Kedatangan Zena.

Jika Laura uring-uringan di kamarnya, tak terima Inayah baru saja di lamar oleh anak dari pengusaha kaya raya, ayahnya Inayah justru tak sabar menunggu panggilan teleponnya tersambung.

Dua kali panggilan namun Inayah tak kunjung menjawab panggilannya, barulah pada panggilan ketiga Inayah menjawab panggilan telepon darinya.

"Halo, pah" terdengar suara Inayah dari seberang sana.

"Kenapa kamu tidak pernah bilang ke papa kalau kamu menjalin hubungan spesial dengan putra dari tuan Rizaidan Fathariano, Nay???." tanpa basa-basi ayahnya langsung saja melontarkan kalimat tersebut hingga membuat Inayah di seberang sana tersenyum miris mendengarnya.

"Memangnya itu penting bagi papa???." kalimat sarkas di lontarkan Inayah, tapi sayangnya ayahnya tak cukup peka untuk memahaminya. Buktinya pria paru baya tersebut justru melontarkan kalimat yang berhasil membuat hati putrinya mencelos mendengarnya.

"Tentu saja penting Nay, saat ini perusahaan Galaxy group merupakan investor besar untuk perusahaan papa, kalau papa tau kamu menjalin hubungan spesial dengan putra tuan Rizaidan tentu saja papa tidak perlu repot-repot mencari cara untuk menemui CEO galaxy group sebelumnya."

Penjelasan ayahnya terdengar begitu miris ditelinga Inayah. ia berpikir tujuan ayahnya menghubungi dirinya untuk menanyakan kabarnya. menanyakan di mana ia tinggal saat ini??? Apakah dia tinggal di tempat yang layak atau justru jadi gelandangan di jalan??? Tetapi nyatanya keperluan ayahnya sampai menghubungi dirinya semata-mata hanya untuk keperluan pribadinya.

"Tadi kekasih kamu beserta kedua orang tuanya berkunjung ke rumah dan tujuan mereka adalah untuk melamar kamu." lanjut ujar ayahnya Inayah ketika Inayah masih senyap tak bersuara. "Dan papa menerima lamarannya." imbuh pria paru baya tersebut.

"Baguslah." hanya itu komentar Inayah. dahulu ketika masih menjalin hubungan asmara dengan Ardi, harapan Inayah pria itu datang melamarnya setelah mereka lulus kuliah. Tapi sebelum itu terjadi, hubungan mereka kandas dan Ardi telah menjalin hubungan dengan gadis lain tepat dua hari setelah memutuskan hubungan dengannya. Setelah hubungannya dengan Ardi berakhir Inayah tak pernah lagi mau mengenal yang namanya laki-laki, hingga keisengannya justru membawa takdirnya menikah dengan Devano Putra Fathariano, pria yang tidak pernah akur dengannya sejak dulu.

"Sudah larut malam Pah, Inayah mau istirahat." tidak ingin hatinya semakin terluka dengan statement ayahnya selanjutnya, Inayah pamit menyudahi panggilan.

**

Keesokan paginya.

"Selamat pagi Om... Pagi aunty....." sapa Zena yang pagi itu datang berkunjung di kediaman papa Riza.

"Pagi sayang...." mama Fana memeluk putri dari sahabatnya itu barang sejenak. "Kapan kamu tiba dari Singapore, sayang???." lanjut tanya mama Fana.

"Zena baru saja tiba semalam, aunty." sejak kecil Zena terbilang cukup dekat dengan anggota keluarga papa Riza. Buktinya, gadis itu ikut bergabung untuk sarapan bersama di meja makan.

Gadis itu melirik pada Zevano yang tengah sibuk menghabiskan sarapannya. "Hari ini Mas Zeva sibuk banget, nggak????." tanya Zena dengan gayanya yang sedikit manja.

"Sejak pagi hingga sore nanti mas banyak urusan di kantor, Zena." tanpa berpikir panjang Zevano menjawab pertanyaan dari gadis itu. Sebenarnya schedule Zevano hari ini tidak begitu padat, ia hanya sengaja beralasan. Ya, sejak Zeva secara terang-terangan mengakui perasaannya pada Zevano, pemuda itu mulai menjaga jarak dengan gadis itu. di matanya Zena tak lebih dari seorang adik perempuan baginya tidak lebih, itulah sebabnya menjaga jarak menjadi pilihan Zevano agar Zena tidak berharap lebih padanya.

Badan Zena layu seketika mendengar jawaban Zevano. "Oh begitu ya...." padahal siang ini rencananya ia akan mengajak Zevano untuk menemaninya menghadiri pameran lukisan internasional di salah satu hotel berbintang di ibukota.

