BAB 6 Menahan Diri

Kiara melihat dalam minggu ini Devan tidak pernah keluar kota, dia selalu pulang tepat waktu dan selalu berusaha baik dan selalu meminta maaf pada Kiara.

Melihat kelakuan Devan dalam 1 minggu ini membuat Kiara sangat malas, tapi dia berusaha sabar menunggu saat yang tepat untuk pergi dari kediaman ini, semua sudah selesai dipersiapkan Kiara.

Devan berkunjung ke tempat Sera disaat pagi sebelum berangkat ke kantor dia akan mampir sebentar atau siang hari menjelang sore. Semua benar benar di atur oleh Devan sedemikian rupa.

Devan berpikir Kiara tidak akan tahu semua yang dilakukannya, devan salah Kiara mengetahui semuanya tapi Kiara sudah tidak peduli akan semuanya, karena dia sudah memgambil keputusan untuk pergi dari mereka.

"Sayang, mas besok ada kerjaan di luar kota yang tidak bisa diwakilkan, kamu ikut pergi sama mas ya temanin mas bekerja disana"ajak Devan selesai mereka makan malam, Kiara hanya menatap sinis pada suaminya itu.

"Aku nggak bisa mas, kamu ajak istri kamu yang lain saja pasti dia akan senang sekali, kalian bisa jalan jalan sambil honeymoon bersama anak kalian" ucap Kiara dengan santainya.

Devan menarik nafas panjang mendengar ucapan yang keluar dari bibir Kiara, sejak kejadian 1 minggu yang lalu Kiara tidak pernah bicara enak dengan Devan.

"Mas maunya sama kamu sayang, kita akan menikmati waktu berdua" rayu Devan tapi tidak mempan untuk Kiara yang hatinya terlanjur beku dengan suaminya itu.

Kiara mencibir sinis mendengar rayuan gombal suaminya itu dia hanya melengos dan pergi meninggalkan Devan begitu saja.

Kiara malas menanggapi basa basi suaminya itu dari pada pusing mending dia tinggal saja.Devan yang ditinggal sendiri akhirnya mengikuti Kiara kedalam kamar untuk menyiapkan pakaian yang akan dibawa besok.

"sayang bantu mas siapin baju untuk dibawa besok" mohon Devan pada Kiara yang saat ini sedang duduk di depan meja hiasnya.

Kiara melirik sekilas pada suaminya itu sambil menarik ñagas panjang Kiara menghampiri suaminya yang menatap kearah nya saat ini, segera Kiara menuju lemari.

"pakaiannya untuk berapa hari mas" tanya Kiara malas malasan.

"3 hari sayang, mas pergi sama ari berdua ada proyek yang dikota S sedang bermasalah harus segera diselesaikan" jelas Devan memberitahu Kiara semua kegiatannya di kota S, Kiara hanya diam tidak menanggapi perkataan suaminya itu.

Kiara sibuk merapikan pakaian Devan kedalam tas pakaian yang biasa dibawa jika keluar kota selama ini.tidak betapa lama Kiara sudah selesai mengerjakan semuanya dan menyerahkan koper kecil itu pada suaminya setelah itu Kiara berjalan menuju ranjang untuk pergi tidur.

"sayang kamu benaran nggak mau ikut" tanya Devan lagi, jujur sebenarnya dia merasa khawatir meninggakan Kiara saat ini.

"nggak mas, terima kasih" jawab Kiara sambil membalikkan badannya menghadap dinding.

Handphone Devan tiba tiba berbunyi tapi dia tidak segera mengangkatnya karena telpon itu dari Sera, Devan melirik kearah Kiara, telpon masih terus berbunyi akhirnya Devan keluar dari kamar untuk mengangkat telpon dari istri keduanya itu.

Kiara yang melihat tingkah Devan itu hanya mendengus, lalu mematikan lampu kamar dan menggantinya dengan lampu tidur jujur Kiara sudah tidak peduli sama mereka berdua.

Sementara Devan mengangkat telpon dari Sera diluar kamar." mas berangkat pagi pagi sekali Ra, jadi mungkin nggak sempat menemui kamu" jawab Devan pelan, dia tidak ingin Kiara mendengar isi pembicaraannya dengan Sera.setelah berbicara cukup lama Devan pun menyudahi sambungan telponnya.

"sudah dulu ya Ra, mas mau beresin pakaian dulu" bohong Devan pada Sera. lalu dia mematikan sambungan telpon dari Sera.

