Menyambut menantu baru.

"Drt....drt....drt...." suara dering ponselnya spontan mengalihkan perhatian Devano dari sosok Inayah.."Mamah." gumamnya saat melihat nama mamanya tertera di layar ponselnya.

Bisa di pastikan di seberang sana ibunya sedang menanyakan keberadaan menantunya. Terbukti ketika menerima panggilan tersebut pandangan Devano kembali tertuju pada sosok istrinya.

"Sebentar lagi kami akan segera ke sana, lagi pula Inayah baru selesai mandi, mah." jawab Devano ketika mama Fana meminta mereka untuk segera kembali ke rumah.

"Ini masih sore Loh, mas." kalimat mama Fana Kontan menyadarkan Devano akan ucapannya tadi yang berakhir dengan kesalahpahaman ibunya di seberang sana.

Devano hanya bisa menghela napas. Siapa saja yang akan mendengar ucapannya tadi pasti akan berpikir ke arah sana, mengingat ia dan Inayah adalah pasangan pengantin baru.

Setelahnya Devano pun pamit menyudahi percakapannya dengan ibunya.

"Mama meminta kita kembali ke rumah mama." ujar Devano, dan Inayah hanya mengangguk paham sebelum kemudian melangkah ke arah kopernya berada untuk mengambil pakaian ganti.

"Mau kemana???." tanya Devano melihat Inayah kembali melangkah ke arah kamar mandi setelah mengambil pakaian gantinya.

"Mau ganti baju lah, emangnya mau ngapain lagi." jawab Inayah dengan santainya sambil melangkah.

"Kenapa nggak ganti baju di sini saja???." entah serius atau tidak dengan kalimatnya, yang jelas Devano mendapat tatapan tajam dari lawan bicaranya hingga pria itu mengulum senyum dibuatnya.

"Apa Lo bilang, ganti baju di sini???."

"Ogah.....Enak di Elo, nggak enak di gue dong...." lanjut ujar Inayah ketika melihat anggukan kepala Devano. "Biar kata gue nggak secantik dan seseksi Angelina Jolie, gue juga maunya tubuh gue dilihat sama suami gue kali." imbuhnya.

"Bukannya sekarang gue ini suami Lo ya...???." pertanyaan Devano menyadarkan Inayah atas ucapannya barusan.

Inayah memutar bola matanya dengan malas, lalu berkata. "Maksud gue, suami sungguhan gue nanti, bukannya suami kontrak kayak Lo...." setelahnya Inayah pun kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi, meninggalkan Devano yang masih mengulum senyum menyaksikan kepergiannya.

Tiga puluh menit kemudian mereka bersiap menuju kediaman orang tua Devano. Ya, mengingat mama Fana terus menghubunginya, Devano pun memilih membersihkan tubuhnya nanti di rumah.

"Ini buat kamu." sebelum menyalakan mobilnya, Devano menyerahkan kartu ATM berwarna hitam miliknya kepada Inayah.

Inayah tak langsung merespon apalagi sampai menerima pemberian pria yang kini telah berstatus sebagai suaminya tersebut. Untuk beberapa saat pandangannya tertuju pada benda tipis tersebut sebelum sesaat kemudian beralih menatap Devano seraya berkata. "Untuk apa???." pertanyaan yang terkesan konyol ditelinga Devano terucap dari mulut Inayah.

"Putri Inayah.... Lo itu istri gue, otomatis mulai sekarang semua kebutuhan Lo adalah tanggung jawab gue sebagai seorang suami." meski pertanyaan Inayah terdengar konyol namun Devano tetap mencoba menjawabnya dengan baik.

Mendengar Devano menyebut dirinya sebagai seorang suami membuat tatapan Inayah berubah memicing, seakan menaruh kecurigaan pada pria itu. "Lo nggak bakal minta macam-macam kan setelah memberikan ini ke gue???." masih dengan memicingkan kedua matanya, Inayah berujar.

"Untuk saat ini sih enggak, tapi nggak tahu deh ke depannya...."

Jawaban Devano berhasil membuat pria itu mendapatkan pukulan dari tangan kecil Inayah. "Argh.... sakit Nay...." mana mungkin tangan kecil Inayah mampu membuat tubuh atletisnya meringis demikian, jika bukan karena Devano hanya berakting semata.

"Habisnya Lo kalau ngomong suka bikin gue naik darah sih..... pokoknya sesuai dengan kontrak pernikahan, tidak ada kontak fisik berlebihan diantara kita." peringat Inayah dengan nada tegas. Sebenarnya ada rasa bersalah di hati Inayah karena sudah memukul lengan Devano, apalagi sekarang Devano sudah menjadi suaminya. Dimana seharusnya dia patuh dan berbakti pada pria itu bukannya justru kasar seperti itu. meskipun pernikahan mereka tidak didasari oleh cinta, ia tetap berkewajiban menghormati Devano sebagai seorang suami.

