Saat Aurora dan lily sampai di ruang makan terlihat ada Duke Aaron dan duchess Mira yang sudah berada di sana tanpa kehadiran kedua kakaknya
"Selamat malam ayah dan ibu" Aurora membungkuk menyapa kedua orang tuanya
Duke Aaron dan duchess yang sebelumnya sedang berbincang, kemudian mengalihkan tatapannya pada sumber suara
Mereka menemukan bahwa putrinya ternyata yang menyapa mereka tadi
"Selamat malam sayang mari duduk di samping ayah" ucap Duke Aaron sambil membukakan kursi untuk anaknya
Aurora mengganguk dan berjalan menuju kursi sebelah kiri di samping ayahnya, yang biasanya di tempati oleh kakak pertamanya
Pelayan mulai maju dan menyajikan makanan untuk makan malam ketiga anggota keluarga Elowen tersebut
"Bagaimana kegiatan kamu dan ibumu tadi rora apakah menyenangkan?" Duke memulai percakapan pada aurora
Aurora melihat ke arah ayahnya dan menganggukkan kepalanya semangat
"Tentu ayah tadi sangat menyenangkan, karena aku bisa melihat banyak koleksi gaun milik marchioness margaret dan, memilih sendiri gaun yang aku inginkan lalu pulangnya diperjalanan kami melihat beberapa anak gajah yang sedang melewati hutan" ceritanya pada duke Aaron dengan semangat
Duke yang melihat keantusiasan putrinya saat bercerita ikut tertawa" Sepertinya putriku sangat bersenang-senang hari ini, kamu boleh keluar dari kediaman jika jenuh tetapi harus dengan pengawalan kesatria ya!" Ucap Duke Edco sambil mengelus rambut pirang Aurora
Aurora membelakkan matanya seakan tidak percaya apa yang didengar olehnya" sungguh ayah aku boleh berjalan jalan keluar kediaman!?" Tanyanya memastikan,
karena setelah dia hilang ingatan dan penyerangan waktu itu, dirinya tidak boleh pergi jauh dari mansion ini
Duke Aaron mengangguk" tentu saja boleh, aku mengizinkannya tetapi dengan syarat kau harus di jaga dan didampingi pengawal, dan ibumu juga setuju"
Duchess Mirabella yang melihat putrinya sangat senang ketika diperbolehkan jalan jalan keluar kediaman tersenyum manis
Karena baru kali ini putrinya bisa terlihat begitu bahagia kembali setelah sekian lama
Aurora yang mendengar kepastian dari ayahnya dan ibunya segera bangkit, dan memeluk kedua orang tuanya dan mengucapkan terima kasih
"Sudah sudah sekarang mari kita makan malam terlebih dahulu, atau makanannya akan segera dingin nanti" perintah duchess Mirabella kepada suami dan anaknya
Aurora kembali ke kursinya dan mereka mulai memakan makanannya dengan tenang
Akhirnya makan malam telah selesai, dan pelayan kembali membereskan sisa dari makan malam tersebut
Saat ini Aurora, Duke Aaron dan Duchess Mirabella sedang berada di ruang keluarga melanjutkan perbincangan tadi yang sempat tertunda
Saat di tengah perbincangan datang kedua kakak dari Aurora dan menyapa Duke dan duchess
"Selamat Malam ayah dan ibu, maaf kami baru kembali" William mewakili Alves menyapa kedua orang tuanya
Duke dan duchess menganguk" Duduk lah dulu putraku" perintah duchess Mirabella kepada William dan alves
"Baik bu" kata alves lalu segera duduk di samping duchess Mirabella dan menyenderkan kepalanya di bahu ibunya itu
Alves memang lebih hangat dan terkadang manja kepada ibu nya, bahkan terkadang tidak melihat situasi
Berbeda dari sang kakak yang terlihat begitu dingin dan tegas kepada orang lain, benar benar jiplakan dari ayahnya
Sedangkan William duduk di sofa tunggal yang letaknya di depan ayahnya
"Kenapa kalian baru pulang sampai selarut ini? Apakah ada masalah yang terjadi di sana?" Tanya Duke pada putra pertamanya
