Kontrak pernikahan.

Tidak ingin sampai Inayah terlambat kembali ke kantor setelah jam makan siang nanti, Devano memilih restoran yang jaraknya tidak terlalu jauh dari perusahaan.

Setelah tiba di resto, tanpa mengulur waktu mereka segera membuat pesanan.

"Nay....." intonasi Devano terdengar pelan dan raut wajahnya pun terlihat serius, hingga membuat Inayah juga turut memasang wajah seriusnya.

"Ada apa??."

"Ayo bicara serius!!! Kita bukan anak-anak lagi sekarang, kita sudah sama-sama dewasa. jujur Nay, gue nggak tega ngeliat nyokap gue sedih jika sampai menolak pernikahan ini. nyokap gue udah terlanjur berpikir kalo gue udah ngelakuin hal yang tidak pantas ke Elo."

Inayah menghela napas berat mendengarnya.

"Dev, pernikahan bukan untuk main-main, lagipula gue pengen nikah hanya sekali seumur hidup dan itu dengan laki-laki yang gue cinta, dan begitu pun sebaliknya. sekarang gue tanya ke Lo, apa Lo sanggup membina rumah tangga dan hidup bareng sama cewek yang nggak Lo cinta???."

"Meskipun gue punya penawaran, apa Lo tetap nggak mau nikah sama gue???." sepertinya pertanyaan Inayah tentang perasaan tak lagi penting bagi pemuda itu untuk saat ini, buktinya Devano justru menyodorkan sebuah amplop ke hadapan gadis itu.

"Apa ini???." tanya Inayah sambil menatap benda berwarna coklat dihadapannya itu.

"Bukalah!!!." pinta Devano.

"Rumah itu sudah jadi milik gue, dan Lo bakal jadi pemilik selanjutnya jika Lo bersedia menikah sama gue."

kedua bola mata Inayah sontak berkaca-kaca. empat tahun ia berusaha bertahan hidup ditengah tekanan ibu serta saudari tirinya hanya karena tidak ingin meninggalkan rumah peninggalan almarhumah ibunya, lalu Kenapa hanya menikah dengan Devano ia tak sanggup demi rumah yang sangat berharga baginya tersebut. terlalu banyak kenangan bersama ibunya di rumah itu sehingga Inayah tidak ingin meninggalkan rumah itu.

"Apa salahnya kita mencoba menjalani pernikahan ini, Nay !!! Lo ngelakuin ini demi rumah peninggalan nyokap Lo, dan gue ngelakuin ini demi nyokap gue!!." anggaplah saat ini Devano sedang melakukan negosiasi.

Inayah tersenyum miris."Setelah nyokap gue meninggal dan bokap gue nikah lagi, gue selalu berdoa suatu saat nanti gue bisa menikah dengan pria yang sayang sama gue. Tapi kenyataannya takdir memaksa gue nikah sama laki-laki yang benci ke gue." bibirnya tersenyum namun air matanya berlinang membasahi pipi.

"Dua tahun, hanya dua tahun, Nay, setelah itu kita pisah, dan Lo bisa bebas dari gue begitu pula sebaiknya." tukas Devano.

"Jujur, gue nggak tega membohongi kedua orang tua Lo, Dev, terutama nyokap Lo, beliau udah baik banget ke gue terus apa balasannya, gue justru tega bohong ke beliau." hal terberat bagi Inayah adalah berbohong pada ibunya Devano.

"Tidak ada jalan lain Nay...ini konsekuensi dari tindakan iseng Lo sendiri, bukan???."

"Ayo kita menikah Nay!! Selama Lo jadi istri gue, gue akan bertanggung jawab sepenuhnya atas diri Lo. gue bakalan nafkahi Lo layaknya suami pada umumnya." tukas Devano.

Membahas tentang nafkah, Inayah sontak mengusap air matanya dan kedua matanya pun sudah membulat dengan sempurna.

"Nafkah seperti apa yang Lo maksud??." tanyanya dengan tatapan curiga.

"Tentu saja nafkah lahir, Nay....tapi kalo Lo mau nafkah batin juga nggak masalah. Itupun kalo Lo mau." jawab Devano sambil mengulum senyumnya.

"Sembarangan Lo ngomong." saking keberatannya dengan ucapan Devano, Inayah sampai memukul lengan Devano dengan map ditangannya.

"Arg...Sakit Nay...gue kan cuma ngasih tawaran, kalo Lo nya nggak mau ya nggak masalah juga." ingin rasanya tawa Devano meledak menyaksikan kepanikan di wajah Inayah saat ini.

Tak lama kemudian, Devano kembali menyodorkan amplop coklat lainnya ke depan Inayah. "Di dalam amplop itu ada surat perjanjian atau bisa dibilang kontrak pernikahan. Lo bisa menambahkan beberapa poin yang Lo mau di sana, setelah itu tanda tangani!!!."

"Huuuuffff..." Inayah menghembus napas bebas di udara. "Gue pikir kontak pernikahan hanya ada di dalam cerita novel, ternyata kejadian juga di hidup gue." gumam Inayah sembari membuka amplop coklat di tangannya. "Ini nih kalo di jadiin novel, judul yang paling pas ya 'Musuh tapi Menikah'." imbuhnya.

Devano hanya tersenyum saja mendengarnya.

Setelah membaca isi kontak pernikahan yang tercetak di surat perjanjian tersebut, Inayah mengeluarkan bolpoin dari dalam tasnya kemudian menambahkan satu poin yang menurutnya paling penting untuk melindungi dirinya kelak setelah menjadi istri kontrak Devano.

"Tidak ada kontak fisik berlebihan." gumam Devano saat membaca poin tambahan yang baru saja di tulis oleh Inayah. Devano hanya manggut-manggut.

"Lo mau mahar apa dari gue???." tanya Devano setelah Inayah selesai menandatangani kontrak pernikahan tersebut.

"Terserah Lo aja, lagian kita hanya nikah selama dua tahun kan. Gue juga nggak mau morotin Lo dengan minta mahar mahal-mahal." jawab Inayah.

Meskipun permintaan Inayah sesederhana itu bukan berarti Devano akan merendahkan gadis itu dalam urusan mahar, Apalagi ayahnya selalu mengajarkan pada ia dan Zevano untuk menghargai perempuan, termasuk dalam bentuk mahar jika keduanya menikah kelak.

Obrolan di antara keduanya berakhir di saat pelayan datang mengantarkan pesanan mereka.

Setengah jam kemudian, Devano dan Inayah sudah selesai makan siang. tidak ingin terlambat kembali ke kantor, Inayah lantas mengajak Devano untuk segera kembali ke gedung Galaxy group.

"Inayah..." Ketika berada di area parkiran, Inayah mendengar suara bariton seorang pria yang masih familiar di telinganya menyerukan namanya. Ia lantas menoleh ke sumber suara, di mana saat ini pria itu tengah mengayunkan langkah ke arahnya dan Devano.

"Inayah please maafin aku...aku sadar dulu sudah salah nuduh kamu selingkuh. tolong kasi aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya!!!."

Inayah tersenyum miring mendengar permintaan maaf dari mantan kekasihnya itu."kenapa baru sekarang??? Terus kamu bilang apa tadi, kesempatan???? Apa dulu kamu ngasih aku kesempatan buat jelasin semuanya, tidak kan ??? lalu untuk alasan apa aku harus ngasih kesempatan buat kamu, Ardi???."

Muak dengan wajah dan sikap mantan kekasihnya itu, Inayah lantas beranjak begitu saja tanpa menunggu jawaban Ardi. Namun baru hendak melangkah, Ardi langsung mencekal lengan Inayah.

Karena Inayah berusaha melepas cekalan tangannya, Ardi spontan mempererat cekalan tangannya pada lengan Inayah. "Lepasin...sakit....!!!"

"Jangan kasar sama cewek, bro!!!" Devano yang sejak tadi hanya menjadi penonton setia, kini bersuara sambil menghempas cekalan tangan Ardi dari lengan Inayah.

Sontak saja Ardi menatap Devano dengan tatapan sinis. "Bukan urusan Lo, jadi jangan ikut campur!!!." ketus Ardi.

Devano tersenyum meledek. "Gimana gue nggak ikut campur bro, kalo Lo udah bertindak kasar sama calon istri gue." Devano sengaja mengakui Inayah sebagai calon istrinya di depan mantan kekasih Inayah tersebut agar pria itu berhenti mengganggu Inayah.

"Calon istri???." ulang Ardi dengan dahi berkerut.

"Yes... Inayah calon istri gue. So, mulai sekarang jangan lagi gangguin dia!!!."

Ardi memalingkan pandangannya pada Inayah. "Dia bohong kan Nay....!!!." Ardi mengarahkan telunjuknya ke arah Devano. Namun Devano yang tidak suka dengan tindakan Ardi sontak menepis tangan Ardi.

Terpopuler

Comments

nuraeinieni

nuraeinieni

jgn bikin perjanjian nikah deva yg akhirx km sendiri nanti yg langgar,,,blm aja km rasakan,,ntar bucin loh

2024-08-06

1

Mrs.Riozelino Fernandez

Mrs.Riozelino Fernandez

sama2 demi nyokap nih ceritanya..

2024-07-16

1

Dinarra

Dinarra

lanjut kak

2024-07-15

0

lihat semua
Episodes
1 Putri Inayah.
2 Kekecewaan orang tua Devano.
3 Akhirnya menemukannya.
4 Tamparan Inayah.
5 Bertemu dengan kedua orang tua Devano.
6 Keputusan orang tua Devano.
7 Iba pada gadis itu.
8 Kontrak pernikahan.
9 Ibarat dihujam ribuan jarum.
10 Melamar.
11 Kedatangan Zena.
12 Kepergok oleh sahabat.
13 Berterus terang pada sahabat.
14 Pengakuan mengejutkan Alex.
15 Pernikahan Devano dan Inayah.
16 Berada di dalam satu kamar.
17 Menyambut menantu baru.
18 Perasaan aneh.
19 Tidur seranjang.
20 Mengunjungi rumah baru.
21 Reuni.
22 Merasa ada yang tidak beres.
23 Sesuatu yang sudah seharusnya terjadi.
24 Menjalani rumah tangga yang sesungguhnya.
25 Perkelahian antara Devano dan Pandu.
26 Pengakuan Laura tentang hubungan Devano dan Inayah.
27 Ketakutan Inayah.
28 Kecurigaan Devano.
29 Profesionalitas kerja.
30 Ular berbisa.
31 Misteri dibalik seorang Diana Larasati.
32 Berniat merebut.
33 Kecurigaan Inayah terhadap Laura.
34 Pegawai baru.
35 Luka dibalik sikap ceria seorang Inayah.
36 Di bayang-bayangi kejadian di masa lalu.
37 Di Landa Frustasi.
38 Perlahan terungkap.
39 Akhirnya terkuak.
40 Memupus dendam.
41 Perjodohan Zena.
42 Tindakan Zevano.
43 Ujian berbalas kebahagiaan.
44 Ungkapan perasaan.
45 Berita bahagia.
46 Menyadari perubahan sikap Zena.
47 Abimana Putra Sanjaya.
48 Keputusan Zevano.
49 Rencana konferensi pers.
50 Calon istri.
51 kedatangan Pandu.
52 Kebaikan memang selalu mampu menyentuh hati.
53 Malu bukan main.
54 Saling menerima.
55 Cemburu????
56 Hari pernikahan Zevano dan Zena.
57 RESEPSI PERNIKAHAN.
58 Malam pertama.
59 Baby girl.
60 Menjalani kehidupan yang damai.
61 Episode terakhir.
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Putri Inayah.
2
Kekecewaan orang tua Devano.
3
Akhirnya menemukannya.
4
Tamparan Inayah.
5
Bertemu dengan kedua orang tua Devano.
6
Keputusan orang tua Devano.
7
Iba pada gadis itu.
8
Kontrak pernikahan.
9
Ibarat dihujam ribuan jarum.
10
Melamar.
11
Kedatangan Zena.
12
Kepergok oleh sahabat.
13
Berterus terang pada sahabat.
14
Pengakuan mengejutkan Alex.
15
Pernikahan Devano dan Inayah.
16
Berada di dalam satu kamar.
17
Menyambut menantu baru.
18
Perasaan aneh.
19
Tidur seranjang.
20
Mengunjungi rumah baru.
21
Reuni.
22
Merasa ada yang tidak beres.
23
Sesuatu yang sudah seharusnya terjadi.
24
Menjalani rumah tangga yang sesungguhnya.
25
Perkelahian antara Devano dan Pandu.
26
Pengakuan Laura tentang hubungan Devano dan Inayah.
27
Ketakutan Inayah.
28
Kecurigaan Devano.
29
Profesionalitas kerja.
30
Ular berbisa.
31
Misteri dibalik seorang Diana Larasati.
32
Berniat merebut.
33
Kecurigaan Inayah terhadap Laura.
34
Pegawai baru.
35
Luka dibalik sikap ceria seorang Inayah.
36
Di bayang-bayangi kejadian di masa lalu.
37
Di Landa Frustasi.
38
Perlahan terungkap.
39
Akhirnya terkuak.
40
Memupus dendam.
41
Perjodohan Zena.
42
Tindakan Zevano.
43
Ujian berbalas kebahagiaan.
44
Ungkapan perasaan.
45
Berita bahagia.
46
Menyadari perubahan sikap Zena.
47
Abimana Putra Sanjaya.
48
Keputusan Zevano.
49
Rencana konferensi pers.
50
Calon istri.
51
kedatangan Pandu.
52
Kebaikan memang selalu mampu menyentuh hati.
53
Malu bukan main.
54
Saling menerima.
55
Cemburu????
56
Hari pernikahan Zevano dan Zena.
57
RESEPSI PERNIKAHAN.
58
Malam pertama.
59
Baby girl.
60
Menjalani kehidupan yang damai.
61
Episode terakhir.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!