Penyesalan Seorang Ayah

Setelah pergi dari kafe. El memutuskan menunggu sang putra di depan pintu gerbang sekolah. Ia ingin pulang bersama, sekalian mencoba membuat jarak antara putranya dengan Della yang masih ia yakini menjalin hubungan terlarang.

Tidak, dalam tanda kutip bukan terlarang seperti hubungan berakhir hancurnya masa depan. El terlalu sibuk dengan pemikirannya, ia berpikir bahwa tidak ada orang yang tulus kecuali dirinya mengingat seperti apa ia di buang begitu saja oleh mantan istrinya.

Sudah 16 tahun, tapi tetap saja ia masih belum bisa melupakan penghinaan dan pengkhianatan yang di lakukan oleh wanita kedua setelah ibunya yang ia cintai begitu dalam.

Rasa trauma, mungkin sama seperti Adel. Orang ketiga membuat kebencian itu muncul dan tentu kemarahan akan berakhir dendam. Walau Adel tidak memiliki niat balas dendam atau mengusik kembali kehidupan mantan suaminya dan terkesan menyerahkan semuanya pada takdir. Berbeda dari El yang masih ingin balas dendam hingga beresiko hubungan hancur ayah dan anak.

Setelah menunggu selama satu jam. Akhirnya para siswa keluar dari kelas dan El bisa melihat dengan jelas wajah putranya. Tiba-tiba saja ia merutuki kebodohannya, satu-satunya keturunannya sudah tumbuh dewasa dan ia tidak ada di sana. Tawa yang terlihat di wajahnya akibat kekonyolan kedua temannya pun membuat El merasa asing.

Sejauh itu ternyata ia sudah pergi, jika setiap kali bertemu di rumah saat ia tidak bekerja. Mereka hanya akan menyapa di meja makan tanpa ada senyum bahkan saat dirinya terpaksa datang ke sekolah setiap kali putranya membuat masalah. Senyum tulus itu tidak pernah ada.

"Ibu benar, aku terlalu sibuk dengan dunia ku hingga lupa bahwa ada seseorang yang juga menjadi korban dari kesalahan kami."

El sadar dirinya salah, namun setiap kali mengingat hinaan yang di layangkan oleh mantan istrinya tepat setelah Selatan lahir. Rasa bersalah pada sang putra tergeser dengan obsesi balas dendam. El tetaplah manusia, dan manusiawi kalau ia punya dendam setelah di campakkan.

Bisa dibayangkan seperti apa lukanya saat kau sudah bersusah payah mencari uang demi keluarga kecil mu, namun tiba-tiba saja usaha mu menjadi sia-sia tak kala wanita yang kau usahakan bisa menikmati hidup enak mencampakkan mu bahkan menganggap anak serta pernikahan mu seperti kesalahan paling fatal di dunianya. Melihat senyum angkuh pria yang sudah menjadi duri dalam rumah tangga mu, mengatakan lewat tatapan matanya bahwa akhirnya kau kalah dan dia memenangkan pertarungan yang bahkan tidak mau tahu kapan di mulainya. Siapapun tidak akan mudah memaafkan masa lalu itu.

Ketika Selatan sudah tiba di gerbang sekolah. Secepat kilat El keluar dari mobil lalu menghampiri putranya. Banyak mata yang memandang, wajar sebenarnya. Ini pertama kalinya El mengambil inisiatif menjemput putranya tepat sejak Selatan masuk taman kanak-kanak. Sudah terlalu lama rupanya.

"Bagaimana sekolah mu hari ini?" Ini mungkin karena El yang tidak pernah akrab apalagi berbicara dengan putranya hingga ia melayangkan pertanyaan aneh dan konyol.

"Papa." Selatan terpana. Tidak percaya dengan apa yang sedang ia lihat, ini pertama kalinya ia bertemu dengan sang ayah di depan sekolah dalam kondisi tanpa melakukan kejahatan seperti di masa lalu.

"Papa baru saja kembali dan berniat menjemput mu. Ayo kita pulang." El tidak akan memberitahu atau melarang Selatan secara terang-terangan untuk mengunjungi Adel. Ia sebisa mungkin membuat jarak antar keduanya agar sang putra tidak membencinya.

"Selatan bisa pulang sendiri, ada Vino dan Fano."

