BAB 12 Menyesal

“pantas Kiara sangat marah dengan ku dan tidak pernah menanggapi apa yang aku ucapkan ternyata dia sudah tau semuanya” gumam Devan sambil memijit keningnya untuk menghilangkan rasa pusing dikepalanya.

Foto pernikahannya bersama Sera dan juga foto foto dia pergi liburan bersama Sera dan Kafi setelah pernikahannya dulu, dan masih banyak lagi bukti bukti yang ada Kiara dapatkan,.

devan langsung terduduk lemas di ranjang segera dia melihat yang lain ada cincin pernikahan serta kartu kartu yang biasa Kiara pakai semua dia kembalikan.

Serta ada satu buah surat yang di ikat dengan sebuah alat tes kehamilan yang ada garis dua nya Devan sampai melotot melihat alat tersebut dia sampai susah bernafas saking kagetnya melihat itu, segera dia baca surat yang ditulis tangan Kiara.

Untuk Mas Devan

“Aku cuma bilang aku akan merawat anak ini sendiri,

Kamu tidak usah pedulikan anak yang ada dikandunganku,

Urus saja cinta mu pada Sera yang sudah menjadi istrimu,

Aku akan mengurus surat cerai kita,

Terima kasih untuk waktu yang pernah kita lalui bersama,

Aku pergi, selamat berbahagia, kamu dan kekasih hati mu”

Salam Kiara

Devan langsung menangis terisak isak sambil memandangi tespack yang ada ditangannya, tangannya gemetar memegang benda itu yang menandakan kalau dia akan menjadi seorang ayah seutuhnya,.

Devan menangis , perbuatannya yang menyebabkan anaknya akan kehilangan sosok ayah, Devan tidak mau itu terjadi dia akan mencari kiara dan anak yang dikandungnya.

Devan masih menangis dia mencoba menghubungi nomor Kiara lagi berharap bisa tersambung, tapi tetap hasilnya nihil nomor Kiara tidak bisa dihubungi.

Devan merosot duduk dipinggir tempat tidur dia menangis sambil bersidekap lututnya, tangisan seorang pria yang sudah telat menyadari apa yang dilakukannya salah.

Setelah puas menangis devan merasa sedikit tenang dia melihat jam yang ada dikamarnya sudah menunjukan Tengah malam tidak mungkin dia mencari Kiara sekarang, Akhirnya dia memutuskan untuk mencari keberadaan Kiara besok pagi.

Devan beranjak dari duduknya dan berjalan kekamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa lengket sekali karena perjalanannya dari luar kota tadi.

Setelah mandi Devan pergi kedapur untuk mengambil minuman karena dia sangat haus sekali.

Devan berjalan seperti orang bingung sesampai di dapur dia mengambil minum dan duduk dikusi yang ada disana dia hanya diam dan bengong sambil menatap kearah gelas minuman yang sedang dia pegang.

Devan benar benar buntu sekarang dia tidak bisa tidur pikirannya hanya pada Kiara dan anak yang ada dalam kandungan istrinya itu.

Bik Jum memperhatikan majikannya dari tadi yang terlihat seperti orang bingung, diam dan bengong duduk sendiri di dapur tanpa melakukan apa apa, bik Jum menghampiri majikan dan juga anak asuhnya itu.

“Den Devan belum tidur sudah malam?” tanya bik Jum yang menghampirinya kedapur. Devan menatap kerah bik Jum dengan kedua matanya yang berkaca kaca dia belum bisa berbicara saking kaget nya dengan apa yang dia dapatkan dikamar tadi.

“ada apa den?” tanya bik Jum lagi

“Bik …Kiara sedang hamil anak Devan bik, dia pergi membawa anak kami bik” pecah lah tangis Devan didepan bik jum, begitupun dengan bik Jum dia juga sangat kaget mendengar kabar kalau Kiara pergi dalam keadaan hamil.

“Den Devan harus segera mencari mereka den, jangan sampai mereka terlunta lunta diluar sana, Kiara sedang hamil keturunan keluarga Kalandra den” Bik Jum ikutan menangis mendengar semuanya.

“Kiara pergi tidak bawa apapun bik dia meninggalkan semuanya, Devan takut nanti anak devan makan apa bik” sahut devan dengan suara tangisnya yang makin keras.

Bik Jum ingin rasanya memarahi majikan dan juga anak asuhnya itu, tapi keadaan tidak memungkinkan sekarang Devan dalam keadaan terpuruk karena perbuatannya sendiri.percuma kalau dikasih nasehat sekarang juga nggak akan didengar.

