Rumah Kutukan Istri Pertama ⁷

Mendatangi rumah keluarga Condro Wongso agaknya menjadi rencana utama Gio setelah membicarakan Mona terlelap dalam penjagaan Bibi Darmi. Tujuannya mencari informasi keberadaan Miranda dan menceritakan hal-hal yang tidak wajar dirumahnya. Akan tetapi, meski tekadnya kuat, raut wajahnya terlihat tidak senang ketika ia telah sampai di depan rumah klasik Jawa modern itu.

Condro Wongso? Siapa yang tidak mengenal lelaki dari keluarga besar yang disegani secara turun temurun itu? Setiap tahunnya keluarga Condro Wongso selalu membuka lowongan kerja untuk ditempatkan di usaha baru mereka dan berbagi sembako serta uang tunai untuk warga sekitar. Kepiawaiannya dalam berbisnis dan kemujuran yang melejit sungguh-sungguh mencengangkan, belum lagi sikap dermawannya menjadi buah manis di masyarakat dan kerupawanan menyembunyikan rahasia besar keluarga.

Kedengarannya seperti tidak masuk akal, tapi mengapa tidak? Ilmu hitam dengan beragam cerita mistis dan kleniknya bukankah selalu menjadi cerita yang ditunggu-tunggu, membuat penasaran, dan sebagian orang justru terikat dengannya? Terikat pada kekal dan kelamnya ilmu hitam? Keluarga Condro Wongso salah satunya.

Segelintir orang yang menjadi pekerjanya dan menjadi saksi bisu sepak terjang keluarga itu paham kematian tak wajar yang menimpa sang terpilih menjadi tumbal kemewahan keluarga Condro Wongso dan antek-anteknya.

Gio mendengus sementara angin berhembus seolah menyambutnya di pelataran rumah yang senyap seperti pemakaman. “Ini nggak ada pernah jadi topik yang gampang dibicarakan dengan Pak Wongso!”

Butuh beberapa menit baginya untuk menggampangkan perasaan takut sebelum memasuki pendopo kayu jati. Beberapa alat musik gamelan terpanjang di kanan meja tamu. Entah untuk estetika atau menghamburkan uangnya, Gio bahkan tak pernah melihat dan mendengar gamelan itu dimainkan.

Gio membunyikan lonceng, berulang kali seolah besarnya rumah itu menghalangi suara berisik dari pendopo.

Gio tersentak. Dari belakangnya tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat dengan cepat.

“Ada apa kamu ke sini?”

Dada Gio mengembang dan mengempis secara cepat, kaget, Condro Wongso sudah dibelakangnya dengan mimik wajah penasaran. Senyumnya cerah seperti matahari kala musim panas.

Gio meringis. Ekspresi itu menyebalkan seolah-olah seluruh perhatiannya kini terpaku padanya.

“Selamat malam, Pak.” Dalam semenit, Gio telah berhasil mengambil tangan kanan Condro Wongso yang beraroma minyak kesturi. Ia mencium punggung tangannya dengan lembut sebelum Gio digiring ke tempat duduk.

“Tumben kamu datang sendirian, mana cucuku?”

Gio otomatis berusaha cepat-cepat menunjuk mobilnya. “Alita tidur, Pak. Kecapekan.”

Condro Wongso berdecak-decak sambil menggelengkan kepala. “Bawa Alita masuk sekarang!” ucapnya tegas. “Tidak kasian kamu dia sendirian di dalam sana?”

Pada saat itu, Gio hampir kehilangan keseimbangannya saat kepanikan menamparnya bertubi-tubi ke arah mobil. Alita, meski bukan cucu pertama Condro Wongso, paras cantiknya turun dari Miranda hingga menjadi kesayangan kakeknya yang mirip malaikat maut saat memarahinya.

“Kita sudah sampai rumah kakek, Lita.” ucap Gio pelan selagi Alita tersentak dan terbangun dari tidurnya.

Alita menoleh saat dibopong ayahnya, ia memandangi kakeknya yang melambaikan tangan dan berwajah ceria. Bagi Gio itu mencengangkan. Sebentar dengannya menyeramkan, sebentar dengan cucunya menyenangkan.

“Apa kita mau nginap di rumah kakek, Pa? Apa Mama juga di sini?”

Sebaliknya Gio justru menanyai Alita. “Lita mau menginap di sini sama kakek?”

Pertanyaan itu terdengar Condro Wongso. Senyum bulan purnamanya terlihat. “Alita pasti mau. Di sini ramai, ada kakek, ada nenek, ada Om Pras. Ada...” Dengan gemas Condro Wongso mencubit manja pipi cucunya. “Ada banyak teman.”

Alita tertawa-tawa, sementara Gio merasa beban yang sangat berat menembusnya saat mereka bercanda-canda sampai Alita meronta geli.

