Terkesan

Permaisuri Qian tengah bersantai menikmati waktunya di pagi hari sambil minum teh.

Seorang dayang datang menghadap. "Izin kan saya masuk permaisuri !"

"Ya, ada urusan apa dayang Chau?"

Wanita itu berbisik dan detik berikutnya, permaisuri Qian meminta para pelayan yang ada disekitarnya untuk meninggalkan mereka berdua.

Kini tinggallah mereka berdua.

"Permaisuri Qian, berita ini mengenai putri Zhiping."

Entah mengapa permaisuri Qian menjadi terkejut dan membeku. Kemudian tersadar dengan berita yang akan ia dengar. "Ya, katakanlah!"

"Putri Zhiping dan pelayan Wei telah mendapatkan izin pergi ke luar istana. Meski hanya sendiri, Raja tetap meminta mata - mata untuk menjaga putri Zhiping. Putri Zhiping membuka sekolah di luar istana."

"Hah, keterlaluan sekali. Bagaimana bisa dia mendapatkan izin dari raja ?"

"Menurut berita dari guru besar istana, putri Zhiping telah berhasil lolos dari ujian dalam kurun waktu tidak sampai satu jam. Meski ini sulit untuk dipahami tapi itulah faktanya."

Permaisuri Qian mengangguk, ia tidak boleh meremehkan putri buangan itu. Lalu sebenernya apa tujuan putri Zhiping melakukan itu semua?

"Cari tahu, dengan siapa dia berkonspirasi dan apa tujuan dia melakukan itu. Dia pikir mudah untuk menaklukkan hati raja, dasar bodoh! Dia hanya seorang putri yang terlahir dari kalangan bawah."

"Saya rasa ada sesuatu kejanggalan dalam diri putri itu."

"Apa maksud kamu?" menatap dengan serius.

"Bukankah selama ini putri Zhiping terkenal dengan sifatnya yang bodoh, pendiam dan kumal. Lalu Anda bisa melihat sendiri perubahan yang begitu drastis terhadapnya. Saya curiga ini sebuah trik untuk menjatuhkan Anda."

Permaisuri Qian terpengaruh dan menjadi geram, "Aku tidak akan membiarkan itu terjadi."

"Anda harus waspada lagi permaisuri, ibunya putri Zhiping sudah mengalami banyak kemajuan setelah lama mengalami sakit lumpuh. Saya menggambarkan jika suatu waktu nanti bisa saja putri itu membawa ibunya pulang ke istana."

Ucapan pelayan Chau ada benarnya. Ia harus mensiasati agar putri Zhiping tidak bertindak bodoh lagi yang menyalahi aturan yang sudah diwariskan turun temurun.

Permaisuri Qian menghadap raja untuk memberi penegasan bahwa apa yang dilakukan putri buangan itu adalah salah.

Awalnya raja juga sependapat dengan pemikiran permaisuri Qian, tapi melihat daya pikir yang di luar dugaan membuat raja memberi kesempatan bagi Zhiping untuk membuktikan ucapannya yang ia pegang sebagai pedoman hidup, yakni jika usaha tidak akan menghianati hasil. Mendengar raja yang tak berpihak padanya membuat permaisuri Qian geram dan memilih pergi.

Ia harus mencari sekutu untuk melawan Putri Zhiping.

Sementera itu di tepi sawah, dengan hembusan udara yang begitu sejuk di tengah gelak tawa para murid membuat gadis berambut panjang itu tak berhenti tersenyum. Usahanya tak sia - sia merekrut mereka agar menyekolahkan anak - anaknya. Putri Zhiping tak menuntut biaya sama sekali bahkan ia memberi hadiah berupa mainan burung yang ia buat dari kertas origami pada setiap anak ketika akan pulang.

Anak - anak sangat puas juga hari itu, meski hanya sekedar mainan sederhana bagi mereka itu adalah hal luar biasa. Mereka mulai mengenal huruf dan angka. Putri Zhiping tahu tentang dasar bagaimana mengajari mereka untuk membaca, tapi di dunia ini ia mencoba hal baru dengan menerapkan metode belajar sambil bermain agar suasana tidak menjadi jenuh. Sungguh, ia ingin tidak hanya anak - anak yang pandai membaca para orang tua juga, sebab membaca adalah jendela dunia.

"Baiklah anak - anak, kita akhiri pelajaran sampai di sini dan sampai jumpa besok." ucap Putri Zhiping diakhir pembelajaran.

"Sampai ketemu besok lagi, Putri!" seru Bao melambaikan tangannya sebelum pamit pulang. Begitu juga dengan anak yang lain.

Putri Zhiping menyudahi kegiatannya dan merapikan alat main berupa kertas yang ia bawa dari istana.

Salah seorang wali dari anak yang ia ajar tadi terlihat berjalan mendatanginya. Wanita itu berusia sekitar 40 tahun.

