BAB 5 Rencana Kiara

Pagi hari Ketika bangun dari tidurnya Kiara kaget karena dia sudah berada diatas ranjangnya, dan dia sudah tau kalau Devan yang mengangkatnya semalam sewaktu dia tidur, Kiara melirik kesampingnya disana Devan masih tidur dengan lelapnya, segera Kiara turun dari ranjangnya dan masuk kekamar mandi.

seteleh Kiara masuk kekamar mandi Devan membuka matanya yang sedari tadi sudah bangun tidur, Dia hanya bisa menarik nafas panjang melihat Kiara yang tidak membangunkannya seperti biasa kalau bangun tidur.

Tadi Devan sengaja pura pura tidur menunggu kiara untuk membangunkannya, tapi Kiara tidak memperdulikan nya. Hati Devan berdenyut melihat perubahan sikap istri yang sangat drastis dia belum siap menerima semuanya itu.

Kiara sudah selesai mandi dan berganti pakaian dan segera berlalu dari hadapan Devan yang saat ini

sudah bangun dan menatap Kiara dengan tatapan sendunya, Kiara benar benar tidak menganggap ada Devan yang saat ini ada di depannya.hatinya sudah beku karena pengkhianatan mereka.

Kiara Wanita cantik yang mempunyai hati yang sangat lembut dia gampang iba melihat kesedihan orang, dia tidak akan sungkan untuk menolong siapapun yang dia lihat membutuhkan pertolongan. Tapi sekarang hatinya yang selama ini lembut menjadi keras melebihi batu, tidak tersisa lagi hati yang lembut untuk Devan dan sahabatnya Sera.

Kiara masih menyiapkan sarapan untuk suaminya itu walaupun yang mengerjakan bik jum, Kiara sudah tidak mau membuatkan sarapan untuk Devan tapi dia masih menyiapkan, Devan menatap sarapan paginya yang saat ini sudah tersaji dimeja makan, Devan sarapan sendiri Kiara tidak menemaninya.

“bik kiara kemana ya?” tanya Devan setelah sarapan paginya, dia mau berangkat kerja tapi Kiara tidak tau ada dimana.

“ada ditaman belakang tuan” jawab bik jum sambil berlalu membawa piring yang kotor kedapur

untuk dicuci. Mendengar jawaban bik jum, Devan langsung berjalan menghampiri Kiara yang saat ini sedang sibuk dengan tanamannya, Kiara tau ada langkah kaki yang mendekat kearahnya tapi dia tidak gubris karena sudah tau yang menghampirinya.

“sayang mas mau berangkat kerja dulu, kamu mau kemana hari ini?” Devan pamit pada Kiara mencoba

untuk berbicara dengan istrinya itu. Kiara hanya diam dan mengangguk tanpa menoleh kearah Devan yang berada dibelakangnya.

“sayang, kamu jangan diam saja, mas minta maaf” kata maaf keluar dari mulut Devan tanpa bosan

bosannya, Kiara yang mendengarnya sudah muak mendengar kata maaf dari Devan dan Sera.

Kiara menghentikan pekerjaannya yang sedang merawat tanaman dan berdiri menoleh kearah suaminya itu,

“kalau mau berangkat kerja, berangkat aja mas lagian aku kan nggak tau kamu benar ke kantor atau mau kemana” balas Kiara pelan tapi membuat Devan terdiam.

Kiara pergi meninggalkan Devan yang masih berdiri menatap kearahnya dengan muka frustasinya, Devan kehabisan akal mau mengajak Kiara untuk mau bicara dengannya, Kiara sudah membangun tembok tinggi antara diri mereka.

Devan akhirnya berjalan ke luar menuju mobilnya yang akan membawanya ke Perusahaan yang saat

ini sedang ditunggu Ari asistennya untuk meeting.

Melihat Devan sudah pergi dari kediamannya Kiara langsung mengganti pakaiannya dia mau keluar hari

ini, banyak hal yang akan diurus Kiara. Kiara tersenyum sinis melihat kearah mobil Devan pergi.

“huff hh aku akan mencari saat yang tepat untuk pergi dari sini, aku harus mempersiapkan nya dengan matang, kita liat mas apa yang bisa aku lakukan” gumam Kiara dalam hatinya.

Setelah mengganti pakaiannya Kiara keluar dari kamar mencari bik jum yang saat ini berada di dapur.

