BAB 8 Pergi

Setelah kepergian Devan, Kiara masih duduk diruang tengah dikediamannya, dia masih menunggu beberapa saat lagi untuk berkemas barang barangnya dia tidak terburu buru takutnya Devan balik lagi kesini, karena tadi Kiara melihat kegelisahan Devan yang akan pergi keluar kota.

Cukup lama jeda waktu yang tunggu Kiara sekarang dia sudah masuk kedalam kamarnya mulai memasukkan pakaian yang dia punya ke dalam koper yang sudah dia sediakan beberapa hari yang lalu.

Sebelum merapikan pakaiannya Kiara mengambil dulu kopernya digudang saat itu bertemu dengan bik jum yang selama ini ikut dengan Keluarga Kalandra, waktu Devan menikah bik jum diperintah sama nyonya ningrum untuk mengikuti Devan di kediaman ini.

Ketika Kiara sedang membawa beberapa koper bik jum segera menghampirinya,dia sangat kaget melihat Kiara yang akan bersiap siap untuk pergi.

Melihat bik jum menghampirinya Kiara akhirnya mengatakan yang sebenarnya pada bik jum yang sudah dia anggap sebagai orang tuanya.

"bik jum saya mau pergi dari kediaman ini, karena mas Devan sudah menikah lagi dengan sahabat saya Sera" bik jum yang mendengar kalau devan sudah menikah lagi dengan Sera sangat terkejut sampai mulutnya terbuka sampai melongo.

"Den Devan menikah dengan non Sera sahabatnya non Kiara yang sering main kesini dengan anaknya itu?" tanya bik jum dengan suara tinggi

Kiara yang melihat reaksi bik jum jadi tersenyum tipis. " kenapa bik jum sampai teriak begitu? Kaget ya bik, sama saya malah sampai migren memikirkan perbuatan mereka berdua" ucap Kiara santai

"kok mereka tega ya non, kurang baik apa non Kiara sama non Sera, bibik nggak percaya mereka bisa melakukan itu" sahut bik jum

"saya juga nggak percaya bik kalau nggak lihat sendiri, ya sudahlah bik sudah terjadi ini, sekarang saya akan mundur dari kehidupan mereka" ucap Kiara

"non kiara mau kemana? Bik jum ikut non saja" ucap bik jum

"jangan bik, nanti bik jum susah kalau ikut saya, bik jum disini saja, terimakasih ya bik sudah baik sama Kiara selama ini" ucap Kiara

"bik saya masuk ke kamar dulu ya, saya harap kalau telpon dari Devan atau dari nyonya Kalandra bilang aja bibik tidak tau saya pergi kemana" pesan Kiara

Bik jum.hanya bisa mengangguk sambil melihat Kiara dengan pandangan mata yang sedih, bik jum sangat menyesalkan tindakan yang diambil tuan muda Kalandra itu yang sudah dia asuh sejak kecil.

Tapi dia juga tidak bisa menyalahkan sikap yang diambil Kiara, semua wanita pasti akan melakukan hal yang sama, mana ada perempuan normal yang mau dimadu, ini dengan sahabat baik nya sendiri.

Sekarang Kiara sudah selesai dengan semua barang yang akan dibawanya, semua surat surat berharga sudah dia bawa termasuk surat nikahnya untuk mengurus surat cerai di pengadilan agama nantinya.

Selama ini Kiara bekerja disebuah perusahaan IT,dengan kemampuannya dia bisa bekerja secara online tidak perlu datang ke kantor tiap hari. ya Kiara mempunyai kemampuan dalam bidang itu yang tidak diketahui suaminya bersukur Kiara diberikan kepintaran yang sangat mumpuni, dulu sekolah dia selalu menjadi juara

kemampuan yang dia pelajari awal nya secara otodidak,karena melihat prospeknya bagus Kiara pun belajar serius dengan ahli dibidang itu, semua bisa dilakukan secara online, Kiara berhenti bekerja setelah menikah dengan Devan.karena sudah terbiasa bekerja dari kecil Kiara tidak terbiasa berdiam diri dia mencoba untuk belajar di bidang IT yang memang dari dulu sangat dia sukai.

Untuk menghabiskan waktunya Kiara belajar IT sendiri dan melakukan kelas online untuk belajar, dengan ilmu yang dia miliki sekarang dia yakin bisa menghidupi dirinya sendiri dan anak yang sedang dikandung.

