BAB 8
Malam sudah menunjukan pukul 22.00,waktunya untuk pulang setelah seharian bekerja.Annisa menuju parkiran untuk mengambil motor.Diperjalanan iaampir ke warung pecel Lele sebentar untuk membelikan ibu dan adiknya.Setelah selesai Annisa pun kembali melakukan motornya. Tapi pas mau sampai lampu merah perempatan sepeda motornya oleng dan hampir menabrak trotoar.Untung saja tidak sampai menabrak, ternyata motornya bannya bocor.Huuff... mana ada bengkel motor yang masih buka malam-malam begini.Akhirnya dia mendorong motornya,dalam hatinya berdoa semoga masih ada bengkel yang buka walaupun kecil kemungkinannya.
"TIIIINNNNTTTT!!!!! "
Sampai suara klakson mobil mengagetkan Annisa. Mobil itu berhenti tepat di samping Annisa yang masih mendorong motornya.
"Annisa.... kenapa motornya?"
Ya itu suara Gus Rasya, dengan nada dingin dan to the point yang khas.
"Emmm... ini Gus, bannya bocor, hehe... "
Gus Rasya pun turun dari mobil dan memeriksa motor Annisa
"Terus kamu mau dorong motor ini sampe rumah?"
"Ya kalau masih ada bengkel yang buka mending saya taruh di bengkel Gus, ngapain saya bawa sampe rumah?"
"Kalau gak ada yang buka gimana?"
"Emm.. gimana lagi ya terpaksa saya bawa ke rumah"
"Kamu tunggu di sini sebentar"
Annisa memperhatikan Gus Rasya yang sedang menelpon seseorang. Entah siapa tapi sepertinya Gusnya itu sedang menyuruh seseorang untuk datang ke tempat mereka berada saat ini.
"Sebentar lagi bantuan datang, habis itu kita bisa pulang"
"Makasih Gus.., tapi sebenernya saya masih kuat kok dorong sampe rumah, beneran"
jelas Annisa sambil mengacungkan jarinya berbentuk lambang peace.
"Kamu itu kan perempuan, gak baik malam-malam gini masih berada di luar"
"Ya kan saya habis pulang kerja Gus"
"Memangnya gak ada pekerjaan yang pulangnya siang atau sore?"
"Ada.. buanyak malah"
"Terus,kenapa pilih pulang malam?"
"Ya karena cuma pekerjaan ini yang gajinya lumayan, bahkan bisa di atas UMR, lumayan bisa untuk di tabung"
"Emangnya kamu mau beli apa dengan tabunganmu itu?"
"Annisa pengen buka usaha sendiri di rumah, mungkin warung gitu,biar ibu gak kecapekan lagi harus bikin kue dan nitip-nitipin lagi,kadang suka kasihan liat ibu suka bangun jam 1atau jam 2,udah gitu seharian juga gak bisa istirahat"
"Terus kapan rencana mau buka warungnya?"
"Ya nanti kalo duitnya udah terkumpul, orang aku aja baru kerja sekitar 9 bulan, masih banyak yang harus di kumpulin Gus"
"Mau saya bantu gak?"
"Hah.. maksudnya Gus mau pinjemin saya uang? aduuuhh enggak deh.. makasih,Annisa gak bisa balikin nya"
"Ya kamu gak usah balikin"
"Terus konsepnya gimana? ada gitu minjem gak di balikin"
"Ada...buktinya saya di sini"
"Maksudnya?"
"Assalamu'alaikum"
Belum sempat Gus Rasya menjawab, orang yang di suruh akhirnya datang.Kang Roni kang Samsul diminta untuk datang membawa motor Annisa ke bengkel yang ada di dekat pondok pesantren.
"Waalaikumsalam"jawab Annisa dan Gus Rasya serentak.
" Saya minta tolong ya kang, bawain motornya ke bengkel,ini untuk beli rokok sama kopi"
"Baik Gus Terima kasih"
Akhirnya Annisa pulang dengan nebeng mobilnya Gus Rasya.Sesampainya di rumah, Annisa mengucapkan Terima kasih karena Gusnya itu sudah mau menolongnya.
"Makasih Gus tumpangannya, oh ya soal pinjeman yang gak di balikin tadi gimana?"
"Nikah sama saya"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
🌷💚SITI.R💚🌷
heee mmm rasay berbunga² ya anis..smg jd kenyataan ajakan gus rasya.
2024-10-20
0
Dey Desuka
hmmmmm.......ternyataaaaa
2024-08-28
0
Emitt Chan
Dari awal sampe akhir bikin baper, love it ❤️!
2024-08-16
3