BAB 16 Membawa Kiara Pergi

Sedangkan kiara yang saat ini menjalani hidup nya dengan tenang, banyak sekali orang orang baik disekitarnya yang membantu kiara.

Usahanya berkembang cukup bagus, sekarang rika juga membantu disini, ada beberapa orang yang bekerja dengannya.

Karena kehamilan kiara yang cukup besar membuat dia cepat lelah.

"Kak kita usg aja yuk biar tau jenis kelaminnya, lagian ini perut kakak gede banget kayak hamil kembar" ucap rika saat mereka lagi makan rujak buah

"Iya kak kita ke kota aja untuk periksa, mumpung mas deni lagi libur kita bisa minta tolong di anter ke kota" sahut yani

Kiara mengelus perutnya yang besar dia juga penasaran denga kehamilan nya ini, selama masa kehamilan di desa ini kiara tidak pernah usg, karena harus ke kota.

Kiara menghindari pergi ke kota takut bertemu dengan orang orang yang mengenalnya.

"Ayo kak, nah itu kebetulan mas deni kesini" kata rika yang melihat suaminya  datang menghampirinya

"Mas ada apa?" Tanya rika

"Ini disuruh ibu anterin makanan untuk mbak kiara, katanya bagus buat ibu hamil" jawab deni sambil memberikan makanan yang yang ada ditangannya.

"Terimakasih den, bilang sama ibuk terimakasih banyak ya jadi sungkan" ucap kiara

"Iya mbak nanti deni sampaikan ke ibuk" balas deni

"Mas anterin kita ke kota yuk mau usg kak kiara, mau cek apa hamilnya anak kembar dan jenis kelaminnya" ajak rika pada suaminya

"Ayo kalau mau berangkat sekarang mumpung masih pagi" ucap deni

Akhirnya kiara pun menyetujuinya dan mereka siap siap untuk ke rumah sakit yang ada dikota, tidak terlýalu jauh hanya 1 jam dari desa mereka.

Setelah menempuh perjalanan dari desa mereka sampailah di rumah sakit.

Segera mereka berempat turun dari mobil segera masuk untuk mendaftar.

tidak berapa lama akhirnya tiba giliran kiara untuk diperiksa mereka masuk kedalam ruangan dokter bertiga, deni menunggu diluar

setelah diperiksa mereka keluar dari ruangan dokter dengan wajah gembira. deni yang melihatnya hanya diam saja dan mengikuti mereka berjalan dari belakang.

mereka pergi ke apotik untuk mengambil obat, setelah semua selesai merekapun kembali pulang ke rumah kedesa mereka.

"senangnya kak ada si kembar di sini" ucap yani sambil mengelus perut kiara dengan lembut.

"Alhamdulilah jadi ponakan deni nanti ada dua mbak?" tanya deni antusias mendengar kalau kiara hamil anak kembar.

"iya den, pantes peruk mbak besar ternyata ada 2 baby di dalam sini" jawab Kiara

“Kalian masih mau pacaran terus, ibuk sudah mau cucu itu Deni” ucap Kiara sambil tersenyum

“Iya kak , kami lagi usaha mbak doain ya biar cepat dedek bayinya ada disini” ucap Deni sambil memegang perut Rika

“amin ,,,ucap mereka serempak” mengamini doa Deni

mereka bercerita sepanjang jalan tidak terasa mereka sudah sampai di kediaman kiara. Setelah sampai dirumah mereka pun duduk sambil istirahat. Tidak lama muncul buk leha menghampiri mereka yang  sedang duduk di teras rumah

“kalau sudah selesai istirahatnya masuk kedalam ya makan siang dulu, non Kiara jangan sampai telat makannya” ucap buk Leha

Orang tuanya Yani diajak tinggal bareng disini oleh Kiara karena dia membutuhkan mereka untuk membantu usahanya sekarang.

Keadaan rumah orang tua Yani yang sudah tidak layak membuat Kiara tidak tega akhirnya dia mengajak kedua orang tua Yani untuk tinggal dan bekerja dengan Kiara, pak teguh yang bisa membawa mobil jadi supir yang mengantarkan barang barang kedesa sebelah.

Dan ibuk Leha yang membantu membereskan rumah dan memasak sedangkan Yani focus mengelola usaha berdua dengan Kiara dibantu Rika.

