BAB 2
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
Annisa dan Syifa berdiri menyambut salam dari Kyai Rasyid dan Gus Rasya.
"Ehh... ada kalian ternyata, ummi mana? "
"Bu Nyai sedang di dalam Kyai,kami di suruh ibu mengantar kue pesanan Bu Nyai"
ucap Syifa sambil menunduk.
"Ohh... ya sudah di tunggu sebentar ya"
"Loh abah sama Rasya sudah pulang ternyata, maaf ya Annisa,Shifa ummi agak lama,ini uangnya kasihkan ibu kalian ya, bilang Terima kasih sudah mau di repotkan"
"iya bu Nyai.. nanti kami sampaikan sama ibu"
Gus Rasya yg dari tadi diam, sekilas melirik kearah Annisa yg dari tadi juga menunduk diam.
"Kalau begitu kami pamit dulu bu Nyai,pak kyai, karena kami masih harus ke kantin untuk mengantar dagangannya ibu"
"Baiklah... kalian hati-hati ya.. "
"Baik.... Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
"Annisa.. "
Rasanya jantung Annisa berhenti berdetak ketika suara itu terdengar. Ya itu suara Gus Rasya yang memanggil.Annisa dengan pelan memutar badan dengan masih menundukan pandangan.
"Iy... iya Gus.. ada apa"
"Apa kamu masih ikut kajian di sore hari? Risa bilang kamu sekarang jarang sekali ikut kajian"
"Maaf Gus... karena dapet jatah shif sore di tempat kerja, jadi saya tidak dapat mengikuti kajian itu"
"Lalu bagaimana dengan hafalan kamu"
"Saya menggantinya di pagi hari Gus, bersama ustadzah Laila"
"Baiklah... bagus.. besok pagi setoran hafalan sama saya,semoga kamu bisa menghafal semuanya, saya tidak Mentolerir kesalahan sedikit pun, mengerti?"
"Me.. mengerti Gus"
"Dan kamu juga Syifa... jangan kebanyakan melamun ketika saya mengajar"
Syifa yang di tegur seperti itupun kaget,ternyata Gusnya itu mempunyai penglihatan yang tajam.
"Baik Gus...maaf"
"Hemm.... kembalilah"
Mereka pun kembali berjalan menuju kantin pesantren. Sedangkan Pak Kyai dan Bu Nyai yang melihat adegan tersebut hanya geleng-geleng kepala.
"Kak.. Gus Rasya tuh kok tau ya aku sering melamun, padahal aku duduknya udah paling belakang loh"
"Emang kamu melamun ini apa sih? "
"yaaa random sih kak.. banyak pokoknya.. gak bisa aku ceritain satu-satu, kakak tau gak sih nanti ada acara apa di ndalem, kok bu Nyai pesen kue banyak banget, Jangan-jangan... "
"Jangan-jangan apa syifa? "
"Sini deh kak aku mau cerita, kakak kenal Ning Zulaikha gak? "
"Emm.. kenal deket sih enggak tapi tahu aja kan pernah ketemu juga waktu pengajian khataman,ada apa emangnya? "
"Nah.. denger-denger nih ya kak, katanya Gus Rasya itu mau di jodohin sama Ning Zulaikha, apa mungkin Bu Nyai pesen kue sama ibu itu untuk acara pertemuan siang nanti?"
Bagai petir di pagi hari, Annisa menghentikan kegiatannya yg sedang menata kue di kantin,rasanya hatinya sangat sakit, jantung berdetak kencang, apakah benar yg di katakan Syifa barusan.Tidak pernah mengira akan secepat ini merasakan patah hati yang sesungguhnya belum di mulai.Ingin rasanya menyangkal dan menyadarkan diri bahwa seharusnya dirinya tidak berhak sakit hati, karena dia bukan siapa-siapa.Air mata yang dari tdi coba ia tahan akhirnya luruh, Cepat-cepat ia hapus karena tak ingin adiknya curiga.
"Kak.. kok kakak nangis kenapa?"
"Aaahh... oh enggak ini tadi ada debu masuk ke mata, jadi kaya gini"
"oohhh... kirain.."
"Yuk balik, ntar dicariin ibu"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
🌷💚SITI.R💚🌷
sabar ya nisa klu jodoh ga kmn ko.
klu ga jodoh berarti bkn yg trbaik semangaat
2024-10-20
0
Cici
untuk kalimat pertanyaan gunakan tanda tanya yaa kak^^
2024-10-16
0