“bik, Kiara mau keluar dulu ya, hati hati dirumah bik” pamit Kiara pada bik jum yang bekerja dengan mereka, Kiara berjalan menuju mobilnya segera menaikinya dan membawa mobil itu menuju kesesuatu ketempat.

**Rumah Sakit**

Devan sebelum ke kantornya dia menyempatkan kerumah sakit untuk menjenguk anak sambungnya yang sedang dirawat, Tadi sebelum dia berangkat ada pesan masuk dari Sera kalau Kafi mencari papanya, dan disinilah devan saat ini.

“Anak papa sakit apa sayang?” sapa Devan pada Kafi yang saat ini sedang tidur diranjang pasien, melihat kedatangan Devan yang membawa makanan kesukaan Kafi membuat bocah laki laki itu terlihat senang,

“papaaa,,,,”teriak Kafi kegirangan mengangkat tangannya minta di gendong, Devan pun mengangkat

Kafi walaupun saat ini tangannya sedang di infus.

“Kafi sakit apa” tanya Devan pada Sera yang berdiri disampingnya “panas mas, mau nambah pinter kayaknya, semalam sempat muntah muntah makanya dikasih infus sama dokter karena cairan tubuhnya kurang” jelas Sera sambil membelai kepala anaknya yang saat ini masih dipangku sama Devan.

Devan bermain sebentar denga Kafi selanjutnya dia mengajak Sera untuk duduk di sofa setelah membaringkan Kafi diranjang pasien.

“Kiara benar benar sangat marah, dia tidak mau mas ajak bicara dan tidak mau membahas masalah kita” Devan duduk sambil menatap kearah langit langit ruangan itu, terlihat sekali keresahan dimatanya yang tidak bisa disembunyikannya.

“Biasanya Kiara kalau sudah mendiamkan orang sekelilingnya, pasti ada sesuatu yang dia rencanakan mas” ucap Sera memberitahukan sifat Kiara yang bisa nekat kalau dia sakit hati.

“maksud kamu apa sera, Kiara merencanakan apa?” tanya Devan setelah mendengar perkataan Sera tadi. Sera memperbaiki duduknya menghadap kearah Devan.

“aku tidak tau Kiara mau merencanakan apa mas, kamu harus lebih memperhatikan Kiara Mas” nasehat Sera pada Devan.

“tapi aku nggak melihat tanda tanda kalau Kiara akan melakukan sesuatu, dia hanya diam membisu kalau ditanya” balas Devan sambil mengingat sikap Kiara semalam.

“mudah mudahan Kiara tidak melakukan hal hal yang merugikan dirinya, aku tidak bisa memaafkan diriku kalau Kiara pergi dari kediaman kalian” ucap Sera yang sangat paham betul dengan sifat Kiara.

Setelah pembicaraan mereka itu, Devan segera pergi ke kantor karena Ari sudah menanyakan keberadaannya.

Kiara saat ini sedang mempersiapkan semua rencananya, dia memilih menjalankannya pelan pelan

sampai Devan dan Sera sudah tidak mencurigainya, Kiara tau pasti Sera telah memberitahukan sifat Kiara yang saat ini hanya Sera yang memahaminya.

Kiara tau, pasti sekarang Sera menyuruh Devan untuk menjaga dia lebih ketat agar jangan berbuat hal yang aneh. Makanya Kiara saat ini dia berusaha seolah tidak akan melakukan apa apa.

Kiara saat ini lagi makan siang disebuah restoran yang menjual aneka makanan sunda yang sangat

menggugah seleranya, dengan lahap Kiara memakan makanan yang sudah dia pesan.

tunggu saatnya tiba dia akan menghilang dari dua manusia pengkhianat itu. Dia akan pergi jauh sejauh yang dia bisa.

Sementara dikantor Devan sangat gelisah mengingat apa yang dikatakan Sera tadi, dia tidak sanggup

membayangkan Kiara akan pergi dari hidupnya.

