Berada di dalam satu kamar.

Baik jantung Devano dan juga Inayah sama-sama berdegup kencang dalam posisi seperti saat ini, di mana Fotografer meminta Devano memeluk pinggang Inayah dari belakang guna proses pengambilan gambar. mengingat hampir semua perhatian tertuju pada mereka berdua, Devano dan Inayah hanya bisa pasrah tanpa berani protes.

Mama Fana dan papa Riza merasa terharu melihat putra sulung mereka yang kini telah berubah status menjadi seorang suami.

Mengingat acara pernikahan mereka hanya di gelar secara sederhana tanpa adanya resepsi pernikahan, pada pukul satu siang semua prosesi acara pun telah selesai. beberapa kerabat dekat serta sahabat Inayah dan Devano pun telah kembali ke rumah masing-masing, dan kini yang tersisa hanya tinggal keluarga inti termasuk ibu dan saudari tiri Inayah. Sebenarnya Inayah malas menganggap keduanya sebagai keluarga, pasalnya mereka pun tidak pernah memperlakukan dirinya layaknya keluarga. Namun demi menjaga nama baik keluarganya, Inayah tetap bersikap sopan terhadap ibu serta saudari tirinya di depan anggota keluarga Devano. Tapi bukan Laura namanya jika tidak suka mencari-cari masalah dengan Inayah. Seperti halnya kali ini, Laura sengaja menyusul langkah Inayah yang baru saja pamit ke kamar untuk mengambil ponselnya.

"Sepertinya pria itu sudah benar-benar ketagihan dengan cara service Lo , sampai rela menikahi gadis mura_han kayak Lo." Inayah sontak menghentikan langkahnya ketika mendengar kalimat menyakitkan yang baru saja terucap dari mulut kurang ajar Laura.

Inayah menghela napas dalam-dalam seolah saat ini organ pernapasannya membutuhkan pasokan oksigen lebih. jika ingin menuruti keinginan hatinya, ingin sekali rasanya Inayah merobek mulut kurang ajar saudari tirinya tersebut. tapi mengingat semua anggota keluarga Devano masih berada di rumah itu maka Inayah berusaha meredam emosinya. Ia membalikkan badan menghadap pada Laura yang tengah menatapnya sinis sembari melipat kedua tangan di depan da_da.

"Yang jelas cara gue memberikan service jauh lebih mantap dan memuaskan ketimbang Elo, saudariku." sepertinya Inayah merubah triknya. Jika sebelumnya ia sangat berapi-api dalam menghadapi tudingan buruk Laura, kini ia justru sengaja berdusta dihadapan Laura. Ia tahu betul jika saudari tirinya itu pasti akan merasa terluka dengan ucapannya yang membanding-bandingkan seperti itu. Terlebih ia tahu seperti apa perangai buruk Laura selama ini. Ya, tanpa sepengetahuan ibunya, Laura sering sekali menginap di hotel bersama pria hidung belang, hanya untuk mendapatkan uang banyak demi memenuhi gaya hidupnya yang setinggi langit.

Sepertinya Laura percaya dengan semua pengakuan dusta Inayah. Buktinya, ia yang merasa tersaingi nampak mengeratkan kepalan tangannya. "Mana mungkin gadis kelas rendahan kayak Lo mampu mengalahkan cara gue dalam memuaskan pria, Inayah." Laura tersenyum remeh, tanpa sadar secara tidak langsung ia telah mengakui keburukannya di hadapan Inayah. "Dari semua klien gue nggak ada satupun yang komplain karena nggak puas atas pelayanan gue." imbuh Laura dengan percaya dirinya.

Inayah kembali menyeringai. "Oh ya...kalau begitu selamat atas pencapaiannya, saudari tiri gue yang tersayang."

Usai mengucapkan kalimat tersebut Inayah lantas berbalik badan, masuk ke dalam kamarnya tanpa peduli dengan ekspresi geram yang terpatri di wajah Laura. Ia tidak menyangka, tanpa harus repot-repot mencari bukti tentang keburukan saudari tirinya itu, secara terang-terangan Laura mengakuinya sendiri di hadapannya.

Setelah tubuh Inayah menghilang di balik pintu, barulah Laura menyadari semua ucapannya dihadapan Inayah barusan. "Oh astaga....apa yang sudah gue lakukan??? brengsek Lo, Inayah...." umpat Laura, kini ia sadar jika Inayah memang sengaja memancing dirinya.

Laura kembali bergabung bersama yang lainnya di ruang tengah.

Tak lama kemudian, Inayah kembali dari kamarnya. "Oh iya Ra, bukannya tadi kamu ingin menyampaikan sesuatu sama mama dan papa???." ujar Inayah dengan santainya, setelah mendaratkan bobotnya di samping Devano.