Lihatlah, gaya bicaranya saja sudah berubah. Jika dulu Selatan akan menggunakan kata 'aku' maka sekarang ia menyebut namanya agar terdengar lebih sopan. El jadi semakin bersalah, ia melewatkan banyak hal bersama putranya. Andai ia tahu bahwa perubahan tersebut terjadi setelah Selatan menjadi anak angkat Della, tapi sepertinya ia tidak akan menyadarinya dengan cepat sebab sudah ada kesalahpahaman pada pertemuan pertama.

"Tidak, papa ingin kita pulang bersama. Fano dan Vino juga bisa ikut bersama."

Sekarang giliran Fano dan Vino yang terkejut, mereka tidak menduga bahwa ayah teman mereka akan menjemput. Sepertinya matahari terbit dari arah lain hati ini atau tadi malam mereka lupa baca doa sebelum tidur sehingga hari ini mimpi.

"Kenapa tiba-tiba ingin menjemput? Biasanya Papa nggak pernah peduli sama Selatan. Papa lebih sibuk sama kerjaan dan pacar Papa."

Kalau di tanya apa Selatan bisa menerima perubahan El dengan cepat? Maka tidak bisa, ia bahkan mulai berpikir aneh, mungkin semisal sang papa berniat memperkenalkan dirinya dengan calon mama tiri. Jujur, Selatan tidak perduli, ia bahkan berniat hidup sendiri kalau suatu saat nanti papanya menikah dengan wanita lain.

Jujur Selatan takut dengan kehadiran ibu tiri, mama tiri atau sejenisnya. Banyak melihat sinetron dan beberapa kisah nyata, membuatnya tidak bisa menerima tapi berbeda jika yang menjadi ibunya adalah Adel. Ia sudah mengenal wanita itu dan yakin bahwa hidupnya akan baik kalau hidup serumah bersama Adel sebagai ibu sambungnya.

"Apa salah jika papa berniat memperbaiki hubungan papa sama kamu?"

"Ini nggak lucu, Pa." Malah makin ngawur dan Selatan jadi merinding sendiri. Jika El mengatakan hal seperti itu saat ia berusia 10 tahun maka ia akan senang dan menerima, namun sekarang ia sudah dewasa dan tidak membutuhkan perubahan lagi. Bahkan semenjak kehadiran Adel, perasaan ingin menghabiskan waktu bersama sang papa tidak ada lagi.

"Apa papa kelihatan lagu ngelucu?"

"Papa makin aneh. Kalau memang Papa mau minta restu nikah lagi, Selatan izinkan. Tapi dengan satu syarat, jangan paksa Selatan terima dia."

Sejauh itu ternyata ia pergi, kini anaknya bahkan tidak ingin ia jangkau lagi. Jika saja dulu, setiap kali Selatan meminta waktu dan ia menuruti, mungkin hubungan mereka tidak serumit sekarang. Tapi tetap saja, mengatakan jika dan berandai-andai apalagi menyesali semua keputusan yang ia lakukan di masa lalu tidak ada gunanya.

Melihat wajah sedih El. Fano berinsiatif menghentikan. Ia meminta Selatan pulang bersama sang ayah agar jarak yang semakin jauh diantara keduanya bisa diperbaiki.

"Udah, Ta. Lo ikut om El aja, kasihan bokap Lo pasti udah nunggu dari tadi."

"Benar kata Fano. Kita bisa main besok, atau entar malam kita ke rumah Lo nginep." Niatnya hari ini mereka ingin berkunjung ke kafe Adel. Melepas rindu setelah satu Minggu tidak mampir akibat ujian tengah semester. Tapi siapa yang tahu kalau hari ini ada keajaiban dunia.

Sebenarnya Selatan sedikit kasihan pada sang papa, ditambah mereka seperti sedang menjadi tontonan gratis oleh banyak siswa. Jadi, ia memutuskan pulang bersama walau sebenarnya tidak ingin.

"Ya udah, gue duluan, Ya." Setelah itu Selatan masuk ke mobil sang papa.

"Makasih udah bantu om. Kalau begitu om pamit dulu."

"Sama-sama, hati-hati di jalan, Om," ucap Fano dan Vino bersamaan.

