HARI KEBERANGKATAN

BAB 15

Hari yang di tunggu akhirnya tiba, setelah pembicaraan kemarin akhirnya di sepakati bahwa pernikahan Gus Rasya dan Annisa tetap di laksanakan setelah Gus Rasya pulang dari Kairo.Karena semua itu memang butuh persiapan yang matang, dan perlengkapan yang banyak.Yaa semua itu ummi Fatimah dan ibu Maimunah yang meng-handle semua nya.Mereka mau pernikahan ini menjadi pernikahannya istimewa, jadi segala sesuatunya memang butuh waktu dan persiapan,hingga nanti pas hari H, semuanya akan berjalan dengan lancar.

"Ummi... kenapa sih mas Rasya gak di nikahin sekarang ajah?"

Tanya Ning Risa yang sedang membantu Ummi nya mengupas bawang di dapur.

"Emangnya kamu pikir menikah itu gampang?"

"Ya kan tinggal ijab kabul, selesai, masalah resepsi nanti-nanti aja kalau mas Rasya pulang"

"Maksud kamu nikah siri?"

"Nahh... iy mi"

"Ummi gak mau, kasihan Annisa, masa habis nikah langsung di tinggal pergi,udah gitu perginya lama, dan jauh"

"Tapi kan seenggaknya kita harus nyelametin mas Rasya mi"

"Menyelamatkan mas Rasya? emang mas kamu itu kenapa pake di selamet ini segala"

"Iihhh... ummi... menyelamatkan mas Rasya dari mbak kunti yang waktu itu dateng malem-malem ke rumah kita mi"

"Mbak kunti?"

"Iya... kan ummi yang akhirnya dia pulang.. pulangnya juga sambil nangis lagi"

"Astagfirullah... Risa gak baik ngatain orang kaya gitu, dia punya nama nak"

"Tapi aku gak suka sama dia ummi, gayanya ituloh mentang-mentang anak Kyai terus bisa seenaknya saja, semua yang dia suka harus menjadi milik dia"

"Ya ummi mengerti, kita do'akan saja semoga dia bisa berubah jadi lebih baik"

"Terus, selama mas Rasya pergi, mbak Annisa ngapain ummi?"

"Ya seperti biasanya, memangnya dia harus ngapain?"

"Ummi Ris mau tanya boleh gak?"

"Dari tadi kan kamu nanya terus ke ummi"

"Ehh.. iya.. ya hehehe..."

"Mau tanya apa hemm?"

"Emm itu.. sebenernya ummi setuju gak kalau mas Rasya menikah sama Annisa?

Pertanyaan dari Ning Risa membuat ummi Fatimah menghentikan kegiatannya.

" Maksud kamu ummi gak setuju gitu?"

"Aku cuma takut ummi menerima Annisa hanya setengah hati, dan karena terpaksa, itu saja"

"Annisa itu sebenarnya sudah ummi anggap sebagai anak ummi sendiri, dia cantik, pintar, dan sayang sama ibunya,oya satu lagi dia juga sangat bertanggung jawab, itu yang ummi suka darinya"

"Lalu... apa ummi setuju?"

"Tentu saja ummi setuju,karena itu pilihan mas mu"

"Berarti nanti kalau aku punya calon dan itu pilihanku sendiri, ummi juga setuju?"

"Apa kamu sudah punya calon?biar ummi tahu siapa dia?"

"Bukan gitu ummi, sekarang Risa belum punya, tapi nanti,kan aku gak bilang sudah punya"

"Ya sudahlah terserah kamu,yang penting kami semua harus tahu siapa calon mu itu nantinya, mengerti?"

"Iyaaaa ummi ku tersayang,ehh.. tapi nanti kalau calon ku itu gak seperti yang ummi mau gimana?"

"Maksudnya?"

"Emmm... gimana kalau dia belum hafal Alquran?"

"Gak boleh.. calon mu itu nantinya harus hafal Alquran 30 juz,paling gak dia harus menguasai semua kitab"

Tiba-tiba Gus Rasya ikut nimbrung dalam obrolan ummi dan adiknya itu.

"Diiihhh.. gak ada yang minta pendapat mas Rasya"

"Di bilangin kok ngeyel"

"Mas Rasya aja boleh kok menentukan calonnya, masa aku gak boleh?"

"Karena kamu perempuan, dan harus mendapatkan suami yang bisa ngajarin kamu tentang segala hal,yang paling utama adalah belajar tentang agama, kalau dia gak bisa atau gak ada basic agamanya,mau jadi apa pernikahan kamu nanti, ya nggak ummi?"

"Betul itu..."

"Kayaknya kamu dah ngincer seseorang ya, siapa hemm?"