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

pasti setiap perempuan ga akan rela mengalami hal yang seperti Kiara alami, tapi tindakan apa tang akan dia lakukan setelah menerima kenyataan tersebut sih

2024-12-02

0

Cicih Sophiana

Cicih Sophiana

klo gak sanggup di tinggal Kiara knp bikin ulah? pake selingkuh dgn sahabat nya... sahabat yg gak tau di untung udah di tolong suami nya pun di ambil

2024-11-29

0

💗 AR Althafunisa 💗

💗 AR Althafunisa 💗

Benar-benar bikin emosi tapi ga mau nyakitin istri tapi itu lebih dari satu kali nusuk pake pisau itu mah. Sakitnya lebih 😩

2024-12-03

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Rahasia Devan
2 BAB 2 Kiara
3 BAB 3 Kemarahan Kiara
4 BAB 4 Pertengkaran
5 BAB 5 Rencana Kiara
6 BAB 6 Menahan Diri
7 BAB 7 Kekhawatiran Devan
8 BAB 8 Pergi
9 BAB 9 Memulai Hidup Baru
10 BAB 10 Kepanikan Devan
11 BAB 11 Devan Pulang
12 BAB 12 Menyesal
13 BAB 13 Kecolongan
14 BAB 14 Tuan Kalandra Menemukan Kiara
15 BAB 15 Tuan Kalandra Melindungi Kiara
16 BAB 16 Membawa Kiara Pergi
17 BAB 17 Devan kalah cepat
18 BAB 18 Devan Curiga
19 BAB 19 Rahasia Sera
20 BAB 20 Dokter Kandungan
21 BAB 21 Baby kembar
22 BAB 22 Papa Terlibat
23 BAB 23 NAMA SI KEMBAR
24 BAB 24 Pulang Ke Kediaman Kalandra
25 BAB 25 Sera Sakit lagi
26 BAB 26 Sera Kritis
27 BAB 27 Devan Pusing
28 BAB 28 Bertemu
29 BAB 29 Berbicara
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32 Nasehat
33 BAB 33 Mencintai Kia
34 BAB 34 Cerita Barra
35 BAB 35 Kado dari Barra
36 BAB 36 Bertemu Barra
37 BAB 37 Pilihan Cerai
38 BAB 38 Surat Gugatan
39 BAB 39 Gelisah
40 BAB 40 Rencana
41 BAB 41
42 BAB 42
43 bab 43 saat pergi
44 bab 44 hidup baru
45 bab 45 Devan sakit
46 bab 46 rumah sakit
47 bab 47 Wanda
48 bab 48 Ke kantor Barra
49 49 Barra Menolak
50 BAB 50 usaha Barra
51 BAB 51 Perasaan Kiara
52 BAB 52 Menyatakan cinta
53 BAB 53 Meyakin kan Kiara
54 BAB 54 Rasa percaya Kiara
55 BAB 55 Sedih nya Devan
56 BAB 56 Resmi Cerai
57 BAB 57 Video Zayn dan Zara
58 BAB 58 Berdebat
59 BAB 59 Mencari tau
60 BAB 60 Pindah dan pertengkaran
61 BAB 61 Barra bertengkar
62 BAB 62 Ketenangan Kia
63 BAB 63 Persiapan pernikahan
64 BAB 64 Memantapkan hati
65 BAB 65 Mau mendatangi Kiara
66 BAB 66 Bertemu Tuan Roderick
67 BAB 67 Memberi Kabar
68 BAB 68 Sah
69 BAB 69 Bahagia
70 BAB 70 Keresahan Devan
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 NOVEL BARU
78 BAB 77
79 BAB 78
80 BAB 79
81 BAB 80
82 BAB 81
83 BAB 82
84 BAB 83
85 BAB 84
86 BAB 85
87 BAB 86
88 BAB 87
89 BAB 88
90 BAB 89
91 BAB 90
92 BAB 91
93 BAB 92
94 BAB 93
95 BAB 94
96 BAB 95
97 BAB Episode Terakhir
98 BC 1
99 Pengumuman NOVEL BARU
100 BC 2
101 BC 3
102 BC 4
103 BC 5
104 BC 6
105 BC 7
106 BC 8
107 BC 9
108 BC 10
109 BC 11
110 BC 12
111 BAB 13
112 BC 14
113 BC 15
114 BC 16
115 BC 17
116 BC 18
117 BC 19
118 BC 20
119 BC 21
120 BC 22
121 BC 23
122 BC 24
123 BC 25
124 BC 26
125 BC 27
126 BC 28
127 BC 29
128 BC 30
129 BC 31
130 BC 32
131 BC 33
132 BC 34
133 BC 35
134 BC 36
135 BC 37
136 BC 38
137 BC 39
138 BC 40
139 BC 41
140 BC 42
141 Sumpah Wanita Tersakiti
142 BC 43
143 BC 44
Episodes

