang tuanya di restauran yang dituju namun ada 1 orang lagi yang tidak ia kenali.

"Ayah dan ibu sama siapa?" tanyanya pada diri sendiri.

"Biarin lah, aku udah kangen sama ayah dan ibu!" lanjutnya.

"Ayah! Ibu!" seru Zoe saat berlari menghampiri orang tuanya.

"Yaampun, putri kecilku. Ibu merindukanmu sayaang!" ucap Violet, sang ibu sambil memeluk erat Zoe.

"Aku juga sangat sangat merindukan ibu" sahut Zoe sambil membalas pelukan erat wanita yang telah melahirkannya itu.

"Eheem eheeem, ayah dilupain!" kode Lio karena istri dan putrinya seolah olah melupakan kehadirannya.

Violet pun melepaskan pelukannya dan membiarkan Zoe memeluk sang ayah.

"Aku juga rindu ayah" ucap Zoe.

"Ayah sangat merindukan tuan putri yang sekarang sudah jadi aunty" sahut Lio sambil mendekap putrinya.

Setelah beberapa saat berpelukan, Lio akhirnya melepaskan pelukannya pada Zoe dan menatap pria yang dari tadi melihat pertemuan orang tua dan putrinya.

"Oh ya, perkenalkan, dia adalah Junior Vaile, pria yang ayah jodohkan denganmu. Kejutan" ungkap Lio membuat Zoe yang tadinya senang langsung berekspresi dingin padahal pria yang dihadapannya saat ini adalah pewaris keluarga Vaile di paris, pemilik perusahaan migas terbesar disana.

"Hi, perkenalkan aku Junior, panggil Nior saja" pria berambut hitam lekat itu membuka suara terlebih dahulu sambil mengulurkan tangan kearah Zoe.

Karena tidak segera menerima uluran tangan Nior, lengan Zoe disenggol oleh sang ayah. Mau tidak mau akhirnya Zoe menerima jabatan tangan dengan pria yang dijodohkan dengannya.

"Kamu sudah kenal aku, jadi aku tidak perlu memperkenalkan diri, bukan?" ucap Zoe dengan sinis.

"Ih, Zoe! Nior sangat baik, kamu juga harus bersikap baik sama calon suamimu" tegur Lio.

"Tidak apa apa, Tuan Lio. Saya mengerti, mungkin saja Zoe masih membutuhkan waktu untuk menerima pernikahan ini" sahut Junior bijaksana.

Lio pun menghembuskan nafas kasar melihat tingkah putrinya yang kurang dewasa.

Violet melihat suasana menjadi canggung langsung mencairkan suasana kembali.

"Yaudah kenalannya udah selesai, mari kita makan" ajak Violet karena makanan sudah tersedia di meja.

Akhirnya mereka berempat makan tanpa ada yang memulai berbicara dan hanya menikmati makan siang.

.

Sesampainya Ben di Firenze, kampung halaman yang sama dengan Zoe, ia langsung menuju hutan untuk berburu. Benar dugaan Xio bahwa tuannya itu sedang tidak baik baik saja perasaannya.

"Aku harus mendapatkan rusa, hari ini! Jika tidak, aku tidak akan pulang!" ucapnya kepada sang asisten.

"Baik, Bos. Aku akan menemanimu" sahut Xio.

"Alamak! Bisa bisa aku tidak tidur malam ini" batinnya.

Ben menyalurkan kekesalannya kepada Zoe melalui tembakan yang ia bawa. Bunyi senapan membuat perasaannya berangsur angsur membaik.

Hingga sore menjelang, rusa belum ia dapatkan.

"Bos, hari sudah senja, apakah anda tidak beristirahat dulu?" ajak Xio karena dirinya punya kelaparan dan lelah.

"Aku tadi bilang, sebelum mendapatkan rusa, aku tidak akan pulang!" sahut Ben dingin membuat Xio menghela nafas panjang.

"Jika kamu ingin pulang duluan silahkan, tapi jangan salahkan aku kalau gaji bulan ini aku potong 25%" ancam Ben membuat Xio langsung semangat lagi.

