Kepergok oleh sahabat.

Kurang lebih tiga puluh menit kemudian, mobil Devano pun tiba di tujuan. Tidak ingin membuang waktu, keduanya lantas masuk ke dalam mall hendak menuju salah satu toko perhiasan untuk mencari cincin pernikahan.

"Selamat pagi tuan Devano selamat pagi Nona..." keduanya di sambut langsung oleh pemilik toko karena semalam Mama Fana telah menyampaikan tentang rencana kedatangan putranya tersebut kepada pemilik toko langganannya.

Pemilik toko yang sudah tahu akan tujuan kedatangan Devano pagi ini lantas menunjukkan beberapa cincin berlian kwalitas terbaik di tokonya.

"Pilihlah cincin yang Lo suka!!!." Devano mempersilahkan Inayah memilih cincin pernikahan yang diinginkannya.

Tak butuh waktu lama bagi Inayah untuk menjatuhkan pilihan. Sebuah cincin berlian dengan satu hiasan mutiara cantik di tengahnya menjadi pilihan gadis itu. Sementara untuk Devano sendiri, pemilik toko membantu pria itu untuk mencari cincin yang pas dan serasi dengan pilihan Inayah.

Kedua bola mata Inayah sampai terbelalak melihat harga cincin yang mencapai tiga digit tersebut. satu kata yang terucap di dalam benak Inayah yakni Gila, hanya untuk sepasang cincin pernikahan Devano sampai menggelontorkan uang sebanyak itu. Apa tidak sayang uangnya, apalagi pernikahan mereka hanya akan berlangsung selama dua tahun?? Tapi biarlah, setidaknya setelah mereka berpisah nanti ia bisa menjual cincin pernikahan tersebut dan uangnya bisa dijadikan modal. Bukankah itu ide yang cemerlang????

Di saat Inayah menerima paper bag kecil yang diserahkan oleh pemilik toko tiba-tiba saja suara yang begitu familiar di indera pendengarannya terdengar menyerukan namanya.

"Inayah...."

Kompak Inayah dan Devano menolehkan pandangan ke sumber suara. Paper bag ditangan Inayah nyaris terjatuh ketika menyadari keberadaan Ayu berjalan ke arahnya dan Devano.

"Lo kok ada di sini Nay, bukannya tadi Lo bilang mau pergi ke rumah bokap Lo???." tanya Ayu dengan tatapan curiga, melihat Inayah nampak salah tingkah. kini pandangan gadis itu beralih pada Devano untuk beberapa saat, sebelum selanjutnya pandangan Ayu jatuh pada paper bag kecil ditangan Inayah. Ayu bukanlah seorang anak kecil yang tidak paham akan situasi yang ada. Namun mencecar sahabatnya itu dengan berbagai pertanyaan pun rasanya tidak memungkinkan, mengingat saat ini di antara mereka ada kekasihnya dan juga Devano.

"Itu Yu, anu." kegugupan Inayah semakin memicu kecurigaan di hati Ayu.

Inayah sontak menggaruk keningnya ketika menyadari sorot mata Ayu, di mana sorot mata indah tersebut seakan mengatakan "Lo berhutang penjelasan ke gue, Nay!!."

"Kita mau nonton film, kalian mau ikut bareng kita nggak???." menyadari ketidaknyamanan Inayah dalam situasi saat ini, Ayu memilih mengalihkan topik pembicaraan.

"Nggak deh, Yu, kalian aja soalnya gue masih ada urusan lain." Inayah tidak sepenuhnya beralasan sebab ia memang masih ada keperluan lain, yakni berkunjung ke rumah Devano guna menerima tawaran mama Fana untuk makanan siang bersama.

"Kenapa sebelumnya nggak terus terang aja sih sama Ayu???." tanya Devano sambil memasang seat belt pada tubuhnya.

"Gue bingung cara menyampaikannya, takut Ayu syok mendengarnya." alasan Inayah cukup logis. meskipun tidak sekelas namun Ayu juga menempuh pendidikan di SMA yang sama dengan ia dan Devano dan gadis itu cukup tahu bagaimana permusuhan di antara dirinya dan Devano. pasti jika ia menyampaikan kabar tentang pernikahannya dengan Devano, Ayu akan syok mendengarnya.

"Setelah kejadian tadi, apa Lo masih akan terus menyembunyikannya dari sahabat Lo itu???."

Setelah berpikir sejenak, Inayah nampak menggelengkan kepala pelan. "Sepertinya emang udah waktunya gue ngomong ke Ayu tentang pernikahan kita." ujarnya.

"Memang sudah seperti itu seharusnya." jawab Devano sebelum kemudian menghidupkan mesin mobilnya. kini mobil pria itu mulai bergerak meninggalkan kawasan mall.