William melihat ke arah Alves yang sedang bermanja-manja dengan ibunya, lalu melirik ke arah adik perempuannya yang sepertinya sedikit tercengang melihat tingkah dari Alves
Lalu dirinya memutar matanya dan menghela nafas, paham dengan trik yang Alves lakukan. Sangat kekanakan sekali
Adiknya itu pasti melakukan itu karena tidak mau membantu dirinya untuk menjelaskan pada ayahnya
"Sebenarnya tidak ada masalah ayah, semuanya baik baik saja kami membantu putra mahkota menyelesaikan pekerjaan nya dan membantu mengurus pesta ulang tahun yang mulia raja."Tuturnya
"Tetapi tadi ada hal yang tidak terduga, seorang pelayan tidak sengaja menumpahkan teko teh ke atas berkas milik putra mahkota hingga rusak, jadi kami harus menyalin kembali berkas itu dari awal dan saat akan pulang.... putri Charlotte memaksaku untuk menemaninya makan malam" jelas William pada Duke Aaron dan melirihkan suaranya saat kalimat terakhirnya
Aurora yang mendengarnya langsung melihat ke arah kakaknya sedikit terkejut akan hal itu, apakah putri Charlotte menyukai kakaknya? Tetapi di novel seingatnya tidak diceritakan seperti itu
Sedangkan Duke Aaron dan Duchess Mirabella tertawa kecil mendengar kalimat terakhir dari William
Alves menutup mulutnya agar tawanya tidak keluar, dirinya sudah puas menggoda dan menertawakan kakaknya tadi di perjalanan
William yang melihat Alves pun mendelik kan matanya, adiknya itu sangat menyebalkan
"Jadi apakah putri Charlotte masih mengejar dirimu William? Dia sangat gigih ternyata" ucap Duke sambil terkekeh
"willi sayang, mengapa kamu tidak coba membalas perasaan putri hem? Mungkin kalian bisa cocok" kata duchess pada putra pertamanya sambil tertawa kecil
Sejak dulu memang putri Charlotte menyukai William dan mendekatinya saat ada tugas dan pekerjaan di istana,
Begitu juga kebalikannya, dulu Aurora juga menyukai dan mengejar putra mahkota
William yang mendengar perkataan ibu nya membuang mukanya dan mendengus" ibu itu tidak akan pernah terjadi " katanya tegas
"Kenapa kakak tidak menyukainya? Bukankah putri kerajaan pasti cantik, anggun dan baik hati? Mungkin ibu benar kalian bisa cocok??" Ucap Aurora yang sedari tadi hanya diam di samping ayahnya memperhatikan
Akhirnya tawa yang di tahan oleh alves lepas juga, dirinya tertawa terbahak-bahak lalu menghampiri adik perempuannya
Sedangkan Duke dan duchess juga hanya menggeleng dan ikut tertawa mendengar perkataan putrinya yang tidak mengingat bagaimana perilaku putri kerajaan ini
"rora kamu sangat benar, kakak pasti cocok dengan putri Charlotte" ucap Alves sambil berdiri di belakang Aurora dan mengelus rambutnya sambil tertawa Aurora menjadi binggung kenapa semua orang jadi tertawa karena perkataannya? Apakah dirinya mengatakan hal yang salah?
"Rora aku tidak akan cocok dan tidak akan pernah cocok dengan bocah itu" ucap William dengan sabar kepada Aurora,
Mengingat adiknya yang ternyata benar-benar kehilangan ingatannya setelah dirinya memastikan pada ayahnya beberapa waktu lalu
"Aku akan kembali ke kamar terlebih dahulu ayah, ibu. Aku akan membersihkan diri lalu istirahat. Selamat malam" ucap William lalu beranjak menuju kamarnya
"Aku juga akan istirahat ayah, ibu selamat malam. Jangan tidur terlalu larut dek!" Alves mengusap kepala adiknya dan melenggang pergi menuju kamarnya juga
Duke mengusap kepala aurora dan menyuruhnya untuk kembali juga ke kamarnya karena sudah larut
"Rora kembali lah ke kamarmu nak, ini sudah larut malam jangan tidur terlalu larut nanti kamu bisa sakit" ucap Duke
"Benar sayang, ibu dan ayah juga akan pergi beristirahat" duchess menghampiri suaminya dan berdiri di sampingnya