"maafkan mama sayang, kita harus pergi meninggalkan ayahmu yang sudah menikah lagi dengan sahabat mama" Kiara mengusap perutnya yang masih datar.

Kiara baru tau 3 hari yang lalu disaat dia lagi makan tidak lama setelah itu di merasa mual dan ingin muntah, setelah itu Kiara melihat tanggal datang bulannya ternyata sudah telat dari yang biasanya, segera Kiara membeli alat tes kehamilan dan hasilnya garis dua positif hamil.

Kemaren Kiara sudah memeriksa ke dokter kandungan sendiri secara diam diam, dan sekarang sudah 6 minggu masa kehamilannya, Kiara kemaren juga meminta obat karena dia akan melakukan perjalanan yang cukup jauh.

Setelah semua selesai Kiara pun keluar dari kamar dengan membawa beberapa koper besar yang berisi barang barang pentingnya.

Kiara tidak memberitahukan kepergiannya pada ibuk kasih, kiara takut nanti akan jadi beban pikiran dari ibu kasih, Kiara tidak mau menambah beban ibu kasih dengan persoalan yang sekarang dia hadapi, untuk biaya panti yang dia kirim tiap bulan akan tetap dia lakukan nanti Kiara pikirkan lagi caranya.

Hari sudah mulai siang dia sudah bersiap untuk pergi dari sini, Kiara berpamitan dengan bik jum.

" Kiara pergi ya bik, bibik jaga kesehatan jangan sampai sakit dan kelelahan titip salam buat nyonya dan tuan besar Kalandra Kiara minta maaf sudah pergi tanpa pamit pada mereka" terang Kiara

Bik jum memeluk istri majikannya itu sambil menangis " hati hati non, jaga kesehatan dan hiduplah dengan baik, maaf kalau selama ini bibik ada salah" ucap bik jum

Kiara hanya tersenyum mendengar nasehat dari bik jum. " oh ya bik, Kiara ada tinggalin surat buat mas Devan, Kiara letakkan di atas nakas di dalam kamar" pesan Kiara pada bik jum.

Setelah itu Kiara memesan taxi online untuk membawanya kesesuatu tempat untuk kembali menata hidupnya yang hancur karena pengkhianatan suaminya itu.

Taxi online sudah datang segera Kiara dan bik jum membawa barang barang untuk dimasukkan kedalam mobil dibantu oleh supir taxi online nya itu.

"Kiara berangkat ya bik, hati hati di rumah bik" pamit Kiara sekali lagi dan mereka berpelukan lagi.

"kalau bibik masih ada umur mudah mudahan kita bisa ketemu lagi ya non" harap bik jum pada istri majikannya itu, Kiara tersenyum mendengar harapan dari bik jum.

" saya pergi ya bik" pamit Kiara lalu dia segera naik ke mobil yang sudah menunggunya yang akan segera mengantarkan Kiara ketujuannya.

Ya Kiara akan pergi kekota B karena disana dia ada kenalan yang sudah menyiapkan semua keperluan Kiara selama 1 minggu ini. Sebelumnya Kiara sudah berkonsultasi dengan dokter kandungan dan dia sudah di beri obat untuk kehamilannya yang masih baru ini.

Dia juga sudah membuang no.handphonenya dan sudah mengganti dengan yang baru. Kiara benar benar sudah menyiapkan kepergiannya dengan matang.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya diapun sampai di kota yang menjadi tujuan untuk dia menetap di daerah sini. Mereka sampai sudah sore di sana, disamping daerahnya yang jauh dari kota daerah ini juga sangat sejuk, Kiara suka dengan suasana alamnya. Kiara pun memasukan barang barangnya yang dia bawa tadi dibantu oleh supir taxi online tadi.

Terpopuler

Comments

Adreena

Adreena

Bagus buat dirimu hebat...bahkan lebih hebat dari istri kedua...pergilah jauh n buat dirimu sukses ke depan...itulah cara memukul mundur istri muda secara mental.