"Putri!" panggil sosok itu.

Wanita itu terlihat ragu namun ia ingin menjadi pribadi yang luhur. Sejak awal melihat bagaimana putri itu membantu anak - anak dari buta huruf agar bisa membaca, ia yakin jika apa yang didemonstrasikan putri kemarin tentang pendidikan adalah benar. Pendidikan adalah hak semua anak.

"Ya, ada yang ingin kamu sampaikan Nyonya?" tanya Putri Zhiping dengan santun hingga membuat wanita itu tertegun. Tidak seperti kabar burung yang beredar, jika putri itu adalah seseorang yang bodoh dan kumal. Nyatanya dengan berhadapan langsung kesannya tampak berbeda.

"Ini," menyerahkan kantong berisi uang.

"Apa ini?" tanya Putri Zhiping penasaran dan segera melihat isi nya.

"Hah, uang! Aku tidak memerlukan ini. Sungguh, kamu bisa menggunakan untuk kebutuhan yang lain." Putri Zhiping menyerahkan kembali kantong itu.

Wanita itu menolak, "Itu bukan hak ku. Aku tulus menyuruh anakku agar bisa sekolah. Seseorang telah memberiku uang agar anakku bisa sekolah dengan Anda."

Mendengar ucapan wanita itu, seketika ia tercengang tak percaya. Ada seseorang yang telah mencampuri misi nya. Lalu tujuan apa yang ingin orang itu peroleh dari dengan berbuat seperti itu, bukankah itu suatu sogokan ?

"Siapa orangnya ?"

"Saya tidak tahu, Putri. Anda tidak perlu khawatir, meski masih ada orang di luar sana yang telah mendapatkan imbalan, saya yakin sebenarnya para orang tua sependapat dengan pemikiran saya. Setelah usaha hari ini dan melihat bagaimana keseriusan Anda mengajar, saya mendukung Anda. Tolong terima kembali ini !" menyerahkan kembali kantong.

Dengan terpaksa Putri Zhiping menerimanya, "Baiklah. Aku akan menggunakan uang misterius ini untuk kebutuhan belajar."

"Terima kasih, Putri. Kalau begitu saya mohon diri."

Setelah kepergian mereka, Putri sempat berpikir dan bertanya - tanya siapa orang yang telah membantunya secara tidak langsung menghadirkan anak - anak.

Apakah benar mereka terpaksa menyekolahkan anak - anaknya karena imbalan uang misterius itu ?

Putri Zhiping harus mencari tahu siapa dalangnya.

"Pelayan Wei, ada tugas untukmu."

"Siap Putri!"

"Besok, saat aku sedang mengajar anak - anak, bisakah kamu menyelinap untuk mencari tahu siapa orang yang telah membayar mereka agar menyekolahkan anak - anaknya ?"

Diam sebentar untuk memahami ucapan putri, "Baik Putri," sahutnya kemudian.

Dari jauh tampak seorang pemuda yang sangat kagum dengan kegigihan Putri Zhiping dalam memperjuangkan hak anak untuk mendapatkan pendidikan.

Ia lalu memanggil salah satu prajuritnya.

"Ada apa Yang Mulia?"

"Cari kan meja untuk anak - anak dan beberapa buku juga !"

Prajurit itu membeku sejenak. Ia tak habis pikir untuk apa sang pangeran repot - repot melakukan itu semua. Bukankah itu hanya seorang putri yang diabaikan keberadaannya oleh keluarganya.

"Baik !" sahutnya lekas sebelum mendapat amukan sang pangeran.

Sebelum Putri Zhiping mengetahui bahwa Pangeran Liang Zee dalang semua ini, ia bergegas pergi.

Detik berikutnya Zan Zizi datang menghampiri Putri Zhiping.

"Zan Zizi, bagaimana kamu bisa sampai ke sini ?"

"Putri, aku kesini membawakan makanan. Anda pasti sangat lapar dan lelah."

Perasaan Putri Zhiping menjadi hangat melihat kebaikan Zan Zizi.

"Kebetulan sekali, aku pas lapar." mengambil kotak makan itu dan segera memakannya.

Terpopuler

Comments

⎯⎯꯭ᷤ💕Sisk𝚊⃤𝐊𝐔ˢ⍣⃟ₛ꙳❂͜͡✯:≛꯭➛

⎯⎯꯭ᷤ💕Sisk𝚊⃤𝐊𝐔ˢ⍣⃟ₛ꙳❂͜͡✯:≛꯭➛

ohhh,, terjawab sudah...
ternyata pangeran toh dalangnya... hihihi

2024-07-28

1

Yurniati

Yurniati

terus semangat update nya thorr

2024-07-24

0

Yurniati

Yurniati

double update thorr

2024-07-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!