BAB 3 Kemarahan Kiara

Kiara mengemudikan mobilnya sambil menangis, dia benar benar terpukul dengan apa yang terjadi di restoran tadi. Devan suami yang dia cintai mengkhianatinya dengan sahabatnya sendiri, Kiara tidak habis pikir dengan kedua orang itu, tega sekali mereka melakukan itu dibelakangnya.

Kiara merasa benar benar manusia paling bodoh yang ada didunia ini, dia ditipu mentah mentah di depan mata oleh sahabat yang dia anggap saudara.

"apa salahku pada kamu sera, sampai hati melakukan ini pada ku" rintih Kiara sambil mengusap air matanya yang mengalir deras dipipinya.

Masih teringat jelas dipikiran Kiara bagaimana hancurnya Sera sewaktu Haris suaminya meninggal dalam kecelakaan sewaktu balik dari luar kota.

Kiara dengan rasa sayang yang dia punya membantu Sera disaat terpuruk nya itu, Sera juga sudah tidak mempunyai orang tua lagi, dan suaminya Haris juga anak perantauan yang keluarganya jauh di luar pulau yang ditempati mereka sekarang.

Dengan sabar Kiara dan Devan mengurus semua yang diperlukan Sera dan anaknya agar bisa hidup dengan tenang setelah kematian suaminya yang mendadak.

Kiara bisa merasakan hidup Sera yang merasa sendiri, dia menyediakan bahunya untuk bersandar buat sahabat yang di sayangi.

Jadi selama 1 tahun ini atau lebih tepatnya setelah mereka menikah diam diam, Kiara setiap minggu mengantar kan suaminya ke rumah istri keduanya itu, pantas saja mereka kelihatan sangat hangat kalau Kiara dan Devan bermain kerumah Sera yang baru dibelikan Devan tanpa sepengetahuan Kiara.

Apalagi Kafi anak laki laki Sera yang sangat dekat dengan Devan, dia memanggil Devan dengan panggilan papa dengan sangat lancar diucapkan bocah laki laki itu.

Kiara tidak pernah merasa curiga melihat Kafi memanggil Devan dengan panggilan papa, Kiara malah senang Kafi dekat dengan Devan suaminya.

Kiara menghentikan mobilnya disebuah taman kota yang saat ini masih sepi karena masih siang hari, setelah mobilnya berhenti Kiara membentur benturkan kepalanya ke stir mobil, mencoba menghilangkan rasa sakit yang dia rasakan saat ini.

Tangisan Kiara makin keras setelah mengingat semua yang dia jalani belakangan ini, "sakit sekali apa yang aku rasakan, apa yang harus aku lakukan untuk melupakan rasa sakit ini" Kiara memukul dadanya yang terasa sesak saat ini.

Kiara lama berada ditaman kota itu sampai hari sudah sore, dia terlihat sangat kacau saat ini dan sangat menyedihkan, wajahnya pucat dan matanya sembab karena terlalu banyak menangis.

Kiara menjalankan mobil menuju kediamannya, dirumah dia sudah ditunggu Devan yang sangat panik tidak menemukan Kiara berada dirumah, dia sudah berpuluh kali menghubungi handphone Kiara tapi tidak diangkat oleh Kiara.

Mobil Kiara memasuki halaman rumahnya, disana sudah ada mobil Devan suaminya, Kiara menarik nafas panjang lalu melepaskannya pelan pelan mencoba menenangkan dirinya untuk menghadapi suaminya.

Dengan pelan Kiara membuka pintu mobil dan menutup kembali, segera dia berjalan masuk ke dalam rumahnya, yang mana di pintu dia sudah di tunggu Devan dengan muka yang cemas karena mengkhawatirkan Kiara.

Kiara tidak menyapa Devan seperti biasanya, dia terlalu lelah untuk berpura pura baik baik saja di saat hati dan jiwanya hancur dan remuk redam oleh perlakuan suami dan sahabatnya itu.

"sayang, kamu dari mana mas mencari kamu dari tadi" ucap Devan sambil mengejar istrinya yang terus berjalan masuk kedalam kamar tanpa memperdulikan panggilannya.

Devan mengikuti Kiara kedalam kamar setelah mengunci pintu depan.

Kiara yang telah sampai didalam kamar segera meletakkan tas nya di atas meja hiasnya, dan berjalan masuk ke kamar mandi dengan membawa baju ganti yang telah dia ambil dari lemari pakaiannya.