"Apaan sih gak jelas"

"Besok kalau udah fix, jangan lupa kasih tahu mas, biar mas yang tes dia"

"Kayak mau ngelamar kerjaan aja pake di tes"

"Ya kalau dia gak mau di tes, jangan harap dia bisa nikahin kamu"

"Curang banget sih, orang mbak Annisa aja gak aku tes loh"

"Kamu mau ngetes dia tentang apa emangnya"

"Emmm.,.... di tes apa ya enaknya"

"Gak usah macem- macem"

"Apaan... orang lagi mikir juga"

"Sudah.. sudah kalian bikin ummi pusing,awas minggir ummi mau masak"

"Ummi pusing?Kalau pusing minum obat ummi bukannya masak"

Celotehan Ning Risa membuat Gus Rasya tertawa, dan ummi hanya geleng-geleng kepala sambil istighfar.

"Sabar ummi anak ummi yang satu ini emang luar biasa"

"Aku... luar biasa, yaa... yaaa memang aku ini pintar, mas baru sadar ya?"

"Aaahh... sudahlah,mending mas packing buat besok"

"Berangkat jam berapa besok nak?"

"Habis ashar ummi, biar sampe sana siang"

Ada rasa sedih di hati ummi,rasanya baru kemarin beliau melahirkan anaknya itu, sekarang dia sudah dewasa, dan akan melanjutkan pendidikan nya, lalu dia juga akan menikah,huffff.... cepat sekali waktu berlalu.

"Ummi nangis tuh mas"

Gus Rasya yang mendengar aduan adiknya, segera menghampiri ummi nya dan memeluknya dari belakang.

" Ummi sedih karena Rasya akan pergi?"

"Ummi gak sedih nak, cuma ummi merasa waktu cepet banget berlalu"

"Rasya janji ummi, setelah sampai sana besok,Rasya akan segera kabari ummi"

"Rasya.. ummi hanya khawatir, nanti nya bagaimana dengan keseharian, dan kesehatan kamu selama disana?"

"Do'akan Rasya selalu sehat ummi"

"Iya ummi.. kan masih ada Risa di sini, lagian disana mas Rasya pasti punya temen, dia gak bakal sendirian, iya kan mas?"

Gus Rasya mengangguk dan tersenyum.

"Kamu harus jaga kesehatan, ingat jangan tinggalkan sholat,keselamatan juga penting, selalu kabari ummi dan abbah mengerti?"

"Itu sudah pasti ummi"

Malam harinya di kediaman Kyai Rasyid, mereka menggelar syukuran untuk keberangkatan Gus Rasya besok sore.Semuanya berkumpul, termasuk Annisa,ibunya dan Syifa.

"Kak.. aku gak nyangka ternyata kakak adalah calonnya Gus Rasya"

"Sebaiknya kamu rahasiakan hal ini terlebih dulu syif, kakak mohon ya sama kamu,kakak gak mau nantinya akan ada gosip yang aneh-aneh"

"Iya kak tenang aja, tapi ngomong-ngomong gus Rasya sudah pamitan belum sama kakak?"

"Dari kemarin kakak belum ketemu dia Syif"

"Kira-kira dia kemana kak,aku liat-liat dari tadi juga gak kelihatan"

"Ya mana kakak tahu"

Sedang orang yang di cari,ternyata dia ada di balkon kamar lantai atas.Gus Rasya berpikir apakah dia sanggup pergi begitu lama.Dia meminta kepada Allah SWT untuk di kuatkan dalam segala hal, termasuk kepergiannya besok, meninggalkan orang-orang yang dia sayangi.

"Ya Allah, lindungilah orang-orang yang aku sayangi, jagalah mereka selama aku pergi, untuk Annisa calon istriku, aku mohon jagalah hatinya untuk ku sampai aku kembali untuk menikahinya,Lindungilah mereka semuanya amiiiinn"

Kemudian dengan langkah besarnya dia menuruni tangga dan ikut berkumpul di tengah-tengah orang yang ada disana.Semuanya tampak bahagia sekaligus sedih.Tampak Annisa memperhatikan Gus Rasya yang malam itu begitu tampan dan mempesona, sehingga dia tidak sadar jika Gus Rasya juga memperhatikan dirinya.Sesaat kemudian Gus Rasya tersenyum dan senyuman itu menyadarkan Annisa, hingga ia jadi salah tingkah.Ya senyuman yang manis hingga membuat hatinya berdebar-debar. Dan Acara malam itu berlangsung hikmat dan lancar,di iringi dengan sholawat dan doa untuk Gus Rasya.

