Pernikahan Devano dan Inayah.

Beberapa hari kemudian.

Mengingat hari pernikahannya bersama Devano hanya tinggal dua hari lagi, Inayah pun mengajak Devano untuk berkunjung ke makam ibu kandungnya. Ya, meskipun pernikahan mereka akan berakhir dalam dua tahun mendatang, Inayah merasa perlu mengajak calon suaminya untuk mengunjungi makam ibu kandungnya.

Di perjalanan menuju area pemakaman umum, sesekali Devano melirik pada Inayah yang duduk di samping kursi kemudi dengan pandangan lurus ke depan. Ia tidak menyangka jika ternyata gadis di sampingnya itu lah yang sudah berhasil mencuri hati sahabatnya, Alex.

"Gue minta, jangan pernah berselingkuh dengan pria manapun selama status Lo masih menjadi istri gue!!!." kalimat itu terucap begitu saja dari mulut Devano.

"Lo tenang aja, lagian gue bukan tipikal wanita yang suka berselingkuh, apalagi sampai balikan sama si cecunguk itu." siapa lagi yang dimaksud Inayah kalau bukan mantan kekasihnya, Ardi. mengingat Ardi satu-satunya pria yang pernah dekat dengannya, maka wajar kalau Inayah berpikir Devano sedang menyindir mantan kekasihnya itu.

Kurang lebih setengah jam menempuh perjalanan kini mobil Devano tiba di area pemakaman umum, di mana kini jasad ibunya Inayah terbaring di bawah batu nisan. dari lokasi Devano memarkirkan mobilnya, mereka harus berjalan kaki sejauh lima puluh meter untuk menuju makam ibunya Inayah.

Setibanya di samping makam ibunya, Inayah berjongkok di depan pusara ibunya. "assalamualaikum..mah....maaf ya mah, Nay baru sempat berkunjung ke makam mama!!." Inayah bergumam seraya menabur bunga di atas makam ibunya, dan itu tak luput dari perhatian Devano. bahkan senyum palsu Inayah di depan pusara ibunya pun tak luput dari perhatian Devano. Mulut mungkin bisa tersenyum bahkan berdusta tapi manik mata tidak akan sanggup untuk berdusta, dan itu yang kini dilihat oleh Devano dalam diri Inayah. bibirnya tersenyum namun kedua bola matanya sudah mulai berkaca-kaca.

"Oh iya mah... kenalin ini Devano, calon suami Nay." Inayah kembali bergumam seakan memperkenalkan sosok Devano di depan pusara ibunya.

"Devano, calon suaminya Nay, Tante....." Devano ikut melipat lutut di samping pusara ibunya Inayah.

"Mah sebentar lagi Inayah akan segera menikah... Seandainya saja mama masih ada di sini, mama pasti bisa hadir di acara pernikahan, Nay." kalimat Inayah terucap bersamaan dengan linangan air mata yang membasahi pipinya. "Tapi mama nggak perlu mencemaskan Nay, karena sekarang Putri kecil mama dulu sudah dewasa, sudah bisa jaga diri!!!."

Menyaksikan air mata pilu Inayah, tangan besar Devano terulur begitu saja untuk mengelus lembut rambut panjang gadis itu.

"Gue kangen banget sama nyokap gue, Dev." meskipun Inayah tidak mengungkapkannya sekalipun, Devano bisa melihat kerinduan yang mendalam dari sorot mata Inayah.

"Iya, gue tahu itu Nay..." entah sadar atau tidak, Devano membenamkan wajah Inayah pada dada bidangnya.

Karena sinar matahari semakin terik, mereka pun memutuskan untuk segera beranjak meninggalkan area pemakaman, setengah jam kemudian.

**

Tidak terasa hari yang dinanti pun tiba, yakni hari pernikahan Devano dan Inayah. Pernikahan keduanya dilangsungkan di rumah peninggalan ibunya Inayah, sesuai dengan permintaan dari gadis itu. rumah yang awalnya sudah kosong melompong tanpa perabotan apapun, kini sudah terisi kembali dengan Furniture lengkap, dan siapa lagi pelakunya kalau bukan Devano. Bukan hanya mengisi rumah itu dengan furniture lengkap namun Devano juga memperkerjakan dua orang asisten rumah tangga di sana.

"Kenapa sih mama nggak pernah cerita kalau yang membeli rumah ini calon suaminya Inayah??." kesal sekaligus iri menyatu di benak Laura Ketika menghadiri acara pernikahan saudari tirinya itu.

"Mama juga baru tau, soalnya kata papa yang membeli rumah ini salah satu pengusaha dari pulau Kalimantan." ibunya memberi jawaban sesuai dengan pengakuan suaminya.