Aurora mengganguk dan bangkit dari sofanya
"Kalau begitu aku akan kembali ke kamar terlebih dahulu ayah, ibu. Selamat malam" ucap Aurora dan berlari kecil menuju ke lantai dua dimana kamarnya berada
Hari ini adalah hari dimana pesta ulang tahun raja Alberto dilaksanakan, pesta ini sangat meriah terbukti dengan jalanan sepanjang kota menuju istana di hias semeriah mungkin
Bahkan tamu tamu undangan dari beberapa kerajaan sudah datang sejak tiga hari yang lalu, dan banyak anggota kerajaan yang menjadi tamu undangan membawa keluarga inti mereka
Mereka berusaha menampilkan penampilan yang paling sempurna dan menarik di hadapan kerajaan lain yang datang
Tentu saja mereka ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari relasi untuk kerajaannya, bahkan dengan memanfaatkan anggota keluarganya untuk dinikahkan satu sama lain
Tetapi tentu banyak dari mereka yang mengincar putra mahkota dari kerajaan Esterland ini, selain karena merupakan kerajaan terkuat dan makmur
Putra mahkota kerajaan Esterland terkenal dengan ketampanan dan kepandaiannya serta berbagai bakat yang dimilikinya, tentu saja sangat menguntungkan jika bisa berbesan dengan kerajaan Esterland
Meskipun yang datang untuk menghadiri pesta utama di istana hanya orang orang tertentu saja seperti para bangsawan dan tamu undangan
Tetapi pihak istana sudah menyiapkan perayaan untuk rakyatnya di luar istana dengan tidak kalah meriah juga, agar rakyat tidak merasa dibedakan dan bergembira
Sedangkan di kediaman Elowen juga terlihat semua orang lebih sibuk dari biasanya,
Para pelayan dan pengawal yang bekerja di sana mempersiapkan segala kebutuhan keluarga Duke untuk menghadiri pesta tersebut
Seperti yang terjadi di dalam kamar dari Aurora, terlihat para pelayan yang berada di dalam kamar itu tengah mempersiapkan nona mudanya
Tetapi gadis yang harusnya sedang bersiap siap itu justru saat ini masih di atas ranjangnya dengan mata yang tertutup
Sedari tadi pagi Lily sudah berusaha untuk membangunkan nonanya itu, tetapi hari ini nonanya sangat susah untuk dibangunkan
Bahkan sekarang sudah menunjukkan pukul 9 lebih dan aurora tetap masih tertidur, mengabaikan para pelayan yang mulai panik jika waktunya tidak cukup untuk bersiap-siap
*Lebih kepada cosplay mati gak sih?*
"Nona Aurora, ayolah nona segera bangun sekarang sudah sangat siang. Nanti nona bisa terlambat datang" Lily masih berusaha membangunkannya
Aurora hanya menggeliat dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut
Dalam batinnya dia sangat enggan menghadiri pesta itu, dirinya takut jika benar benar terjadi sesuatu di sana bahkan jika dia sudah berusaha mengubahnya
"Nona Aurora saya mohon segera bangun" ucap lily semakin memelas pada aurora
Aurora hanya menjawabnya dengan bergumam saja dalam selimutnya
Lily menghela nafasnya frustasi, bagaimana lagi caranya untuk membangunkan nonanya itu.
*Sepertinya ini adalah cara terakhir*
"Nona Aurora jika anda tidak segera bangun dan bersiap bagaimana jika Duke Aaron menanyakan kepada kami nanti?, Jika nona belum bersiap-siap sebelum waktunya maka kami yang akan di marahi dan mendapatkan hukuman yang pastinya tidak ringan dari tuan Duke Aaron nona. Jadi tolonglah kami nona Aurora"
Lily mencoba merayunya dengan kalimat itu, karena dia yakin nonanya pasti tidak tega jika seseorang menerima masalah karena perbuatannya
Lily mengkode teman temannya agar mengikutinya
" Tolonglah kami nona Aurora" ucap para pelayan bersamaan
Dan Berhasil...
