BAB 10 Kepanikan Devan

Sementara itu Devan yang sudah sampai di kota S hari sudah malam, setelah beristirahat sebentar dia mengambil telpon genggamnya untuk menghubungi Kiara, karena dari tadi perasaannya tidak enak setiap mengingat Kiara hatinya seperti berdenyut.

Segera Devan menekan nomor handphoe Kiara tapi tidak bisa tersambung, Devan coba lagi masih tidak bisa.

Devan mulai panik dia takut kalau apa yang dia khawatirkan terjadi Kiara pergi meninggalkannya, segera dia menelpon bik Jum untuk menanyakan keberadaan Kiara, karena hari sudah malam bik jum tidak mendnegar ada telpon yang masuk.

Devan menarik nafas panjang lalu menghembuskannya pelan pelan mencoba untuk rileks sejenak agar kepalanya bisa berpikir, setelah agak tenang dia mencoba lagi menelpon Kiara.

Mungkin handphone Kiara lagi kosong bateraynya makannya tidak bisa dihubungi, Devan masih berusaha berpikiran positif dia mencoba menghilangkan pikiran pikiran tentang Kiara yang pergi darinya.

“kamu kemana Kia? Tolong jangan pergi” rintih Devan dalam hatinya, Devan melihat kearah jam masih jam 10 belum terlalu malam.

Ditengah kepanikannya Sera menelponnya tapi Devan tidak mengangkatnya karena dia tau paling Sera hanya akan menanyakan kabarnya yang sudah sampai disini.

“maaf sera, mas nggak akan telpon dari kamu, mas nggak mau kalau kamu ikut cemas mendengar Kiara yang susah untuk dihubungi” gumam Devan sambil menatap kearah telpon genggamnya itu.

“mudah mudah tidak terjadi apa yang aku pikirkan tentang Kiara, mas berharap handphone kamu baterainya kosong jadi nggak bisa dihubungi” ucap Devan dalam hatinya.

“Sera, mas sudah sampai disini dengan selamat, mas capek banget mau istirahat dulu” Akhirnya Devan memutuskan untuk mengirim pesan pada Sera, dari pada Sera telpon dia lagi karena saat ini Devan sedang panik memikirkan keberadaan Kiara.

Devan mencoba untuk tidur walau susah karena pikirannya masih bertanya tanya soal kemana kiara, sayangnya bik jum tidak bisa dihubungi juga.

Sera yang menerima pesan dari Devan merasa lega kalau suaminya itu telah sampai dengan selamat.dia pun membalas pesan dari suaminya itu.” ya sudah mas kalau capek kamu istirahat sudah malam” tulis Sera di pesan yang dia kirim untuk Devan.

Sebenarnya bik jum tau kalau ada telpon masuk dari majikannya itu, tapi dia bingung mau menjawab apa kalau ditanya soal Kiara, dari pada salah jawab mending dia tidak mengangkat telpon dari Devan. Biarlah malam ini majikannya itu berpikir kalau dia sudah tidur.

“cari masalah sendiri, jadi pusing sendiri kan den?” gumam bik jum dalam hatinya

Bik Jum tau kalau Tuan Muda nya ini seorang orang yang suka melakukan apa yang dia inginkan tanpa melihhat akibat dari perbuatannya, sadarnya nanti kalau sudah kejadian timbul masalah baru panik, bik jum sangat tau kelakuan majikannya ini.

Devan yang saat ini masih berusaha menelpon Kiara akhirnya dia capek sendiri dan tertidur karena kelelahan, pagi pagi dia dibangunkan oleh Asistennya Ari yang saat ini sudah rapi untuk berangkat ke lapangan.

Dia melihat jam ditangannya sudah jam 7 lewat tapi Devan belum juga keluar dari kamarnya, akhirnya Ari memutuskan untuk mendatangi kamarnya, dan ternyata benar Devan belum bangun.

Setelah mengetok pintu cukup lama akhirnya Devan baru terjaga dia sangat terkejut karena bangun kesiangan, segera dia mandi dan berganti pakaian dan segera pergi dengan Ari asistennya yang saat ini melihat bingung kearah bosnya itu.

Ingin bertanya tapi dia sungkan, akhirnya tanpa sarapan pagi mereka pergi kelapangan dimana ada proyek yang sedang bermasalah, tidak ada waktu untuk Devan untuk menghubungi kedua iatrinya karena pekerjaan yang harus diselesaikan sangat banyak.