Ternyata bukan hanya Laura dan ibunya yang tidak menyangka jika ternyata pemilik baru rumah tersebut adalah Devano, calon menantunya. Jujur, ada rasa malu di hati ayahnya Inayah dihadapan Devano. Apalagi sehari sebelumnya Devano mengatakan padanya sengaja membeli rumah tersebut untuk dijadikan mahar pernikahan untuk Inayah.

Pernikahan tersebut digelar secara sederhana sesuai dengan permintaan Inayah. Bukan tanpa alasan, perjanjian pernikahan yang hanya akan berjalan selama dua tahun ke depan membuat Inayah memilih untuk melangsungkan pernikahan secara sederhana, tanpa adanya resepsi pernikahan. Awalnya kedua orang tua Devano keberatan, namun dengan berbagai macam alasan akhirnya Inayah berhasil meyakinkan calon mertuanya itu.

Meski acara pernikahan mereka digelar di rumah peninggalan ibunya Inayah, tapi kedua orang tua Devano meminta keduanya untuk segera kembali ke kediaman papa Riza, untuk tinggal sementara waktu usai ijab qobul.

Waktu terus berlalu hingga beberapa saat kemudian terdengar suara penghulu serta tamu undangan yang hadir kompak berseru.

"Sah."

"Sah."

"Sah."

Setelah Devano mengucapkan kalimat sakral ijab qobul dengan sekali tarikan napas.

"Selamat ananda Devano, sekarang anda telah resmi menjadi seorang suami. Jadilah imam yang baik, bimbing dan tuntun lah istri ananda ke jalan yang diridhoi oleh tuhan!!!." wejangan dari pak penghulu mampu membuat Devano terpaku untuk sejenak, sebelum sesaat kemudian ia mengangguk pertanda paham.

Tak lama kemudian Inayah berjalan dari kamarnya menuju ruang akad, dengan di apit oleh mama Fana dan ibu tirinya. Sebenarnya Inayah sudah terlalu jengah melihat sandiwara ibu tirinya yang menunjukkan sikap manisnya di depan semua orang, seakan wanita itu begitu menyayangi Inayah layaknya anak kandung sendiri. Padahal kenyataannya sikap aslinya sangat berbanding terbalik.

"Dia memang sangat berbeda." dari tempatnya duduk, Alex terdengar bergumam lirih ketika pandangannya ikut menyaksikan langkah Inayah berjalan ke arah meja ijab hendak bergabung bersama pria yang kini telah resmi menjadi suaminya.

Devano memang tidak dapat mendengar gumaman sahabatnya itu, tetapi sebagai sesama pria dewasa, Devano paham betul arti sorot mata Alex ketika memandang Inayah. Mungkin karena Inayah sudah resmi menjadi istrinya atau seperti apa, yang jelas ada rasa tak suka di hati Devano ketika melihat sorot mata Alex saat menatap Inayah, apalagi pria itu pernah terang-terangan mengakui perasaannya terhadap Inayah.

Setibanya dihadapan Devano yang juga tengah menanti kedatangannya, Inayah mengulurkan tangannya untuk menyalami pria yang kini telah menjadi imam dalam rumah tangga mereka. di dalam mimpi sekalipun, Inayah tidak pernah membayangkan akan mencium punggung tangan pria yang merupakan musuh bebuyutannya tersebut, tetapi hari ini hal itu dilakukan Inayah sebagai penghormatan seorang istri terhadap suami. Kemudian di balas Devano dengan mengecup kening Inayah dengan durasi yang cukup lama. Bukan karena Devano yang menginginkannya tetapi karena Fotografer yang bertugas mengabadikan momen pernikahan mereka yang memberi instruksi sebelum kemudian melakukan pengambilan gambar. Tak jauh berbeda dengan Inayah, jangankan untuk mengecup kening gadis itu, membayangkan bisa berkomunikasi layaknya manusia normal pada umumnya saja tak pernah terbayangkan sebelumnya dibenak Devano, mengingat setiap kali berdekatan keduanya selalu saja berdebat. Masalah kecil sekalipun akan dibesar-besarkan jika sudah melibatkan keduanya.

Terpopuler

Comments

Jaspit Elmiyanti

Jaspit Elmiyanti

sedih juga jalan hidup Inayah, tapi setelah menikah bahagia akan datang Inayah, semoga

2025-01-02

0

Wirda Wati

Wirda Wati

semoga bahagia inayah

2025-03-14

0

nuraeinieni

nuraeinieni

nanti jg perjanjianx di langgar oleh dev,,;apalagi istrix cantik,,nggak bakalan tuh di anggurin.

