Kecurigaan

Langit berubah menjadi malam yang gelap. Reyhan memutuskan kembali ke rumahnya bersama Adel. Dia tidak ingin sang istri mencurigainya untuk saat ini. Raihan takut Adel akan membuat kekacauan dan pernikahannya dengan Sifa batal. Namun, sebelum pulang Raihan tidak lupa mampir ke rumah orang tuannya yang tidak malah mewahnya dengan kediamannya bersama Adel.

"Kenapa kau datang malam-malam begini, Nak?" Linda menyambut kedatangan putra kesayangannya. Dia benar-benar menganggap Raihan sebagai bintang keberuntungan karena pria itu berhasil memberikan hidup yang baik untuknya. Lupa kalau semua kekayaan yang mereka nikmati hasil dari kerja keras Adel yang sayangnya tidak pernah mereka hargai.

"Apa istri mu membuat masalah lagi?" Kakak perempuan Raihan bergabung dalam obrolan mereka.

"Benar, apa wanita itu membuat mu kesal, Sayang? Beritahu ibu. Ibu akan memberikannya hukuman."

"Benar, si mandul itu harus diberi pelajaran, Bu."

Hanya karena Adel tidak kunjung hamil. Seluruh keluarga Raihan menuduh Adel mandul. Padahal, seharusnya mereka sadar karena merekalah Adel tidak juga bisa hamil. Mereka memaksa Adel kerja siang dan malam. Tidak pernah membiarkan wanita itu menikmati hari libur dan membeli barang-barang mewah hasil kerja kerasnya sendiri.

Semuanya di nikmati oleh Raihan dan keluarganya. Mereka menjadikan Adel sapi perah. Tidak rela kalau Adel menikmati kekayaan yang mereka anggap sebagai milik mereka.

"Tidak, Bu. Ini bukan tentang Adel. Aku datang karena ingin memberitahu kalau aku akan menikahi Sifa bulan depan di Bali."

Ibu dan kakak Raihan terkejut. Mereka memang tahu tentang hubungan terlarang Raihan dan Sifa. Mereka bahkan merestuinya sebab Sifa tahu bagaimana cara menjilat mereka. Berbanding terbalik dengan Adel yang tidak pernah menyapa karena memang sibuk.

"Kenapa tiba-tiba? Apa kau tidak takut Adel tahu dan perusahaan menjadi terancam?"

"Ibu benar, Raihan. Meskipun aku suka dengan Sifa, tapi tetap aku aku tidak mau wanita mandul itu menggugat cerai mu dan perusahaan menjadi terancam. Aku tidak mau hidup miskin lagi."

Semua keluarga Raihan tahu kalau hanya Adel yang bisa mengembangkan perusahaan hingga ke tingkat yang lebih tinggi. Jadi, meskipun mereka tidak suka dengan Adel, mereka tetap tidak ingin kehilangan mesin uang mereka.

"Tenang saja, aku sudah mengaturnya dan ku pastikan dia tidak akan tahu. Aku menikahi Sifa karena dia hamil anak ku, Bu. Itu artinya Ibu dan Ayah akan menjadi kakek dan nenek."

Berita itu kembali mengejutkan anggota keluarga Raihan. Namun, setelah itu ada senyum yang benar-benar bahagia dan Adel tidak pernah mendapatkan senyum itu.

"Terima kasih, Tuhan. Akhirnya ibu akan menjadi nenek. Jadi, dimana kau akan menempatkan Sifa setelah menikah?"

"Di rumah ini, Bu. Tapi tidak akan lama. Setelah dia melahirkan aku akan membawa anaknya ke rumah ku bersama Adel. Jika Sifa bisa menyenangkan Adel, maka aku akan tetap mempertahankannya. Tapi, jika dia membuat Adel tidak bahagia maka aku akan menceraikannya."

"Itu bagus. Meskipun Sifa cukup menyenangkan tapi ibu malu jika orang-orang tahu kalau menantu ibu dua-duanya berasal dari keluarga miskin. Cukup Adel saja yang begitu."

Sifa salah jika ia ingin menjadi pemilik semua kekayaan yang Raihan miliki. Dia tidak tahu kalau keluarga yang sedang ingin dia masuki adalah serigala berbulu domba.

"Tentu, Bu. Lagi pula, aku lebih menyukai Adel yang cantik dan hebat dalam mengelolanya perusahaan. Wanita seperti Sifa hanya bisa dijadikan alat pemuas nafsu di ranjang dan teman bersenang-senang."

...

"Kamu yakin pergi sendiri, Mas?" Adel merasa heran dengan keputusan suaminya yang tiba-tiba izin pergi ke Bali dengan alasan pekerjaan. Jelas-jelas mereka belum membuka cabang di kota manapun termasuk Bali. Memang, ada rencana akan membukanya di sana, namun Adel belum memikirkan lokasinya. Jadi, alasan Raihan terdengar sedikit tidak masuk akal.