Episodes
1 Perselingkuhan
2 Kecurigaan
3 Pernikahan Kedua Suamiku
4 Memilih Jadi Janda
5 Memulai Hidup Baru
6 Resmi Bercerai
7 Ditolak
8 Sampah
9 Pertemuan Pertama
10 Menyetujui
11 Bunda Adel
12 Kunjungan
13 Posesif
14 Bertemu Kembali
15 Berdiri Tegak
16 Nasehat
17 Salah Paham
18 Penyesalan Seorang Ayah
19 Memperbaiki
20 Salah Paham (2)
21 Perjodohan
22 Anak Panti
23 Mencoba Mendekati
24 Menghindar
25 Panti Asuhan
26 Wanita Tidak Tahu Malu
27 Bersaudara
28 Perasaan Aneh
29 Dituduh
30 Kebenaran
31 Pelaku Yang Sebenarnya
32 Meminta Maaf
33 Memanjakan
34 Penangkapan
35 Kantor Polisi
36 Ibu Yang Kejam
37 Dituduh Pelakor
38 Bertemu Kembali
39 Bundanya Anak-anak
40 Rasa Sakit Seorang Anak
41 Tiba-tiba Di Lamar
42 Mulai Menyesal
43 Tampak Lebih Bahagia
44 Mempermalukan Diri Sendiri
45 Meluruskan Kesalahpahaman
46 Tes DNA
47 Tentang Sifa
48 Keributan
49 Disegerakan
50 Niat Yang Baik
51 Hukum Tabur Tuai
52 Akad Nikah
53 Makna Rumah Sesungguhnya
54 Terasa Seperti Mimpi
55 Persaingan Ayah dan Anak
56 Fitnah
57 Hamil
58 Dia Istriku
59 Hancur Yang Sesungguhnya
60 Kebenaran Yang Menyakitkan
61 Cerita Kelam Di Masa Lalu
62 Roda Kehidupan Yang Berputar
63 Ingin Muntah
64 Mantan Istri
65 Penjelasan
66 Ini Karma
67 Mengadu Pada Ayah
68 Akhir Dari Wanita Penggoda (1)
69 Akhir Dari Wanita Penggoda (2)
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Perselingkuhan
2
Kecurigaan
3
Pernikahan Kedua Suamiku
4
Memilih Jadi Janda
5
Memulai Hidup Baru
6
Resmi Bercerai
7
Ditolak
8
Sampah
9
Pertemuan Pertama
10
Menyetujui
11
Bunda Adel
12
Kunjungan
13
Posesif
14
Bertemu Kembali
15
Berdiri Tegak
16
Nasehat
17
Salah Paham
18
Penyesalan Seorang Ayah
19
Memperbaiki
20
Salah Paham (2)
21
Perjodohan
22
Anak Panti
23
Mencoba Mendekati
24
Menghindar
25
Panti Asuhan
26
Wanita Tidak Tahu Malu
27
Bersaudara
28
Perasaan Aneh
29
Dituduh
30
Kebenaran
31
Pelaku Yang Sebenarnya
32
Meminta Maaf
33
Memanjakan
34
Penangkapan
35
Kantor Polisi
36
Ibu Yang Kejam
37
Dituduh Pelakor
38
Bertemu Kembali
39
Bundanya Anak-anak
40
Rasa Sakit Seorang Anak
41
Tiba-tiba Di Lamar
42
Mulai Menyesal
43
Tampak Lebih Bahagia
44
Mempermalukan Diri Sendiri
45
Meluruskan Kesalahpahaman
46
Tes DNA
47
Tentang Sifa
48
Keributan
49
Disegerakan
50
Niat Yang Baik
51
Hukum Tabur Tuai
52
Akad Nikah
53
Makna Rumah Sesungguhnya
54
Terasa Seperti Mimpi
55
Persaingan Ayah dan Anak
56
Fitnah
57
Hamil
58
Dia Istriku
59
Hancur Yang Sesungguhnya
60
Kebenaran Yang Menyakitkan
61
Cerita Kelam Di Masa Lalu
62
Roda Kehidupan Yang Berputar
63
Ingin Muntah
64
Mantan Istri
65
Penjelasan
66
Ini Karma
67
Mengadu Pada Ayah
68
Akhir Dari Wanita Penggoda (1)
69
Akhir Dari Wanita Penggoda (2)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!