BAB 2 Kiara

Kiara anak yatim piatu yang sudah tidak mempunyai keluarga lagi, kedua orangtuanya sudah meninggal disaat Kiara berumur 12 tahun.semenjak itu dia hidup berpindah pindah.

dia bertemu dengan ibu panti ketika sedang dipasar, membawakan belanjaan ibu kasih pemilik panti, ibu kasih terkesan dengan kebaikan dan kerja kerasnya, Kiara yang saat itu hidup dijalanan diajak oleh ibu Kasih untuk tinggal di Panti Asuhan Kasih miliknya.

Semenjak itu Kiara jadi penghuni panti dan membantu ibu Kasih menjaga adik adik panti yang masih kecil, diapun melanjutkan sekolahnya yang sempat putus karena tidak mempunyai biaya.

Kiara bertemu dengan Sera di sekolah dan mereka bersahabat sampai sekarang, terbiasa berteman dari kecil sampai menikah dengan pasangan masing masing, mereka tetap menjalin hubungan dengan baik.

Mereka berdua saling menyayangi karena Sera tidak mempunyai saudara, ayah Sera sudah meninggal semasa Sera kuliah dulu. ibunya lebih dulu meninggalkan mereka, Sera dari keluarga yang terbilang cukup, ayahnya seorang dosen di sebuah universitas di kota ini.

Devan anak seorang yang sangat terpandang di kota mereka, Tuan muda keluarga Kalandra pria yang sangat digandrungi oleh wanita karena ketampanan wajahnya dengan tubuh atletisnya yang makin banyak digilai wanita, ditambah dia seorang pengusaha sukses, Devan anak tunggal keluarga Kalandra, keluarga Kalandra terkenal baik tidak membeda bedakan status orang.

Ketika Devan hendak menikahi Kiara keluarga Kalandra menyetujui nya, karena mereka tau Kiara seorang Wanita baik hati, lembut dan sangat cantik sangat serasi dengan Devan yang sangat manja dan suka mengikuti maunya sendiri.

Keluarga Kalandra yang menjadi donatur tetap di panti tempat Kiara tinggal dulu dan sampai sekarang. kalau hari libur Kiara dan Devan sering main ke Panti sambil membawa berbagai mainan dan alat tulis untuk sekolah.

Dua tahun pernikahan Kiara dan Devan mereka belum diberi kepercayaan untuk memiliki anak, tapi mereka tetap menjalani hidup dengan bahagia, karena mereka tau anak adalah rezeki, Devan dan Kiara sudah cek kesehatan dan ternyata mereka berdua sehat, mungkin karena belum waktunya dikasih kepercayaan sama Tuhan.

Keluarga Kalandra juga tidak mempermasalahkan itu, buat mereka yang penting anak menantu nya hidup bahagia, menjalani kehidupan dengan baik.

Sera sibuk dengan pikirannya sendiri, dia ingat masa lalu nya dengan Kiara, mereka selalu bersama dan mempunyai selera yang hampir sama dalam berbagai hal. Banyak kesamaan yang ada di diri mereka yang membuat mereka cocok.

masalah cowok pun mereka banyak kesamaan , sering kali mereka suka sama satu pria tapi Kiara tahu siapa dirinya, dia akan selalu mengalah pada Sera kadang kadang dia harus memupus harapannya karena pria yang dia suka juga disukai Sera.

Buat Kiara persahabatannya lebih penting dari seorang pria, sampai pada akhirnya Sera bertemu Haris, seorang pria yang dulu ternyata pernah menjadi asisten dosen dari ayahnya Sera.

Mereka saling mencintai dan akhirnya menikah. Tidak lama setelah pernikahan Sera dan Haris, mereka pindah kekota dimana tempat Haris mengajar.

Setelah pernikahan Sera, Kiara lebih banyak menyibukkan diri dengan bekerja dan menjaga adik adik yang di panti, sepulang dari kantor Kiara pasti akan membantu ibu kasih untuk membantu adik adiknya belajar.

Kiara terbiasa bekerja semenjak dia kuliah bahkan dia bekerja sedari kecil untukk membiayai kehidupannya, Dia bekerja saat ini juga berkat kecerdasannya yang langsung diterima bekerja ditempat dia dulu magang sebagai mahasiswi.

Kiara mulai dekat dengan Devan setelah Sera menikah dengan Haris, setelah menjalani hubungan 1 tahun akhirnya mereka memutuskan untuk menikah.