"Iya, Sayang. Mas bisa menyelesaikannya kok. Lagian mas juga harus hadir di acara pernikahan Lidia, sepupuku."

"Kenapa aku tidak tahu kalau Lidia akan menikah di Bali?" Tentu saja Adel terkejut saat mendengar kalau adik sepupu Raihan akan menikah namun dia tidak diberitahukan tentang hal tersebut.

Entah Raihan menganggap sepele Adel atau dia sangat yakin cinta istrinya yang terlalu besar padanya hingga dia menggunakan alasan adik perempuannya menikah. Padahal, Adel bukan wanita bodoh yang akan dibutakan cinta meskipun terkadang dia memang mudah di bohongi oleh pria tersebut.

"Maaf, Sayang. Aku yang melarang." Raihan memasang ekspresi menyesal. "Aku tidak ingin kau kelelahan. Perusahaan sedang membutuhkan mu. Tidak perlu khawatir, di Bali hanya pernikahan sederhana. Setelah dari sana, Lidia akan melangsungkan resepsi di kediaman suaminya. Jadi, kita akan pergi sama-sama."

"Baiklah." Tidak, Adel tidak bisa mempercayai alasan tidak masuk akal suaminya. Belum lagi sang suami mulai memperlihatkan perubahan yang signifikan satu tahun terakhir ini. Adel takut apa yang sering dikatakan oleh orang-orang di sekitarnya tentang suaminya yang memiliki wanita simpanan benar adanya.

"Terima kasih, Sayang. Aku juga tidak akan lama di sana. Setelah semuanya selesai aku akan segera pulang. Mana mungkin aku bisa berjauhan dengan istriku yang cantik ini."

Jujur saja. Jika harus memilih, Raihsn akan lebih memilih mempertahankan Adelia dari pada Sifa. Adel terlihat sangat sempurna di matanya, tapi namanya laki-laki. Terkadang mereka bosan makan ayah sehingga mencari ikan asin di luar.

"Hati-hati kalau begitu. Aku tidak bisa mengantar Mas ke bandara. Ada rapat lagi ini." Adel berjanji akan segera mencari tahu apa yang sebenarnya sedang suaminya rahasiakan. Tidak, Adel tidak akan pernah memaafkan pengkhianatan apapun yang alasannya.

"Tidak masalah, Sayang. Jaga diri mu dan hati mu. Ingat, kau hanya milik ku." Raihan memang sengaja mengambil penerbangan hari ini karena ia tahu kalau istrinya akan disibukkan dengan rapat sehingga dia bisa leluasa berduaan dengan Syifa ke Bali.

"Hm."

Sayangnya, Raihan tidak melihat perubahan yang terjadi pada Adel. Pria itu masih sangat percaya diri kalau istrinya akan mempercayainya dan rahasianya tidak akan pernah terbongkar. Lupa kalau Adel seorang CEO dan sering menghadapi banyak sifat manusia.

Setelah melihat Adel pergi ke perusahaan. Raihan bersenandung kecil. Pria itu benar-benar merasa puas dengan kehidupannya saat ini. Dia akan memiliki istri yang seksi dan menggoda.

"Kenapa lama sekali?" Sifa memasang ekspresi kesal saat melihat Rey baru saja tiba di apartemen.

"Maaf, mas harus meyakinkan Adel agar dia tidak curiga tentang kepergian kita."

Sifa tahu ini, namun dia kesal. Dia sangat ingin Adel mengetahui perselingkuhan Raihan sehingga wanita itu akan pergi meninggalkan Raihan berserta seluruh kekayaan pria itu.

"Apa Mas sudah menyimpan berkas-berkas penting? Ini hanya berjaga-jaga. Aku juga ingin anak ku mewarisi perusahaan kita."

Benar-benar sangat tidak tahu malu. Sifa bahkan mengakui kalau perusahaan yang di bangun oleh Adel merupakan miliknya.

"Tenang saja, Sayang. Aku juga sudah mengalihkan beberapa aset atas nama mu." Karena Sifa bisa membuatnya menjadi seorang ayah. Raihan memutuskan memberikan beberapa aset yang istrinya kumpulkan. Pria itu tidak perduli dengan kerja keras istrinya. Dia menganggap apa yang Adel capai merupakan miliknya.

"Benarkah?" Sifa menjadi sangat bersemangat. Tidak lupa wanita itu mengusap perutnya yang masih terlihat rata. Tentu saja sengaja agar Raihan semakin mencintainya dan anaknya.

"Ya, Sayang. Jadi, kau harus menjaga anak kita dengan baik. Aku berharap anak ini adalah anak laki-laki agar dia bisa menjadi pewaris."