“Sekarang den Devan tidur dulu hari sudah larut malam, besok pagi carilah Kiara” tukas bik Jum sambil mengantarkan Devan kekamarnya.

“bagaimana kalau mama sama papa tau bik?” tanya Devan sambil berjalan kekamarnya.

“aden harus kasih tau semuanya pada nyonya dan tuan Kalandra tapi yang penting sekarang bagaimana mencari Kiara sampai dapat” jawab Bik Jum, devan mengangguk tanda setuju.

Setelah mengantarkan Devan kekamarnya bik jum kembali masuk kedalam kamarnya untuk segera tdiur dan juga kemungkinan yang akan dihadapi besok hari.

Besok pagi devan sudah rapi dengan pakaian rumahnya dia tidak akan pergi keperusahaan saat ini, hari ini dia akan mencari Kiara ketempat tempat yang biasa Kiara datangi.

Dari tadi Devan sudah mencari kabar Kiara keteman teman yang dikenal Devan, hari ini devan akan pergi kepanti dulu untuk mencari keberadaan Kiara.

Ketika sedang sarapan tiba tiba bel rumah berbunyi bik Jum pun langsung kedepan membuka pintu, terlihat Nyonya ningrum dan tuan kalandra berada didepan pintu rumah bik Jum sedikit terkejut melihat kedatangan majikannya itu.

“bik Jum kenapa bengong, pagi pagi kesambet loh” seloroh Nyonya ningrum

“Tuan , Nyonya silahkan masuk, maaf tadi bibik kaget pagi pagi sudah datang kesini” jawab bik jum sambil menundukkan badannya sedikit, lalu majikannya itu masuk kedalam rumah.

Tuan dan Nyonya Kalandra masuk kedalam menghampiri Devan yang sedang sarapan sendirian, melihat kedatangan orang tuanya muka Devan panik, dia takut kalau orangtuanya menanyakan Kiara yang tidak kelihatan sarapan dengannya pagi ini.

“kamu kenapa mukanya jadi panik begitu? Kiara mana mama kok nggak lihat ikut sarapan” tanya Nyonya ningrum sambil melihat sekeliling rumah sedangkan Tuan Kalandra menatap tajam kearah anaknya yang kelihatan panik dengan kedatangan mereka.

“Bik Jum , kiara mana ?” tanya Nyonya ningrum Ketika dia mengantarkan minuman untuk Nyonya ningrum dan Tuan Kalandra, Bik Jum menoleh kearah Devan yang saat ini hanya bisa pasrah, dia tidak bisa berbohong lagi karena Kiara memang sudah pergi dari kediamannya.

Melihat situasi yang tidak mengenakkan ini Nyonya Ningrum langsung mengarahkan pandangannya pada anak semata wayangnya itu, Devan yang ditatap hanya bisa menunduk begitupun dengan bik Jum.

“ada apa ini Devan? Kamu tidak sedang berantem dengan Kiara kan?” tanya Nyonya Ningrum yang menatap tajam pada anaknya itu.

“devan sedang ada masalah dengan Kiara mah” ucap Devan akhirnya karena didesak terus oleh kedua orang tuanya.

“kamu punya masalah apa dengan Kiara sampai istrimu pergi dari rumah ini” tanya Tuan Kalandra pada putranya itu, Dia merasa ada sesuatu yang sedang berusaha ditutupi Devan.

Ditatap dengan tajam oleh kedua orang tuanya membuat Devan terpaksa menceritakan semua masalah yang saat ini dia hadapi, mendengar cerita anaknya itu Nyonya kalandra langsung menampar pipi anak semata wayangnya itu.

Devan yang ditampar mamanya hanya diam karena dia tau semua kesalahannya.

“kamu keterlaluan Devan, mama tidak pernah mengajari kamu untuk menyakiti Perempuan sedemikian hebatnya, devan mama sungguh kecewa dengan sikapmu” tukas Nyonya Ningrum dengan muka merah menahan marah.

“sekarang bagaimana nasib cucu mama Devan?” teriak Nyonya Ningrum, melihat kemarahan istrinya Tuan Kalandra langsung memeluknya dan mengajaknya untuk duduk kembali.