Di tengah perjalanan, Inayah teringat akan sosok Zena, yang kerap kali berkunjung ke rumah orang tua Devano.

"Gue nggak mau ikut campur tentang perasaan cinta Lo sama Zena, tapi gue minta Lo tetap menghargai keberadaan gue sebagai istri Lo!!!." Sebagai seorang istri, Inayah menekankan hal itu sejak awal.

"Gue ngomong begini bukan karena cemburu ya, tapi gue hanya nggak mau terlihat menyedihkan didepan semua anggota keluarga Lo." lanjut ucap Inayah ketika Devano meliriknya dengan lirikan tak biasa.

"Iyaiya..." jawab Devano pada akhirnya.

"Apa semua gadis di dunia ini nggak sadar apa kalau ada seorang pria yang tertarik padanya??." gumam Devano seraya menginjak pedal rem ketika mobilnya berhenti di lampu merah.

"Ya mana gue tau...kalau Lo penasaran, lebih baik Lo tanya langsung saja sama Zena, kenapa malah nanya ke gue???." Inayah yang berpikir Devano tengah membahas tentang perasaannya terhadap Zena lantas berkomentar demikian. padahal kenyataannya gadis dimaksud oleh Devano adalah dirinya yang tidak menyadari jika sejak dulu ada seorang pria yang tertarik padanya yakni sahabatnya, Alex.

Daripada memancing perdebatan, Devano memilih tak lagi bersuara, Fokus pada kegiatannya mengemudi apalagi saat ini lampu lalu lintas telah berubah hijau.

Tiga puluh menit kemudian mobil Devano pun tiba di rumah orang tuanya. Untuk pertama kalinya Inayah menginjakkan kaki di rumah mewah itu sebagai seorang menantu.

Dari balik kaca mobil, Inayah dapat menyaksikan kebahagiaan yang ditunjukkan anggota keluarga Devano saat menyabut kedatangannya.

"Selamat datang sayang... selamat datang menantu cantik mamah...." setelah cipika cipiki mama Fana memeluk menantunya barang sejenak, dan dilanjutkan oleh adik ipar perempuannya, Zilana. sama seperti ibunya, Lana juga terlihat bersemangat menyambut kedatangan kakak iparnya itu.

"Selamat datang di keluarga ini, kak Nay...." dengan senyuman manisnya Lana menyabut dan memeluk Inayah. Mendapat perlakuan hangat dari anggota keluarga Devano membuat Inayah merasa sangat beruntung bisa masuk ke dalam keluarga tersebut meski hanya sampai dengan dua tahun ke depan.

Inayah mengulas senyum haru. "Terima kasih Lana... terima kasih karena kamu sudah menerima kehadiran aku dengan baik."

"Tidak perlu berterima kasih Kak karena sudah seperti itu seharusnya. Kak Nay adalah istrinya mas Deva dan mungkin tidak lama lagi akan melahirkan keponakan yang lucu buat Zilana." kalimat frontal Lana sontak membuat Devano dan Inayah saling melempar pandangan satu sama lain.

"Kamu tenang saja dek, nanti mas buatkan keponakan yang lucu-lucu buat kamu, tinggal bilang mau berapa!!." semakin melebar saja pupil mata Inayah mendengar kalimat Devano. Jika saat ini mereka hanya berdua saja, bisa dipastikan lengan tegap pria itu akan kembali menjadi sasaran empuk Inayah.

"Dasar laki-laki gila..."dalam hati Inayah mengumpat Devano. Sebenarnya sebagai anak tunggal, sejak dulu Inayah sudah membayangkan memiliki banyak anak setelah ia bertemu dan menikah dengan pria yang dicintai dan juga mencintainya. Tetapi disaat takdir mengharuskan dirinya menikah dengan seorang Devano putra Fathariano, Inayah memilih mengubur dalam-dalam impiannya itu. Bukan apa-apa, ia hanya tidak ingin menjadi wanita yang paling menyedihkan dimuka bumi ini, dipisahkan dari anak kandungnya setelah ia dan Devano pada akhirnya harus berpisah dua tahun mendatang.

Terpopuler

Comments

Erni Fatimah

Erni Fatimah

inayah sudah souzon dulu pada devano

2025-03-04

0

nuraeinieni

nuraeinieni

aduh jadi pingin liat nih pasangan saling bucin.