Ketika Kiara berjalan masuk kedalam kamar mandi Devan masuk kekamar dan segera menggapai tangan Kiara untuk dia ajak bicara.

"lepas mas, aku mau mandi" sentak Kiara sambil menarik tangannya dari pegangan tangan suaminya, Devan kaget melihat tangannya di sentak dengan keras oleh Kiara.

Kiara lalu berjalan masuk kekamar mandi dan segera membersihkan dirinya segera, karena sudah merasa sangat lengket.

Cukup lama Kiara berada didalam kamar mandi, dia sengaja karena malas melihat muka pengkhianat yang sudah meluluh lantakkan hidupnya.

Devan masih menunggu Kiara selesai mandi, dia harus menyelesaikan semua masalah yang terjadi saat ini di antara mereka bertiga.

Devan akui semua perbuatannya dengan menikahi Sera tidak akan termaafkan, tapi dia akan berusaha meminta maaf itu dari istri pertamanya itu.

Pintu kamar mandi terbuka dan Kiara sudah selesai mandi, dia berjalan menuju meja hiasnya dan mulai mengeringkan rambutnya yang habis keramas.

Kiara melihat dari kaca hiasnya, Devan dengan tatapan sendunya memperhatikannya. Kiara tidak peduli dengan semua itu saat ini hati nya benar benar sakit rasanya.

Setelah selesai Kiara naik ke atas ranjang dan mengambil selimut menutupi badannya sampai ke leher dia sudah bersiap siap untuk tidur. Devan ikut naik keranjang dan membaringkan tubuhnya disamping Kiara.

"sayang, mas minta maaf untuk semua kesalahan yang telah mas lakukan" Devan membalik kan badannya menghadap Kiara yang saat ini membelakanginya.

"Semua terjadi begitu saja, awalnya mas kasian denga Kafi yang selalu bersedih kalau melihat foto ayahnya, mas tidak tega sehingga mas menyuruh Kafi untuk memanggil mas papa" ucap Devan dia akan menceritakan semuanya walaupun saat ini Kiara tidur membelakanginya.

"sampai suatu hari Kafi jatuh sakit karena sangat merindukan Haris ayahnya, dia dirawat dirumah sakit Sera sangat ketakutan kalau Kafi akan menyusul Haris, disanalah mas merasa terketuk untuk menjaga mereka berdua" Devan masih melanjutkan ceritanya sampai akhirnya dia menikahi Sera secara siri.

Kiara yang mendengarnya hanya bisa menahan tangis dan kemarahannya.

"mas...." belum selesai Devan melanjutkan ceritanya Kiara membalikkan badannya menghadap suami pengkhianatnya itu.

" kamu nggak cerita kalau sebenarnya kamu sudah lama suka dengan Sera, kamu mencintainya sebelum kamu mendekati ku mas, kenapa yang itu nggak kamu akui didepan ku" sahut Kiara dengan ketus terlihat kemarahan di wajahnya.

" Sayang, kamu bicara apa, mas nggak ngerti" Devan berusaha mengelak dari yang dikatakan Kiara, dia sangat terkejut karena rahasia yang selama ini di simpan diketahui Kiara.

"nggak usah belagak bingung mas, kamu tidak jago menyimpan rahasiamu itu, aku sudah tau dari dulu, kamu sangat kecewa ketika Sera menikah dengan Haris, terlihat kelas wajah kecewa kamu saat pernikahan Sera dilangsungkan" cibir Kiara mendengar dusta yang diucapkan suaminya itu.

"semenjak itu kamu suka menyendiri, setelah itu kamu baru mendekatiku, mencoba menyembuhkan luka hati ini mu yang ditinggal menikah Sera" ujar Kiara.

Devan terdiam.membeku mendengar semua.kata kata dari mulut Kiara.

"kenapa diam mas, kaget?" ucap Kiara lagi dia puas sudah mengeluarkan semua isi hatinya. Selama ini Kiara masih bertanya tanya tentang perasaan Devan pada Sera, dengan dia menikahi Sera itu sudah jawaban yang tidak perlu ditanyakan lagi pada suaminya itu.

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

sepertinya kamu memang terlalu baik Kiara, atas nama persahabatan kamu malah membuka ruang agar suami kamu bisa dekat sama si Sera sama Devan, yang notabene kamu tahu uda lama suka

2024-12-02

2

Siti Erna Wati

Siti Erna Wati

klu inimah salab sendiri.sdh tau suaminya sk sama sera knp jg hrs dibawa ke kotanya trus sampe di urusin segala.kau sendiri yg memasukkan org ke tiga ke dlm rumah tanggamu oon.

