BAB 11
"Rasya... adik kamu mana?"
"Gak tahu ummi,tadi katanya mau ke rumah Annisa"
"Oohhh... ummi mau minta tolong bisa?"
"Minta tolong apa ummi?"
"Ummi minta, tolong kasih ini ke Annisa ya"
Terlihat ummi menyerahkan amplop putih yang sedikit tebal,bisa Gus Rasya bayangkan itu adalah sejumlah uang.
"Emm.. kalau di tanya itu apa, Rasya bilang gimana ummi?"
"Kamu bilang saja ini uang kue ibu nya"
"Tapi sebenarnya ini uang apa ummi?"
"Kamu ini di mintai tolong kok malah kepo, sudahlah kasihkan saja"
"Baik ummi, tapi Rasya bisanya habis ashar"
"Ya terserah, yang penting kamu kasihkan ke Annisa"
Sore habis ashar Gus Rasya langsung ke rumah Annisa.Terlihat Annisa sedang bersiap-siap berangkat kerja.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam, Gus..?"
"Kamu mau berangkat kerja, memangnya motor kamu sudah jadi?"
"Iya, Gus.. saya akan berangkat bareng teman saya?"
"Apa motornya rusak?bukannya cuma bannya yang bocor?"
"Entahlah, katanya kang Roni ada yang perlu di ganti gitu, tapi gak tahu namanya apa"
"Oohhh.. saya kesini untuk kasih ini untuk kamu"
Gus Rasya menyerahkan amplop putih kepada Annisa.
"Ii.. ini apa Gus?"
"Dari ummi"
"Dari ummi?ohhh.. pasti uangnya ibu.. sebentar aku kasih ke ibu dulu"
"Ehhh.. tapi"
"Kenapa Gus, jangan bilang ini adalah pinjaman yang waktu itu ya?maaf Gus tapi kayaknya gak usah deh beneran"
Annisa menolak dengan memberikan kembali amplop tersebut kepada Gus Rasya.
"Jadi kamu menolak menikah dengan saya?"
Pertanyaan itu sontak menganggetkan Annisa.
"Emmm... emmm.. bukan gitu Gus.. tapi"
"Tapi apa Annisa?"
"Tapi masalahnya bukan di uang itu kan?"
"Maksudnya?"
"Maksudnya,apa karena uang yang mau Gus Rasya pinjamkan bayarannya Annisa harus menikah sama Gus Rasya?apa tidak ada opsi lain gitu, misalnya dengan cara di cicil?"
"Gak ada"
"Hahhh.."
"Saya tunggu jawaban kamu sebelum saya berangkat ke Kairo 2 hari lagi,sekarang kamu saya antar ke tempat kerja kamu, ayo"
Aappaa.. 2 hari??? Yang bener saja,terus sekarang dia yang mau nganter,Annisa terus bergumam dalam hatinya.Dia sungguh gak percaya ternyata Gus Rasya benar-benar mengajak nya menikah.Tapi sekarang Annisa serba kebingungan,perasaannya bersambut, tapi kenapa jadi kecepetan kayak gini.
"Ya Allah ternyata engkau memang bener- bener baik,tapi apa gak terlalu cepet? gimana kalau keluarganya gak setuju, terus ibu juga gak setuju,aku harus bagaimana ya Allah"
Annisa terus bermonolog pada dirinya sendiri. Sambil melihat amplop yang ada di tangannya, ia mencoba membuka dan melihat isinya. Dan ternyata memang benar isinya adalah uang yang cukup banyak.Kalau buat buka usaha di rumah itu sudah lebih dari cukup.Kemudian ia memasukan kembali amplop itu ke dalam tas, ia tidak mau terburu-buru dalam membuat keputusan.Sementara uangnya akan ia simpan dulu nanti di Bank.
"Tiiiinnnttt... Annisa ayo naik"
Suara Ning Risa membuat Annisa menoleh,yaa itu adalah Ning Risa dan yang yang menyetir adalah Gus Rasya.Annisa pun segera menghampiri keduanya,dan langsung naik ke jok belakang.
"Aaaaaa... senang bisa mengantar kamu pergi bekerja,"
Annisa yang mendengar perkataan itu dari Ning Risa hanya bisa tersenyum.Sedangkan Gus Rasya hanya terdiam,dan kembali ke sikap dinginnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
🌷💚SITI.R💚🌷
bismillah..terima aja anisa ..trs mhn petunjuk sm Allah..
2024-10-20
0