Sedangkan kedua adik Yani ikut membantu kalau mereka sudah pulang sekolah, sekarang kehidupan keluarga Yani sudah membaik berkat bantuan Kiara pada keluarga mereka.

“ibuk masak apa buk?” tanya Kiara antusias karena memang sudah merasa lapar.

“itu non sayur asem sama ikan asin kesukaan non Kiara, ayo makan sudah siang” ajak buk Leha lagi, mereka semua beranjak masuk kedalam untuk makan siang bersama.

Mereka makan dengan lahap, karena hari ini hari libur yang bekerja hanya sedikit karena banyak yang libur. Setelah makan siang dilesehan diruang Tengah mereka kembali bercerita soal kehamilan kembar Kiara.

Tiba tiba ada bunyi suara mobil yang masuk kedalam halaman rumah Kiara, yang membuat mereka yang ada didalam saling pandang, tidak biasanya ada tamu yang pakai mobil mewah datang berkunjung kesini.

Deni langsung berjalan ke luar untuk melihat siapa tamu yang datang, sedangkan Kiara dan rika hanya saling pandang dengan pikiran masing masing.

“Selamat siang Tuan ada yang bisa kami bantu?” tanya Deni sopan pada Tuan Kalandra dan Istrinya

 “Selamat siang mas, maaaf mengganggu kami mertuanya Kiara ingin ketemu” jawab Nyonya Ningrum langsung dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan menantu kesayangannya itu.

Deni yang mendengar kalau yang datang adalah mertua Kiara jadi diam dia bingung harus menjawab apa. Tiba tiba Kiara berjalan keluar rumah melihat siapa yang datang.

“siapa yang datang Den?” tanya Kiara sambil datang menghampiri mereka

“ini mbak …” belum selesai deni bicara Nyonya Ningrum langsung bergegas menghampiri Kiara dan memeluk nya dengan erat walaupun susah karena terhalang perut Kiara yang besar.

“mama, kok bisa tau Kiara disini?” tanya Kiara dia menoleh kearah Tuan Kalandra yang sedang melihat kearahnya.

“papa , apa kabar pa?” sapa Kiara lalu menyalami kedua orang tua itu.

“masuk ma, pah..oh ya ini Deni suami dari Rika, Rika dulu juga tinggal di panti mah” terang Kiara

“Rika sini dek ada Nyonya Ningrum” teriak Kiara memanggil Rika yang segera datang menghampiri mereka di depan.

“Rika ..Nyonya ningrum selamat datang di desa kami” sapa Rika sopan pada Nyonya ningrum yang dia kenal dulu sewaktu tinggal di panti, dia pun salim dengan Tuan Kalandra.

“kamu tinggal disini sama suami kamu nak?” tanya Nyonya ningrum lembut

“iya Nyonya menikah sama mas deni lalu di boyong kesini Nyonya” jawab Rika

Setelah berkenalan mereka semua masuk kedalam rumah, Rika dan Deni pamit pulang kerumah mereka sedangkan Yani dan orangtuanya pergi ke belakang rumah.

“mama sama papa jam berapa dari Jakarta?” tanya Kiara

“Pagi pagi papa sama mama jalan kesini, sudah berapa bulan kandungan mu sayang” tanya Nyonya Ningrum sambil mengelus perut Kiara dengan lembut.

“mau 8 bulan mah” jawab Kiara sambil mengelus perut buncitnya.

“tapi kok perut kamu besar sekali nak, kamu sudah usg belum?” tanya Nyonya ningrum lagi

“sudah mah tadi ke kota buat usg mah, dedek nya kembar mah didalam sepasang” terang Kiara sambil tersenyum bahagia.

“kembar sayang,alhamdullilah ..pah kita mau punya cucu kembar pah” teriak Nyonya ningrum sambil memeluk Kiara dari samping

“terimakasih sayang sudah menjaga dengan baik cucu mama, mama bahagia sekali” ucap Nyonya Kalandra sambil menangis, Kiara hanya tersenyum melihat kebahagiaan mama mertuanya itu.

Tiba tiba telpon tuan Kalandra berbunyi lalu dia mengangkatnya berbicara sebentar lalu mematikan sambungan telpon itu.