"Itu loh, sesuatu yang kamu sampaikan sama mbak tadi." melihat wajah Laura berubah pucat pasti, Inayah semakin bersemangat mengerjai saudari tirinya itu. Menurut Inayah sudah cukup ibu dan saudari tirinya itu menindas dirinya selama ini. Toh selama ini ia mengalah hanya agar bisa tetap tinggal di rumah peninggalan ibunya. Jika kini rumah tersebut telah menjadi miliknya seutuhnya, lalu untuk apalagi ia terus berdiam diri menghadapi sikap semena-mena kedua wanita munafik itu.

ayahnya Inayah sontak menoleh pada Laura, "memangnya kamu mau ngomong apa, sayang???." tanya pria paru baya tersebut pada anak sambungnya.

"Anu...eh...itu pah...."

Laura semakin gelagapan. dengan tatapan geram, Ia menoleh pada Inayah. "Awas kamu Inayah." batinnya.

"Ternyata selama ini Laura_."

"Selama ini Laura ingin sekali bekerja di perusahaan, tapi Laura masih sungkan untuk menyampaikan keinginan Laura sama papah." dengan cepat Laura menyela kalimat Inayah, padahal kenyataannya Inayah tidak benar-benar ingin menyampaikan pengakuannya beberapa saat yang lalu kepada kedua orang tua mereka, terlebih saat ini ada anggota keluarga Devano di sana.

Dalam hati, Inayah tersenyum puas. Laura yang dikenalnya sebagai wanita manja akhirnya mengutarakan keinginan palsunya disaat posisinya terjepit seperti saat ini. Ya, Laura hanya mengucapkan kalimat apa saja yang terlintas di pikirannya tanpa berpikir panjang.

"Astaga sayang...kalau kamu memang ingin bekerja tentu saja papah akan mendukungnya, dan papa juga akan memberi posisi yang pas buat kamu di perusahaan." jawab ayahnya Inayah dengan perasaan lega. Tadinya ia berpikir apa yang ingin disampaikan oleh Laura kepada mereka.

Kedua orang tua Devano ikut tersenyum, mereka berpikir ibu serta saudari tiri Inayah pasti memperlakukan menantu mereka dengan baik selama ini, melihat interaksi di antara satu sama lain.

*

Di perjalanan kembali dari acara pernikahan Inayah, dalam hati tak henti-hentinya Laura mengumpat saudari tirinya itu. "Dasar Inayah sial_an... kayaknya dia emang sengaja ngerjain gue..." batin Laura geram.

"Oh No.... Mana mungkin wanita secantik gue mau bekerja kantoran, gue lebih cocok jadi model." lanjut batin Laura, ia nampak memijat kepalanya yang tiba-tiba saja terasa berdenyut memikirkan semua itu.

*

Kini hanya tinggal Devano dan Inayah saja yang tersisa karena semua anggota keluarga Devano lebih dulu kembali ke kediaman mereka. berada di dalam satu kamar bersama dengan Inayah mampu membuat Devano tanpa sadar menarik salah satu sudut bibirnya. bukan apa-apa, semua yang terjadi saat ini tidak pernah terbayangkan sedikitpun dibenaknya. sejak duduk di taman kanak-kanak, Devano dan Inayah tidak pernah akur tapi kini mereka justru disatukan oleh ikatan suci pernikahan.

Inayah yang merasa tubuhnya sudah sangat gerah lantas berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, tanpa peduli dengan Devano yang tengah duduk melamun di sofa sembari meluruskan pandangan ke arah tempat tidur yang bertabur kelopak Bunga mawar merah. Kurang dari satu jam akhirnya Inayah pun keluar dari kamar mandi. Dengan santainya gadis itu melangkah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe untuk menutupi tubuh polosnya, sembari mengeringkan rambutnya yang basah dengan sehelai handuk kecil. Menurut Inayah seorang pria yang menaruh hati pada seorang wanita tidak akan berpikir macam-macam apalagi sampai memiliki has_rat terhadap wanita lain, dan itu yang ada dipikiran Inayah tentang Devano saat ini. Apalagi ia merasa dirinya tidak ada apa-apanya dibanding Zena, pemilik hati seorang Devano putra Fathariano.