"Hari ini mas Deva libur kerja, gimana kalau mbak Zena perginya sama mas Deva aja!!." saran Lana. Selain mama Fana dan Inayah, tak ada orang lain yang tahu tentang perasaan Devano terhadap Zena termasuk Lana dan Zevano sekalipun.

"Benar begitu, mas???." Zena beralih pada Devano yang duduk di samping Zevano.

"Sebenarnya hari ini mas Deva emang libur, tapi mas Deva harus menemani calon istrinya mencari cincin pernikahan, Zena." bukannya beralasan tapi mama Fana berkata apa adanya, pagi ini ia meminta Devano untuk menemani Inayah mencari cincin pernikahan mereka.

"Cincin pernikahan??? Emangnya mas Deva mau menikah???." Zena cukup terkejut dengan penyampaian mama Fana. pasalnya selama ini ia tidak pernah mendengar kembaran Zevano tersebut dekat dengan gadis manapun.

Mama Fana membenarkan ucapan Zena.

"Aku jadi penasaran dengan wanita yang mampu menaklukkan hatinya mas Deva." ucap Zena sebelum meneguk segelas susu.

"Putri Inayah. nama calon istrinya mas Deva putra Inayah."

Nama yang baru saja terucap dari mulut mama Fana hampir saja membuat Zena menyemburkan susu dari dalam mulutnya, saking kagetnya.

"Putri Inayah, teman sekelas aku dan mas Deva Waktu SMA dulu???." ulang Zena setelah bersusah-payah menelan sisa susu di dalam mulutnya.

Zevano yang menjawab dengan anggukan kepala, seolah paham dengan isi kepala Zena saat ini. Sebenarnya bukan hanya Zena saja, siapa pun yang tahu tentang permusuhan antara Devano dan Inayah pasti akan terkejut setengah mati mendengar kabar tersebut. Pasalnya keduanya merupakan musuh bebuyutan sejak tadi dulu mana mungkin tiba-tiba saling jatuh cinta dan menikah. Tetapi jika memang seperti itu adanya, Zena hanya bisa berdoa semoga keduanya bisa membina keluarga bahagia kelak.

Biasanya Devano akan dengan senang hati jika berkesempatan untuk pergi bersama dengan Zena, tapi entah kenapa kali ini ia merasa perasaannya biasa saja.

"Sebaiknya kamu segera pergi menjemput Inayah, mas, kasian jika Inayah lama menunggu!!." saran ibunya setelah Devano selesai sarapan.

Devano mengiyakan. pria itu lantas beranjak hendak menjemput Inayah di depan mini market yang letaknya tak jauh dari apartemen Ayu. Awalnya Devano ingin menjemput Inayah di apartemen Ayu, namun gadis itu menolak dengan alasan sahabatnya itu belum tahu menahu tentang rencana pernikahan mereka yang akan dilangsungkan sebentar lagi.

"Lama amat sih Lo, gue hampir akaran kelamaan nunggu di sini." omel Inayah ketika Devano baru saja tiba.

"Sorry... sorry...." sahut Devano sambil mencondongkan tubuhnya ke arah jendela samping kiri mobilnya.

Setelah Inayah masuk ke mobil, Devano lantas kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju salah satu pusat perbelanjaan terbesar di ibukota.

"Kenapa nggak tinggal bareng keluarga Lo aja???." pertanyaan Devano sekaligus memecah keheningan di dalam mobil.

"Nggak papa cuma mau belajar hidup mandiri saja." jawab Inayah dengan pandangan lurus ke depan.

Inayah yang enggan menoleh padanya meyakinkan dugaan Devano jika gadis itu sedang beralasan untuk menutupi kenyataan yang terjadi dalam keluarganya. Devano tak lagi banyak bertanya, sadar jika Inayah tak nyaman jika ia membahas tentang keluarganya, lagi pula saat ini mereka belum menikah dan ia harus tahu diri untuk tidak banyak ikut campur dalam urusan keluarga Inayah.

Sekarang Devano jadi sadar dibalik sikap ceria yang sering ditunjukkan Inayah, banyak kesedihan yang tersimpan dalam diri gadis itu.

Terpopuler

Comments

Wirda Wati

Wirda Wati

kereen ceritamu thort

2025-03-14

0

Dessy Faradiana

Dessy Faradiana

suka ma cerita ♥️

2025-01-04

1

nuraeinieni

nuraeinieni

seru nih kalau deva sama inaya dan zeva sama zena nikah,apalagi hamilx barengan dan bumil bnx maux bikin pusing paksu.

