Ketika semua orang di istana sibuk dengan perayaan yang akan digelar beberapa hari lagi, Putri Zhiping menyibukkan diri dengan ikut berperan serta di dapur istana. Semua orang heran melihat kedatangannya dan bertanya - tanya. Tentu saja Zhiping tahu dia sedang dibicarakan dan dengan pembawaan yang tenang ia berpidato singkat.
"Tenang kalian semua ! Aku tidak bermaksud untuk mengganggu pekerjaan kalian. Aku berniat baik untuk turut serta di dapur istana." ujar putri Zhiping lalu ia mendekati koki istana, Tian. Perempuan paruh baya itu sangat tidak suka diusik.
Sangat tidak mungkin bukan ? Seorang putri memasuki dapur istana dan akan mengurus dapur.
"Putri, apa yang akan Anda lakukan?" tanya Tian. Melihat putri Zhiping berjalan ke arahnya mengambil spatula di tangannya.
"Aku akan mengajarimu memasak sesuatu yang inovatif."
"A-pa Putri ? Inovatif ?" tanyanya yang baru mendengar istilah itu.
Bagi Thalita memasak adalah hobinya dan ia sangat menyukai urusan dapur. Ia akan mengenalkan beberapa olahan yang kekinian. Seperti stik kentang, telur balado dan lain sebagainya.
"Ya inovatif, sesuatu yang agak laen." Ia berjalan mengitari meja untuk melihat ada apa saja di meja itu.
Tian mengamati pergerakan putri Zhiping dan bertanya saat putri Zhiping mengambil pecahan batu kapur. "Bukankah itu batu kapur, Putri, untuk apa ?"
"Kau tidak tahu kalau batu kapur bisa digunakan untuk keperluan dapur, koki istana ?"
Tian menggeleng, setahunya batu kapur itu hanya untuk menulis.
"Aku aku akan membuat stik kentang. Perhatikan ini ! Batu kapur yang sudah halus nanti akan direndam dalam potongan kentang."
Lalu Zhiping menghaluskan batu kapur yang nanti untuk ia rendam dengan potongan kentang. Tian sempat tercengang dengan pengetahuan yang diajarkan putri Zhiping, ia tak lupa pula mencatat nya.
Semua yang ada di dapur mendapat tugas mengupas beberapa kentang lalu memotongnya memanjang yang akan digunakan sebagai percobaan. Setelah kentang - kentang itu dipotong, pelayan Wei merendamnya dengan batu kapur tadi.
"Kita tunggu beberapa jam, lalu bisa menggorengnya." ujar Putri Zhiping sambil menutup wadah yang berisi air rendaman tadi.
"Putri Zhiping sangat hebat, Putri dapat ilmu itu dari mana?" tanya pelayan dapur.
Hampir saja Zhiping keceplosan, "Ya tentu saja dari buku." sahutnya enteng lalu melanjutkan pekerjaannya yang lain. Ia menuju keranjang yang berisi 10 kg telur ayam.
"Telur ayam ini mau dimasak apa ?"
Tian biasanya mengolah telur ayam hanya digoreng biasa. Kali ini Zhiping memberi resep baru.
"Hanya telur goreng, Putri."
"Telur rebus warna warni sepertinya sangat cocok untuk acara perayaan." ia pun meminta pelayan mencari pewarna alami. Dan setelah semua bahan siap ia bersama pelayan istana membuat telur rebus.
"Ada juga namanya telur balado." imbuhnya.
"Apa itu, Putri?" tanya Tian yang semakin tertarik dengan keahlian Putri Zhiping.
"Semacam telur rebus yang diberi bumbu. Ayo, kita membuat itu juga untuk perayaan besok."
Seisi dapur benar - benar mengagumi keahlian putri Zhiping yang mendadak jago masak. Kehebohan di dapur istana sampai terdengar oleh permaisuri Qian dan Selir Huan.
Kedua wanita itu juga tercengang tidak percaya jika Putri Zhiping memiliki bakat menjadi koki. Dan setelah sekian jam lamanya kentang yang direndam tadi siap digoreng. Koki istana baru kali ini merasakan kentang yang digoreng bisa renyah dan terdengar bunyi 'kriuk ' saat ia menggigitnya.
Hari perayaan tinggal besok tapi Putri Zhiping belum bisa berpikir mau memberi hadiah apa untuk sang raja.
"Putri Zhiping sedang apa ?" tanya Pelayan Wei yang memergoki putri Zhiping melamun.
"Aku sedang memikirkan hadiah untuk raja. Menurutmu apa yang biasa mereka berikan untuk hadiah raja besok ?"
Pelayan Wei mendongak untuk mengingat, "Ada yang memberi hadiah berupa emas, pakaian, hiasan apa lagi ya,"
Terbesit dalam benaknya untuk membuat kue ulang tahun. "Apakah ada yang memberi hadiah pada raja seperti makanan?"