Devan masuk kedalam kamar yang sudah gelap yang hanya disinari oleh lampu tidur. setelah meletakkan telpon genggamnya diatas nakas diapun segera naik ke ranjang setelah membersihkan diri dikamar mandi.

Kiara merasakan pergerakan disampingnya, dia hanya diam pura pura tidur, Devan beringsut mendekat kesamping Kiara lalu memeluk Kiara dengan lembut.Kiara yang dipeluk dari belakang oleh Devan agak kaget tapi dia menahan diri untuk tidak bergerak.

melihat reaksi Kiara yang hanya diam Devan mengeratkan pelukannya, dia sangat rindu dengan Kiara semenjak mengetahui pernikahannya dengan Sera, Kiara selalu menolak setiap diajak berci**a dengan berbagai alasan.

"sayang kamu sudah tidur?" tanya Devan dengan suara yang mulai berat menahan ha**a*nya ingin men**nt* istrinya itu. Kiara terus menahan diri jangan sampai Devan tau kalau dia belum tidur.

"sayang " Devan mencium leher Kiara yang saat ini tidur membelakanginya, Kiara masih diam lama lama tangan Devan sudah mulai kemana mana, Kiara pun tidak bisa berpura pura tidur lagi.

"maaf mas aku masih belum bisa melayani kamu, aku masih belum bisa menghilangkan bayangan kamu yang sedang berbagi peluh dengan istri baru kamu" tegas Kiara sambil mengangkat tangan suaminya yang sudah ada dibadannya.

Devan yang mendengar Kiara menolak dengan alasan itu langsung terdiam dan menjatuhkan dirinya kesamping dan menarik nafas mencoba menetralkan keinginan nya yang ingin berc**ta dengan Kiara,Devan sangat mengingikan Kiara saat ini.

Devan terlentang menghadap langit langit kamar mereka, " maaf kan mas Kia, tolong beri maaf sayang" mohon Devan sambil menoleh kesamping kearah Kiara yang saat ini masih membelakanginya.

"mas harus apa agar kamu bisa memaafkan kesalahan kami, jangan diam begini Kia mas jadi takut kamu akan pergi dari kehidupan mas" ucap Devan menyampaikan rasa ketakutannya kalau Kiara akan pergi dari sisinya.

Disisi lain dia juga tdak bisa meninggalkan Sera dan Kafi anak sambungnya itu, dia sudah terlanjur sayang dengan mereka berdua.

Kiara yang merasa malas meladeni suaminya itu berbicara berusaha untuk tidur, dan tidak berapa lama Kiara pun tertidur.

Devan mendengar suara dengkuran halus dari Kiara diapun menoleh kearah istrinya, Devan perlahan beranjak dari tempat tidurnya mengambil handphone berjalan kearah balkon kamarnya dia duduk disana sambil menatap kearah langit.

Devan mengusap wajah dengan kedua telapak tangannya, dia bingung harus bagaimana lagi menghadapi Kiara yang dalam 1 minggu berubah drastis sikapnya sampai dia tidak mengenali sama sekali sikap Kiara yang sekarang.

Devan meneĺpon Ari asistennya dia perlu teman untuk bercerita. Devan menghubungin Ari tapi telponnya tidak diangkat. berkali kali dia menghubungi asistennya itu tetap tidak diangkat.

Sedangkan Ari yang ditelpon diseberang sana memang sengaja tidak mengangkat telpon dari bos nya itu, karena dia sudah tau Devan pasti akan bercerita tentang keadaan dia dengan Kiara sekarang.

Sudah hampir 1 minggu Ari jadi pendengar setia curahan hati Devan kalau sedang galau dengan Kiara.Ari tidak mau ikut campur masalah mereka bagaimana pun hubungannya dengan Kiara sangat baik.

"makanya kalau mau poligami itu mikir dulu seribu kali, jangan ambil enak nya saja, pas ada masalah baru jerit jerit" gumam Ari dalam hatinya sambil tetap membiarkan telpon genggamnya berbunyi.

Terpopuler

Comments

Cicih Sophiana

Cicih Sophiana

menyesal tapi gak mau menceraikan Sera... klo aq jg cuma ngebayangin nya aja klo lg ena ena dgn yg lain aja udah jijik... 🤑

2024-11-29

7

Rokhmi Nur Hidayati

Rokhmi Nur Hidayati

benar kan semoga kamu Kiara menjadi wanita tegar &teguh kuat biarpun tertempa ombak berkali masih berdiri tegap

2024-11-29

0

Siti Erna Wati

Siti Erna Wati

jgn tanya mengapa istrimu berubah tuan.wanita tdk akan berubah klu dia tdk kecewa dan mati rasa

2024-12-06

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Rahasia Devan
2 BAB 2 Kiara
3 BAB 3 Kemarahan Kiara
4 BAB 4 Pertengkaran
5 BAB 5 Rencana Kiara
6 BAB 6 Menahan Diri
7 BAB 7 Kekhawatiran Devan
8 BAB 8 Pergi
9 BAB 9 Memulai Hidup Baru
10 BAB 10 Kepanikan Devan
11 BAB 11 Devan Pulang
12 BAB 12 Menyesal
13 BAB 13 Kecolongan
14 BAB 14 Tuan Kalandra Menemukan Kiara
15 BAB 15 Tuan Kalandra Melindungi Kiara
16 BAB 16 Membawa Kiara Pergi
17 BAB 17 Devan kalah cepat
18 BAB 18 Devan Curiga
19 BAB 19 Rahasia Sera
20 BAB 20 Dokter Kandungan
21 BAB 21 Baby kembar
22 BAB 22 Papa Terlibat
23 BAB 23 NAMA SI KEMBAR
24 BAB 24 Pulang Ke Kediaman Kalandra
25 BAB 25 Sera Sakit lagi
26 BAB 26 Sera Kritis
27 BAB 27 Devan Pusing
28 BAB 28 Bertemu
29 BAB 29 Berbicara
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32 Nasehat
33 BAB 33 Mencintai Kia
34 BAB 34 Cerita Barra
35 BAB 35 Kado dari Barra
36 BAB 36 Bertemu Barra
37 BAB 37 Pilihan Cerai
38 BAB 38 Surat Gugatan
39 BAB 39 Gelisah
40 BAB 40 Rencana
41 BAB 41
42 BAB 42
43 bab 43 saat pergi
44 bab 44 hidup baru
45 bab 45 Devan sakit
46 bab 46 rumah sakit
47 bab 47 Wanda
48 bab 48 Ke kantor Barra
49 49 Barra Menolak
50 BAB 50 usaha Barra
51 BAB 51 Perasaan Kiara
52 BAB 52 Menyatakan cinta
53 BAB 53 Meyakin kan Kiara
54 BAB 54 Rasa percaya Kiara
55 BAB 55 Sedih nya Devan
56 BAB 56 Resmi Cerai
57 BAB 57 Video Zayn dan Zara
58 BAB 58 Berdebat
59 BAB 59 Mencari tau
60 BAB 60 Pindah dan pertengkaran
61 BAB 61 Barra bertengkar
62 BAB 62 Ketenangan Kia
63 BAB 63 Persiapan pernikahan
64 BAB 64 Memantapkan hati
65 BAB 65 Mau mendatangi Kiara
66 BAB 66 Bertemu Tuan Roderick
67 BAB 67 Memberi Kabar
68 BAB 68 Sah
69 BAB 69 Bahagia
70 BAB 70 Keresahan Devan
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 NOVEL BARU
78 BAB 77
79 BAB 78
80 BAB 79
81 BAB 80
82 BAB 81
83 BAB 82
84 BAB 83
85 BAB 84
86 BAB 85
87 BAB 86
88 BAB 87
89 BAB 88
90 BAB 89
91 BAB 90
92 BAB 91
93 BAB 92
94 BAB 93
95 BAB 94
96 BAB 95
97 BAB Episode Terakhir
98 BC 1
99 Pengumuman NOVEL BARU
100 BC 2
101 BC 3
102 BC 4
103 BC 5
104 BC 6
105 BC 7
106 BC 8
107 BC 9
108 BC 10
109 BC 11
110 BC 12
111 BAB 13
112 BC 14
113 BC 15
114 BC 16
115 BC 17
116 BC 18
117 BC 19
118 BC 20
119 BC 21
120 BC 22
121 BC 23
122 BC 24
123 BC 25
124 BC 26
125 BC 27
126 BC 28
127 BC 29
128 BC 30
129 BC 31
130 BC 32
131 BC 33
132 BC 34
133 BC 35
134 BC 36
135 BC 37
136 BC 38
137 BC 39
138 BC 40
139 BC 41
140 BC 42
141 Sumpah Wanita Tersakiti
142 BC 43
143 BC 44
Episodes