Akhirnya pada sore hari beberapa pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik hanya tinggal beberapa yang harus dikerjakan.

“kita mau kemana lagi bos” tanya Ari setelah mereka berada di dalam mobil untuk membawa mereka ketempat tujuan.

“langsung balik ke hotel aja Ri” jawab Devan sambil bersandar pada kursi mobil tiba tib adia ingat kalau hari ini belum menghubungi kedua istrinya, segera dia ambil handphone dan membukanya disana ada beberapa panggilan dan pesan masuk tapi tidak ada satupun dari Kiara.

Devan pun menghembuskan nafasnya dengan kasar yang membuat Asistennya itu menoleh kearahnya.

“Ri sini saya pinjam handphone kamu sebentar” kata Devan sambil mengulurkan tangannya meminta handphone asistennya itu, dia mau melakukan panggilan pada Kiara dengan memakai nomor Ari, mana tau Kiara mau mengangkatnya, Ari jadi heran dengan apa yang dilakukan bosnya itu.

Ari pun memberikan handpone nya dan segera menjalankan mobilnya menuju tempat dimana mereka menginap selama dikota S ini.

Devan terlihat menekan nomor Kiara dan langsung menempelkan handphone tersebut ke kupingnya tapi tetap saja tidak ada nada panggilan yang terdengar.

“Kamu kemana Kia?’ gumam Devan yang masih terdengar oleh Ari, Asistennya hanya diam sambil memperhatikan raut khawatir dari bosnya itu,

devan makin tidak tenang berulang kali dia mencoba pakai handphone Ari lalu diganti dengan handphonenya tetap tidak ada jawabannya dari Kiara, yang ada suara dari operator yang mengabarkan kalau pemilik nomor ini diluar service area.

“maaf bos, ada apa dari tadi saya lihat gelisah sekali” Ari beranikan dirinya untuk bertanya, Devan menoleh kerah Ari yang saat ini sedang menyetir mobil.

“kiara dari semalam tidak bisa dihubungi, berkali kali dihubungi dan kirim pesan satupun nggak ada yang masuk dan dibalas” keluh Devan yang saat ini sudah sangat frustasi mencari keberadaan istrinya itu.

“sudah coba telpon bik jum belum bos” ucap Ari seketika devan mengambil handphonenya untuk menghubungi bik jum.

“Si*l kenapa saya sampai lupa nanya ke bik Jum” ucap Devan , menunggu beberapa lama akhirnya terdengar suara bik jum dari Seberang sana. “ya den devan, ada apa?” jawab bik Jum pura pura tidak tahu alasan dari Devan menghubunginya.

“kiara mana bik, tolong panggil saya mau bicara bik, dari semalam ditelpon tidak diangkat” terang Devan tanpa berhenti, bik jum langsung diam mendengar perintah majikannya itu untuk mencari Kiara.

Lama bik Jum terdiam dia bingung mulai darimana menjawab pertanyaan Devan ini.

“Bik Jum hallo, hallo bik Jum” panggil Devan agak kenceng nadanya karena tidak mendengar suara bik Jum menjawab perintahnya itu.

“ya den Devan, ini mmmh..non Kiara kemaren sudah pergi dari sini” ucap bk Jum pelan

“apaaaaa coba ulang lagi bik!” teriak Devan dia sangat kaget mendengar kata bik Jum yang mengatakan kalau kiara sudah pergi dari kediaman mereka.

Sampai bik Jum menjauhkan handphone dari kupingnya, “iya Den devan, kemaren setelah den devan pergi non kiara juga pergi membawa barang barang nya Den” jelas bik Jum pada majikannya itu.

Devan langusung terdiam dan lemes seketika badannya langsung tersandar sambil memijit keningnya.

“Bik Jum tau nggak kemana Kiara pergi” devan mencoba bertanya sana bik Jum mana tau dia tau Kiara pergi kemana.

“nggak tau den, non kiara Cuma bilang mau pergi jauh, tapi dia ada ninggalin surat untuk den Devan ada diletakan diatas nakas di kamar” ucap bik Jum.