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

Alhamdulillah Kiara ga bersikap apatis terhadap kedua mertuanya yah, dia tahu kalo mereka ga akan bersikap egois seperti putranya,,,

2024-12-02

3

Cicih Sophiana

Cicih Sophiana

mungut janda mau menjandakan istri sah... menyayangi anak orang mau menelantarkan anak kandung... Devan parah kamu

2024-12-01

1

Hany

Hany

apa mungkin itu telpon dari Revan/anak buah pak kalandra yg memberi tau dia bahwa Revan akan dayang

2024-12-11

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Rahasia Devan
2 BAB 2 Kiara
3 BAB 3 Kemarahan Kiara
4 BAB 4 Pertengkaran
5 BAB 5 Rencana Kiara
6 BAB 6 Menahan Diri
7 BAB 7 Kekhawatiran Devan
8 BAB 8 Pergi
9 BAB 9 Memulai Hidup Baru
10 BAB 10 Kepanikan Devan
11 BAB 11 Devan Pulang
12 BAB 12 Menyesal
13 BAB 13 Kecolongan
14 BAB 14 Tuan Kalandra Menemukan Kiara
15 BAB 15 Tuan Kalandra Melindungi Kiara
16 BAB 16 Membawa Kiara Pergi
17 BAB 17 Devan kalah cepat
18 BAB 18 Devan Curiga
19 BAB 19 Rahasia Sera
20 BAB 20 Dokter Kandungan
21 BAB 21 Baby kembar
22 BAB 22 Papa Terlibat
23 BAB 23 NAMA SI KEMBAR
24 BAB 24 Pulang Ke Kediaman Kalandra
25 BAB 25 Sera Sakit lagi
26 BAB 26 Sera Kritis
27 BAB 27 Devan Pusing
28 BAB 28 Bertemu
29 BAB 29 Berbicara
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32 Nasehat
33 BAB 33 Mencintai Kia
34 BAB 34 Cerita Barra
35 BAB 35 Kado dari Barra
36 BAB 36 Bertemu Barra
37 BAB 37 Pilihan Cerai
38 BAB 38 Surat Gugatan
39 BAB 39 Gelisah
40 BAB 40 Rencana
41 BAB 41
42 BAB 42
43 bab 43 saat pergi
44 bab 44 hidup baru
45 bab 45 Devan sakit
46 bab 46 rumah sakit
47 bab 47 Wanda
48 bab 48 Ke kantor Barra
49 49 Barra Menolak
50 BAB 50 usaha Barra
51 BAB 51 Perasaan Kiara
52 BAB 52 Menyatakan cinta
53 BAB 53 Meyakin kan Kiara
54 BAB 54 Rasa percaya Kiara
55 BAB 55 Sedih nya Devan
56 BAB 56 Resmi Cerai
57 BAB 57 Video Zayn dan Zara
58 BAB 58 Berdebat
59 BAB 59 Mencari tau
60 BAB 60 Pindah dan pertengkaran
61 BAB 61 Barra bertengkar
62 BAB 62 Ketenangan Kia
63 BAB 63 Persiapan pernikahan
64 BAB 64 Memantapkan hati
65 BAB 65 Mau mendatangi Kiara
66 BAB 66 Bertemu Tuan Roderick
67 BAB 67 Memberi Kabar
68 BAB 68 Sah
69 BAB 69 Bahagia
70 BAB 70 Keresahan Devan
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 NOVEL BARU
78 BAB 77
79 BAB 78
80 BAB 79
81 BAB 80
82 BAB 81
83 BAB 82
84 BAB 83
85 BAB 84
86 BAB 85
87 BAB 86
88 BAB 87
89 BAB 88
90 BAB 89
91 BAB 90
92 BAB 91
93 BAB 92
94 BAB 93
95 BAB 94
96 BAB 95
97 BAB Episode Terakhir
98 BC 1
99 Pengumuman NOVEL BARU
100 BC 2
101 BC 3
102 BC 4
103 BC 5
104 BC 6
105 BC 7
106 BC 8
107 BC 9
108 BC 10
109 BC 11
110 BC 12
111 BAB 13
112 BC 14
113 BC 15
114 BC 16
115 BC 17
116 BC 18
117 BC 19
118 BC 20
119 BC 21
120 BC 22
121 BC 23
122 BC 24
123 BC 25
124 BC 26
125 BC 27
126 BC 28
127 BC 29
128 BC 30
129 BC 31
130 BC 32
131 BC 33
132 BC 34
133 BC 35
134 BC 36
135 BC 37
136 BC 38
137 BC 39
138 BC 40
139 BC 41
140 BC 42
141 Sumpah Wanita Tersakiti
142 BC 43
143 BC 44
Episodes