Aurora membuka selimutnya dan terduduk dengan rambut yang terlihat acak-acakan, dirinya melihat ke arah para pelayan yang memperlihatkan wajah melasnya
" Baiklah kalian berhasil, aku akan segera bersiap" Putus Aurora menyerah Mereka segera membimbing Aurora untuk mandi, dan mencampurkan banyak wewangian mawar di air mandinya
Bahkan Aurora diam saja saat dimandikan oleh pelayan, yang biasanya dia selalu mandi sendiri
Cukup lama dirinya mandi dan sepertinya wangi dari air mawar tadi, benar benar menempel pada tubuhnya bahkan dirinya bisa menciumnya dengan jelas
Setelah memakai pakaian dalamnya dan mengganti handuknya dengan jubah, dirinya mulai di dudukan di kursi rias
Para pelayan mulai memakaikan sesuatu pada seluruh kulit tubuh dan wajahnya, sepertinya itu skincare jika di dunianya. Sangat banyak hingga memakan waktu lama
Padahal pestanya masih nanti malam tapi dirinya sudah disuruh bersiap sepagi ini? Sebenarnya tidak pagi juga karena sudah pukul 11, tetapi tetap saja terlalu cepat bersiapnya!!!! Batinnya dongkol
Setelah selesai mengoleskan skincare padanya sebagian pelayan mulai mengeringkan rambutnya, sebagian lagi mulai menghias kukunya
"Jangan menggunakan warna merah, aku tidak suka gantilah menggunakan warna cream atau nude saja" kata aurora saat melihat pelayan akan memakainya kutek berwarna merah
Pelayan itu mengangguk dan mengambil warna nude" baik nona saya akan menggantinya"
Lily masuk dan membawa kue juga buah potong yang terlihat sangat segar, lalu meletakkannya di atas meja rias
"Nona makanlah kue dan buah ini untuk mengganjal perut anda, karena makan yang berat akan dilakukan di istana kerajaan nanti" ucapnya pada aurora
"kenapa harus nanti Lily? Itu terlalu lama aku kan lapar" protesnya pada Lily
Pelayan lain yang mendengarnya tertawa kecil dengan menutup mulutnya, nonanya sangat menggemaskan saat merengek seperti itu
" itu perintah dari duchess nona, saya menjalankan saja" jawab lily sambil mulai menata rambutnya
Aurora mengangguk dan memajukan bibirnya
"Baiklah aku akan makan disana dengan sangat banyak nanti" ujarnya menggebu
Aurora diam saja dan mulai memakan kue dan buah potong, saat rambutnya mulai di tata dan di hias oleh Lily
Juga sekarang wajahnya mulai dirias oleh pelayan, entah mereka memakaikan apa saja pada wajahnya terlihat banyak sekali produknya
Hingga dirinya tertidur di kursi rias itu dengan kepala yang tegak di sandaran belakang kursinya
Entah berapa lama dirinya tertidur, saat bangun para pelayan telah selesai merias dirinya. Dan saat melihat ke arah jendela warna langit telah berubah, sepertinya sudah sore
"Ternyata lama sekali hanya untuk bersiap-siap ke pesta, bahkan sekarang sudah sore!!" Aurora membatin heran
Lily menghampiri dirinya dengan membawa gaun yang dia beli di toko marchioness margaret kemarin
" Mari nona berganti gaun dulu, saya akan membantu anda berganti" ucap lily sambil menggandeng tangannya menuju ruang ganti
Dirinya mulai melepaskan jubahnya dan Lily memasangkan kamisol untuk dalamnya
"Apakah harus memakai ini Lily? Gaunku tidak tipis kok" tanyanya pada pelayan pribadinya itu
Lily tetap mengancingkan tali belakangnya" tentu saja nona, semua bangsawan pasti memakainya jika menghadiri acara formal seperti ini" jelasnya pada Aurora
Aurora mengganguk menurut saja "umm jadi begitu"
Setelah selesai mengancingkan talinya Lily mulai memakaikan gaunnya dari bawah agar tidak merusak riasan wajah dan rambut
Setelah selesai berganti gaun dirinya dan Lily pun keluar dari ruangan itu dan di sambut tatapan kagum para pelayan
"Wahh nona sangat cantik dengan gaun itu!"
"Auranya sangat kuat sekali seperti duchess Mirabella"
"Gaunnya benar benar cocok dengan nona Aurora" Aurora yang mendengar pujian dari pelayan jadi tersipu malu, bahkan pipinya menjadi semakin merah
Lily yang melihatnya hanya tersenyum" mari nona pakai perhiasan dulu, perhiasan ini diberikan duchess untuk nona tadi" ucap Lily sambil membawa kotak perhiasan
Di dalamnya terdapat kalung, anting-anting, cincin dan gelang yang memiliki motif serupa yaitu berbentuk hati berwarna biru
Juga ada sebuah bandana yang lebih mirip seperti tiara bermotif bunga dengan sulur-sulur di sekelilingnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments