BAB 13 Kecolongan

“maaf kan Devan mah yang membuat mama kecewa” ucap devan memohon maaf pada mamanya yang sedang menangis saat ini,.

Nyonya ningrum menangisi nasib cucunya yang saat ini entah sedang berada dimana, dia tau kalau Kiara sejak menikah sudak tidak bekerja sekarang dia pergi tanpa membawa apa apa.

“kamu minta maaf sama Kiara devan, kamu sudah menyakitinya, kurang baik apa Kiara sampai hati kamu menduakan dengan sahabatnya sendiri” ucap Nyonya Ningrum yang menyesali pernikahan siri anaknya itu dengan sahabat Kiara sendiri.

‘bagaimana kalau berita ini sampai diketahui orang banyak, kamu benar benar bikin mama susah” tukas Nyonya Ningrum lagi.

Sedangkan Tuan Kalandra hanya menatap kesal kearah putranya itu, bisa bisanya menikah lagi tanpa diketahu oleh mereka, Tuan Kalandra akui kalau untuk yang satu ini dia kecolongan.

karena yang dinikahi Devan sahabat Kiara,  yang tidak mencurigakan anak anak buahnya yang selalu memantau kehidupan anaknya itu.

Karena Devan dan Kiara memang sering bersama dengan Sera dan anaknya Kafi, Tuan Kalandra menatap pada anaknya itu denagn muka masam.

“sekarang apa yang akan kamu lakukan Van, masalah sudah seperti ini?” tanya tuan Kalandra pada putra tunggalnya itu.

“Devan mau cari Kiara pah, sampai ketemu walaupun Kiara minta cerai sampai kapanpun tidak akan Devan ceraikan “ jawab Devan

“jangan egois kamu Van, lalu istri kedua mu mau kamu apain?” tanya Nyonya Ningrum

Devan yang ditanya hanya diam membisu tidak bisa menjawab pertanyaan mamanya itu. melihat Devan yang diam membuat emosi Nyonya Kalandra naik lagi.

“kamu mau poligami? Emang kamu sanggup berlaku adil, ini saja baru 4 bulan istri mu sudah kabur bagaimana mau poligami Devan…?” Nyonya Kalandra menjewer kuping anaknya itu saking kesalnya dengan pilihan yang mau diambil putranya itu.

Devan yang dijewer sama Nyonya Kalandra hanya bisa mengaduh menahan sakit kupingnya sampai merah ditarik Nyonya Kalandra.

“ampun mah sakit, lepas mah mah” rengek Devan pada mamanya itu, Nyonya ningrum makin menarik kuping Devan yang saat ini sudah sangat merah.

“kamu bilang sakit haahh, belum seberapa sakit yang dirasakan Kiara kamu sadar nggak kalau perbuatanmu itu sangat jahat, kamu benar benar egois jadi orang” tegas Nyonya Ningrum.

nyonya ningrum menarik kuping yang satunya lagi.dia melampiaskan kemarahannya saat ini.Tuan Kalandra hanya diam menyaksikan kemarahan istrinya itu.

Dia tidak melarangnya biarlah Devan dimarahi mamanya agar dia sadar kalau perbuatannya banyak menyakiti orang.

“kamu jandakan istri kamu karena menikahi seorang janda, anak orang kamu berikan kasih sayang seorang ayah, tapi anak mu sendiri hidup tanpa kehadiran seorang ayah, kemana akal pikiran kamu Devaaannnnn” teriak Nyonya Ningrum gemas dengan sikap anaknya itu.

‘Kamu nggak mikir sampai kesana? Cuma mau enak nya saja “ tukas Nyonya Ningrum lagi, Devan menggosok gosok kupingnya yang ditarik oleh mamanya tadi terasa panas sekali keduanya.

“maaf mah, Devan salah tapi sekarang harus mencari kemana Kiara” ucap devan dengan mata yang memerah menahan tangis

“jangan sok sedih kamu, kamu senang kan Kiara pergi biar kamu bisa hidup dengan istri baru mu itu, Ya Tuhan apa salah ku sampai anak ku melakukan hal yang sangat memalukan ini ini” ucap Nyonya ningrum

“pah cari cucu kita pah, mama tidak mau mereka sengsara diluar sana"ucap nyonya ningrum pada suaminya.

Tuan kalandra hanya diam dia menatap wajah putranya itu yang sangat panik saat ini.

"lain kali kalau mau bertindak  dipikir dulu Devan, kalau sudah begini baru menyesal, kamu tidak berubah van, bertindak suka suka kamu tidak memikirkan dampaknya bagi orang lain" nasehat tuan kalandra.

"maaf kan Devan pah  bantu untuk cari Kiara anak Devan pah" ucap Devan pada ayahnya itu

"kamu cari sendiri saja, papa tidak mau ikut campur, kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang telah kamu lakukan" tegas tuan Kalandra yang membuat Devan tertunduk.

"kamu harus cari Kiara dan cucu mama sampai dapat, jangan sampai mereka jadi gelandangan diluar sana sedangkan kamu hidup mewah dengan anak sambungmu dan istri baru mu" ucap nyonya ningrum

"ayo pah kita pulang, bisa naik darah mama kalau kelamaan disini" ajak nyonya ningrum pada suaminya untuk meninggalkan kediaman putranya itu.

Devan yang tinggal sendirian saat ini jadi termenung dia memikirkan perkataan mamanya barusan.

"ya Tuhan aku telah menjadikan kiara da anak ku hidup susah diluar, ampunilah aku ya Tuhan bantulah aku untuk menemukan istri dan anakku" gumam Devan dalam hatinya.

Devan menangis saat ini dia menyesali semua perbuatannya, benar kata mamanya kalau mau menolong anaknya Sera tidak harus menikahi Sera.

"maaf kan devan mah, devan mencintai mereka berdua, mereka mengisi hati devan ditempat yang berbeda" kata devan lagi

Didalam kegundahannya telpon genggamnya berbunyi terlihat nama Sera dilayar handphone nya, Devan mendiamkan kan telpon dari Sera, dia lagi pusing saat ini Devan tidak mau ditanyain hal hal yang membuat kepalanya tambah pusing.

"mas kamu sudah dirumah, gimana Kiara dia ada dirumah kan?" tanya Sera dengan mengirimkan pesan pasa Devan

Devan masih enggan membalas pesan masuk dari Sera saat ini Devan ingin menyendiri dulu merenungi apa yang telah terjadi.

"Sera mas sudah dirumah, kiara pergi dari kediaman kami untuk saat ini jangan hubungi mas dulu, kepala mas sakit sekali mas mau sendiri dulu, mas harap kamu mengerti" Devan membalas pesan dari Sera.

"iya mas maaf jika mengganggu, jangan lupa makan nanti mas devan sakit" balas Sera

" iya Ra, terima kasih kamu sudah mau mengerti keadaan mas saat ini" balas Devan lagi.

**SERA**

Sera yang mendapatkan kabar kalau Devan sudah balik duluan ke jakarta langsung menelpon suaminya mau menanyakan keberadaan Kiara.

Sera sudah tau kalau Kiara pergi dari rumahnya, Sera tainya dari Ari asistennya Devan, kalau mengenai kehamilannya hanya orang tuanya saja yang tau.

"ya tuhan...langkah yang aku ambil dengan menerima ajakan menikah dari mas devan membuat masalah makin rumit"

"aku berpikir Kiara akan mau menerima poligami ini karena kami bersahabat dengan naik, ternyata malah membuat sahabatnya pergi dari hidup mereka"

"maaf aku kiara suatu saat aku akan kasih tau kamu kenapa aku mau menerima ajakan menikah ini"

**Tuan Kalandra**

"pah cari Kiara pah, mama khawatir dengan keselamatan meteka" ucap nyonya Kiara di dalam mobil

"ìya mah tadi papa sudah menyuruh orang untuk mencari Kiara dan cucu kita, semoga cepat ketemunya" jawan tuan Kalandra

"mudah mudahan mereka tidak pergi jauh ya pah" balas nyonya ningrum

"mama tidak habis pikir dengan pemikiran anak kita itu, dapat bisikan dari mana mau poligami ,sahabat Kiara yang dinikahi nya, benar benat tuh anak" gerutu nyonya ningrum lagi.

