BAB 10
"Mas Rasya... Annisa ada di rumah gak ya"
"Mana mas tau,lagian mau ngapain?"
"Mau main, aku sudah lama banget gak ketemu dia mas,bayangin udah 2 tahun, 2 tahun mas"
"Terus mas harus gimana?"
"Isshh.. mas Rasya gak asyik,oya kata ummi kemarin mas dilamar ya sama Ning Zulaikha?"
"Bukan melamar, tapi menyampaikan maksud dan keinginan"
"Sama aja itu"
"Beda"
"Terus mas Rasya gimana?diterima?"
"Enggak"
"Hah... kok bisa"
"Ya bisa"
"Waduuuuhhh... bisa ngereog 7 hari 7 malam dia"
"Hah???"
"Haihhh.. Mas Rasya tuh gak tau ya, Ning Zulaikha itu paling gak suka yang namanya penolakan"
"Jangan ghibah"
"Ihhh.. dengerin dulu"
"Enggak, pokoknya kalau ghibah jangan di kamar mas, hus.. huss.. sana keluar"
Akhirnya drama berakhir.Ning Risa di dorong keluar dari kamar Gus Rasya.Sampai di luar dalam hati Ning Risa mengatakan bisa jadi Ning Zulaikha gak akan menyerah begitu saja.
"Haisshh... punya abang satu kok gini banget, padahal kan aku mau kasih informasi penting buat di jaga-jaga"
Pagi itu Annisa sedang berada di warung tempat ibu menitipkan kue-kue nya,dia sibuk menata brang dagangannya yang terbilang cukup banyak.Setelah selesai dia berniat mampir ke bengkel tempat motornya semalam di bawa.Sesampainya di sana, ia melihat bengkelnya belum buka, lalu dengan berat hati ia pun kembali pulang, Dia bingung kalau sampai motornya belum jadi, nanti sore mau berangkat kerja pake apa?.Sedangkan rencananya pagi ini dia mau ke dokter.Hufff.. akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk ke dokter, tunggu motornya jadi aja deh, untuk nanti sore dia akan menghubungi temannya yang satu shif dengannya untuk bareng.Sambil berjalan kaki pulang, Annisa sempat melihat pemandangan yang sangat indah, udaranya juga sejuk.Di tambah sedikit kabut yang masih menyelimuti pegunungan yang ada di seberang sana, menambah keindahan. Sungguh indah ciptaannya.
"ANNISAAAA... "
Mendengar seseorang berteriak, Annisa pun menoleh yang ternyata adalah Ning Risa.
"Haisshh...disamperin kerumah ternyata ada disini"
"Assalamu'alaikum Ning.. apa kabar?"
Sambil tersenyum, Annisa mengulurkan tangannya.
"Wa'alaikumussalam... hehe lupa aku baik,Aaaaa... kangeennn"
Tanpa aba-aba, Ning Risa langsung memeluk Annisa.
"Udah lama banget kita gak ketemu,gimana kabar kamu?"
"Aku juga baik Ning"
Ning Risa pun melepaskan pelukannya.
"Waaahh.. ternyata kamu makin cantik ya"
"Makasih.. oya kapan Ning pulang?"
"Tadi pagi subuh, aku emang sengaja pulang, karna aku denger kemarin Ning Zulaikha mau dateng melamar mas Rasya"
"Emang beritanya udah kesebar ya"
"Bukannya kesebar, tapi emang sengaja di sebarluaskan,dan kamu tau siapa yang melakukan itu,dia Ning Zulaikha"
"Apa sampai begitu Ning? berarti Ning Zulaikha memang mencintai Gus Rasya"
"Itu namanya bukan cinta,tapi obsesi, terus jadi gila"
"Apa kalian sering bertemu?"
"Bukan sering lagi, kita itu satu kampus, untung aja gak satu kelas"
"Tapi aku melihat saat itu, dia begitu sopan dan lembut, dari tatapannya aku bisa tahu kalau dia begitu menyukai Gus Rasya"
"Emang dari dulu dia suka nya, tapi mas Rasya nya gak suka"
"Kenapa bisa gak suka?"
"Kalau kata ummi sih, karena mas Rasya udah suka sama seseorang, kamu tahu siapa orang yang beruntung itu?"
"Enggak,aku gak tau"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
🌷💚SITI.R💚🌷
gatu ya anis klu blm pasti rasya bulnf ngajak nikah serius atau ga
2024-10-20
0
Dey Desuka
aku....
gak tau....wkwkwkkkk
2024-08-28
0