Terpopuler

Comments

Adreena

Adreena

Demi janda kamu akan membuat istrimu menjadi janda...demi merawat anak orang kamu membuat anakmu terlunta_lunta...haaayyy Devan kamu punya otak gak...istri di dijadikan janda demi janda n anaknya atas dasar kasihan...huuu lucu...tobat

2024-12-23

2

Norma Koelima

Norma Koelima

menjandakan istri untuk demi janda....hohoho...anak sendiri dilepas, anak org diurus..sakit kan rasanya...rasain loe...tersiksa batin dan pikiran ya... selamat menikmati rasa bersalah mu Devan..

2025-01-20

0

Aina Arissa Shahran

Aina Arissa Shahran

bagusnya Qiara kasi tau dia lagi hamil... sungguh berbudi sangat Devan menjaga anak orang lain dan meninggalkan anak sendiri 😂😂😂

2024-12-27

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Rahasia Devan
2 BAB 2 Kiara
3 BAB 3 Kemarahan Kiara
4 BAB 4 Pertengkaran
5 BAB 5 Rencana Kiara
6 BAB 6 Menahan Diri
7 BAB 7 Kekhawatiran Devan
8 BAB 8 Pergi
9 BAB 9 Memulai Hidup Baru
10 BAB 10 Kepanikan Devan
11 BAB 11 Devan Pulang
12 BAB 12 Menyesal
13 BAB 13 Kecolongan
14 BAB 14 Tuan Kalandra Menemukan Kiara
15 BAB 15 Tuan Kalandra Melindungi Kiara
16 BAB 16 Membawa Kiara Pergi
17 BAB 17 Devan kalah cepat
18 BAB 18 Devan Curiga
19 BAB 19 Rahasia Sera
20 BAB 20 Dokter Kandungan
21 BAB 21 Baby kembar
22 BAB 22 Papa Terlibat
23 BAB 23 NAMA SI KEMBAR
24 BAB 24 Pulang Ke Kediaman Kalandra
25 BAB 25 Sera Sakit lagi
26 BAB 26 Sera Kritis
27 BAB 27 Devan Pusing
28 BAB 28 Bertemu
29 BAB 29 Berbicara
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32 Nasehat
33 BAB 33 Mencintai Kia
34 BAB 34 Cerita Barra
35 BAB 35 Kado dari Barra
36 BAB 36 Bertemu Barra
37 BAB 37 Pilihan Cerai
38 BAB 38 Surat Gugatan
39 BAB 39 Gelisah
40 BAB 40 Rencana
41 BAB 41
42 BAB 42
43 bab 43 saat pergi
44 bab 44 hidup baru
45 bab 45 Devan sakit
46 bab 46 rumah sakit
47 bab 47 Wanda
48 bab 48 Ke kantor Barra
49 49 Barra Menolak
50 BAB 50 usaha Barra
51 BAB 51 Perasaan Kiara
52 BAB 52 Menyatakan cinta
53 BAB 53 Meyakin kan Kiara
54 BAB 54 Rasa percaya Kiara
55 BAB 55 Sedih nya Devan
56 BAB 56 Resmi Cerai
57 BAB 57 Video Zayn dan Zara
58 BAB 58 Berdebat
59 BAB 59 Mencari tau
60 BAB 60 Pindah dan pertengkaran
61 BAB 61 Barra bertengkar
62 BAB 62 Ketenangan Kia
63 BAB 63 Persiapan pernikahan
64 BAB 64 Memantapkan hati
65 BAB 65 Mau mendatangi Kiara
66 BAB 66 Bertemu Tuan Roderick
67 BAB 67 Memberi Kabar
68 BAB 68 Sah
69 BAB 69 Bahagia
70 BAB 70 Keresahan Devan
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 NOVEL BARU
78 BAB 77
79 BAB 78
80 BAB 79
81 BAB 80
82 BAB 81
83 BAB 82
84 BAB 83
85 BAB 84
86 BAB 85
87 BAB 86
88 BAB 87
89 BAB 88
90 BAB 89
91 BAB 90
92 BAB 91
93 BAB 92
94 BAB 93
95 BAB 94
96 BAB 95
97 BAB Episode Terakhir
98 BC 1
99 Pengumuman NOVEL BARU
100 BC 2
101 BC 3
102 BC 4
103 BC 5
104 BC 6
105 BC 7
106 BC 8
107 BC 9
108 BC 10
109 BC 11
110 BC 12
111 BAB 13
112 BC 14
113 BC 15
114 BC 16
115 BC 17
116 BC 18
117 BC 19
118 BC 20
119 BC 21
120 BC 22
121 BC 23
122 BC 24
123 BC 25
124 BC 26
125 BC 27
126 BC 28
127 BC 29
128 BC 30
129 BC 31
130 BC 32
131 BC 33
132 BC 34
133 BC 35
134 BC 36
135 BC 37
136 BC 38
137 BC 39
138 BC 40
139 BC 41
140 BC 42
141 Sumpah Wanita Tersakiti
142 BC 43
143 BC 44
Episodes