Kiara sudah lama menyukai Devan secara diam diam tidak ada satupun yang tau perasaannya pada Devan, Kiara sangat rapi menutup perasaannya. Dia tau diri tidak mungkin dia bisa memiliki Devan, angan angan yang terlalu tinggi

“Mas, kamu sekarang segera pulang kerumah, aku takut Kiara akan melakukan hal hal yang tidak kita inginkan” ucap Sera, Devan seperti di bangunkan dari mimpi dia langsung berdiri dan bergegas berjalan keluar kamar.

Tanpa pamit pada Sera dan Kafi dia langsung berlari masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya menuju kediaman dia dan Kiara, ditengah perjalanan Devan berusaha menghubungi Kiara tapi tidak diangkat oleh istri pertamanya itu, Devan jadi khawatir dengan keadaan Kiara saat in.

“sayang kamu dimana, ayo diangkat telponnya” Devan pun mengirimkan pesan ke ponsel Kiara tidak ada balasan dari Kiara.

Tidak lama Devan sudah berada dikediamannya dia tidak melihat mobil Kiara, Devan makin panik dia segera turun dari mobil dan berlari masuk kedalam rumahnya. Tidak ada satu orang pun yang dia liat disana, Dia berjalan kebelakang rumah mencari art mereka.

“bik, Kiara sudah pulang belum?” tanya Devan dengan muka yang cemas

“Nyonya Kiara belum pulang Tuan Devan” jawab bik Jum sambil menatap wajah Devan yang terlihat sangat cemas saat ini. kembali dia mengeluarkan ponsel nya dan berusaha menghubungi Kiara tapi tetap tidak diangkat dan pesan nya juga belum dibaca.

Tiba tiba telponnya berbunyi ada pesan masuk, Devan pikir itu balasan dari Kiara, ternyata itu pesan masuk dari Sera yang menanyakan keberadaan Kiara. Devan pun menghubungi Sera

“Belum pulang Kiaranya, mas mau cari kemana? Kamu tau nggak kemana biasanya Kiara pergi kalau sedang marah kayak gini” tanya Devan.

“biasanya Kiara akan pergi kepanti mas bertemu ibu Kasih” jawab Sera yang sangat tau kalau Kiara akan ke panti kalau dia mempunya masalah.

“oke mas akan cari kesana, sudah dulu ya, mas tutup telponnya” Devan menutup telpon dari Sera dan segera berjalan keluar untuk pergi ke panti asuhan dimana dulu Kiara dibesarkan, setelah berpamitan dengan bik Jum diapun pergi dari kediaman itu.

Setelah menempuh perjalanan yang tidak begitu lama akhirnya Devan sampai di panti dia tidak melihat mobil Kiara disana, Devan mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam, karena Kiara tidak ada disana, dia tidak mau kedatangannya ke panti akan membuat ibu Kasih cemas.

Devan pun kembali menjalankan mobilnya tanpa arah, dia berusaha mencari cari keberadaan mobil Kiara disepanjang jalan, dia berharap akan menemukan Kiara. Setelah Lelah mengitari kota tanpa ada hasilnya akhirnya Devan kembali pulang kerumahnya, dia memutuskan untuk menunggu Kiara di kediamannya.

Sedangkan Kiara yang sedang dicari saat ini oleh Devan sedang menangis di sebuah taman kota, berkali kali telponnya berbunyi tapi tidak dia angkat baik dari Devan atau pun drai Sera.

“Kia maafkan aku, aku menyesal telah melakukan ini semua, aku minta maaf..” Sera mengirim pesan pada Kiara.

“aku yang salah Kia bukan Devan, kamu jangan marah padanya, Kia please balas pesan aku” Kiara hanya membaca pesan masuk di telpon nya, tidak ada keinginan sedikitpun untuk membalas pesan dari dua orang sudah mengkhianatinya.

‘tega kalian sama aku, apa salah aku sama kalian” teriak Kiara dalam  mobil sambil memukul stir mobilnya melepaskan rasa sakit hatinya.

Kiara menangis terisak isak, lama Kiara menangisi nasibnya yang malang, sampai kering air matanya mengingat semua pengkhianatan yang dilakukan orang terdekatnya.