"Pasti, dia akan menjadi anak laki-laki." Sifa tidak perduli kalau nantinya dia akan melahirkan anak perempuan. Dia bisa menggunakan anak orang lain untuk sementara. Yang terpenting, kekayaan sudah menjadi miliknya.

"Bagus. Papa dan mama sudah ada di Bali. Kita akan pergi sekarang. Besok hari pernikahan kita."

"Terima kasih, Mas. Aku semakin mencintai mu." Sifa merasa menjadi wanita paling beruntung di mula bumi karena berhasil mendapatkan pria kaya seperti Raihan.

Episodes
1 Perselingkuhan
2 Kecurigaan
3 Pernikahan Kedua Suamiku
4 Memilih Jadi Janda
5 Memulai Hidup Baru
6 Resmi Bercerai
7 Ditolak
8 Sampah
9 Pertemuan Pertama
10 Menyetujui
11 Bunda Adel
12 Kunjungan
13 Posesif
14 Bertemu Kembali
15 Berdiri Tegak
16 Nasehat
17 Salah Paham
18 Penyesalan Seorang Ayah
19 Memperbaiki
20 Salah Paham (2)
21 Perjodohan
22 Anak Panti
23 Mencoba Mendekati
24 Menghindar
25 Panti Asuhan
26 Wanita Tidak Tahu Malu
27 Bersaudara
28 Perasaan Aneh
29 Dituduh
30 Kebenaran
31 Pelaku Yang Sebenarnya
32 Meminta Maaf
33 Memanjakan
34 Penangkapan
35 Kantor Polisi
36 Ibu Yang Kejam
37 Dituduh Pelakor
38 Bertemu Kembali
39 Bundanya Anak-anak
40 Rasa Sakit Seorang Anak
41 Tiba-tiba Di Lamar
42 Mulai Menyesal
43 Tampak Lebih Bahagia
44 Mempermalukan Diri Sendiri
45 Meluruskan Kesalahpahaman
46 Tes DNA
47 Tentang Sifa
48 Keributan
49 Disegerakan
50 Niat Yang Baik
51 Hukum Tabur Tuai
52 Akad Nikah
53 Makna Rumah Sesungguhnya
54 Terasa Seperti Mimpi
55 Persaingan Ayah dan Anak
56 Fitnah
57 Hamil
58 Dia Istriku
59 Hancur Yang Sesungguhnya
60 Kebenaran Yang Menyakitkan
61 Cerita Kelam Di Masa Lalu
62 Roda Kehidupan Yang Berputar
63 Ingin Muntah
64 Mantan Istri
65 Penjelasan
66 Ini Karma
67 Mengadu Pada Ayah
68 Akhir Dari Wanita Penggoda (1)
69 Akhir Dari Wanita Penggoda (2)
Episodes

Updated 69 Episodes

1
Perselingkuhan
2
Kecurigaan
3
Pernikahan Kedua Suamiku
4
Memilih Jadi Janda
5
Memulai Hidup Baru
6
Resmi Bercerai
7
Ditolak
8
Sampah
9
Pertemuan Pertama
10
Menyetujui
11
Bunda Adel
12
Kunjungan
13
Posesif
14
Bertemu Kembali
15
Berdiri Tegak
16
Nasehat
17
Salah Paham
18
Penyesalan Seorang Ayah
19
Memperbaiki
20
Salah Paham (2)
21
Perjodohan
22
Anak Panti
23
Mencoba Mendekati
24
Menghindar
25
Panti Asuhan
26
Wanita Tidak Tahu Malu
27
Bersaudara
28
Perasaan Aneh
29
Dituduh
30
Kebenaran
31
Pelaku Yang Sebenarnya
32
Meminta Maaf
33
Memanjakan
34
Penangkapan
35
Kantor Polisi
36
Ibu Yang Kejam
37
Dituduh Pelakor
38
Bertemu Kembali
39
Bundanya Anak-anak
40
Rasa Sakit Seorang Anak
41
Tiba-tiba Di Lamar
42
Mulai Menyesal
43
Tampak Lebih Bahagia
44
Mempermalukan Diri Sendiri
45
Meluruskan Kesalahpahaman
46
Tes DNA
47
Tentang Sifa
48
Keributan
49
Disegerakan
50
Niat Yang Baik
51
Hukum Tabur Tuai
52
Akad Nikah
53
Makna Rumah Sesungguhnya
54
Terasa Seperti Mimpi
55
Persaingan Ayah dan Anak
56
Fitnah
57
Hamil
58
Dia Istriku
59
Hancur Yang Sesungguhnya
60
Kebenaran Yang Menyakitkan
61
Cerita Kelam Di Masa Lalu
62
Roda Kehidupan Yang Berputar
63
Ingin Muntah
64
Mantan Istri
65
Penjelasan
66
Ini Karma
67
Mengadu Pada Ayah
68
Akhir Dari Wanita Penggoda (1)
69
Akhir Dari Wanita Penggoda (2)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!