2024-08-10

0

lihat semua
Episodes
1 Putri Inayah.
2 Kekecewaan orang tua Devano.
3 Akhirnya menemukannya.
4 Tamparan Inayah.
5 Bertemu dengan kedua orang tua Devano.
6 Keputusan orang tua Devano.
7 Iba pada gadis itu.
8 Kontrak pernikahan.
9 Ibarat dihujam ribuan jarum.
10 Melamar.
11 Kedatangan Zena.
12 Kepergok oleh sahabat.
13 Berterus terang pada sahabat.
14 Pengakuan mengejutkan Alex.
15 Pernikahan Devano dan Inayah.
16 Berada di dalam satu kamar.
17 Menyambut menantu baru.
18 Perasaan aneh.
19 Tidur seranjang.
20 Mengunjungi rumah baru.
21 Reuni.
22 Merasa ada yang tidak beres.
23 Sesuatu yang sudah seharusnya terjadi.
24 Menjalani rumah tangga yang sesungguhnya.
25 Perkelahian antara Devano dan Pandu.
26 Pengakuan Laura tentang hubungan Devano dan Inayah.
27 Ketakutan Inayah.
28 Kecurigaan Devano.
29 Profesionalitas kerja.
30 Ular berbisa.
31 Misteri dibalik seorang Diana Larasati.
32 Berniat merebut.
33 Kecurigaan Inayah terhadap Laura.
34 Pegawai baru.
35 Luka dibalik sikap ceria seorang Inayah.
36 Di bayang-bayangi kejadian di masa lalu.
37 Di Landa Frustasi.
38 Perlahan terungkap.
39 Akhirnya terkuak.
40 Memupus dendam.
41 Perjodohan Zena.
42 Tindakan Zevano.
43 Ujian berbalas kebahagiaan.
44 Ungkapan perasaan.
45 Berita bahagia.
46 Menyadari perubahan sikap Zena.
47 Abimana Putra Sanjaya.
48 Keputusan Zevano.
49 Rencana konferensi pers.
50 Calon istri.
51 kedatangan Pandu.
52 Kebaikan memang selalu mampu menyentuh hati.
53 Malu bukan main.
54 Saling menerima.
55 Cemburu????
56 Hari pernikahan Zevano dan Zena.
57 RESEPSI PERNIKAHAN.
58 Malam pertama.
59 Baby girl.
60 Menjalani kehidupan yang damai.
61 Episode terakhir.
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Putri Inayah.
2
Kekecewaan orang tua Devano.
3
Akhirnya menemukannya.
4
Tamparan Inayah.
5
Bertemu dengan kedua orang tua Devano.
6
Keputusan orang tua Devano.
7
Iba pada gadis itu.
8
Kontrak pernikahan.
9
Ibarat dihujam ribuan jarum.
10
Melamar.
11
Kedatangan Zena.
12
Kepergok oleh sahabat.
13
Berterus terang pada sahabat.
14
Pengakuan mengejutkan Alex.
15
Pernikahan Devano dan Inayah.
16
Berada di dalam satu kamar.
17
Menyambut menantu baru.
18
Perasaan aneh.
19
Tidur seranjang.
20
Mengunjungi rumah baru.
21
Reuni.
22
Merasa ada yang tidak beres.
23
Sesuatu yang sudah seharusnya terjadi.
24
Menjalani rumah tangga yang sesungguhnya.
25
Perkelahian antara Devano dan Pandu.
26
Pengakuan Laura tentang hubungan Devano dan Inayah.
27
Ketakutan Inayah.
28
Kecurigaan Devano.
29
Profesionalitas kerja.
30
Ular berbisa.
31
Misteri dibalik seorang Diana Larasati.
32
Berniat merebut.
33
Kecurigaan Inayah terhadap Laura.
34
Pegawai baru.
35
Luka dibalik sikap ceria seorang Inayah.
36
Di bayang-bayangi kejadian di masa lalu.
37
Di Landa Frustasi.
38
Perlahan terungkap.
39
Akhirnya terkuak.
40
Memupus dendam.
41
Perjodohan Zena.
42
Tindakan Zevano.
43
Ujian berbalas kebahagiaan.
44
Ungkapan perasaan.
45
Berita bahagia.
46
Menyadari perubahan sikap Zena.
47
Abimana Putra Sanjaya.
48
Keputusan Zevano.
49
Rencana konferensi pers.
50
Calon istri.
51
kedatangan Pandu.
52
Kebaikan memang selalu mampu menyentuh hati.
53
Malu bukan main.
54
Saling menerima.
55
Cemburu????
56
Hari pernikahan Zevano dan Zena.
57
RESEPSI PERNIKAHAN.
58
Malam pertama.
59
Baby girl.
60
Menjalani kehidupan yang damai.
61
Episode terakhir.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!