Terpopuler

Comments

Ayu

Ayu

kiara psti minta cerai dr devan. dan di saat dia pergi dr rmh suami nya di saat itu jg dia tgh mengandung. kayak nya gitu ya thor ha.. ha.. ha.. menebak aja

2024-12-12

1

Hany

Hany

nyesek thoor😭
lebih baik cerai KIA dr pada sakit hati,apalagi di antara kalian masih belom ada anak

2024-12-05

1

Cicih Sophiana

Cicih Sophiana

bercerai itu lebih baik dari pada sakit melihat sahabat dan suami yg bahagia... dua manusia penghianat gak pantas dapat maaf

2024-11-29

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Rahasia Devan
2 BAB 2 Kiara
3 BAB 3 Kemarahan Kiara
4 BAB 4 Pertengkaran
5 BAB 5 Rencana Kiara
6 BAB 6 Menahan Diri
7 BAB 7 Kekhawatiran Devan
8 BAB 8 Pergi
9 BAB 9 Memulai Hidup Baru
10 BAB 10 Kepanikan Devan
11 BAB 11 Devan Pulang
12 BAB 12 Menyesal
13 BAB 13 Kecolongan
14 BAB 14 Tuan Kalandra Menemukan Kiara
15 BAB 15 Tuan Kalandra Melindungi Kiara
16 BAB 16 Membawa Kiara Pergi
17 BAB 17 Devan kalah cepat
18 BAB 18 Devan Curiga
19 BAB 19 Rahasia Sera
20 BAB 20 Dokter Kandungan
21 BAB 21 Baby kembar
22 BAB 22 Papa Terlibat
23 BAB 23 NAMA SI KEMBAR
24 BAB 24 Pulang Ke Kediaman Kalandra
25 BAB 25 Sera Sakit lagi
26 BAB 26 Sera Kritis
27 BAB 27 Devan Pusing
28 BAB 28 Bertemu
29 BAB 29 Berbicara
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32 Nasehat
33 BAB 33 Mencintai Kia
34 BAB 34 Cerita Barra
35 BAB 35 Kado dari Barra
36 BAB 36 Bertemu Barra
37 BAB 37 Pilihan Cerai
38 BAB 38 Surat Gugatan
39 BAB 39 Gelisah
40 BAB 40 Rencana
41 BAB 41
42 BAB 42
43 bab 43 saat pergi
44 bab 44 hidup baru
45 bab 45 Devan sakit
46 bab 46 rumah sakit
47 bab 47 Wanda
48 bab 48 Ke kantor Barra
49 49 Barra Menolak
50 BAB 50 usaha Barra
51 BAB 51 Perasaan Kiara
52 BAB 52 Menyatakan cinta
53 BAB 53 Meyakin kan Kiara
54 BAB 54 Rasa percaya Kiara
55 BAB 55 Sedih nya Devan
56 BAB 56 Resmi Cerai
57 BAB 57 Video Zayn dan Zara
58 BAB 58 Berdebat
59 BAB 59 Mencari tau
60 BAB 60 Pindah dan pertengkaran
61 BAB 61 Barra bertengkar
62 BAB 62 Ketenangan Kia
63 BAB 63 Persiapan pernikahan
64 BAB 64 Memantapkan hati
65 BAB 65 Mau mendatangi Kiara
66 BAB 66 Bertemu Tuan Roderick
67 BAB 67 Memberi Kabar
68 BAB 68 Sah
69 BAB 69 Bahagia
70 BAB 70 Keresahan Devan
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 NOVEL BARU
78 BAB 77
79 BAB 78
80 BAB 79
81 BAB 80
82 BAB 81
83 BAB 82
84 BAB 83
85 BAB 84
86 BAB 85
87 BAB 86
88 BAB 87
89 BAB 88
90 BAB 89
91 BAB 90
92 BAB 91
93 BAB 92
94 BAB 93
95 BAB 94
96 BAB 95
97 BAB Episode Terakhir
98 BC 1
99 Pengumuman NOVEL BARU
100 BC 2
101 BC 3
102 BC 4
103 BC 5
104 BC 6
105 BC 7
106 BC 8
107 BC 9
108 BC 10
109 BC 11
110 BC 12
111 BAB 13
112 BC 14
113 BC 15
114 BC 16
115 BC 17
116 BC 18
117 BC 19
118 BC 20
119 BC 21
120 BC 22
121 BC 23
122 BC 24
123 BC 25
124 BC 26
125 BC 27
126 BC 28
127 BC 29
128 BC 30
129 BC 31
130 BC 32
131 BC 33
132 BC 34
133 BC 35
134 BC 36
135 BC 37
136 BC 38
137 BC 39
138 BC 40
139 BC 41
140 BC 42
141 Sumpah Wanita Tersakiti
142 BC 43
143 BC 44
Episodes