2024-12-06

0

Yuliati Soemarlina

Yuliati Soemarlina

sudahlah lepaskan laki" pengkhianat..smg Allah mengganti yg lebih baik..

2024-11-13

3

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Rahasia Devan
2 BAB 2 Kiara
3 BAB 3 Kemarahan Kiara
4 BAB 4 Pertengkaran
5 BAB 5 Rencana Kiara
6 BAB 6 Menahan Diri
7 BAB 7 Kekhawatiran Devan
8 BAB 8 Pergi
9 BAB 9 Memulai Hidup Baru
10 BAB 10 Kepanikan Devan
11 BAB 11 Devan Pulang
12 BAB 12 Menyesal
13 BAB 13 Kecolongan
14 BAB 14 Tuan Kalandra Menemukan Kiara
15 BAB 15 Tuan Kalandra Melindungi Kiara
16 BAB 16 Membawa Kiara Pergi
17 BAB 17 Devan kalah cepat
18 BAB 18 Devan Curiga
19 BAB 19 Rahasia Sera
20 BAB 20 Dokter Kandungan
21 BAB 21 Baby kembar
22 BAB 22 Papa Terlibat
23 BAB 23 NAMA SI KEMBAR
24 BAB 24 Pulang Ke Kediaman Kalandra
25 BAB 25 Sera Sakit lagi
26 BAB 26 Sera Kritis
27 BAB 27 Devan Pusing
28 BAB 28 Bertemu
29 BAB 29 Berbicara
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32 Nasehat
33 BAB 33 Mencintai Kia
34 BAB 34 Cerita Barra
35 BAB 35 Kado dari Barra
36 BAB 36 Bertemu Barra
37 BAB 37 Pilihan Cerai
38 BAB 38 Surat Gugatan
39 BAB 39 Gelisah
40 BAB 40 Rencana
41 BAB 41
42 BAB 42
43 bab 43 saat pergi
44 bab 44 hidup baru
45 bab 45 Devan sakit
46 bab 46 rumah sakit
47 bab 47 Wanda
48 bab 48 Ke kantor Barra
49 49 Barra Menolak
50 BAB 50 usaha Barra
51 BAB 51 Perasaan Kiara
52 BAB 52 Menyatakan cinta
53 BAB 53 Meyakin kan Kiara
54 BAB 54 Rasa percaya Kiara
55 BAB 55 Sedih nya Devan
56 BAB 56 Resmi Cerai
57 BAB 57 Video Zayn dan Zara
58 BAB 58 Berdebat
59 BAB 59 Mencari tau
60 BAB 60 Pindah dan pertengkaran
61 BAB 61 Barra bertengkar
62 BAB 62 Ketenangan Kia
63 BAB 63 Persiapan pernikahan
64 BAB 64 Memantapkan hati
65 BAB 65 Mau mendatangi Kiara
66 BAB 66 Bertemu Tuan Roderick
67 BAB 67 Memberi Kabar
68 BAB 68 Sah
69 BAB 69 Bahagia
70 BAB 70 Keresahan Devan
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 NOVEL BARU
78 BAB 77
79 BAB 78
80 BAB 79
81 BAB 80
82 BAB 81
83 BAB 82
84 BAB 83
85 BAB 84
86 BAB 85
87 BAB 86
88 BAB 87
89 BAB 88
90 BAB 89
91 BAB 90
92 BAB 91
93 BAB 92
94 BAB 93
95 BAB 94
96 BAB 95
97 BAB Episode Terakhir
98 BC 1
99 Pengumuman NOVEL BARU
100 BC 2
101 BC 3
102 BC 4
103 BC 5
104 BC 6
105 BC 7
106 BC 8
107 BC 9
108 BC 10
109 BC 11
110 BC 12
111 BAB 13
112 BC 14
113 BC 15
114 BC 16
115 BC 17
116 BC 18
117 BC 19
118 BC 20
119 BC 21
120 BC 22
121 BC 23
122 BC 24
123 BC 25
124 BC 26
125 BC 27
126 BC 28
127 BC 29
128 BC 30
129 BC 31
130 BC 32
131 BC 33
132 BC 34
133 BC 35
134 BC 36
135 BC 37
136 BC 38
137 BC 39
138 BC 40
139 BC 41
140 BC 42
141 Sumpah Wanita Tersakiti
142 BC 43
143 BC 44
Episodes

Updated 143 Episodes

1
BAB 1 Rahasia Devan
2
BAB 2 Kiara
3
BAB 3 Kemarahan Kiara
4
BAB 4 Pertengkaran
5
BAB 5 Rencana Kiara
6
BAB 6 Menahan Diri
7
BAB 7 Kekhawatiran Devan
8
BAB 8 Pergi
9
BAB 9 Memulai Hidup Baru
10
BAB 10 Kepanikan Devan
11
BAB 11 Devan Pulang
12
BAB 12 Menyesal
13
BAB 13 Kecolongan
14
BAB 14 Tuan Kalandra Menemukan Kiara
15
BAB 15 Tuan Kalandra Melindungi Kiara
16
BAB 16 Membawa Kiara Pergi
17
BAB 17 Devan kalah cepat
18
BAB 18 Devan Curiga
19
BAB 19 Rahasia Sera
20
BAB 20 Dokter Kandungan
21
BAB 21 Baby kembar
22
BAB 22 Papa Terlibat
23
BAB 23 NAMA SI KEMBAR
24
BAB 24 Pulang Ke Kediaman Kalandra
25
BAB 25 Sera Sakit lagi
26
BAB 26 Sera Kritis
27
BAB 27 Devan Pusing
28
BAB 28 Bertemu
29
BAB 29 Berbicara
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32 Nasehat
33
BAB 33 Mencintai Kia
34
BAB 34 Cerita Barra
35
BAB 35 Kado dari Barra
36
BAB 36 Bertemu Barra
37
BAB 37 Pilihan Cerai
38
BAB 38 Surat Gugatan
39
BAB 39 Gelisah
40
BAB 40 Rencana
41
BAB 41
42
BAB 42
43
bab 43 saat pergi
44
bab 44 hidup baru
45
bab 45 Devan sakit
46
bab 46 rumah sakit
47
bab 47 Wanda
48
bab 48 Ke kantor Barra
49
49 Barra Menolak
50
BAB 50 usaha Barra
51
BAB 51 Perasaan Kiara
52
BAB 52 Menyatakan cinta
53
BAB 53 Meyakin kan Kiara
54
BAB 54 Rasa percaya Kiara
55
BAB 55 Sedih nya Devan
56
BAB 56 Resmi Cerai
57
BAB 57 Video Zayn dan Zara
58
BAB 58 Berdebat
59
BAB 59 Mencari tau
60
BAB 60 Pindah dan pertengkaran
61
BAB 61 Barra bertengkar
62
BAB 62 Ketenangan Kia
63
BAB 63 Persiapan pernikahan
64
BAB 64 Memantapkan hati
65
BAB 65 Mau mendatangi Kiara
66
BAB 66 Bertemu Tuan Roderick
67
BAB 67 Memberi Kabar
68
BAB 68 Sah
69
BAB 69 Bahagia
70
BAB 70 Keresahan Devan
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
NOVEL BARU
78
BAB 77
79
BAB 78
80
BAB 79
81
BAB 80
82
BAB 81
83
BAB 82
84
BAB 83
85
BAB 84
86
BAB 85
87
BAB 86
88
BAB 87
89
BAB 88
90
BAB 89
91
BAB 90
92
BAB 91
93
BAB 92
94
BAB 93
95
BAB 94
96
BAB 95
97
BAB Episode Terakhir
98
BC 1
99
Pengumuman NOVEL BARU
100
BC 2
101
BC 3
102
BC 4
103
BC 5
104
BC 6
105
BC 7
106
BC 8
107
BC 9
108
BC 10
109
BC 11
110
BC 12
111
BAB 13
112
BC 14
113
BC 15
114
BC 16
115
BC 17
116
BC 18
117
BC 19
118
BC 20
119
BC 21
120
BC 22
121
BC 23
122
BC 24
123
BC 25
124
BC 26
125
BC 27
126
BC 28
127
BC 29
128
BC 30
129
BC 31
130
BC 32
131
BC 33
132
BC 34
133
BC 35
134
BC 36
135
BC 37
136
BC 38
137
BC 39
138
BC 40
139
BC 41
140
BC 42
141
Sumpah Wanita Tersakiti
142
BC 43
143
BC 44

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!