2024-08-06

0

lihat semua
Episodes
1 Putri Inayah.
2 Kekecewaan orang tua Devano.
3 Akhirnya menemukannya.
4 Tamparan Inayah.
5 Bertemu dengan kedua orang tua Devano.
6 Keputusan orang tua Devano.
7 Iba pada gadis itu.
8 Kontrak pernikahan.
9 Ibarat dihujam ribuan jarum.
10 Melamar.
11 Kedatangan Zena.
12 Kepergok oleh sahabat.
13 Berterus terang pada sahabat.
14 Pengakuan mengejutkan Alex.
15 Pernikahan Devano dan Inayah.
16 Berada di dalam satu kamar.
17 Menyambut menantu baru.
18 Perasaan aneh.
19 Tidur seranjang.
20 Mengunjungi rumah baru.
21 Reuni.
22 Merasa ada yang tidak beres.
23 Sesuatu yang sudah seharusnya terjadi.
24 Menjalani rumah tangga yang sesungguhnya.
25 Perkelahian antara Devano dan Pandu.
26 Pengakuan Laura tentang hubungan Devano dan Inayah.
27 Ketakutan Inayah.
28 Kecurigaan Devano.
29 Profesionalitas kerja.
30 Ular berbisa.
31 Misteri dibalik seorang Diana Larasati.
32 Berniat merebut.
33 Kecurigaan Inayah terhadap Laura.
34 Pegawai baru.
35 Luka dibalik sikap ceria seorang Inayah.
36 Di bayang-bayangi kejadian di masa lalu.
37 Di Landa Frustasi.
38 Perlahan terungkap.
39 Akhirnya terkuak.
40 Memupus dendam.
41 Perjodohan Zena.
42 Tindakan Zevano.
43 Ujian berbalas kebahagiaan.
44 Ungkapan perasaan.
45 Berita bahagia.
46 Menyadari perubahan sikap Zena.
47 Abimana Putra Sanjaya.
48 Keputusan Zevano.
49 Rencana konferensi pers.
50 Calon istri.
51 kedatangan Pandu.
52 Kebaikan memang selalu mampu menyentuh hati.
53 Malu bukan main.
54 Saling menerima.
55 Cemburu????
56 Hari pernikahan Zevano dan Zena.
57 RESEPSI PERNIKAHAN.
58 Malam pertama.
59 Baby girl.
60 Menjalani kehidupan yang damai.
61 Episode terakhir.
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Putri Inayah.
2
Kekecewaan orang tua Devano.
3
Akhirnya menemukannya.
4
Tamparan Inayah.
5
Bertemu dengan kedua orang tua Devano.
6
Keputusan orang tua Devano.
7
Iba pada gadis itu.
8
Kontrak pernikahan.
9
Ibarat dihujam ribuan jarum.
10
Melamar.
11
Kedatangan Zena.
12
Kepergok oleh sahabat.
13
Berterus terang pada sahabat.
14
Pengakuan mengejutkan Alex.
15
Pernikahan Devano dan Inayah.
16
Berada di dalam satu kamar.
17
Menyambut menantu baru.
18
Perasaan aneh.
19
Tidur seranjang.
20
Mengunjungi rumah baru.
21
Reuni.
22
Merasa ada yang tidak beres.
23
Sesuatu yang sudah seharusnya terjadi.
24
Menjalani rumah tangga yang sesungguhnya.
25
Perkelahian antara Devano dan Pandu.
26
Pengakuan Laura tentang hubungan Devano dan Inayah.
27
Ketakutan Inayah.
28
Kecurigaan Devano.
29
Profesionalitas kerja.
30
Ular berbisa.
31
Misteri dibalik seorang Diana Larasati.
32
Berniat merebut.
33
Kecurigaan Inayah terhadap Laura.
34
Pegawai baru.
35
Luka dibalik sikap ceria seorang Inayah.
36
Di bayang-bayangi kejadian di masa lalu.
37
Di Landa Frustasi.
38
Perlahan terungkap.
39
Akhirnya terkuak.
40
Memupus dendam.
41
Perjodohan Zena.
42
Tindakan Zevano.
43
Ujian berbalas kebahagiaan.
44
Ungkapan perasaan.
45
Berita bahagia.
46
Menyadari perubahan sikap Zena.
47
Abimana Putra Sanjaya.
48
Keputusan Zevano.
49
Rencana konferensi pers.
50
Calon istri.
51
kedatangan Pandu.
52
Kebaikan memang selalu mampu menyentuh hati.
53
Malu bukan main.
54
Saling menerima.
55
Cemburu????
56
Hari pernikahan Zevano dan Zena.
57
RESEPSI PERNIKAHAN.
58
Malam pertama.
59
Baby girl.
60
Menjalani kehidupan yang damai.
61
Episode terakhir.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!