Updated 143 Episodes

1
BAB 1 Rahasia Devan
2
BAB 2 Kiara
3
BAB 3 Kemarahan Kiara
4
BAB 4 Pertengkaran
5
BAB 5 Rencana Kiara
6
BAB 6 Menahan Diri
7
BAB 7 Kekhawatiran Devan
8
BAB 8 Pergi
9
BAB 9 Memulai Hidup Baru
10
BAB 10 Kepanikan Devan
11
BAB 11 Devan Pulang
12
BAB 12 Menyesal
13
BAB 13 Kecolongan
14
BAB 14 Tuan Kalandra Menemukan Kiara
15
BAB 15 Tuan Kalandra Melindungi Kiara
16
BAB 16 Membawa Kiara Pergi
17
BAB 17 Devan kalah cepat
18
BAB 18 Devan Curiga
19
BAB 19 Rahasia Sera
20
BAB 20 Dokter Kandungan
21
BAB 21 Baby kembar
22
BAB 22 Papa Terlibat
23
BAB 23 NAMA SI KEMBAR
24
BAB 24 Pulang Ke Kediaman Kalandra
25
BAB 25 Sera Sakit lagi
26
BAB 26 Sera Kritis
27
BAB 27 Devan Pusing
28
BAB 28 Bertemu
29
BAB 29 Berbicara
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32 Nasehat
33
BAB 33 Mencintai Kia
34
BAB 34 Cerita Barra
35
BAB 35 Kado dari Barra
36
BAB 36 Bertemu Barra
37
BAB 37 Pilihan Cerai
38
BAB 38 Surat Gugatan
39
BAB 39 Gelisah
40
BAB 40 Rencana
41
BAB 41
42
BAB 42
43
bab 43 saat pergi
44
bab 44 hidup baru
45
bab 45 Devan sakit
46
bab 46 rumah sakit
47
bab 47 Wanda
48
bab 48 Ke kantor Barra
49
49 Barra Menolak
50
BAB 50 usaha Barra
51
BAB 51 Perasaan Kiara
52
BAB 52 Menyatakan cinta
53
BAB 53 Meyakin kan Kiara
54
BAB 54 Rasa percaya Kiara
55
BAB 55 Sedih nya Devan
56
BAB 56 Resmi Cerai
57
BAB 57 Video Zayn dan Zara
58
BAB 58 Berdebat
59
BAB 59 Mencari tau
60
BAB 60 Pindah dan pertengkaran
61
BAB 61 Barra bertengkar
62
BAB 62 Ketenangan Kia
63
BAB 63 Persiapan pernikahan
64
BAB 64 Memantapkan hati
65
BAB 65 Mau mendatangi Kiara
66
BAB 66 Bertemu Tuan Roderick
67
BAB 67 Memberi Kabar
68
BAB 68 Sah
69
BAB 69 Bahagia
70
BAB 70 Keresahan Devan
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
NOVEL BARU
78
BAB 77
79
BAB 78
80
BAB 79
81
BAB 80
82
BAB 81
83
BAB 82
84
BAB 83
85
BAB 84
86
BAB 85
87
BAB 86
88
BAB 87
89
BAB 88
90
BAB 89
91
BAB 90
92
BAB 91
93
BAB 92
94
BAB 93
95
BAB 94
96
BAB 95
97
BAB Episode Terakhir
98
BC 1
99
Pengumuman NOVEL BARU
100
BC 2
101
BC 3
102
BC 4
103
BC 5
104
BC 6
105
BC 7
106
BC 8
107
BC 9
108
BC 10
109
BC 11
110
BC 12
111
BAB 13
112
BC 14
113
BC 15
114
BC 16
115
BC 17
116
BC 18
117
BC 19
118
BC 20
119
BC 21
120
BC 22
121
BC 23
122
BC 24
123
BC 25
124
BC 26
125
BC 27
126
BC 28
127
BC 29
128
BC 30
129
BC 31
130
BC 32
131
BC 33
132
BC 34
133
BC 35
134
BC 36
135
BC 37
136
BC 38
137
BC 39
138
BC 40
139
BC 41
140
BC 42
141
Sumpah Wanita Tersakiti
142
BC 43
143
BC 44

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!