"Dev..." setelah di Landa keheningan yang cukup lama, Inayah terdengar berseru.

"Hemt.".

"Apa setelah menikah nanti kita akan tinggal di rumah orang tua Lo????." Inayah merasa perlu menanyakan hal itu pada Devano.

"Gue sih senyamannya Lo aja. kalau emang Lo mau kita pindah, secepatnya gue bakal cari rumah yang cocok buat kita tinggali setelah menikah." jawab Devano. meski pernikahan mereka tidak didasari oleh cinta bahkan terselip perjanjian pernikahan di dalamnya, Devano tetap merasa berkewajiban memberi kenyamanan untuk istrinya.

Sejujurnya Inayah bukannya merasa tak nyaman jika mereka tetap tinggal di rumah orang tua Devano setelah menikah nanti, hanya saja Inayah berpikir sangat sulit untuk menjalani pernikahan palsu mereka jika tinggal di bawah satu atap dengan anggota keluarga Devano.

"Thank you for your understanding." untuk pertama kalinya Inayah mengucapkan kalimat sakral itu kepada Devano.

"Apa...Lo bilang apa barusan, Nay...???." cecar Devano, seperti mimpi mendengar seorang Putri Inayah mengucapkan kata terima kasih padanya.

"Nggak ada siaran ulang." cetusnya, dan itu mampu membuat Devano berdecak kesal mendengarnya.

Meskipun ini bukan kali pertama ia menginjakkan kaki di rumah mewah tersebut namun Inayah tetap dilanda ketegangan ketika mobil Devano memasuki gerbang rumahnya.

"Nggak perlu tegang gitu, lagian nyokap bokap gue nggak makan orang kali, Nay!!!." ujar Devano sembari membuka seat belt nya.

Inayah mencebik bibir mendengarnya.

Kini Devano dan Inayah sudah berjalan memasuki pintu utama. jujur Inayah sedikit terkejut menyaksikan keberadaan Zena di rumah orang tua Devano. Pasalnya gadis itu tak tahu bahwa Zena adalah anak dari sahabat mama Fana.

"Assalamualaikum Tante...." Inayah menyalami mama Fana yang kini berdiri dari duduknya, menyambut kedatangan calon menantu.

"Waallaikumsalam, sayang..." setelah Inayah mencium punggung tangannya, mama Fana memeluk calon menantunya itu barang sejenak.

"Hai Nay...." Zena terlebih dahulu menyapa Inayah dengan senyum manisnya.

"Hai Zena...." Inayah pun membalas sapaan Zena dengan senyum ramah.

"Manis banget sih senyuman Zena, gue yang cewek aja suka ngeliatnya apalagi cowok. pantes aja Devano sampai jatuh hati padanya." batin Inayah, tak sedikitpun terselip rasa cemburu di hati Inayah terhadap gadis itu meskipun ia tahu jika pria yang sebentar lagi akan menikahinya menaruh hati pada gadis itu.

"Lama nggak ketemu, Lo makin cantik aja, Nay.."

"Cantik dari mananya coba???." batin Devano. Tawa pria itu hampir pecah mendengar pujian Zena terhadap Inayah. sebenarnya bukan pujian Zena yang omong kosong, tetapi mungkin karena Devano yang tidak memiliki ketertarikan pada Inayah sampai tidak menyadari kecantikan wajah calon istrinya itu.

"Harusnya gue kali yang ngomong gitu Zena. Lama nggak ketemu, Lo makin cantik aja." Inayah balik memuji kecantikan Zena yang terpampang nyata. Apalagi gadis itu memiliki sikap yang lemah lembut, sangat jauh berbeda dengan dirinya yang kadang bersikap bar-bar dalam situasi dan kondisi tertentu.

Zena cukup bijak dengan tidak melontarkan pertanyaan macam-macam seputaran awal kedekatan di antara Inayah dan Devano kepada gadis manis dihadapannya itu.

Setelah obrolan ringan mereka dimeja makan tadi pagi mama Fana pun tak lagi terkejut jika Zena dan Inayah saling mengenal satu sama lain, karena ternyata dulunya mereka satu sekolah.

Terpopuler

Comments

nuraeinieni

nuraeinieni

inayah sama zena sama2 calon mantux mama fana papa riza.

2024-08-06

0

secret

secret

next thor, semangat

2024-07-19

0

Nayla Sasha

Nayla Sasha

lanjut lagi mom🙏🙏

2024-07-19

0

lihat semua
Episodes
1 Putri Inayah.
2 Kekecewaan orang tua Devano.
3 Akhirnya menemukannya.
4 Tamparan Inayah.
5 Bertemu dengan kedua orang tua Devano.
6 Keputusan orang tua Devano.
7 Iba pada gadis itu.
8 Kontrak pernikahan.
9 Ibarat dihujam ribuan jarum.
10 Melamar.
11 Kedatangan Zena.
12 Kepergok oleh sahabat.
13 Berterus terang pada sahabat.
14 Pengakuan mengejutkan Alex.
15 Pernikahan Devano dan Inayah.
16 Berada di dalam satu kamar.
17 Menyambut menantu baru.
18 Perasaan aneh.
19 Tidur seranjang.
20 Mengunjungi rumah baru.
21 Reuni.
22 Merasa ada yang tidak beres.
23 Sesuatu yang sudah seharusnya terjadi.
24 Menjalani rumah tangga yang sesungguhnya.
25 Perkelahian antara Devano dan Pandu.
26 Pengakuan Laura tentang hubungan Devano dan Inayah.
27 Ketakutan Inayah.
28 Kecurigaan Devano.
29 Profesionalitas kerja.
30 Ular berbisa.
31 Misteri dibalik seorang Diana Larasati.
32 Berniat merebut.
33 Kecurigaan Inayah terhadap Laura.
34 Pegawai baru.
35 Luka dibalik sikap ceria seorang Inayah.
36 Di bayang-bayangi kejadian di masa lalu.
37 Di Landa Frustasi.
38 Perlahan terungkap.
39 Akhirnya terkuak.
40 Memupus dendam.
41 Perjodohan Zena.
42 Tindakan Zevano.
43 Ujian berbalas kebahagiaan.
44 Ungkapan perasaan.
45 Berita bahagia.
46 Menyadari perubahan sikap Zena.
47 Abimana Putra Sanjaya.
48 Keputusan Zevano.
49 Rencana konferensi pers.
50 Calon istri.
51 kedatangan Pandu.
52 Kebaikan memang selalu mampu menyentuh hati.
53 Malu bukan main.
54 Saling menerima.
55 Cemburu????
56 Hari pernikahan Zevano dan Zena.
57 RESEPSI PERNIKAHAN.
58 Malam pertama.
59 Baby girl.
60 Menjalani kehidupan yang damai.
61 Episode terakhir.
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Putri Inayah.
2
Kekecewaan orang tua Devano.
3
Akhirnya menemukannya.
4
Tamparan Inayah.
5
Bertemu dengan kedua orang tua Devano.
6
Keputusan orang tua Devano.
7
Iba pada gadis itu.
8
Kontrak pernikahan.
9
Ibarat dihujam ribuan jarum.
10
Melamar.
11
Kedatangan Zena.
12
Kepergok oleh sahabat.
13
Berterus terang pada sahabat.
14
Pengakuan mengejutkan Alex.
15
Pernikahan Devano dan Inayah.
16
Berada di dalam satu kamar.
17
Menyambut menantu baru.
18
Perasaan aneh.
19
Tidur seranjang.
20
Mengunjungi rumah baru.
21
Reuni.
22
Merasa ada yang tidak beres.
23
Sesuatu yang sudah seharusnya terjadi.
24
Menjalani rumah tangga yang sesungguhnya.
25
Perkelahian antara Devano dan Pandu.
26
Pengakuan Laura tentang hubungan Devano dan Inayah.
27
Ketakutan Inayah.
28
Kecurigaan Devano.
29
Profesionalitas kerja.
30
Ular berbisa.
31
Misteri dibalik seorang Diana Larasati.
32
Berniat merebut.
33
Kecurigaan Inayah terhadap Laura.
34
Pegawai baru.
35
Luka dibalik sikap ceria seorang Inayah.
36
Di bayang-bayangi kejadian di masa lalu.
37
Di Landa Frustasi.
38
Perlahan terungkap.
39
Akhirnya terkuak.
40
Memupus dendam.
41
Perjodohan Zena.
42
Tindakan Zevano.
43
Ujian berbalas kebahagiaan.
44
Ungkapan perasaan.
45
Berita bahagia.
46
Menyadari perubahan sikap Zena.
47
Abimana Putra Sanjaya.
48
Keputusan Zevano.
49
Rencana konferensi pers.
50
Calon istri.
51
kedatangan Pandu.
52
Kebaikan memang selalu mampu menyentuh hati.
53
Malu bukan main.
54
Saling menerima.
55
Cemburu????
56
Hari pernikahan Zevano dan Zena.
57
RESEPSI PERNIKAHAN.
58
Malam pertama.
59
Baby girl.
60
Menjalani kehidupan yang damai.
61
Episode terakhir.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!