Sepulang dari bertemu Pangeran Liang Zee, Zhiping tak bisa tidur. Lantas ia memutuskan untuk berkeliling di sekitar kamarnya. Suasana begitu hening, hanya terdengar nyanyian burung malam dan ringkihan kuda dari arah seberang. Merasa penasaran dengan apa yang terjadi lantas Putri Zhiping bergegas ke kandang kuda.
Ada Zan Zizi dan beberapa pengawal tengah berkerumun di sana. Putri Zhiping datang lalu bertanya apa yang sedang terjadi.
"Tidak tahu Putri, tiba - tiba saja kuda hitam sudah berliur mengeluarkan busa putih seperti ini." sahut Zan Zizi panik, tidak pernah sebelumnya terjadi hal seperti ini.
Putri Zhiping mengamati kuda yang kemarin ia kendarai untuk bepergian. "Hah, kuda ini keracunan. Cepat, harus segera ditangani !" teriaknya panik.
Pengawal saling melempar pandang bingung karena tidak tahu apa yang harus dilakukan. "Kami harus apa, Putri?"
"Cepat cari kan 2 kelapa muda dan 2 genggam daun bambu !" titahnya segera.
"Baik." Segera keempat pengawal membagi tugasnya.
Kuda hitam itu sudah terlihat sangat lemas, jika tidak segera ditangani bisa mati dan virusnya menular pada kuda lain. Zan Zizi bersama pengawal yang tersisa memindahkan semua kuda yang masih sehat ke tempat lain agar tidak tertular. Sembari menunggu pengawal datang ia mengambil penumbuk dan mangkuk.
Pengawal tadi datang dengan apa yang diminta Putri Zhiping. Lalu putri Zhiping mengambil golok dari tangan pengawal, kelapa muda itu ia kupas kulit bagian atasnya, kemudian melubangi tempurung dan daging buahnya sampai terlihat air kelapa. Kemudian ia mengambil daun bambu dua ganggam, menumbuk halus, lalu daun bambu yang telah halus dimasukkan ke dalam air kelapa tadi, agar bercampur merata ia mengocok tempurung tadi. Kemudian campuran daun bambu dengan air kelapa muda dimasukkan ke dalam mangkuk. Aksi nya membuat semua orang tercengang tak percaya.
"Zan Zizi minumkan ramuan ini !" kemudian Zan Zizi mengambil mangkuk itu lalu dicekok kan pada kuda hitam yang keracunan.
Semua orang begitu was - was, berhasil atau tidakkah usaha keras Putri Zhiping yang tak terduga itu.
Dan beberapa menit kemudian, kuda hitam itu mulai membaik tidak berliur seperti tadi.
Zan Zizi bisa bernafas lega sekarang. Jika ada satu kuda yang mati, maka Zan Zizi harus dipecat dari pekerjaannya. Zan Zizi banyak mengucap terima kasih pada Putri Zhiping karena sudah menyelamatkan nasibnya. Kerumunan pun berangsur menghilang. Putri Zhiping kembali ke kamarnya.
Dan keesokan harinya, saat ada pertemuan dewan istana. Putri Zhiping dipanggil untuk menghadap. Ia tidak tahu ada urusan apa ayahandanya memanggilnya juga.
"Salam hormat saya, Yang Mulia Raja !" seru Putri Zhiping membungkuk hormat begitu datang.
"Saya terima hormat mu, Putri Zhiping ! Bangkitlah!" balas raja Qing lalu mempersilahkan ia untuk menempati kursi yang telah disediakan.
Putri Zhiping mendengar apa yang dewan istana bicarakan dalam hati, ini mengenai tindakan spontan Putri Zhiping yang memberikan makanan pada anak - anak di luar yang diduga kelaparan.
"Apakah itu benar, Putri Zhiping bahwa kamu yang memberi mereka makan?" tanya Raja Qing.
Permaisuri Qian menatap waspada padanya, ia telah mendapat kabar semalam putri Zhiping ke kandang kuda dan melakukan sebuah pengobatan.
"Benar Yang Mulia." sahut Putri Zhiping dengan tegas lalu bertanya balik. " Apakah saya telah melakukan kesalahan?"
Perdana menteri Xii meminta izin untuk menjawab. "Anda adalah orang baru di istana. Keadaan perekonomian di kerajaan tengah mengalami kemerosotan, jika Anda memberikan makan pada warga nanti mereka akan semakin mengharap pemberian lagi. Ketahuilah musim kemarau yang panjang ini, kita harus banyak menyimpan bahan makanan sampai musim penghujan tiba. Mohon pengertian dari Anda."