Updated 143 Episodes

1
BAB 1 Rahasia Devan
2
BAB 2 Kiara
3
BAB 3 Kemarahan Kiara
4
BAB 4 Pertengkaran
5
BAB 5 Rencana Kiara
6
BAB 6 Menahan Diri
7
BAB 7 Kekhawatiran Devan
8
BAB 8 Pergi
9
BAB 9 Memulai Hidup Baru
10
BAB 10 Kepanikan Devan
11
BAB 11 Devan Pulang
12
BAB 12 Menyesal
13
BAB 13 Kecolongan
14
BAB 14 Tuan Kalandra Menemukan Kiara
15
BAB 15 Tuan Kalandra Melindungi Kiara
16
BAB 16 Membawa Kiara Pergi
17
BAB 17 Devan kalah cepat
18
BAB 18 Devan Curiga
19
BAB 19 Rahasia Sera
20
BAB 20 Dokter Kandungan
21
BAB 21 Baby kembar
22
BAB 22 Papa Terlibat
23
BAB 23 NAMA SI KEMBAR
24
BAB 24 Pulang Ke Kediaman Kalandra
25
BAB 25 Sera Sakit lagi
26
BAB 26 Sera Kritis
27
BAB 27 Devan Pusing
28
BAB 28 Bertemu
29
BAB 29 Berbicara
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32 Nasehat
33
BAB 33 Mencintai Kia
34
BAB 34 Cerita Barra
35
BAB 35 Kado dari Barra
36
BAB 36 Bertemu Barra
37
BAB 37 Pilihan Cerai
38
BAB 38 Surat Gugatan
39
BAB 39 Gelisah
40
BAB 40 Rencana
41
BAB 41
42
BAB 42
43
bab 43 saat pergi
44
bab 44 hidup baru
45
bab 45 Devan sakit
46
bab 46 rumah sakit
47
bab 47 Wanda
48
bab 48 Ke kantor Barra
49
49 Barra Menolak
50
BAB 50 usaha Barra
51
BAB 51 Perasaan Kiara
52
BAB 52 Menyatakan cinta
53
BAB 53 Meyakin kan Kiara
54
BAB 54 Rasa percaya Kiara
55
BAB 55 Sedih nya Devan
56
BAB 56 Resmi Cerai
57
BAB 57 Video Zayn dan Zara
58
BAB 58 Berdebat
59
BAB 59 Mencari tau
60
BAB 60 Pindah dan pertengkaran
61
BAB 61 Barra bertengkar
62
BAB 62 Ketenangan Kia
63
BAB 63 Persiapan pernikahan
64
BAB 64 Memantapkan hati
65
BAB 65 Mau mendatangi Kiara
66
BAB 66 Bertemu Tuan Roderick
67
BAB 67 Memberi Kabar
68
BAB 68 Sah
69
BAB 69 Bahagia
70
BAB 70 Keresahan Devan
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
NOVEL BARU
78
BAB 77
79
BAB 78
80
BAB 79
81
BAB 80
82
BAB 81
83
BAB 82
84
BAB 83
85
BAB 84
86
BAB 85
87
BAB 86
88
BAB 87
89
BAB 88
90
BAB 89
91
BAB 90
92
BAB 91
93
BAB 92
94
BAB 93
95
BAB 94
96
BAB 95
97
BAB Episode Terakhir
98
BC 1
99
Pengumuman NOVEL BARU
100
BC 2
101
BC 3
102
BC 4
103
BC 5
104
BC 6
105
BC 7
106
BC 8
107
BC 9
108
BC 10
109
BC 11
110
BC 12
111
BAB 13
112
BC 14
113
BC 15
114
BC 16
115
BC 17
116
BC 18
117
BC 19
118
BC 20
119
BC 21
120
BC 22
121
BC 23
122
BC 24
123
BC 25
124
BC 26
125
BC 27
126
BC 28
127
BC 29
128
BC 30
129
BC 31
130
BC 32
131
BC 33
132
BC 34
133
BC 35
134
BC 36
135
BC 37
136
BC 38
137
BC 39
138
BC 40
139
BC 41
140
BC 42
141
Sumpah Wanita Tersakiti
142
BC 43
143
BC 44

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!