"Hahaha, tidak bos. Aku akan setia menemanimu sampai kapanpun" sahut Xio.

Tak lama kemudian, Ben melihat ada rusa dihadapannya. Matanya yang tajam terfokuskan membidik binatang itu. Xio ikutan tegang karena satu tembakan nanti akan menentukan mereka akan pulang atau tidak.

One..two...three...

Dooor!!

Suara tembakan terdengar nyaring mengeluarkan peluru yang berhasil menembus perut rusa.

"Yeaaay!!!" seru Xio yang sangat senang akhirnya si Bos mendapatkan rusa.

"Bawa rusa itu pulang" perintah Ben.

Xio pun membawa rusa yang sudah tak bernyawa itu menggunakan troli yang memang dari awal ia bawa.

Sesampainya di rumah, Ben langsung masuk ke kamar untuk mandi. Sedangkan Xio pergi membawa rusa itu menggunakan mobil menuju rumah utama keluarga Fredo.

Yap, Ben tinggal sendiri sejak menjadi direktur perusahaan keluarganya. Ia memilih membangun rumah di tepi hutan agar mudah untuk melakukan hobinya berburu.

.

Setelah makan siang, Zoe pulang bersama ayah ibu dan calon suaminya. Suasana mobil sangat canggung dan dingin.

Hingga mereka sampai ke rumah utama keluarga Caprio.

Zoe pamit untuk langsung ke kamarnya dan membersihkan diri.

Lio dan Violet merasa tidak enak dengan sikap putri mereka kepada Nior.

"Maafkan dia, ya Nior. Dia mungkin terlalu lelah" ucap Violet.

"Tidak apa apa, Nyonya. Saya dapat maklumi Zoe karena baru saja melalui perjalanan jauh dan tekanan tender" sahut Nior ramah.

"Kami sangat beruntung mendapatkan menantu sebaik kamu" puji Lio.

"Ah, Tuan dan Nyonya Caprio terlalu memuji" sahut Nior merendah.

"Yasudah, kamu bisa kembali hotel dulu. Nanti malam akan kami jemput lagi untuk dinner ya" ucap Lio.

"Baik, Tuan" sahut Nior menurut lalu ia pun keluar rumah utama Caprio.

Senyuman yang dari tadi ia tunjukkan kepada Lio, Violet, dan Zoe tiba tiba menghilang dan berganti senyuman smirk.

"Siapa juga yang mau nikah sama wanita angkuh itu, pede amat. Kalau aku gak diancam papi buat nikahi dia, mana mau aku sama Zoe Caprio yang sangat mengesalkan itu. Ayahnya juga sangat penjilat dan perayu" batin Nior ketika masuk ke mobilnya.