Terpopuler

Comments

Adreena

Adreena

Seragam itu jahat, sdh jelas suami sahabat dia embat...rasain lu...begitu ketemu Kiara nanti sdh bawa anak laki_laki n Kiara sudah sukses kaya raya setara devan

2024-12-23

1

Kyla Kyla

Kyla Kyla

nikmati aja hari harimu bersama istri barumu devan ,itu kan pilihanmu

2024-12-25

0

Just_Emma

Just_Emma

agak lain sera nie.... curiga dia emang jahat iri dengki sama kiara

2024-12-05

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Rahasia Devan
2 BAB 2 Kiara
3 BAB 3 Kemarahan Kiara
4 BAB 4 Pertengkaran
5 BAB 5 Rencana Kiara
6 BAB 6 Menahan Diri
7 BAB 7 Kekhawatiran Devan
8 BAB 8 Pergi
9 BAB 9 Memulai Hidup Baru
10 BAB 10 Kepanikan Devan
11 BAB 11 Devan Pulang
12 BAB 12 Menyesal
13 BAB 13 Kecolongan
14 BAB 14 Tuan Kalandra Menemukan Kiara
15 BAB 15 Tuan Kalandra Melindungi Kiara
16 BAB 16 Membawa Kiara Pergi
17 BAB 17 Devan kalah cepat
18 BAB 18 Devan Curiga
19 BAB 19 Rahasia Sera
20 BAB 20 Dokter Kandungan
21 BAB 21 Baby kembar
22 BAB 22 Papa Terlibat
23 BAB 23 NAMA SI KEMBAR
24 BAB 24 Pulang Ke Kediaman Kalandra
25 BAB 25 Sera Sakit lagi
26 BAB 26 Sera Kritis
27 BAB 27 Devan Pusing
28 BAB 28 Bertemu
29 BAB 29 Berbicara
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32 Nasehat
33 BAB 33 Mencintai Kia
34 BAB 34 Cerita Barra
35 BAB 35 Kado dari Barra
36 BAB 36 Bertemu Barra
37 BAB 37 Pilihan Cerai
38 BAB 38 Surat Gugatan
39 BAB 39 Gelisah
40 BAB 40 Rencana
41 BAB 41
42 BAB 42
43 bab 43 saat pergi
44 bab 44 hidup baru
45 bab 45 Devan sakit
46 bab 46 rumah sakit
47 bab 47 Wanda
48 bab 48 Ke kantor Barra
49 49 Barra Menolak
50 BAB 50 usaha Barra
51 BAB 51 Perasaan Kiara
52 BAB 52 Menyatakan cinta
53 BAB 53 Meyakin kan Kiara
54 BAB 54 Rasa percaya Kiara
55 BAB 55 Sedih nya Devan
56 BAB 56 Resmi Cerai
57 BAB 57 Video Zayn dan Zara
58 BAB 58 Berdebat
59 BAB 59 Mencari tau
60 BAB 60 Pindah dan pertengkaran
61 BAB 61 Barra bertengkar
62 BAB 62 Ketenangan Kia
63 BAB 63 Persiapan pernikahan
64 BAB 64 Memantapkan hati
65 BAB 65 Mau mendatangi Kiara
66 BAB 66 Bertemu Tuan Roderick
67 BAB 67 Memberi Kabar
68 BAB 68 Sah
69 BAB 69 Bahagia
70 BAB 70 Keresahan Devan
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 NOVEL BARU
78 BAB 77
79 BAB 78
80 BAB 79
81 BAB 80
82 BAB 81
83 BAB 82
84 BAB 83
85 BAB 84
86 BAB 85
87 BAB 86
88 BAB 87
89 BAB 88
90 BAB 89
91 BAB 90
92 BAB 91
93 BAB 92
94 BAB 93
95 BAB 94
96 BAB 95
97 BAB Episode Terakhir
98 BC 1
99 Pengumuman NOVEL BARU
100 BC 2
101 BC 3
102 BC 4
103 BC 5
104 BC 6
105 BC 7
106 BC 8
107 BC 9
108 BC 10
109 BC 11
110 BC 12
111 BAB 13
112 BC 14
113 BC 15
114 BC 16
115 BC 17
116 BC 18
117 BC 19
118 BC 20
119 BC 21
120 BC 22
121 BC 23
122 BC 24
123 BC 25
124 BC 26
125 BC 27
126 BC 28
127 BC 29
128 BC 30
129 BC 31
130 BC 32
131 BC 33
132 BC 34
133 BC 35
134 BC 36
135 BC 37
136 BC 38
137 BC 39
138 BC 40
139 BC 41
140 BC 42
141 Sumpah Wanita Tersakiti
142 BC 43
143 BC 44
Episodes