Updated 143 Episodes

1
BAB 1 Rahasia Devan
2
BAB 2 Kiara
3
BAB 3 Kemarahan Kiara
4
BAB 4 Pertengkaran
5
BAB 5 Rencana Kiara
6
BAB 6 Menahan Diri
7
BAB 7 Kekhawatiran Devan
8
BAB 8 Pergi
9
BAB 9 Memulai Hidup Baru
10
BAB 10 Kepanikan Devan
11
BAB 11 Devan Pulang
12
BAB 12 Menyesal
13
BAB 13 Kecolongan
14
BAB 14 Tuan Kalandra Menemukan Kiara
15
BAB 15 Tuan Kalandra Melindungi Kiara
16
BAB 16 Membawa Kiara Pergi
17
BAB 17 Devan kalah cepat
18
BAB 18 Devan Curiga
19
BAB 19 Rahasia Sera
20
BAB 20 Dokter Kandungan
21
BAB 21 Baby kembar
22
BAB 22 Papa Terlibat
23
BAB 23 NAMA SI KEMBAR
24
BAB 24 Pulang Ke Kediaman Kalandra
25
BAB 25 Sera Sakit lagi
26
BAB 26 Sera Kritis
27
BAB 27 Devan Pusing
28
BAB 28 Bertemu
29
BAB 29 Berbicara
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32 Nasehat
33
BAB 33 Mencintai Kia
34
BAB 34 Cerita Barra
35
BAB 35 Kado dari Barra
36
BAB 36 Bertemu Barra
37
BAB 37 Pilihan Cerai
38
BAB 38 Surat Gugatan
39
BAB 39 Gelisah
40
BAB 40 Rencana
41
BAB 41
42
BAB 42
43
bab 43 saat pergi
44
bab 44 hidup baru
45
bab 45 Devan sakit
46
bab 46 rumah sakit
47
bab 47 Wanda
48
bab 48 Ke kantor Barra
49
49 Barra Menolak
50
BAB 50 usaha Barra
51
BAB 51 Perasaan Kiara
52
BAB 52 Menyatakan cinta
53
BAB 53 Meyakin kan Kiara
54
BAB 54 Rasa percaya Kiara
55
BAB 55 Sedih nya Devan
56
BAB 56 Resmi Cerai
57
BAB 57 Video Zayn dan Zara
58
BAB 58 Berdebat
59
BAB 59 Mencari tau
60
BAB 60 Pindah dan pertengkaran
61
BAB 61 Barra bertengkar
62
BAB 62 Ketenangan Kia
63
BAB 63 Persiapan pernikahan
64
BAB 64 Memantapkan hati
65
BAB 65 Mau mendatangi Kiara
66
BAB 66 Bertemu Tuan Roderick
67
BAB 67 Memberi Kabar
68
BAB 68 Sah
69
BAB 69 Bahagia
70
BAB 70 Keresahan Devan
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
NOVEL BARU
78
BAB 77
79
BAB 78
80
BAB 79
81
BAB 80
82
BAB 81
83
BAB 82
84
BAB 83
85
BAB 84
86
BAB 85
87
BAB 86
88
BAB 87
89
BAB 88
90
BAB 89
91
BAB 90
92
BAB 91
93
BAB 92
94
BAB 93
95
BAB 94
96
BAB 95
97
BAB Episode Terakhir
98
BC 1
99
Pengumuman NOVEL BARU
100
BC 2
101
BC 3
102
BC 4
103
BC 5
104
BC 6
105
BC 7
106
BC 8
107
BC 9
108
BC 10
109
BC 11
110
BC 12
111
BAB 13
112
BC 14
113
BC 15
114
BC 16
115
BC 17
116
BC 18
117
BC 19
118
BC 20
119
BC 21
120
BC 22
121
BC 23
122
BC 24
123
BC 25
124
BC 26
125
BC 27
126
BC 28
127
BC 29
128
BC 30
129
BC 31
130
BC 32
131
BC 33
132
BC 34
133
BC 35
134
BC 36
135
BC 37
136
BC 38
137
BC 39
138
BC 40
139
BC 41
140
BC 42
141
Sumpah Wanita Tersakiti
142
BC 43
143
BC 44

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!