BAB 3
Setelah urusan dari kantin selesai, Annisa dan Syifa langsung pulang ke rumah, Syifa sibuk dengan tas dan buku pelajaran yg akan di bawa ke sekolahnya, sedang Annisa sibuk mencuci pakaian.
"Kak.. aku berangkat sekolah dulu ya, ibu mana?"
"Ibu lagi kewarung nitipin kue sekalian beli bahan-bahan keperluan lainnya, kamu sarapan dulu sana"
"Ohh.. aku sarapan di kantin pondok aja, keburu siang ntar telat dimarahin Gus Rasya,pagi ini jadwalnya beliau ngajar"
Ketika nama Gus Rasya di sebut,rasanya seperti kata-kata yang di ucapkan Syifa tadi pagi kembali terngiang.Sejenak berhenti dari kegiatan mencuci pakaian nya,dan kembali merenungi.Kenapa harus seperti ini, kenapa harus sesakit ini.Hatinya kembali berargumen, belum tentu berita itu benar, dan untuk memastikan semua itu adalah menunggu nanti siang, ya.. nanti siang semuanya akan terjadi semuanya.
"Kak kok bengong?aku berangkat ya... assalamu'alaikum"
"eehh.. iya waalaikumsalam"
Syifa pun berangkat ke sekolah, dalam hatinya dia berkata kak Annisa kenapa ya,kok kayak ada yang aneh,...tapi Syifa tak mau ambil pusing.
"Rasya jangan lupa nanti siang, keluarga Kyai Abdullah mau berkunjung ke sini, usahakan kamu ada di rumah ya.
" Insya Allah abah, akan Rasya usahakan"
"Oh ya bagaimana rencanamu tentang kuliah di Kairo..? "
"Kalau itu Rasya juga belum yakin abah,apalagi di pondok pesantren ini masih sedikit gurunya, nanti kalo Rasya pergi siapa yang akan membantu disini"
"Ya abah mengerti, memang sudah saatnya kita mulai merekrut guru baru,apa kamu ada teman yang mau melamar jadi guru? "
"Kemarin Rasya sempat bertemu teman perempuan namanya Salamah,kami tidak sengaja bertemu di tempat fotokopi, dia masih kuliah dan ingin mencari pekerjaan paruh waktu"
"Dia kuliah jurusan apa memangnya? "
"Kalau tidak salah dia ambil jurusan Tarbiyah"
"Kebetulan sekali,coba kamu tanyakan padanya apa dia mau mengajar di sini?"
"Insya Allah abah nanti Rasya coba tanyakan"
"Hemm... ya sudah kalau gitu kamu mengajar dulu sana kasihan muridmu menunggu lama"
"Baik abah Rasya pergi dulu.. assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam... oh ya Rasya jangan galak-galak kalau ngomong sama perempuan"
Gus Rasya nampak bingung dengan omongan abahnya itu.Lalu sambil berjalan dia berpikir apa dia se galak itu, padahal dia cuma bersikap tegas untuk mendisiplinkan santri-santri di pondok.Dan itupun gak cuma sama perempuan,sama laki-laki pun Gus Rasya tak kalah galaknya.Semua itu masih dalam batas wajar menurutnya.
Setibanya di kelas Gus Rasya langsung mengajar mata pelajarannya yaitu bahasa Arab.Mata pelajaran yang sangat sulit tapi kalau mau bolos juga gak akan bisa.Ya... kelas yang menjadi mata pelajaran yang pertama bahasa Arab itu adalah kelasnya Syifa.Bahkan walaupun yang mengajar seganteng Gus Rasya, tetap saja bagi Syifa itu menyulitkan.Bukan karena Gus Rasya yang ganteng, melainkan sikap tegas dan mata tajam nya Gus Rasya yang membuat hatinya tak tenang.Pelajaran yang sulit ini menjadi semakin sulit.Salah sedikit saja dalam pengucapan atau penulisan, hukumannya bisa suruh menghafal.Intinya tidak akan ada yang selamat dalam pelajaran ini, semuanya harus perfect.
"Baik semuanya apa ada yang di tanyakan?"
"Tidak ada Gus... "
Semuanya serentak menjawab pertanyaan dari Gus Rasya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
🌷💚SITI.R💚🌷
berarti betul nih rasya mau di jodohin
2024-10-20
0
Cici
ceritanya udah bagus. tapi perhatikan lagi tanda bacanya yaa kak^^
semangat untuk nulis nya.
mampir juga dikarya ku ✨
2024-10-16
0