BAB 9 Memulai Hidup Baru

Setelah memasukan barang barang kedalam rumah yang akan ditempatinya itu, Kiara beristirahat sejenak melepaskan penatnya sambil memakan makanan yang telah dia beli dijalan tadi,

tadi sebelum sampai dirumah ini, Kiara sempat berbelanja di supermarket yang tadi mereka lalui, untuk belanja barang barang yang akan dia butuh kan untuk beberapa hari kedepan sebelum belanja yang lebih banyak lagi.

tidak lama kenalan Kiara yang membantunya mencari rumah disini datang bersama dengan Wanita yang masih muda yang akan ikut tinggal bersama Kiara.

“tok tok tok tok” pintu rumah kiara terdengan diketuk dari luar, Kiara yang sedang duduk di ruang keluarga berdiri dan berjalan melihat siapa yang datang karena di sini dia Cuma punya kenalan yang membantunya untuk pindah kesini.

Setelah melihat siapa yang datang Kiara pun membuka kan pintu rumahnya dan mempersilahkan temannya itu masuk kedalam bersama dengan seorang Wanita yang masih muda.

“selamat sore mbak Kiara, maaf mengganggu istirahatnya” kata Rika kenalan Kiara yang membantunya mencarikan rumah disini. Kiara tersenyum melihat kedatangan Rika yang dia kenal dari kecil karena mereka dulu sama sama di panti bu kasih.

Rika setelah menikah ikut dengan suaminya di daerah sini yang bekerja sebagai karyawan salah satu instansi pemerintah.

Kiara memang mencari rumah yang tidak terlalu besar karena dia nantinya akan tinggal dengan anak yang sedang dikandung nya ini. Kiara juga sudah meminta pada kenalannya untuk mencarikan seorang untuk menemaninya dirumah dan membantu dia.

Yani baru selesai sekolah menengah atas karena keluarga nya yang sederhana dia tidak melanjutkan sekolahnya lagi karena terkendala biaya, Adiknya ada 2 orang lagi yang masih sekolah, ibu dan ayahnya buruh di Perkebunan didekat rumah mereka yang berada dipinggiran kota ini.

“mbak Kiara, ini Yani yang akan membantu mbak dirumah ini” ucap Rika

Yani segera menghampiri Kiara dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman, Yani mencium tangan Kiara seperti yang biasa dia lakukan pada orang yang lebih tua darinya.

“Kamu umur berapa Yani?” tanya Kiara sambil tersenyum lembut

“18 tahun buk”jawab Yani sopan dengan suara pelan. Kiara mengangguk mendengar jawaban Yani tadi.

Kiara sudah tahu semua tentang Yani sebelum kedatangan Kiara ke sini Rika sudah menceritakan semuanya.

“Dek kamu jangan ceritakan kalau kakak disini sama ibuk ya, mbak nggak mau nanti ibuk kepikiran, mungkin suatu saat mbak akan cerita ke ibuk tapi nggak sekarang” ucap Kiara pada Rika

“siap mbak, mbak akan aman tinggal disini, kalau ada apa apa jangan sungkan cari aku sama mas deni” terang Rika

“mbak aku balik dulu ya, sebentar lagi mas Deni pulang, sudah sore juga” pamit Rika pada Kiara yang sudah dia anggap kakak sendiri karena mereka sama sama berasal dari panti.

“hati hati dek, sepertinya mbak akan banyak merepotkan kamu sama Deni ha ha ha ha” ucap Kiara sambil ketawa.

“siap membantu mbak ku yang paling cantik” seloroh Rika mereka pun ketawa bersama. Selanjutnya Rika pun keluar dari rumah Kiara dan berjalan kerumah nya yang tidak terlalu jauh dari kediaman Kiara.

Rika tinggal bersama dengan ibu mertua dan adik iparnya 2 orang karena ayah mertuanya sudah meninggal dunia, Kehidupan Rika sangat baik dia dan keluarga suaminya hidup rukun.

“yani kamu lagi ngapain?” tanya Kiara, Yani yang disapa oleh Kiara langusng menoleh dan berdiri menghadap Kiara “lagi duduk buk, nunggu buk kiara manggil kalau butuh apa apa “ jawab yani sopan

“kamu jangan panggil ibuk, panggil mbak aja ya” ucap Kiara yang merasa tidak enak dipanggil ibuk karena mereka Cuma beda beberapa tahun.

“Iya mbak Kiara, maaf sebelumnya karena hari sudah sore dan udara disini dingin, kalau mbak mau membersihkan badan jangan terlalu lama takut masuk angin karena habis dari perjalanan jauh” terang Yani pada Kiara yang memang mau mandi karena badannya terasa lengket karena perjalanan hari ini.

“terima kasih yani, iya mbak mau mandi dulu” setelah itu Kiara membalikkan badannya mau menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri.

“oh ya sudah mbak mandi dulu , habis itu kita makan malam bareng sama sama” sahut Kiara lalu dia berjalan masuk kekamar utama yang akan menjadi kamar pribadinya, rumah ini punya 3 kamar untuk tinggal dia dan anaknya nanti sudah lebih dari cukup.

Tadi Yani sudah memasak untuk makanan malam mereka. Yani cukup cekatan bekerja dan juga pintar memasak. Tidak berapa lama Kiara selesai membersihkan dirinya dan saat ini mereka sedang makan malam berdua.

“kamu nggak mau lanjutin sekolahnya lagi?” tanya Kiara pada Yani setelah beberapa saat tadi mereka sudah selesai makan malam dan saat ini mereka sedang duduk bercerita di ruangan keluarga. Yani yang ditanya hanya tersenyum.

“maunya sih lanjut kuliah mbak, tapi kami nggak punya biaya lagi, adik adik juga masih sekolah sudah tamat sma aja sudah hebat mbak untuk ukuran ekonomi keluarga kami” jelas Yani menceritakan keadaan keluarganya.

“tapi kamu kerja sama mbak sudah di izinin sama orang tua kan?” tanya Kiara lagi, Yani mengangguk menjawab pertanyaan Kiara.

“kalau kuliah bisa dimana aja Yani, nantilah kita pikirkan lagi soal itu” sahut Kiara.

“mbak rencana mau jualan tapi online begitu Yani, kamu bisa kan bantu mbak nanti, nanti gaji kamu beda lagi sama kerjaan yang dirumah” ucap Kiara sambil memperlihatkan barang yang akan dijadikan usaha barunya.

Yani yang melihat barang yang akan dijual Kiara merasa sangat senang dan antusias untuk menjalankannya.

“kalau barangnya ini pasti laris mbak, karena banyak yang pakai” kata Yani

“sepertinya mbak mau bikin ruangan yang disamping untuk dijadiin tempat barang sama yang lainnya, kamu bantuin kalau sudah selesai kerja beresin rumah Yan, mbak juga ada kerjaan lain tapi kerjanya online nggak setiap hari, jadi bisa melakukan pekerjaan yang baru” terang Kiara

“ayah bisa kerja jadi tukang juga mbak, selain jadi buruh di Perkebunan ayahnya suka ada panggilan untuk bangun rumah juga mbak, kalau mbak izinin Yani bisa kasih tau ayah” ucap Yani bersemangat.

“boleh Yani besok kamu panggil aja, tapi apa ayahnya lagi nggak kerja?” tanya Kiara

“lagi kosong mbak” jawab Yani

“boleh deh besok kamu jemput pak Teguh untuk kerja disini, sepertinya besok mbak mau minta bantuin suaminya mbak Rika dulu untuk beli motor untuk transportasi kita “ ucap Kiara

Sebenarnya Kiara bisa saja membeli mobil dengan uang tabungannya yang ada sekarang, tapi dia memutuskan itu untuk ditabung untuk anaknya nanti. Kiara harus berhemat sampai usahanya bisa berkembang.

“Ya sudah yan, kita istirahat aja sudah malam, mbak capek banget kayaknya mau istirahat, besok kita bicarakan lagi soal yang ini” ajak Kiara pada Yani untuk pergi tidur.

Sesampai dikamar Kiara merebahkan tubuhnya sambil mengusap perutnya yang masih rata,”terimakasih nak tidak rewel hari ini” ucap Kiara

Terpopuler

Comments

Rokhmi Nur Hidayati

Rokhmi Nur Hidayati

hehat kamu Kiara suami+keluarga besar kaya raya kamu pergi tidak membawa harta/uang sepeserpun dr suami itu aja tabungan kaira sendiri👍

2024-11-29

1

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

semangat tuk memulai hidup baru Kiara, semoga yang membantu kamu memang orang" baik dan akan menghianati kamu yah nanti,,,

2024-12-02

1

Ds Phone

Ds Phone

mulakan hidup jangan fikir orang tak guna tu

2024-11-28

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Rahasia Devan
2 BAB 2 Kiara
3 BAB 3 Kemarahan Kiara
4 BAB 4 Pertengkaran
5 BAB 5 Rencana Kiara
6 BAB 6 Menahan Diri
7 BAB 7 Kekhawatiran Devan
8 BAB 8 Pergi
9 BAB 9 Memulai Hidup Baru
10 BAB 10 Kepanikan Devan
11 BAB 11 Devan Pulang
12 BAB 12 Menyesal
13 BAB 13 Kecolongan
14 BAB 14 Tuan Kalandra Menemukan Kiara
15 BAB 15 Tuan Kalandra Melindungi Kiara
16 BAB 16 Membawa Kiara Pergi
17 BAB 17 Devan kalah cepat
18 BAB 18 Devan Curiga
19 BAB 19 Rahasia Sera
20 BAB 20 Dokter Kandungan
21 BAB 21 Baby kembar
22 BAB 22 Papa Terlibat
23 BAB 23 NAMA SI KEMBAR
24 BAB 24 Pulang Ke Kediaman Kalandra
25 BAB 25 Sera Sakit lagi
26 BAB 26 Sera Kritis
27 BAB 27 Devan Pusing
28 BAB 28 Bertemu
29 BAB 29 Berbicara
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32 Nasehat
33 BAB 33 Mencintai Kia
34 BAB 34 Cerita Barra
35 BAB 35 Kado dari Barra
36 BAB 36 Bertemu Barra
37 BAB 37 Pilihan Cerai
38 BAB 38 Surat Gugatan
39 BAB 39 Gelisah
40 BAB 40 Rencana
41 BAB 41
42 BAB 42
43 bab 43 saat pergi
44 bab 44 hidup baru
45 bab 45 Devan sakit
46 bab 46 rumah sakit
47 bab 47 Wanda
48 bab 48 Ke kantor Barra
49 49 Barra Menolak
50 BAB 50 usaha Barra
51 BAB 51 Perasaan Kiara
52 BAB 52 Menyatakan cinta
53 BAB 53 Meyakin kan Kiara
54 BAB 54 Rasa percaya Kiara
55 BAB 55 Sedih nya Devan
56 BAB 56 Resmi Cerai
57 BAB 57 Video Zayn dan Zara
58 BAB 58 Berdebat
59 BAB 59 Mencari tau
60 BAB 60 Pindah dan pertengkaran
61 BAB 61 Barra bertengkar
62 BAB 62 Ketenangan Kia
63 BAB 63 Persiapan pernikahan
64 BAB 64 Memantapkan hati
65 BAB 65 Mau mendatangi Kiara
66 BAB 66 Bertemu Tuan Roderick
67 BAB 67 Memberi Kabar
68 BAB 68 Sah
69 BAB 69 Bahagia
70 BAB 70 Keresahan Devan
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 NOVEL BARU
78 BAB 77
79 BAB 78
80 BAB 79
81 BAB 80
82 BAB 81
83 BAB 82
84 BAB 83
85 BAB 84
86 BAB 85
87 BAB 86
88 BAB 87
89 BAB 88
90 BAB 89
91 BAB 90
92 BAB 91
93 BAB 92
94 BAB 93
95 BAB 94
96 BAB 95
97 BAB Episode Terakhir
98 BC 1
99 Pengumuman NOVEL BARU
100 BC 2
101 BC 3
102 BC 4
103 BC 5
104 BC 6
105 BC 7
106 BC 8
107 BC 9
108 BC 10
109 BC 11
110 BC 12
111 BAB 13
112 BC 14
113 BC 15
114 BC 16
115 BC 17
116 BC 18
117 BC 19
118 BC 20
119 BC 21
120 BC 22
121 BC 23
122 BC 24
123 BC 25
124 BC 26
125 BC 27
126 BC 28
127 BC 29
128 BC 30
129 BC 31
130 BC 32
131 BC 33
132 BC 34
133 BC 35
134 BC 36
135 BC 37
136 BC 38
137 BC 39
138 BC 40
139 BC 41
140 BC 42
141 Sumpah Wanita Tersakiti
142 BC 43
143 BC 44
Episodes

Updated 143 Episodes

1
BAB 1 Rahasia Devan
2
BAB 2 Kiara
3
BAB 3 Kemarahan Kiara
4
BAB 4 Pertengkaran
5
BAB 5 Rencana Kiara
6
BAB 6 Menahan Diri
7
BAB 7 Kekhawatiran Devan
8
BAB 8 Pergi
9
BAB 9 Memulai Hidup Baru
10
BAB 10 Kepanikan Devan
11
BAB 11 Devan Pulang
12
BAB 12 Menyesal
13
BAB 13 Kecolongan
14
BAB 14 Tuan Kalandra Menemukan Kiara
15
BAB 15 Tuan Kalandra Melindungi Kiara
16
BAB 16 Membawa Kiara Pergi
17
BAB 17 Devan kalah cepat
18
BAB 18 Devan Curiga
19
BAB 19 Rahasia Sera
20
BAB 20 Dokter Kandungan
21
BAB 21 Baby kembar
22
BAB 22 Papa Terlibat
23
BAB 23 NAMA SI KEMBAR
24
BAB 24 Pulang Ke Kediaman Kalandra
25
BAB 25 Sera Sakit lagi
26
BAB 26 Sera Kritis
27
BAB 27 Devan Pusing
28
BAB 28 Bertemu
29
BAB 29 Berbicara
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32 Nasehat
33
BAB 33 Mencintai Kia
34
BAB 34 Cerita Barra
35
BAB 35 Kado dari Barra
36
BAB 36 Bertemu Barra
37
BAB 37 Pilihan Cerai
38
BAB 38 Surat Gugatan
39
BAB 39 Gelisah
40
BAB 40 Rencana
41
BAB 41
42
BAB 42
43
bab 43 saat pergi
44
bab 44 hidup baru
45
bab 45 Devan sakit
46
bab 46 rumah sakit
47
bab 47 Wanda
48
bab 48 Ke kantor Barra
49
49 Barra Menolak
50
BAB 50 usaha Barra
51
BAB 51 Perasaan Kiara
52
BAB 52 Menyatakan cinta
53
BAB 53 Meyakin kan Kiara
54
BAB 54 Rasa percaya Kiara
55
BAB 55 Sedih nya Devan
56
BAB 56 Resmi Cerai
57
BAB 57 Video Zayn dan Zara
58
BAB 58 Berdebat
59
BAB 59 Mencari tau
60
BAB 60 Pindah dan pertengkaran
61
BAB 61 Barra bertengkar
62
BAB 62 Ketenangan Kia
63
BAB 63 Persiapan pernikahan
64
BAB 64 Memantapkan hati
65
BAB 65 Mau mendatangi Kiara
66
BAB 66 Bertemu Tuan Roderick
67
BAB 67 Memberi Kabar
68
BAB 68 Sah
69
BAB 69 Bahagia
70
BAB 70 Keresahan Devan
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
NOVEL BARU
78
BAB 77
79
BAB 78
80
BAB 79
81
BAB 80
82
BAB 81
83
BAB 82
84
BAB 83
85
BAB 84
86
BAB 85
87
BAB 86
88
BAB 87
89
BAB 88
90
BAB 89
91
BAB 90
92
BAB 91
93
BAB 92
94
BAB 93
95
BAB 94
96
BAB 95
97
BAB Episode Terakhir
98
BC 1
99
Pengumuman NOVEL BARU
100
BC 2
101
BC 3
102
BC 4
103
BC 5
104
BC 6
105
BC 7
106
BC 8
107
BC 9
108
BC 10
109
BC 11
110
BC 12
111
BAB 13
112
BC 14
113
BC 15
114
BC 16
115
BC 17
116
BC 18
117
BC 19
118
BC 20
119
BC 21
120
BC 22
121
BC 23
122
BC 24
123
BC 25
124
BC 26
125
BC 27
126
BC 28
127
BC 29
128
BC 30
129
BC 31
130
BC 32
131
BC 33
132
BC 34
133
BC 35
134
BC 36
135
BC 37
136
BC 38
137
BC 39
138
BC 40
139
BC 41
140
BC 42
141
Sumpah Wanita Tersakiti
142
BC 43
143
BC 44

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!