“Ayo pergi ke dapur, kalian pasti belum makan!” titah Condro Wongso setelah memindahkan bocah itu ke permukaan tanah dan menggandengnya.

Gio hanya bisa mengangguk. Di rumah itu, sejak menginjakkan kaki di sana, berbicara terlalu vokal tidak pernah bisa ia lakukan. Selain takut dan rikuh. Mereka adalah master dan ia hanyalah karyawan yang Miranda kencani sepuluh tahun lalu.

Condro Wongso membuka kulkas dua pintu. Mengambil telur ayam kampung dan beberapa sayur pelengkap untuk membuat bakmi rebus komplit.

“Mau pakai sosis tidak ini?” ucap Condro Wongso, berusaha membujuk Alita.

Alita mengucek matanya. “Mau kakek, tapi sedikit ajah... Lita udah makan di kantin.”

“Di kantin?” Raut wajah Condro Wongso terlihat heran. “Memangnya kamu sudah sekolah lagi?”

Alita menggeleng. “Lita makan di kantin rumah sakit, kakek.”

Condro Wongso menatap Gio penuh selidik hingga tubuh menantunya itu bergidik ngeri.

Kejujuran Alita berdampak buruk, padahal tidak perlu dibicarakan perihal rumah sakit. Apalagi Mona.

“Kami memang dari rumah sakit, Pak.” ucap Gio sambil duduk kembali. “Ada temannya Bibi Darmi yang mendadak sakit, kepeleset tangga.”

Condro Wongso menghidupkan kompor, ia piawai dalam memasak tradisional. Dan terkhusus Alita, resep masakannya ditambahi dengan cinta.

“Darmi membawa teman tanpa seizin Miranda?” ucap laki-laki tua itu sambil memecah dua cangkang telur.

Gio memperhatikan Condro Wongso dengan heran. Perselingkuhannya dengan Mona dan pertengkarannya dengan Miranda apakah tidak sampai ke telinganya? Bukankah dinding kantor dan seluruh usahanya adalah kuping dan ember bocor yang dapat mengalirkan informasi secara cepat?

Gio tak bisa membayangkan bagaimana jika Alita tidak ada sekarang. Apakah kepura-puraan Condro Wongso sirna dan memarahinya tanpa ampun?

Gio teringat pesan Bibi Darmi sebelum berangkat ke rumah itu. ‘Jangan macam-macam sama Pak Wongso, bersikap yang sopan!‘

“Saya belum ketemu Miranda lagi, Pak. Tidak tahu dia di mana, ponselnya tidak aktif.”

“Oh... tidak aktif.” Condro Wongso mengaduk-aduk isi wajan dengan lincah. Aroma bawang merah dan bawang putih serta miri tersebar di udara.

“Apakah Miranda memberi sesuatu kabar ke sini, Pak?” Suara Gio terdengar kaku karena takut. “Terakhir ketemu di kantor.”

Condro Wongso menoleh sekejap, matanya yang tajam menyorot sedih. “Miranda baik-baik saja. Dia nggak mau ketemu kamu paling-paling kamu sudah menghancurkan hatinya sekali lagi!”

Gio terhenyak, tak tahu harus menjawab apa karena Condro Wongso sudah memancingnya.

“Aku tidak bermaksud menyakiti hati Miranda, Pak. Semua kejadian...”

Condro Wongso menaruh piring klasik dengan corak bunga-bunga berwarna biru di meja. “Untuk makan malam!” Ia menatapnya serius. “Alita akan tinggal di rumah ini beberapa hari dan kamu... sudah di mulai dan tidak bisa berhenti!”

Gio merasa ucapan Condro Wongso penuh teka-teki. Apa yang sudah di mulai dan tidak bisa berhenti? Perselingkuhannya? Rasa sakit Miranda? Pertanyaan-pertanyaan itu membuat jantungnya berdebar-debar di balik dada. Cara duduknya pun menjadi gelisah, dan jauh lebih dari itu, Condro Wongso menambah ketegangannya dengan mencincang daging ayam secara cepat di atas nampan kayu.

-

Terpopuler

Comments

Aya

Aya

buset dah, tuh kake2 omongannya horor bgt dah 😱

2024-11-27

0

Umine LulubagirAwi

Umine LulubagirAwi

tryta, krywan mnikhi anak bos, eh skrg ngelunjak, smpai selingkuhin miranda.

jgn2 miranda jd tumbl bpknya sndri. krn thu miranda sdg skit hati.

2024-10-20

0

Triple.1

Triple.1

kok aku jadi curiga sama bapaknya Miranda, ya.