2024-08-10

0

Nayla Sasha

Nayla Sasha

sehat sehat selalu ya mom biar bs up setiap harinya 🙏🙏

2024-08-10

0

lihat semua
Episodes
1 Putri Inayah.
2 Kekecewaan orang tua Devano.
3 Akhirnya menemukannya.
4 Tamparan Inayah.
5 Bertemu dengan kedua orang tua Devano.
6 Keputusan orang tua Devano.
7 Iba pada gadis itu.
8 Kontrak pernikahan.
9 Ibarat dihujam ribuan jarum.
10 Melamar.
11 Kedatangan Zena.
12 Kepergok oleh sahabat.
13 Berterus terang pada sahabat.
14 Pengakuan mengejutkan Alex.
15 Pernikahan Devano dan Inayah.
16 Berada di dalam satu kamar.
17 Menyambut menantu baru.
18 Perasaan aneh.
19 Tidur seranjang.
20 Mengunjungi rumah baru.
21 Reuni.
22 Merasa ada yang tidak beres.
23 Sesuatu yang sudah seharusnya terjadi.
24 Menjalani rumah tangga yang sesungguhnya.
25 Perkelahian antara Devano dan Pandu.
26 Pengakuan Laura tentang hubungan Devano dan Inayah.
27 Ketakutan Inayah.
28 Kecurigaan Devano.
29 Profesionalitas kerja.
30 Ular berbisa.
31 Misteri dibalik seorang Diana Larasati.
32 Berniat merebut.
33 Kecurigaan Inayah terhadap Laura.
34 Pegawai baru.
35 Luka dibalik sikap ceria seorang Inayah.
36 Di bayang-bayangi kejadian di masa lalu.
37 Di Landa Frustasi.
38 Perlahan terungkap.
39 Akhirnya terkuak.
40 Memupus dendam.
41 Perjodohan Zena.
42 Tindakan Zevano.
43 Ujian berbalas kebahagiaan.
44 Ungkapan perasaan.
45 Berita bahagia.
46 Menyadari perubahan sikap Zena.
47 Abimana Putra Sanjaya.
48 Keputusan Zevano.
49 Rencana konferensi pers.
50 Calon istri.
51 kedatangan Pandu.
52 Kebaikan memang selalu mampu menyentuh hati.
53 Malu bukan main.
54 Saling menerima.
55 Cemburu????
56 Hari pernikahan Zevano dan Zena.
57 RESEPSI PERNIKAHAN.
58 Malam pertama.
59 Baby girl.
60 Menjalani kehidupan yang damai.
61 Episode terakhir.
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Putri Inayah.
2
Kekecewaan orang tua Devano.
3
Akhirnya menemukannya.
4
Tamparan Inayah.
5
Bertemu dengan kedua orang tua Devano.
6
Keputusan orang tua Devano.
7
Iba pada gadis itu.
8
Kontrak pernikahan.
9
Ibarat dihujam ribuan jarum.
10
Melamar.
11
Kedatangan Zena.
12
Kepergok oleh sahabat.
13
Berterus terang pada sahabat.
14
Pengakuan mengejutkan Alex.
15
Pernikahan Devano dan Inayah.
16
Berada di dalam satu kamar.
17
Menyambut menantu baru.
18
Perasaan aneh.
19
Tidur seranjang.
20
Mengunjungi rumah baru.
21
Reuni.
22
Merasa ada yang tidak beres.
23
Sesuatu yang sudah seharusnya terjadi.
24
Menjalani rumah tangga yang sesungguhnya.
25
Perkelahian antara Devano dan Pandu.
26
Pengakuan Laura tentang hubungan Devano dan Inayah.
27
Ketakutan Inayah.
28
Kecurigaan Devano.
29
Profesionalitas kerja.
30
Ular berbisa.
31
Misteri dibalik seorang Diana Larasati.
32
Berniat merebut.
33
Kecurigaan Inayah terhadap Laura.
34
Pegawai baru.
35
Luka dibalik sikap ceria seorang Inayah.
36
Di bayang-bayangi kejadian di masa lalu.
37
Di Landa Frustasi.
38
Perlahan terungkap.
39
Akhirnya terkuak.
40
Memupus dendam.
41
Perjodohan Zena.
42
Tindakan Zevano.
43
Ujian berbalas kebahagiaan.
44
Ungkapan perasaan.
45
Berita bahagia.
46
Menyadari perubahan sikap Zena.
47
Abimana Putra Sanjaya.
48
Keputusan Zevano.
49
Rencana konferensi pers.
50
Calon istri.
51
kedatangan Pandu.
52
Kebaikan memang selalu mampu menyentuh hati.
53
Malu bukan main.
54
Saling menerima.
55
Cemburu????
56
Hari pernikahan Zevano dan Zena.
57
RESEPSI PERNIKAHAN.
58
Malam pertama.
59
Baby girl.
60
Menjalani kehidupan yang damai.
61
Episode terakhir.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!