Terpopuler

Comments

Hany

Hany

yg namanya ngambil suami orang tetap pelakor namanya sera,meskipun kalian bersahabat,gak mungkin Kiara rela membagi suaminya denganmu,meskipun kamu punya rahasia,mungkin kamu sakit parah,tetap saja itu gak di benarkan kalau kamu sampai menikahi suaminya,kan bisa membantumu dengan cara lain,gak harus menikah dengan suaminya ,karena alsanmu ingin menitipkan anakmu pada tiara

2024-12-09

9

Adreena

Adreena

Yang namanya menikah siri itu sah secara agama...tapi apa dengan menikah siri menyelesaikan semua...dengan dalil apapun tidak akan ada yg menikah siri itu tidak tersakiti...bohong mn ada wanita akan baik² saja jika membayangkan suaminya berbagi peluh, kehangatan n cinta...membayangkan saja aku jijik

2024-12-23

0

white_ulil

white_ulil

wah hatinya begitu besar ya Devan, sampai punya banyak ruang gitu, abis ini bisa diisi sama yg lain ya🤬🤬🤢🤢
semoga si serak dpt karma, kamu bahagia di atas penderitaan orang lain suatu saat org lain juga bahagia diatas deritamu🫵👊

2025-01-01

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Rahasia Devan
2 BAB 2 Kiara
3 BAB 3 Kemarahan Kiara
4 BAB 4 Pertengkaran
5 BAB 5 Rencana Kiara
6 BAB 6 Menahan Diri
7 BAB 7 Kekhawatiran Devan
8 BAB 8 Pergi
9 BAB 9 Memulai Hidup Baru
10 BAB 10 Kepanikan Devan
11 BAB 11 Devan Pulang
12 BAB 12 Menyesal
13 BAB 13 Kecolongan
14 BAB 14 Tuan Kalandra Menemukan Kiara
15 BAB 15 Tuan Kalandra Melindungi Kiara
16 BAB 16 Membawa Kiara Pergi
17 BAB 17 Devan kalah cepat
18 BAB 18 Devan Curiga
19 BAB 19 Rahasia Sera
20 BAB 20 Dokter Kandungan
21 BAB 21 Baby kembar
22 BAB 22 Papa Terlibat
23 BAB 23 NAMA SI KEMBAR
24 BAB 24 Pulang Ke Kediaman Kalandra
25 BAB 25 Sera Sakit lagi
26 BAB 26 Sera Kritis
27 BAB 27 Devan Pusing
28 BAB 28 Bertemu
29 BAB 29 Berbicara
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32 Nasehat
33 BAB 33 Mencintai Kia
34 BAB 34 Cerita Barra
35 BAB 35 Kado dari Barra
36 BAB 36 Bertemu Barra
37 BAB 37 Pilihan Cerai
38 BAB 38 Surat Gugatan
39 BAB 39 Gelisah
40 BAB 40 Rencana
41 BAB 41
42 BAB 42
43 bab 43 saat pergi
44 bab 44 hidup baru
45 bab 45 Devan sakit
46 bab 46 rumah sakit
47 bab 47 Wanda
48 bab 48 Ke kantor Barra
49 49 Barra Menolak
50 BAB 50 usaha Barra
51 BAB 51 Perasaan Kiara
52 BAB 52 Menyatakan cinta
53 BAB 53 Meyakin kan Kiara
54 BAB 54 Rasa percaya Kiara
55 BAB 55 Sedih nya Devan
56 BAB 56 Resmi Cerai
57 BAB 57 Video Zayn dan Zara
58 BAB 58 Berdebat
59 BAB 59 Mencari tau
60 BAB 60 Pindah dan pertengkaran
61 BAB 61 Barra bertengkar
62 BAB 62 Ketenangan Kia
63 BAB 63 Persiapan pernikahan
64 BAB 64 Memantapkan hati
65 BAB 65 Mau mendatangi Kiara
66 BAB 66 Bertemu Tuan Roderick
67 BAB 67 Memberi Kabar
68 BAB 68 Sah
69 BAB 69 Bahagia
70 BAB 70 Keresahan Devan
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 NOVEL BARU
78 BAB 77
79 BAB 78
80 BAB 79
81 BAB 80
82 BAB 81
83 BAB 82
84 BAB 83
85 BAB 84
86 BAB 85
87 BAB 86
88 BAB 87
89 BAB 88
90 BAB 89
91 BAB 90
92 BAB 91
93 BAB 92
94 BAB 93
95 BAB 94
96 BAB 95
97 BAB Episode Terakhir
98 BC 1
99 Pengumuman NOVEL BARU
100 BC 2
101 BC 3
102 BC 4
103 BC 5
104 BC 6
105 BC 7
106 BC 8
107 BC 9
108 BC 10
109 BC 11
110 BC 12
111 BAB 13
112 BC 14
113 BC 15
114 BC 16
115 BC 17
116 BC 18
117 BC 19
118 BC 20
119 BC 21
120 BC 22
121 BC 23
122 BC 24
123 BC 25
124 BC 26
125 BC 27
126 BC 28
127 BC 29
128 BC 30
129 BC 31
130 BC 32
131 BC 33
132 BC 34
133 BC 35
134 BC 36
135 BC 37
136 BC 38
137 BC 39
138 BC 40
139 BC 41
140 BC 42
141 Sumpah Wanita Tersakiti
142 BC 43
143 BC 44
Episodes

Updated 143 Episodes

1
BAB 1 Rahasia Devan
2
BAB 2 Kiara
3
BAB 3 Kemarahan Kiara
4
BAB 4 Pertengkaran
5
BAB 5 Rencana Kiara
6
BAB 6 Menahan Diri
7
BAB 7 Kekhawatiran Devan
8
BAB 8 Pergi
9
BAB 9 Memulai Hidup Baru
10
BAB 10 Kepanikan Devan
11
BAB 11 Devan Pulang
12
BAB 12 Menyesal
13
BAB 13 Kecolongan
14
BAB 14 Tuan Kalandra Menemukan Kiara
15
BAB 15 Tuan Kalandra Melindungi Kiara
16
BAB 16 Membawa Kiara Pergi
17
BAB 17 Devan kalah cepat
18
BAB 18 Devan Curiga
19
BAB 19 Rahasia Sera
20
BAB 20 Dokter Kandungan
21
BAB 21 Baby kembar
22
BAB 22 Papa Terlibat
23
BAB 23 NAMA SI KEMBAR
24
BAB 24 Pulang Ke Kediaman Kalandra
25
BAB 25 Sera Sakit lagi
26
BAB 26 Sera Kritis
27
BAB 27 Devan Pusing
28
BAB 28 Bertemu
29
BAB 29 Berbicara
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32 Nasehat
33
BAB 33 Mencintai Kia
34
BAB 34 Cerita Barra
35
BAB 35 Kado dari Barra
36
BAB 36 Bertemu Barra
37
BAB 37 Pilihan Cerai
38
BAB 38 Surat Gugatan
39
BAB 39 Gelisah
40
BAB 40 Rencana
41
BAB 41
42
BAB 42
43
bab 43 saat pergi
44
bab 44 hidup baru
45
bab 45 Devan sakit
46
bab 46 rumah sakit
47
bab 47 Wanda
48
bab 48 Ke kantor Barra
49
49 Barra Menolak
50
BAB 50 usaha Barra
51
BAB 51 Perasaan Kiara
52
BAB 52 Menyatakan cinta
53
BAB 53 Meyakin kan Kiara
54
BAB 54 Rasa percaya Kiara
55
BAB 55 Sedih nya Devan
56
BAB 56 Resmi Cerai
57
BAB 57 Video Zayn dan Zara
58
BAB 58 Berdebat
59
BAB 59 Mencari tau
60
BAB 60 Pindah dan pertengkaran
61
BAB 61 Barra bertengkar
62
BAB 62 Ketenangan Kia
63
BAB 63 Persiapan pernikahan
64
BAB 64 Memantapkan hati
65
BAB 65 Mau mendatangi Kiara
66
BAB 66 Bertemu Tuan Roderick
67
BAB 67 Memberi Kabar
68
BAB 68 Sah
69
BAB 69 Bahagia
70
BAB 70 Keresahan Devan
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
NOVEL BARU
78
BAB 77
79
BAB 78
80
BAB 79
81
BAB 80
82
BAB 81
83
BAB 82
84
BAB 83
85
BAB 84
86
BAB 85
87
BAB 86
88
BAB 87
89
BAB 88
90
BAB 89
91
BAB 90
92
BAB 91
93
BAB 92
94
BAB 93
95
BAB 94
96
BAB 95
97
BAB Episode Terakhir
98
BC 1
99
Pengumuman NOVEL BARU
100
BC 2
101
BC 3
102
BC 4
103
BC 5
104
BC 6
105
BC 7
106
BC 8
107
BC 9
108
BC 10
109
BC 11
110
BC 12
111
BAB 13
112
BC 14
113
BC 15
114
BC 16
115
BC 17
116
BC 18
117
BC 19
118
BC 20
119
BC 21
120
BC 22
121
BC 23
122
BC 24
123
BC 25
124
BC 26
125
BC 27
126
BC 28
127
BC 29
128
BC 30
129
BC 31
130
BC 32
131
BC 33
132
BC 34
133
BC 35
134
BC 36
135
BC 37
136
BC 38
137
BC 39
138
BC 40
139
BC 41
140
BC 42
141
Sumpah Wanita Tersakiti
142
BC 43
143
BC 44

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!