BAB 9
"Nikah sama saya"
Kalimat itu terus terngiang di telinga Annisa saat ini.Kalimat yang tidak di sangka-sangka oleh Annisa,sampai membuat dia tidak bisa tidur.Bagaimana dia bisa tidur?setelah Gus Rasya mengatakan itu, dia langsung turun dari mobil dan meninggal kan Annisa begitu saja.Semua itu menimbulkan pertanyaan besar buat Annisa.Apakah Gus Rasya serius atau hanya main-main?. Sepertinya ia harus memastikan kembali, yaa besok pagi dia akan menemui Gus Rasya dan menanyakan soal itu.
Adzan Subuh berkumandang, seperti biasa Ibu Maimunah sedang berkutat dengan kue-kuenya.
"Annisa,nanti kalo kamu mau pergi sholat subuh ke masjid,bawa kue ini sekalian ya,bagikan ke semua santri dan santriwati"
"Kenapa di bagikan bu,bukannya di jual?
" Inikan hari jumat,ibu sengaja bikin kue agak banyakan,emang udah niatan dari lama dan baru terlaksana hari ini.kemarin alhamdulillah dagangan ibu laris jdi dapet rezeki lebih, gak ada salahnya berbagi."
"Hemm.. iya bu, aku siap-siap dulu"
"Jangan lupa adekmu Syifa bangunin"
"Iya.. "
Mereka pun berangkat ke masjid untuk sholat subuh berjamaah,seperti biasa yang jadi imam adalah Gus Rasya.Ada rasa yang berbeda ketika Gus Rasya menjadi imam pagi hari ini, tentunya setelah kejadian semalam.Seperti ada sesuatu yang telah di ambil namun apa?entahlah.
Selesai sholat Annisa dan di bantu santri lainnya membagikan kue kepada seluruh santri dan ustadz yang hadir,mereka berdzikir sebentar lalu memakan kue tersebut.Lalu di lanjutkan dengan tilawah pagi yang di bagi beberapa kelompok.Selesai ber tilawah satu per satu santri dan ustadz ustadzah meninggalkan masjid, terlihat Gus Rasya sedang berbincang -bincang dengan ustadz arifin. Ada rasa ragu untuk menghampirinya, di samping malu,alasan apa yang akan di pakai Annisa pada adiknya. Kembali dia berpikir bagaimana caranya agar bisa berbicara dengan Gus Rasya tanpa menimbulkan kecurigaan.Agak nya dari tadi Gus Rasya diam-diam juga memperhatikan gerak gerik Annisa yang terlihat bingung.Gus Rasya merasa ada yang ingin di bicarakan Annisa pada dirinya, apakah soal ajakannya semalam?.
"Kak Anis ayok pulang,aku masih ngantuk nih"
Rengek Syifa.
"Emmm... gimana ya.. ayok deh"
Akhirnya Annisa mengurungkan niatnya untuk menemui Gus Rasya,ia pikir besok masih ada waktu.Gus Rasya yang melihat Annisa pergi pun hanya bisa memandang dengan penuh kecewa.Tapi dari pada menimbulkan fitnah, lebih baik seperti ini dulu.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam.. ehh anak ummi sudah pulang,Abbah mana kok bareng kamu?"
"Tadi Rasya liat abbah lagi sama ustadz Dahlan dan yang lainnya, gak tau ngobrolin apa"
"Kok mas gak ikut ngobrol?" tanya Ning Risa
"Hei.. kamu kapan baliknya?perasaan tadi subuh belum ada, iya kan ummi"
"Tadi pas kamu berangkat ke masjid, adek kamu pulang,ummi suruh nyusul ke masjid dia gak mau, capek katanya"
"Hemm... kamu bawa oleh-oleh apa dari bogor? sini mas minta"
" Minta..... beliiiii!!! wleeeee"
"Awas ya kamu,kalau sama masnya jangan pelit"
"Habisnya mas Rasya gak kira-kira kalo minta"
"Bilang aja pelit, orang pelit tuh temennya setan"
"Idiihh si mas Rasya mau-mau nya temenan sama setan"
"Bukan mas, tapi kamu"
"Tau ah capek ngomong sama mas"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments