Salah Paham (2)

Hari ini, Adel berniat belanja bahan pokok sekalian menghibur hati akibat rasa rindu pada Selatan yang mulai menjauh darinya. Namun ia merasa paham, ayah dari pemuda tersebut sudah melarang kerasa hubungan mereka dan ia juga tidak ingin ada keributan lagi.

Pada akhirnya, baik Adel dan Selatan sama-sama paham serta tidak berusaha membuat masalah. Hanya saja mereka tidak tahu bahwa ada kesalahpahaman pada El sehingga jarak terjadi di antara keduanya.

Saat sedang sibuk berbelanja, tanpa Adel sadari bahwa El juga ada di sana dan tentu saja berbelanja juga. Hubungannya dengan sang putra mulai membaik walau terkadang ia dapat melihat tatapan aneh dari Selatan.

Mungkin masih berpikir kalau dirinya sengaja mengambil hati agar bisa menerima wanita yang hendak ia nikahi. Padahal, El memang tidak punya teman wanita apalagi kekasih. Hanya saja, karena sang sekretaris yang sering berada di dekatnya dan kebetulan anaknya tahu kalau ada cinta di mata wanita itu, maka semuanya menjadi salah paham.

Hidup El memang benar-benar penuh salah paham. Sejak dulu, hingga sekarang ia suka salah paham. Tidak pernah mau menyelidiki sesuatu dengan terinci. Mungkin hal tersebut jugalah yang membuat ia ditinggal oleh istrinya.

"Kenapa kau ada di sini?"

Suara itu menghentikan aktivitas belanja Adel. Ia segera mengenali suara El. Bagaimana tidak, baru El yang berani membuat masalah padanya setelah perceraiannya di masa lalu. Ditambah lagi, ia memiliki sedikit kekesalan akibat hinaan El padanya beberapa waktu lalu.

"Kenapa aku tidak boleh ada di sini? Ini tempat umum dan semua orang berhak datang." Setelah mengatur tekanan emosi. Adel memutuskan melawan El yang sangat menjengkelkan di matanya.

"Alasan, kau pasti tahu aku datang ke mari dan kau sengaja mendekati ku agar aku memberikan izin pada mu untuk bertemu anak ku."

"Kau terlalu percaya diri, Tuan." Bertambah lagi kekesalan Adel pada El.

"Atau kau memang sengaja mendekati putra ku agar aku bersimpati hingga termakan rayuan mu. Kalau tidak, mustahil kita bisa bertemu di waktu seperti ini, tidak mungkin juga ada kebetulan."

Ingin rasanya Adel menjambak rambut El dengan puas, menendang perutnya dan memberikan bubuk cabe level tinggi ke mulutnya. Jujur, hanya El yang mampu membuat emosinya menjadi seperti sekarang. Bahkan mantan suaminya serta Sifa tidak sampai membuatnya sangat jengkel.

"Dunia ini sempit, kalau kau mau aku tidak bertemu dengan mu. Maka sebaiknya kau membuat minimarket sendiri."

Beruntung suasana minimarket sedang sepi sehingga tidak menimbulkan kerumunan. Lagi pula suara mereka juga tidak kuat, baik Adel maupun El sadar bahwa tidak baik bertengkar di muka umum.

"Dasar wanita, aku tahu kau pasti sengaja mengikuti ku. Dan meskipun aku terlihat tampan dan kaya, aku tidak semudah itu bisa tergoda."

Cengkraman tangan Adel pada keranjang belanjanya menguat. Astaga, kini ia tahu seperti apa sifat ayah Selatan. Selain suka salah paham, dia juga terlalu percaya diri. Meskipun sebenarnya Adel setuju kalau El itu memang tampan, namun tidak sampai harus membanggakan diri sendiri. Apa dia pikir dirinya wanita miskin yang suka menggoda pria kaya? Dasar menyebalkan.

"Apa untungnya aku mengikuti mu? Aku juga cantik dan punya banyak uang, kalau pun aku mau mencari pasangan, akan ku pastikan dia waras. Tidak seperti mu yang punya sifat narsis berlebihan."

Sekarang giliran El yang kesal, awalnya memang ia tidak bermaksud membanggakan dirinya. Tapi entah kenapa, saat berbicara dengan Adel, jiwa kekanak-kanakannya muncul begitu saja. Jauh berbeda jika ia berbicara dengan orang lain, seolah-olah ia menjadi dirinya sendiri.

"Kau mengatakan aku tidak normal?"

"Bagus jika kau sadar diri." Adel memutuskan menghentikan pembicaraan dan berlalu begitu saja. Moodnya menjadi buruk setelah bertemu El.

Segera, Adel membayar belanjaannya lalu meninggalkan minimarket tanpa melirik ke arah El yang sejak tadi sedang mengawasinya.

"Awas saja, kalau sampai aku bertemu dengan pria menyebalkan itu lagi. Akan ku buat dia malu." Kesal Adel saat di dalam mobil.

Entah takdir seperti apa yang sedang Tuhan rencanakan untuk keduanya. Yang jelas, mereka akan sering bertemu, saling salah paham lalu mengembalikan apa yang sudah mereka paksa untuk dilupakan.

****

"Mas, kamu kok suka melamun sejak kita pulang dari Bandung?"

Sudah beberapa hari, Rai dan Sifa kembali ke Jakarta. Namun, ada sesuatu yang tiba-tiba saja berubah. Sifa merasa cemas karena sang suami mulai tidak memperhatikannya lagi.

"Kamu mikirin mantan istri kamu, Ya?" Tebak Sifa dan sepertinya memang benar.

"Nggak kok, aku cuman kepikiran tentang pekerjaan. Jangan asal nuduh." Rai menyembunyikan semuanya. Dan Sifa bisa menebak dengan benar.

"Jangan sampai aku tahu kamu berhubungan sama dia ya, Mas. Aku nggak ikhlas sama sekali." Sifa memutuskan pergi meninggalkan Rai. Ia harus memikirkan bagaimana cara agar Rai benar-benar melupakan sosok Adel.

Sebenarnya itu tidak akan pernah bisa, sejak awal. Ia yang memaksa masuk ke dalam dunia Rai dan Adel, berpikir kalau dirinya bisa menggantikan sosok Adel namun sayang. Hingga detik ini, pernikahan yang sudah berjalan hampir 5 tahun dirinya tidak sepenuhnya menjadi istri Rai.

Dan kini, Rai mulai menunjukkan tanda-tanda sedang memikirkan kenangan pernikahannya dengan Adel. Rai masih sangat mencintai Adel, bagaimanapun Adel satu-satunya wanita yang masih ada di sisinya meskipun ia seorang pria tanpa apa-apa. Menemaninya mencapai puncak kejayaan, bahkan tidak ada tatapan meremehkan. Rai merasa hidupnya mulai hambar tanpa Adel.

"Andai waktu bisa di putar kembali, mungkin aku tetap memilih bertahan dengan wanita yang rela berkorban demi menaikkan derajat suaminya, bukan dengan wanita yang hanya tau menghabiskan uang ku."

Gumaman itu hanya ada di dalam hati Rai. Ia tak sanggup berbicara, rasanya lidahnya Kelu. Penyesalan mulai menggerogotinya, namun ia masih belum bertindak.

Pernikahan yang ia pikir akan menjadi pernikahan paling bahagia malah seperti neraka untuknya. Mungkin Sifa tidak pernah menyiksanya secara fisik, namun mentalnya mulai tidak baik. Wanita itu, selalu saja meminta hal-hal mahal bahkan tidak perduli dengan kondisi keuangan yang mulai merosot jauh ke bawah.

Jika di awal mereka mendapatkan banyak keuntungan, namun perlahan tapi pasti. Keuntungan berubah menjadi kemalangan, para pemegang saham lama mulai kecewa pada kinerja perusahaan yang ia pimpin, bahkan mulai membanding-bandingkan dirinya dengan sang mantan istri.

Sebenarnya, ia mulai paham dengan situasi. Orang-orang akhirnya tahu kalau ia dan Adel telah bercerai dan ada wanita idaman lain yang menjadi penyebabnya. Mungkin bagi kebanyakan pebisnis itu wajar namun sekali lagi, tidak semua pebisnis suka mengetahui hal menjijikan seperti itu. Sebagian dari mereka malah memandang rendah ia yang mudah tergoda wanita luar. Lalu, mulai menjauh hingga mencabut modal dengan alasan tidak ingin terkena scandal antara dirinya dan Sifa.

Seperti sebuah karma, ia mulai merasakan akibat dari perbuatannya di masa lalu. Apa yang sudah menjadi penyebab utama perselingkuhan kini mulai meredup. Kekayaan, kepopuleran dan status tinggi berubah menjadi sampah di mata orang-orang.

Ini bahkan belum seberapa. Sebentar lagi, saat kecurangannya terendus ke media masa, ia yakin masyarakat akan mulai mencaci maki dirinya dan Sifa. Seperti itulah hukum masyarakat untuk para pengkhianat. Jauh lebih kejam dari sebuah kurungan penjara.