Updated 143 Episodes

1
BAB 1 Rahasia Devan
2
BAB 2 Kiara
3
BAB 3 Kemarahan Kiara
4
BAB 4 Pertengkaran
5
BAB 5 Rencana Kiara
6
BAB 6 Menahan Diri
7
BAB 7 Kekhawatiran Devan
8
BAB 8 Pergi
9
BAB 9 Memulai Hidup Baru
10
BAB 10 Kepanikan Devan
11
BAB 11 Devan Pulang
12
BAB 12 Menyesal
13
BAB 13 Kecolongan
14
BAB 14 Tuan Kalandra Menemukan Kiara
15
BAB 15 Tuan Kalandra Melindungi Kiara
16
BAB 16 Membawa Kiara Pergi
17
BAB 17 Devan kalah cepat
18
BAB 18 Devan Curiga
19
BAB 19 Rahasia Sera
20
BAB 20 Dokter Kandungan
21
BAB 21 Baby kembar
22
BAB 22 Papa Terlibat
23
BAB 23 NAMA SI KEMBAR
24
BAB 24 Pulang Ke Kediaman Kalandra
25
BAB 25 Sera Sakit lagi
26
BAB 26 Sera Kritis
27
BAB 27 Devan Pusing
28
BAB 28 Bertemu
29
BAB 29 Berbicara
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32 Nasehat
33
BAB 33 Mencintai Kia
34
BAB 34 Cerita Barra
35
BAB 35 Kado dari Barra
36
BAB 36 Bertemu Barra
37
BAB 37 Pilihan Cerai
38
BAB 38 Surat Gugatan
39
BAB 39 Gelisah
40
BAB 40 Rencana
41
BAB 41
42
BAB 42
43
bab 43 saat pergi
44
bab 44 hidup baru
45
bab 45 Devan sakit
46
bab 46 rumah sakit
47
bab 47 Wanda
48
bab 48 Ke kantor Barra
49
49 Barra Menolak
50
BAB 50 usaha Barra
51
BAB 51 Perasaan Kiara
52
BAB 52 Menyatakan cinta
53
BAB 53 Meyakin kan Kiara
54
BAB 54 Rasa percaya Kiara
55
BAB 55 Sedih nya Devan
56
BAB 56 Resmi Cerai
57
BAB 57 Video Zayn dan Zara
58
BAB 58 Berdebat
59
BAB 59 Mencari tau
60
BAB 60 Pindah dan pertengkaran
61
BAB 61 Barra bertengkar
62
BAB 62 Ketenangan Kia
63
BAB 63 Persiapan pernikahan
64
BAB 64 Memantapkan hati
65
BAB 65 Mau mendatangi Kiara
66
BAB 66 Bertemu Tuan Roderick
67
BAB 67 Memberi Kabar
68
BAB 68 Sah
69
BAB 69 Bahagia
70
BAB 70 Keresahan Devan
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
NOVEL BARU
78
BAB 77
79
BAB 78
80
BAB 79
81
BAB 80
82
BAB 81
83
BAB 82
84
BAB 83
85
BAB 84
86
BAB 85
87
BAB 86
88
BAB 87
89
BAB 88
90
BAB 89
91
BAB 90
92
BAB 91
93
BAB 92
94
BAB 93
95
BAB 94
96
BAB 95
97
BAB Episode Terakhir
98
BC 1
99
Pengumuman NOVEL BARU
100
BC 2
101
BC 3
102
BC 4
103
BC 5
104
BC 6
105
BC 7
106
BC 8
107
BC 9
108
BC 10
109
BC 11
110
BC 12
111
BAB 13
112
BC 14
113
BC 15
114
BC 16
115
BC 17
116
BC 18
117
BC 19
118
BC 20
119
BC 21
120
BC 22
121
BC 23
122
BC 24
123
BC 25
124
BC 26
125
BC 27
126
BC 28
127
BC 29
128
BC 30
129
BC 31
130
BC 32
131
BC 33
132
BC 34
133
BC 35
134
BC 36
135
BC 37
136
BC 38
137
BC 39
138
BC 40
139
BC 41
140
BC 42
141
Sumpah Wanita Tersakiti
142
BC 43
143
BC 44

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!