Terpopuler

Comments

Wirda Wati

Wirda Wati

kamu salah Inayah...
cinta hadir Krn terbiasa...
Deva udah mulai bucin 🤣

2025-03-14

0

nuraeinieni

nuraeinieni

jgn salah inayah,,,devano sdh pnx perasaan sama kamu hnx dia belum menyadarix

2024-08-10

0

secret

secret

next thor, semangatt

2024-07-30

0

lihat semua
Episodes
1 Putri Inayah.
2 Kekecewaan orang tua Devano.
3 Akhirnya menemukannya.
4 Tamparan Inayah.
5 Bertemu dengan kedua orang tua Devano.
6 Keputusan orang tua Devano.
7 Iba pada gadis itu.
8 Kontrak pernikahan.
9 Ibarat dihujam ribuan jarum.
10 Melamar.
11 Kedatangan Zena.
12 Kepergok oleh sahabat.
13 Berterus terang pada sahabat.
14 Pengakuan mengejutkan Alex.
15 Pernikahan Devano dan Inayah.
16 Berada di dalam satu kamar.
17 Menyambut menantu baru.
18 Perasaan aneh.
19 Tidur seranjang.
20 Mengunjungi rumah baru.
21 Reuni.
22 Merasa ada yang tidak beres.
23 Sesuatu yang sudah seharusnya terjadi.
24 Menjalani rumah tangga yang sesungguhnya.
25 Perkelahian antara Devano dan Pandu.
26 Pengakuan Laura tentang hubungan Devano dan Inayah.
27 Ketakutan Inayah.
28 Kecurigaan Devano.
29 Profesionalitas kerja.
30 Ular berbisa.
31 Misteri dibalik seorang Diana Larasati.
32 Berniat merebut.
33 Kecurigaan Inayah terhadap Laura.
34 Pegawai baru.
35 Luka dibalik sikap ceria seorang Inayah.
36 Di bayang-bayangi kejadian di masa lalu.
37 Di Landa Frustasi.
38 Perlahan terungkap.
39 Akhirnya terkuak.
40 Memupus dendam.
41 Perjodohan Zena.
42 Tindakan Zevano.
43 Ujian berbalas kebahagiaan.
44 Ungkapan perasaan.
45 Berita bahagia.
46 Menyadari perubahan sikap Zena.
47 Abimana Putra Sanjaya.
48 Keputusan Zevano.
49 Rencana konferensi pers.
50 Calon istri.
51 kedatangan Pandu.
52 Kebaikan memang selalu mampu menyentuh hati.
53 Malu bukan main.
54 Saling menerima.
55 Cemburu????
56 Hari pernikahan Zevano dan Zena.
57 RESEPSI PERNIKAHAN.
58 Malam pertama.
59 Baby girl.
60 Menjalani kehidupan yang damai.
61 Episode terakhir.
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Putri Inayah.
2
Kekecewaan orang tua Devano.
3
Akhirnya menemukannya.
4
Tamparan Inayah.
5
Bertemu dengan kedua orang tua Devano.
6
Keputusan orang tua Devano.
7
Iba pada gadis itu.
8
Kontrak pernikahan.
9
Ibarat dihujam ribuan jarum.
10
Melamar.
11
Kedatangan Zena.
12
Kepergok oleh sahabat.
13
Berterus terang pada sahabat.
14
Pengakuan mengejutkan Alex.
15
Pernikahan Devano dan Inayah.
16
Berada di dalam satu kamar.
17
Menyambut menantu baru.
18
Perasaan aneh.
19
Tidur seranjang.
20
Mengunjungi rumah baru.
21
Reuni.
22
Merasa ada yang tidak beres.
23
Sesuatu yang sudah seharusnya terjadi.
24
Menjalani rumah tangga yang sesungguhnya.
25
Perkelahian antara Devano dan Pandu.
26
Pengakuan Laura tentang hubungan Devano dan Inayah.
27
Ketakutan Inayah.
28
Kecurigaan Devano.
29
Profesionalitas kerja.
30
Ular berbisa.
31
Misteri dibalik seorang Diana Larasati.
32
Berniat merebut.
33
Kecurigaan Inayah terhadap Laura.
34
Pegawai baru.
35
Luka dibalik sikap ceria seorang Inayah.
36
Di bayang-bayangi kejadian di masa lalu.
37
Di Landa Frustasi.
38
Perlahan terungkap.
39
Akhirnya terkuak.
40
Memupus dendam.
41
Perjodohan Zena.
42
Tindakan Zevano.
43
Ujian berbalas kebahagiaan.
44
Ungkapan perasaan.
45
Berita bahagia.
46
Menyadari perubahan sikap Zena.
47
Abimana Putra Sanjaya.
48
Keputusan Zevano.
49
Rencana konferensi pers.
50
Calon istri.
51
kedatangan Pandu.
52
Kebaikan memang selalu mampu menyentuh hati.
53
Malu bukan main.
54
Saling menerima.
55
Cemburu????
56
Hari pernikahan Zevano dan Zena.
57
RESEPSI PERNIKAHAN.
58
Malam pertama.
59
Baby girl.
60
Menjalani kehidupan yang damai.
61
Episode terakhir.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!