Dan inilah saatnya, hari dimana Gus Rasya akan berangkat, mobil sudah di persiapkan oleh kang Roni, ummi,babah, dan Ning Risa pun siap mengantar ke Bandara.

"Sudah siap nak, mari kita berangkat"

"Sebentar ummi,apa boleh saya berpamitan dengan Annisa?"

"Boleh, tapi jangan lama-lama, dan harus di temani adikmu"

"Terima kasih ummi"

Annisa yang sudah ada di depan rumah Gus Rasya tampak tegang ketika mengetahui bahwa Gus Rasya menghampirinya.

"Annisa bisa bicara sebentar?"

"He emm.. bisa"

"Maaf jika kepergianku ini menjadikanmu sedih, maukah kau menunggu ku?"

"emm.. mm,3 tahun memang bukan waktu yang sebentar, tapi aku akan menunggu Gus"

Gus Rasya tersenyum,dalam hatinya sungguh bahagia.

"Baiklah tunggu aku kembali,setelah aku kembali kita akan segera menikah"

"Tepati janjimu Gus,ingat disini banyak orang yang menyayangi Kamu"

"Termasuk kamu"

"Menurut Gus?"

"Ehem.. hem.. hallo disini ada yang jomblo loh,, hargain dikit kek"

Gus Rasya dan Annisa pun tertawa.

"Baiklah aku berangkat ya, jaga dirimu baik-baik, oh ya aku minta nomer WA kamu boleh?"

"Boleh.. ini"

Mereka pun bertukar nomer WA, agar keduanya bisa saling mengabari.

"Terima kasih Annisa,jaga hatimu untuk ku,"

Annisa hanya mengangguk.

"Gus juga hati-hati di jalan,dan jaga kesehatan, jangan lupa mengabari kalau sudah sampai"

"Itu sudah pasti, aku berangkat ya,ibu... Saya berangkat dulu, jaga kesehatan ibu baik-baik"

"Iya Gus hati- hati, semoga apa yang kamu inginkan semuanya terkabul"

"Ammmiiiiinnn"

Semua yang ada di situ mengaminkan doa dari ibu Maimunah.Suasana di sekitar keluarga ndalem penuh dengan ke haruan,.

"Semuannya saya berangkat dulu, assalamu'alaikum"

"Wa'alaikumussalam"

Gus Rasya pun berangkat diantar oleh keluarga nya menggunakan mobil.Suasana pun menjadi hening, itulah yang di rasakan Annisa.Sepi dan tak ada lagi wajah tampan yang menghiasi hari-harinya.

*Semoga selamat sampai tujuan Gus, saya di sini menunggumu*

Terpopuler

Comments

NP

NP

nikahkan thor

2025-03-12

0

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

smg kalian Allah jaga dan bertemu lg untuk menikah..

2024-10-20

0

lihat semua
Episodes
1 PAGI YANG BERMAKNA
2 CINTA DALAM DIAM
3 MENERKA NERKA
4 KEDATANGAN ZULAIKHA
5 HASIL PEMBICARAAN
6 AIR MATA SEDIH ATAU BAHAGIA?
7 MULAI MENATA HATI
8 PERNYATAAN YANG TIBA-TIBA
9 MEYAKINKAN HATI
10 DARI HATI
11 DIANTAR GUS RASYA
12 ZULAIKHA KEMBALI DATANG
13 NASEHAT UMMI FATIMAH
14 JANJI GUS RASYA
15 HARI KEBERANGKATAN
16 BERTEMU SALAMAH 1
17 BERTEMU SALAMAH 2
18 BERTEMU SALAMAH 3
19 WANITA LICIK
20 KABAR DARI GUS RASYA
21 PRINSIP GUS RASYA
22 BERTEMU NAMIRA
23 AMRAN YANG MENGGANGGU
24 KERAS KEPALA
25 GIRL'S DAY OUT
26 PERTEMUAN YANG TIDAK TERDUGA
27 HARI TERAKHIR BERTEMU IBU
28 DOA TULUS UNTUK IBU
29 MENGANTAR KE PUSARA
30 MULAI TERUNGKAP
31 GELISAH, TAKUT, TIDAK TENANG
32 MENCARI KEBERADAAN GUS RASYA
33 TIBA DI KAIRO
34 AKHIRNYA BERTEMU DENGANMU
35 HARUS DIA BUKAN YANG LAIN
36 HARI YANG MELELAHKAN
37 PERGILAH
38 AKU MERINDUKANMU
39 UPAYA MENGHALALKANMU
40 TAHAN HAWA NAFSU
41 MUNGKIN BELUM SEKARANG
42 MELAMAR DULU
43 MELULUHKAN HATI ORANG TUA
44 BERDISKUSI
45 NASIB ZULAIKHA
46 MELARIKAN DIRI
47 PERTOLONGAN KYAI NASRULLAH
48 AWAL YANG SALAH
49 PEMIKIRAN YANG SALAH
50 FIRASAT
51 SERBA SALAH
52 GUS RASYA RESMI MELAMAR
53 SIAP DENGAN SEGALA HAL
54 MINTA MAAF 1
55 MINTA MAAF 2
56 BERUSAHA MENGIKHLASKAN
57 SEKALIAN PAMIT
58 PERGI MENONTON
59 HARI KEBERANGKATAN
60 SATU PESAWAT DENGAN SALAMAH
61 TIBA DI KAIRO
62 ABI KHALID
63 GODAAN ALDEN
64 RENCANA NYA
65 MENCARI KEBENARAN
66 CERITA HARI ITU
67 OBAT SEGALA KERESAHAN
68 TAWARAN KYAI NASRULLAH
69 SETELAH 3 BULAN BERLALU
70 USTADZ ZULHAM
71 REMEDIAL
72 MENGIRA-NGIRA
73 CURIGA
74 SALAH PAHAM
75 NIAT YANG BAIK
76 MASIH BERPIKIR 2 KALI
77 KESUCIAN YANG HILANG
78 PERGI KE DOKTER KANDUNGAN
79 RANIA DAN ALDEN
80 MENIKAH
Episodes