"Sepertinya belum pernah, Putri. Apakah Putri Zhiping akan menghadiahi raja masakan seperti di dapur tadi?"
"Tentu saja tidak. Ayo, ikut aku ke dapur !" ajak Putri Zhiping sambil menyeret pelayan Wei pergi.
"Tunggu Putri, ini sudah malam dan waktunya Anda istirahat!" Putri Zhiping tak menghiraukan ocehan pelayannya.
Dan ketika sampai di dapur istana yang sudah sepi, Putri Zhiping mencari tepung dan kebutuhan lain dibantu pelayan Wei yang menyiapkan wadah. Beruntungnya semua bahan yang ia perlukan tersedia di zaman ini.
Bersama pelayan Wei, ia membuat adonan kue tar. Hampir dua jam lamanya berada di dapur membuat Pelayan Wei lelah lalu tertidur. Putri Zhiping menghias sendiri kue itu. Setelah jadi, membawanya pergi ke kamar dan membiarkan pelayan Wei yang tidur sendirian di dapur istana.
Keesokan pagi.
Pelayan Wei terbangun dan merutuki dirinya. Dilihatnya lantai dapur yang penuh noda tepung dan telur. Sebelum koki istana tiba, kondisi dapur harus bersih. Pelayan Wei terpaksa mengelap lantai sebelum kena marah Koki istana. Pekerjaannya selesai tepat Tian bersama pelayan dapur masuk.
"pelayan Wei, apa yang kamu lakukan sepagi ini di dapur istana?" tanya Tian menelisik.
Tentu saja pelayan Wei tidak membongkar kejutan yang dibuat oleh Putri Zhiping. "Ah, tidak ada." menggoyangkan tangan dan bergegas pergi.
Sesampainya di kamar, ia mendapati Putri Zhiping yang masih tidur. "Putri, bangun, segeralah bersiap. Perayaan ulang tahun raja akan segera dimulai."
"Hah, aku ketiduran!" Putri Zhiping segera bangkit. Ia segera mempersiapkan diri.
Di aula istana. Semua undangan sudah hadir termasuk Pangeran Liang Zee. Ia berada di sana untuk mewakili orang tuanya yang tidak bisa hadir. Semua putra dan Putri Raja sudah menempati tempat yang sudah disediakan termasuk Putri Zhiping.
Acara sambutan pun berlangsung dengan menunjukkan kebolehan pangeran Zul dalam bermain pedang. Sorak sorai tepuk tangan memeriahkan acara. Ucapan selamat ulang tahun pun sangat semarak.
Banyak hadiah yang diberikan untuk raja Qing. Tidak meleset dari dugaan, kebanyakan dari mereka memberi hadiah berupa barang.
Putri Zhiping memilih di bagian terakhir saja untuk menyerahkan hadiahnya.
"Silahkan dibuka Ayahanda, hadiah spesial dari saya." ujarnya sembari menyerah kan kotak.
Raja Qing berkerut, hadiah dari Putri Zhiping begitu ringan dan tertutup. "Apa ini Putri ?"
"Buka saja, Ayahanda akan tahu sendiri !"
Raja Qing segera membuka kotak itu. Semua mata yang ada di sana juga penasaran dengan hadiah itu.
Setelah dibuka, betapa terkejutnya raja Qing dan permaisuri Qian. "Apa ini Putri!" sentak Raja yang merasa terhina dengan hadiah itu.
Bentuknya seperti tabung, berwarna hitam dan ada tulisan nama raja di situ.
"Ini adalah kue tar. Aku tidak pandai menghias tapi aku menjamin jika rasanya sangat enak." ujar Putri Zhiping lalu mengambil pisau dari tangan pelayan Wei untuk memotong kue tersebut.
Selir Huan memberi kode pada pesuruhnya.
Raja Qing menikmati potongan kue tersebut. "Ini, sangat enak !" serunya yang membuat permaisuri Qian ingin mencicipinya.
Semua yang hadir bisa mengambil makanan yang sudah disiapkan oleh koki istana. Mereka semua terkejut dengan olahan yang tersaji yang sebelumnya belum pernah mereka lihat.
"Ini sungguh enak !"
"Apa ini namanya, aku jadi kepingin nambah lagi!"
Begitu juga dengan Selir Huan, ia begitu terlena dengan telur balado.
Setelah semua menikmati makanan tiba - tiba saja sebuah panah meluncur begitu cepat menuju Putri Zhiping.
"Awas ...!!"
.
.
.
Maaf, baru bisa up !
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
Kam1la
terimakasih Kak, sudah setia di lapak ini !
2024-07-15
2
Fransiska Husun
up up lagiiiii semangat thorrr
2024-07-14
0