Updated 143 Episodes

1
BAB 1 Rahasia Devan
2
BAB 2 Kiara
3
BAB 3 Kemarahan Kiara
4
BAB 4 Pertengkaran
5
BAB 5 Rencana Kiara
6
BAB 6 Menahan Diri
7
BAB 7 Kekhawatiran Devan
8
BAB 8 Pergi
9
BAB 9 Memulai Hidup Baru
10
BAB 10 Kepanikan Devan
11
BAB 11 Devan Pulang
12
BAB 12 Menyesal
13
BAB 13 Kecolongan
14
BAB 14 Tuan Kalandra Menemukan Kiara
15
BAB 15 Tuan Kalandra Melindungi Kiara
16
BAB 16 Membawa Kiara Pergi
17
BAB 17 Devan kalah cepat
18
BAB 18 Devan Curiga
19
BAB 19 Rahasia Sera
20
BAB 20 Dokter Kandungan
21
BAB 21 Baby kembar
22
BAB 22 Papa Terlibat
23
BAB 23 NAMA SI KEMBAR
24
BAB 24 Pulang Ke Kediaman Kalandra
25
BAB 25 Sera Sakit lagi
26
BAB 26 Sera Kritis
27
BAB 27 Devan Pusing
28
BAB 28 Bertemu
29
BAB 29 Berbicara
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32 Nasehat
33
BAB 33 Mencintai Kia
34
BAB 34 Cerita Barra
35
BAB 35 Kado dari Barra
36
BAB 36 Bertemu Barra
37
BAB 37 Pilihan Cerai
38
BAB 38 Surat Gugatan
39
BAB 39 Gelisah
40
BAB 40 Rencana
41
BAB 41
42
BAB 42
43
bab 43 saat pergi
44
bab 44 hidup baru
45
bab 45 Devan sakit
46
bab 46 rumah sakit
47
bab 47 Wanda
48
bab 48 Ke kantor Barra
49
49 Barra Menolak
50
BAB 50 usaha Barra
51
BAB 51 Perasaan Kiara
52
BAB 52 Menyatakan cinta
53
BAB 53 Meyakin kan Kiara
54
BAB 54 Rasa percaya Kiara
55
BAB 55 Sedih nya Devan
56
BAB 56 Resmi Cerai
57
BAB 57 Video Zayn dan Zara
58
BAB 58 Berdebat
59
BAB 59 Mencari tau
60
BAB 60 Pindah dan pertengkaran
61
BAB 61 Barra bertengkar
62
BAB 62 Ketenangan Kia
63
BAB 63 Persiapan pernikahan
64
BAB 64 Memantapkan hati
65
BAB 65 Mau mendatangi Kiara
66
BAB 66 Bertemu Tuan Roderick
67
BAB 67 Memberi Kabar
68
BAB 68 Sah
69
BAB 69 Bahagia
70
BAB 70 Keresahan Devan
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
NOVEL BARU
78
BAB 77
79
BAB 78
80
BAB 79
81
BAB 80
82
BAB 81
83
BAB 82
84
BAB 83
85
BAB 84
86
BAB 85
87
BAB 86
88
BAB 87
89
BAB 88
90
BAB 89
91
BAB 90
92
BAB 91
93
BAB 92
94
BAB 93
95
BAB 94
96
BAB 95
97
BAB Episode Terakhir
98
BC 1
99
Pengumuman NOVEL BARU
100
BC 2
101
BC 3
102
BC 4
103
BC 5
104
BC 6
105
BC 7
106
BC 8
107
BC 9
108
BC 10
109
BC 11
110
BC 12
111
BAB 13
112
BC 14
113
BC 15
114
BC 16
115
BC 17
116
BC 18
117
BC 19
118
BC 20
119
BC 21
120
BC 22
121
BC 23
122
BC 24
123
BC 25
124
BC 26
125
BC 27
126
BC 28
127
BC 29
128
BC 30
129
BC 31
130
BC 32
131
BC 33
132
BC 34
133
BC 35
134
BC 36
135
BC 37
136
BC 38
137
BC 39
138
BC 40
139
BC 41
140
BC 42
141
Sumpah Wanita Tersakiti
142
BC 43
143
BC 44

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!