Putri Zhiping langsung mengumpat dalam hati. "Dasar pelit." lalu menunduk hormat untuk menghargai pendapat menteri itu.
Raja Qing paham atas niat baik putrinya tetapi itu ternyata menyalahi aturan dan menyampaikan pada putri untuk tidak mengulangi lagi perbuatan nya.
Putri Zhiping tidak terima atas aturan yang telah ditetapkan di istana. Ia memohon izin untuk menyampaikan pemikirannya.
"Jika saja rakyat sudah kelaparan, lalu apa yang dilakukan oleh pemerintahan? Apakah diam saja dengan terus mengeruk pajak pada rakyat."
Perdana Menteri Xii tak suka dengan cara pandang Putri Zhiping, ia hendak menyela tapi Raja Qing menahan nya. Ia ingin mendengar apa yang ada dalam pikiran putri yang kerap kali memberinya kejutan, termasuk menolong kuda hitam semalam.
"Aku telah melihat secara langsung, sawah - sawah terbengkalai dan para petani menganggur." lanjut putri Zhiping.
"Itu karena musim kemarau, Putri Zhiping." sahut perdana menteri Xii geram.
"Maka, ajaklah para petani untuk menanam tanaman yang bisa tumbuh di musim kemarau yang nantinya mereka tetap bisa makan dari panen mereka."
Raja tak menduga putrinya punya pemikiran yang begitu maju, Raja pun tertarik dan bertanya. "Apakah putri Zhiping tahu tanaman yang bisa ditanam ketika musim kemarau ?"
"Ada beberapa tanaman yang cocok di musim kemarau. Yang hanya membutuhkan beberapa kali pengairan. Aku lihat ada sungai yang tak mengering di belakang istana. Jagung dan kacang bisa diterapkan."
Raja mengangguk mengerti. "Ini persoalan yang perlu direncanakan dari awal. Aku setuju dengan cara pandang putri Zhiping. Perdana Menteri,"
"Hamba Yang Mulia,"
"Panggil para petani untuk memulai rencana baru. Kumpulkan mereka !"
"Baik Yang Mulia!" perdana menteri merasa terabaikan keberadaannya dan membenci putri buangan itu.
"Dasar putri buangan, aku akan membuat perhitungan denganmu nanti." batin perdana menteri Xii.
Putri Zhiping langsung menyorot tajam ke arah pria bertubuh tambun itu lalu bergegas ke arahnya, berbisik sebelum melangkah pergi.
Perdana menteri segera menunduk ketika mendapat tatapan.
"Aku akan setia menunggu rencana apa yang ingin kamu tunjukkan padaku." ujarnya yang seketika membuat perdana menteri itu tergagap seolah putri tahu pikirannya.
"A-anda !"
"Kenapa putri Zhiping bisa tahu apa yang aku pikirkan?" gumamnya dan segera membubarkan diri.
Perdana menteri menyuruh pengawal untuk mengabari para petani untuk segera berkumpul di istana.
Putri Zhiping tak ingin ketinggalan dan ikut bergabung. Pelayan Wei tak habis pikir dengan keanehan yang putri berikan. Semakin banyak bicara dan begitu tegas.
Para petani akan mulai menggarap sawah esok hari. Kebetulan benih yang dimiliki di istana masih cukup.
Beberapa petani juga membuat saluran air untuk irigasi dari sungai di belakang istana.
Kabar ide menanam jagung di kerajaan Utara terdengar di telinga pangeran Liang Zee. Ia mengukir senyum, "Aku tidak percaya putri yang dulunya kumal dan bodoh itu mulai bersinar." ia sontak menutup mulutnya, melirik ke sekitarnya untuk waspada jikalau ada putri Zhiping. Ia trauma dengan tendangan tempo hari.
Meski meresahkan, Putri Zhiping juga ngangenin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
⎯⎯꯭ᷤ💕Sisk𝚊⃤𝐊𝐔ˢ⍣⃟ₛ꙳❂͜͡✯:≛꯭➛
mulai ada rasa nih,,,
2024-07-28
1
⎯⎯꯭ᷤ💕Sisk𝚊⃤𝐊𝐔ˢ⍣⃟ₛ꙳❂͜͡✯:≛꯭➛
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2024-07-28
1