Updated 143 Episodes

1
BAB 1 Rahasia Devan
2
BAB 2 Kiara
3
BAB 3 Kemarahan Kiara
4
BAB 4 Pertengkaran
5
BAB 5 Rencana Kiara
6
BAB 6 Menahan Diri
7
BAB 7 Kekhawatiran Devan
8
BAB 8 Pergi
9
BAB 9 Memulai Hidup Baru
10
BAB 10 Kepanikan Devan
11
BAB 11 Devan Pulang
12
BAB 12 Menyesal
13
BAB 13 Kecolongan
14
BAB 14 Tuan Kalandra Menemukan Kiara
15
BAB 15 Tuan Kalandra Melindungi Kiara
16
BAB 16 Membawa Kiara Pergi
17
BAB 17 Devan kalah cepat
18
BAB 18 Devan Curiga
19
BAB 19 Rahasia Sera
20
BAB 20 Dokter Kandungan
21
BAB 21 Baby kembar
22
BAB 22 Papa Terlibat
23
BAB 23 NAMA SI KEMBAR
24
BAB 24 Pulang Ke Kediaman Kalandra
25
BAB 25 Sera Sakit lagi
26
BAB 26 Sera Kritis
27
BAB 27 Devan Pusing
28
BAB 28 Bertemu
29
BAB 29 Berbicara
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32 Nasehat
33
BAB 33 Mencintai Kia
34
BAB 34 Cerita Barra
35
BAB 35 Kado dari Barra
36
BAB 36 Bertemu Barra
37
BAB 37 Pilihan Cerai
38
BAB 38 Surat Gugatan
39
BAB 39 Gelisah
40
BAB 40 Rencana
41
BAB 41
42
BAB 42
43
bab 43 saat pergi
44
bab 44 hidup baru
45
bab 45 Devan sakit
46
bab 46 rumah sakit
47
bab 47 Wanda
48
bab 48 Ke kantor Barra
49
49 Barra Menolak
50
BAB 50 usaha Barra
51
BAB 51 Perasaan Kiara
52
BAB 52 Menyatakan cinta
53
BAB 53 Meyakin kan Kiara
54
BAB 54 Rasa percaya Kiara
55
BAB 55 Sedih nya Devan
56
BAB 56 Resmi Cerai
57
BAB 57 Video Zayn dan Zara
58
BAB 58 Berdebat
59
BAB 59 Mencari tau
60
BAB 60 Pindah dan pertengkaran
61
BAB 61 Barra bertengkar
62
BAB 62 Ketenangan Kia
63
BAB 63 Persiapan pernikahan
64
BAB 64 Memantapkan hati
65
BAB 65 Mau mendatangi Kiara
66
BAB 66 Bertemu Tuan Roderick
67
BAB 67 Memberi Kabar
68
BAB 68 Sah
69
BAB 69 Bahagia
70
BAB 70 Keresahan Devan
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
NOVEL BARU
78
BAB 77
79
BAB 78
80
BAB 79
81
BAB 80
82
BAB 81
83
BAB 82
84
BAB 83
85
BAB 84
86
BAB 85
87
BAB 86
88
BAB 87
89
BAB 88
90
BAB 89
91
BAB 90
92
BAB 91
93
BAB 92
94
BAB 93
95
BAB 94
96
BAB 95
97
BAB Episode Terakhir
98
BC 1
99
Pengumuman NOVEL BARU
100
BC 2
101
BC 3
102
BC 4
103
BC 5
104
BC 6
105
BC 7
106
BC 8
107
BC 9
108
BC 10
109
BC 11
110
BC 12
111
BAB 13
112
BC 14
113
BC 15
114
BC 16
115
BC 17
116
BC 18
117
BC 19
118
BC 20
119
BC 21
120
BC 22
121
BC 23
122
BC 24
123
BC 25
124
BC 26
125
BC 27
126
BC 28
127
BC 29
128
BC 30
129
BC 31
130
BC 32
131
BC 33
132
BC 34
133
BC 35
134
BC 36
135
BC 37
136
BC 38
137
BC 39
138
BC 40
139
BC 41
140
BC 42
141
Sumpah Wanita Tersakiti
142
BC 43
143
BC 44

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!