Updated 80 Episodes

1
PAGI YANG BERMAKNA
2
CINTA DALAM DIAM
3
MENERKA NERKA
4
KEDATANGAN ZULAIKHA
5
HASIL PEMBICARAAN
6
AIR MATA SEDIH ATAU BAHAGIA?
7
MULAI MENATA HATI
8
PERNYATAAN YANG TIBA-TIBA
9
MEYAKINKAN HATI
10
DARI HATI
11
DIANTAR GUS RASYA
12
ZULAIKHA KEMBALI DATANG
13
NASEHAT UMMI FATIMAH
14
JANJI GUS RASYA
15
HARI KEBERANGKATAN
16
BERTEMU SALAMAH 1
17
BERTEMU SALAMAH 2
18
BERTEMU SALAMAH 3
19
WANITA LICIK
20
KABAR DARI GUS RASYA
21
PRINSIP GUS RASYA
22
BERTEMU NAMIRA
23
AMRAN YANG MENGGANGGU
24
KERAS KEPALA
25
GIRL'S DAY OUT
26
PERTEMUAN YANG TIDAK TERDUGA
27
HARI TERAKHIR BERTEMU IBU
28
DOA TULUS UNTUK IBU
29
MENGANTAR KE PUSARA
30
MULAI TERUNGKAP
31
GELISAH, TAKUT, TIDAK TENANG
32
MENCARI KEBERADAAN GUS RASYA
33
TIBA DI KAIRO
34
AKHIRNYA BERTEMU DENGANMU
35
HARUS DIA BUKAN YANG LAIN
36
HARI YANG MELELAHKAN
37
PERGILAH
38
AKU MERINDUKANMU
39
UPAYA MENGHALALKANMU
40
TAHAN HAWA NAFSU
41
MUNGKIN BELUM SEKARANG
42
MELAMAR DULU
43
MELULUHKAN HATI ORANG TUA
44
BERDISKUSI
45
NASIB ZULAIKHA
46
MELARIKAN DIRI
47
PERTOLONGAN KYAI NASRULLAH
48
AWAL YANG SALAH
49
PEMIKIRAN YANG SALAH
50
FIRASAT
51
SERBA SALAH
52
GUS RASYA RESMI MELAMAR
53
SIAP DENGAN SEGALA HAL
54
MINTA MAAF 1
55
MINTA MAAF 2
56
BERUSAHA MENGIKHLASKAN
57
SEKALIAN PAMIT
58
PERGI MENONTON
59
HARI KEBERANGKATAN
60
SATU PESAWAT DENGAN SALAMAH
61
TIBA DI KAIRO
62
ABI KHALID
63
GODAAN ALDEN
64
RENCANA NYA
65
MENCARI KEBENARAN
66
CERITA HARI ITU
67
OBAT SEGALA KERESAHAN
68
TAWARAN KYAI NASRULLAH
69
SETELAH 3 BULAN BERLALU
70
USTADZ ZULHAM
71
REMEDIAL
72
MENGIRA-NGIRA
73
CURIGA
74
SALAH PAHAM
75
NIAT YANG BAIK
76
MASIH BERPIKIR 2 KALI
77
KESUCIAN YANG HILANG
78
PERGI KE DOKTER KANDUNGAN
79
RANIA DAN ALDEN
80
MENIKAH

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!