Episodes
1 First time
2 Beberapa jam yang lalu
3 Senyuman palsu
4 Menang tender
5 Kembali ke memori 4 tahun lalu
6 Mobil bergoyang (1)
7 Pernikahan palsu
8 Permainan yang lain
9 Siang semakin panas
10 Tersayat pisau
11 Ooops! Datang bulan!
12 Merajuk oh merajuk
13 Sidang pulang terlambat
14 Berpisah tanpa kabar
15 Menghancurkan Musuh
16 Tidak sengaja bertemu
17 SAH menikah!
18 Pertama sebagai pasutri
19 Romantisnya
20 Kepergok ibu mertua
21 Penjaga rumah
22 Mertua cawe cawe
23 Mr. & Mrs. Fredo
24 Balik ke kampung halaman
25 Kembali ke pasutri palsu
26 Ayah cerewet
27 Keponakan-Aunty
28 Perencana utama
29 Prasangka buruk
30 Awal mula
31 Alasan
32 Ipar
33 Memberi kesempatan
34 Curahan rindu tapi gagal
35 Rencana aneh lagi
36 Goes to Roma
37 Acara Roma
38 Belenggu ayah
39 Akhirnya bertemu
40 Mobil Bergoyang (2)
41 amarah karena pujian
42 Cincin nikah
43 Impas
44 Dendam kusumat!
45 Hamil barengan
46 Belum terbiasa
47 Disuruh hamil terus!!!
48 Kepekaan para suami
49 Drama Kejutan
50 Didalam atau diluar?
51 Panggilan penting
52 Sesama wanita
53 Belajar ngurus bayi
54 Suara tembakan
55 Terkena ledakan
56 Kepergok
57 Bujuk rayu mafia
58 Suami yang muntah
59 Tiba tiba datang dan pergi
60 Tinju kakak ipar asli
61 Lelah sekali
62 Manjanya suami
63 Bos mafia sadar
64 Mengaku
65 Sarapan di tepi sungai
66 Naik Motor Trail
67 Mafia oh Mafia
68 Tidak perlu khawatir
69 Wanita Misterius
70 Para Besan
71 Kakak Ipar Bisa Diandalkan
72 Diasingkan ke Pulau
73 Silent Treatment
74 Berkumpul di Pulau
75 Diakui sebagai menantu
76 Penyergapan
77 Operasi Besar
78 3 Istri dari 3 Suami mafia
79 Kejutan yang Gagal
80 Tembakan Air Biru
81 Kejutan Sebenarnya
82 Jalan Lahir Terbuka
83 Gagal Buka Puasa
84 2 Keluarga menjadi 1
Episodes

Updated 84 Episodes

1
First time
2
Beberapa jam yang lalu
3
Senyuman palsu
4
Menang tender
5
Kembali ke memori 4 tahun lalu
6
Mobil bergoyang (1)
7
Pernikahan palsu
8
Permainan yang lain
9
Siang semakin panas
10
Tersayat pisau
11
Ooops! Datang bulan!
12
Merajuk oh merajuk
13
Sidang pulang terlambat
14
Berpisah tanpa kabar
15
Menghancurkan Musuh
16
Tidak sengaja bertemu
17
SAH menikah!
18
Pertama sebagai pasutri
19
Romantisnya
20
Kepergok ibu mertua
21
Penjaga rumah
22
Mertua cawe cawe
23
Mr. & Mrs. Fredo
24
Balik ke kampung halaman
25
Kembali ke pasutri palsu
26
Ayah cerewet
27
Keponakan-Aunty
28
Perencana utama
29
Prasangka buruk
30
Awal mula
31
Alasan
32
Ipar
33
Memberi kesempatan
34
Curahan rindu tapi gagal
35
Rencana aneh lagi
36
Goes to Roma
37
Acara Roma
38
Belenggu ayah
39
Akhirnya bertemu
40
Mobil Bergoyang (2)
41
amarah karena pujian
42
Cincin nikah
43
Impas
44
Dendam kusumat!
45
Hamil barengan
46
Belum terbiasa
47
Disuruh hamil terus!!!
48
Kepekaan para suami
49
Drama Kejutan
50
Didalam atau diluar?
51
Panggilan penting
52
Sesama wanita
53
Belajar ngurus bayi
54
Suara tembakan
55
Terkena ledakan
56
Kepergok
57
Bujuk rayu mafia
58
Suami yang muntah
59
Tiba tiba datang dan pergi
60
Tinju kakak ipar asli
61
Lelah sekali
62
Manjanya suami
63
Bos mafia sadar
64
Mengaku
65
Sarapan di tepi sungai
66
Naik Motor Trail
67
Mafia oh Mafia
68
Tidak perlu khawatir
69
Wanita Misterius
70
Para Besan
71
Kakak Ipar Bisa Diandalkan
72
Diasingkan ke Pulau
73
Silent Treatment
74
Berkumpul di Pulau
75
Diakui sebagai menantu
76
Penyergapan
77
Operasi Besar
78
3 Istri dari 3 Suami mafia
79
Kejutan yang Gagal
80
Tembakan Air Biru
81
Kejutan Sebenarnya
82
Jalan Lahir Terbuka
83
Gagal Buka Puasa
84
2 Keluarga menjadi 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!