Terpopuler

Comments

Herna Wati

Herna Wati

rasainlu..karma mulai berjalan

2024-09-17

0

lihat semua
Episodes
1 Perselingkuhan
2 Kecurigaan
3 Pernikahan Kedua Suamiku
4 Memilih Jadi Janda
5 Memulai Hidup Baru
6 Resmi Bercerai
7 Ditolak
8 Sampah
9 Pertemuan Pertama
10 Menyetujui
11 Bunda Adel
12 Kunjungan
13 Posesif
14 Bertemu Kembali
15 Berdiri Tegak
16 Nasehat
17 Salah Paham
18 Penyesalan Seorang Ayah
19 Memperbaiki
20 Salah Paham (2)
21 Perjodohan
22 Anak Panti
23 Mencoba Mendekati
24 Menghindar
25 Panti Asuhan
26 Wanita Tidak Tahu Malu
27 Bersaudara
28 Perasaan Aneh
29 Dituduh
30 Kebenaran
31 Pelaku Yang Sebenarnya
32 Meminta Maaf
33 Memanjakan
34 Penangkapan
35 Kantor Polisi
36 Ibu Yang Kejam
37 Dituduh Pelakor
38 Bertemu Kembali
39 Bundanya Anak-anak
40 Rasa Sakit Seorang Anak
41 Tiba-tiba Di Lamar
42 Mulai Menyesal
43 Tampak Lebih Bahagia
44 Mempermalukan Diri Sendiri
45 Meluruskan Kesalahpahaman
46 Tes DNA
47 Tentang Sifa
48 Keributan
49 Disegerakan
50 Niat Yang Baik
51 Hukum Tabur Tuai
52 Akad Nikah
53 Makna Rumah Sesungguhnya
54 Terasa Seperti Mimpi
55 Persaingan Ayah dan Anak
56 Fitnah
57 Hamil
58 Dia Istriku
59 Hancur Yang Sesungguhnya
60 Kebenaran Yang Menyakitkan
61 Cerita Kelam Di Masa Lalu
62 Roda Kehidupan Yang Berputar
63 Ingin Muntah
64 Mantan Istri
65 Penjelasan
66 Ini Karma
67 Mengadu Pada Ayah
68 Akhir Dari Wanita Penggoda (1)
69 Akhir Dari Wanita Penggoda (2)
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Perselingkuhan
2
Kecurigaan
3
Pernikahan Kedua Suamiku
4
Memilih Jadi Janda
5
Memulai Hidup Baru
6
Resmi Bercerai
7
Ditolak
8
Sampah
9
Pertemuan Pertama
10
Menyetujui
11
Bunda Adel
12
Kunjungan
13
Posesif
14
Bertemu Kembali
15
Berdiri Tegak
16
Nasehat
17
Salah Paham
18
Penyesalan Seorang Ayah
19
Memperbaiki
20
Salah Paham (2)
21
Perjodohan
22
Anak Panti
23
Mencoba Mendekati
24
Menghindar
25
Panti Asuhan
26
Wanita Tidak Tahu Malu
27
Bersaudara
28
Perasaan Aneh
29
Dituduh
30
Kebenaran
31
Pelaku Yang Sebenarnya
32
Meminta Maaf
33
Memanjakan
34
Penangkapan
35
Kantor Polisi
36
Ibu Yang Kejam
37
Dituduh Pelakor
38
Bertemu Kembali
39
Bundanya Anak-anak
40
Rasa Sakit Seorang Anak
41
Tiba-tiba Di Lamar
42
Mulai Menyesal
43
Tampak Lebih Bahagia
44
Mempermalukan Diri Sendiri
45
Meluruskan Kesalahpahaman
46
Tes DNA
47
Tentang Sifa
48
Keributan
49
Disegerakan
50
Niat Yang Baik
51
Hukum Tabur Tuai
52
Akad Nikah
53
Makna Rumah Sesungguhnya
54
Terasa Seperti Mimpi
55
Persaingan Ayah dan Anak
56
Fitnah
57
Hamil
58
Dia Istriku
59
Hancur Yang Sesungguhnya
60
Kebenaran Yang Menyakitkan
61
Cerita Kelam Di Masa Lalu
62
Roda Kehidupan Yang Berputar
63
Ingin Muntah
64
Mantan Istri
65
Penjelasan
66
Ini Karma
67
Mengadu Pada Ayah
68
Akhir Dari Wanita Penggoda (1)
69
Akhir Dari Wanita Penggoda (2)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!