2024-12-23

0

Hany

Hany

baguslah KIA jangan mau di madu,lebih baik jadi janda dr pada punya suami tukang kawin 😁

2024-12-09

1

Inaherlinasofia

Inaherlinasofia

semangat Kiara aku mendukung mu biar tahu rasa bahwa di menikah itu hanya obsesi nya menyesal nanti nya

2024-12-24

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Rahasia Devan
2 BAB 2 Kiara
3 BAB 3 Kemarahan Kiara
4 BAB 4 Pertengkaran
5 BAB 5 Rencana Kiara
6 BAB 6 Menahan Diri
7 BAB 7 Kekhawatiran Devan
8 BAB 8 Pergi
9 BAB 9 Memulai Hidup Baru
10 BAB 10 Kepanikan Devan
11 BAB 11 Devan Pulang
12 BAB 12 Menyesal
13 BAB 13 Kecolongan
14 BAB 14 Tuan Kalandra Menemukan Kiara
15 BAB 15 Tuan Kalandra Melindungi Kiara
16 BAB 16 Membawa Kiara Pergi
17 BAB 17 Devan kalah cepat
18 BAB 18 Devan Curiga
19 BAB 19 Rahasia Sera
20 BAB 20 Dokter Kandungan
21 BAB 21 Baby kembar
22 BAB 22 Papa Terlibat
23 BAB 23 NAMA SI KEMBAR
24 BAB 24 Pulang Ke Kediaman Kalandra
25 BAB 25 Sera Sakit lagi
26 BAB 26 Sera Kritis
27 BAB 27 Devan Pusing
28 BAB 28 Bertemu
29 BAB 29 Berbicara
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32 Nasehat
33 BAB 33 Mencintai Kia
34 BAB 34 Cerita Barra
35 BAB 35 Kado dari Barra
36 BAB 36 Bertemu Barra
37 BAB 37 Pilihan Cerai
38 BAB 38 Surat Gugatan
39 BAB 39 Gelisah
40 BAB 40 Rencana
41 BAB 41
42 BAB 42
43 bab 43 saat pergi
44 bab 44 hidup baru
45 bab 45 Devan sakit
46 bab 46 rumah sakit
47 bab 47 Wanda
48 bab 48 Ke kantor Barra
49 49 Barra Menolak
50 BAB 50 usaha Barra
51 BAB 51 Perasaan Kiara
52 BAB 52 Menyatakan cinta
53 BAB 53 Meyakin kan Kiara
54 BAB 54 Rasa percaya Kiara
55 BAB 55 Sedih nya Devan
56 BAB 56 Resmi Cerai
57 BAB 57 Video Zayn dan Zara
58 BAB 58 Berdebat
59 BAB 59 Mencari tau
60 BAB 60 Pindah dan pertengkaran
61 BAB 61 Barra bertengkar
62 BAB 62 Ketenangan Kia
63 BAB 63 Persiapan pernikahan
64 BAB 64 Memantapkan hati
65 BAB 65 Mau mendatangi Kiara
66 BAB 66 Bertemu Tuan Roderick
67 BAB 67 Memberi Kabar
68 BAB 68 Sah
69 BAB 69 Bahagia
70 BAB 70 Keresahan Devan
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 NOVEL BARU
78 BAB 77
79 BAB 78
80 BAB 79
81 BAB 80
82 BAB 81
83 BAB 82
84 BAB 83
85 BAB 84
86 BAB 85
87 BAB 86
88 BAB 87
89 BAB 88
90 BAB 89
91 BAB 90
92 BAB 91
93 BAB 92
94 BAB 93
95 BAB 94
96 BAB 95
97 BAB Episode Terakhir
98 BC 1
99 Pengumuman NOVEL BARU
100 BC 2
101 BC 3
102 BC 4
103 BC 5
104 BC 6
105 BC 7
106 BC 8
107 BC 9
108 BC 10
109 BC 11
110 BC 12
111 BAB 13
112 BC 14
113 BC 15
114 BC 16
115 BC 17
116 BC 18
117 BC 19
118 BC 20
119 BC 21
120 BC 22
121 BC 23
122 BC 24
123 BC 25
124 BC 26
125 BC 27
126 BC 28
127 BC 29
128 BC 30
129 BC 31
130 BC 32
131 BC 33
132 BC 34
133 BC 35
134 BC 36
135 BC 37
136 BC 38
137 BC 39
138 BC 40
139 BC 41
140 BC 42
141 Sumpah Wanita Tersakiti
142 BC 43
143 BC 44
Episodes