2024-09-10

0

lihat semua
Episodes
1 Rumah Kutukan Istri Pertama ¹
2 Rumah Kutukan Istri Pertama ²
3 Rumah Kutukan Istri Pertama ³
4 Rumah Kutukan Istri Pertama ⁴
5 Rumah Kutukan Istri Pertama ⁵
6 Rumah Kutukan Istri Pertama ⁶
7 Rumah Kutukan Istri Pertama ⁷
8 Rumah Kutukan Istri Pertama ⁸
9 Rumah Kutukan Istri Pertama ⁹
10 Rumah Kutukan Istri Pertama ¹⁰
11 Rumah Kutukan Istri Pertama ¹¹
12 Rumah Kutukan Istri Pertama ¹²
13 Rumah Kutukan Istri Pertama ¹³
14 Rumah Kutukan Istri Pertama ¹⁴
15 Rumah Kutukan Istri Pertama ¹⁵
16 Rumah Kutukan Istri Pertama ¹⁶
17 Rumah Kutukan Istri Pertama ¹⁷
18 Rumah Kutukan Istri Pertama ¹⁸
19 Rumah Kutukan Istri Pertama ¹⁹
20 Rumah Kutukan Istri Pertama ²⁰
21 Rumah Kutukan Istri Pertama ²¹
22 Rumah Kutukan Istri Pertama ²²
23 Rumah Kutukan Istri Pertama ²³
24 Rumah Kutukan Istri Pertama ²⁴
25 Rumah Kutukan Istri Pertama ²⁵
26 Rumah Kutukan Istri Pertama ²⁶
27 Rumah Kutukan Istri Pertama ²⁷
28 Rumah Kutukan Istri Pertama ²⁸
29 Rumah Kutukan Istri Pertama ²⁹
30 Rumah Kutukan Istri Pertama ³⁰
31 Rumah Kutukan Istri Pertama ³¹
32 Rumah Kutukan Istri Pertama ³²
33 Rumah Kutukan Istri Pertama ³³
34 Rumah Kutukan Istri Pertama ³⁴
35 Rumah Kutukan Istri Pertama ³⁵
36 Rumah Kutukan Istri Pertama ³⁶
37 Rumah Kutukan Istri Pertama ³⁷
38 Rumah Kutukan Istri Pertama ³⁸
39 Rumah Kutukan Istri Pertama ³⁹
40 Rumah Kutukan Istri Pertama ⁴⁰
Episodes

Updated 40 Episodes

1
Rumah Kutukan Istri Pertama ¹
2
Rumah Kutukan Istri Pertama ²
3
Rumah Kutukan Istri Pertama ³
4
Rumah Kutukan Istri Pertama ⁴
5
Rumah Kutukan Istri Pertama ⁵
6
Rumah Kutukan Istri Pertama ⁶
7
Rumah Kutukan Istri Pertama ⁷
8
Rumah Kutukan Istri Pertama ⁸
9
Rumah Kutukan Istri Pertama ⁹
10
Rumah Kutukan Istri Pertama ¹⁰
11
Rumah Kutukan Istri Pertama ¹¹
12
Rumah Kutukan Istri Pertama ¹²
13
Rumah Kutukan Istri Pertama ¹³
14
Rumah Kutukan Istri Pertama ¹⁴
15
Rumah Kutukan Istri Pertama ¹⁵
16
Rumah Kutukan Istri Pertama ¹⁶
17
Rumah Kutukan Istri Pertama ¹⁷
18
Rumah Kutukan Istri Pertama ¹⁸
19
Rumah Kutukan Istri Pertama ¹⁹
20
Rumah Kutukan Istri Pertama ²⁰
21
Rumah Kutukan Istri Pertama ²¹
22
Rumah Kutukan Istri Pertama ²²
23
Rumah Kutukan Istri Pertama ²³
24
Rumah Kutukan Istri Pertama ²⁴
25
Rumah Kutukan Istri Pertama ²⁵
26
Rumah Kutukan Istri Pertama ²⁶
27
Rumah Kutukan Istri Pertama ²⁷
28
Rumah Kutukan Istri Pertama ²⁸
29
Rumah Kutukan Istri Pertama ²⁹
30
Rumah Kutukan Istri Pertama ³⁰
31
Rumah Kutukan Istri Pertama ³¹
32
Rumah Kutukan Istri Pertama ³²
33
Rumah Kutukan Istri Pertama ³³
34
Rumah Kutukan Istri Pertama ³⁴
35
Rumah Kutukan Istri Pertama ³⁵
36
Rumah Kutukan Istri Pertama ³⁶
37
Rumah Kutukan Istri Pertama ³⁷
38
Rumah Kutukan Istri Pertama ³⁸
39
Rumah Kutukan Istri Pertama ³⁹
40
Rumah Kutukan Istri Pertama ⁴⁰

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!