Updated 143 Episodes

1
BAB 1 Rahasia Devan
2
BAB 2 Kiara
3
BAB 3 Kemarahan Kiara
4
BAB 4 Pertengkaran
5
BAB 5 Rencana Kiara
6
BAB 6 Menahan Diri
7
BAB 7 Kekhawatiran Devan
8
BAB 8 Pergi
9
BAB 9 Memulai Hidup Baru
10
BAB 10 Kepanikan Devan
11
BAB 11 Devan Pulang
12
BAB 12 Menyesal
13
BAB 13 Kecolongan
14
BAB 14 Tuan Kalandra Menemukan Kiara
15
BAB 15 Tuan Kalandra Melindungi Kiara
16
BAB 16 Membawa Kiara Pergi
17
BAB 17 Devan kalah cepat
18
BAB 18 Devan Curiga
19
BAB 19 Rahasia Sera
20
BAB 20 Dokter Kandungan
21
BAB 21 Baby kembar
22
BAB 22 Papa Terlibat
23
BAB 23 NAMA SI KEMBAR
24
BAB 24 Pulang Ke Kediaman Kalandra
25
BAB 25 Sera Sakit lagi
26
BAB 26 Sera Kritis
27
BAB 27 Devan Pusing
28
BAB 28 Bertemu
29
BAB 29 Berbicara
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32 Nasehat
33
BAB 33 Mencintai Kia
34
BAB 34 Cerita Barra
35
BAB 35 Kado dari Barra
36
BAB 36 Bertemu Barra
37
BAB 37 Pilihan Cerai
38
BAB 38 Surat Gugatan
39
BAB 39 Gelisah
40
BAB 40 Rencana
41
BAB 41
42
BAB 42
43
bab 43 saat pergi
44
bab 44 hidup baru
45
bab 45 Devan sakit
46
bab 46 rumah sakit
47
bab 47 Wanda
48
bab 48 Ke kantor Barra
49
49 Barra Menolak
50
BAB 50 usaha Barra
51
BAB 51 Perasaan Kiara
52
BAB 52 Menyatakan cinta
53
BAB 53 Meyakin kan Kiara
54
BAB 54 Rasa percaya Kiara
55
BAB 55 Sedih nya Devan
56
BAB 56 Resmi Cerai
57
BAB 57 Video Zayn dan Zara
58
BAB 58 Berdebat
59
BAB 59 Mencari tau
60
BAB 60 Pindah dan pertengkaran
61
BAB 61 Barra bertengkar
62
BAB 62 Ketenangan Kia
63
BAB 63 Persiapan pernikahan
64
BAB 64 Memantapkan hati
65
BAB 65 Mau mendatangi Kiara
66
BAB 66 Bertemu Tuan Roderick
67
BAB 67 Memberi Kabar
68
BAB 68 Sah
69
BAB 69 Bahagia
70
BAB 70 Keresahan Devan
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
NOVEL BARU
78
BAB 77
79
BAB 78
80
BAB 79
81
BAB 80
82
BAB 81
83
BAB 82
84
BAB 83
85
BAB 84
86
BAB 85
87
BAB 86
88
BAB 87
89
BAB 88
90
BAB 89
91
BAB 90
92
BAB 91
93
BAB 92
94
BAB 93
95
BAB 94
96
BAB 95
97
BAB Episode Terakhir
98
BC 1
99
Pengumuman NOVEL BARU
100
BC 2
101
BC 3
102
BC 4
103
BC 5
104
BC 6
105
BC 7
106
BC 8
107
BC 9
108
BC 10
109
BC 11
110
BC 12
111
BAB 13
112
BC 14
113
BC 15
114
BC 16
115
BC 17
116
BC 18
117
BC 19
118
BC 20
119
BC 21
120
BC 22
121
BC 23
122
BC 24
123
BC 25
124
BC 26
125
BC 27
126
BC 28
127
BC 29
128
BC 30
129
BC 31
130
BC 32
131
BC 33
132
BC 34
133
BC 35
134
BC 36
135
BC 37
136
BC 38
137
BC 39
138
BC 40
139
BC 41
140
BC 42
141
Sumpah Wanita Tersakiti
142
BC 43
143
BC 44

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!