Bab 18

Rupanya Alex, Putra, dan Tian masih bertarung dengan banyak zombie. Mungkin karena pertarungan tersebut terdengar sangat gaduh, menimbulkan banyak zombie yang berlarian untuk menyerang mereka.

Aarrggkkhh!

Aarrggkkhh!

Aarrggkkhh!

Mereka bertiga nampak frustasi, segerombolan zombie terusan berdatangan menyerang mereka bertiga tanpa henti. Walaupun mereka sangat merasa kelelahan, tapi mereka harus bisa tetap melawan.

"Kita semua harus pulang! Ayo kita terus lawan zombie-zombie sialan itu!" Teriak Alex, dia ingin memberikan semangat untuk kedua sahabatnya. Kemudian Alex menendang-nendang perut zombie yang datang menyerangnya.

Jleeb!

Setelah itu, dengan gerakan cepat Alex menusuk dada zombie tersebut. Alex segera mencabut pisaunya dari dada zombie yang telah mati, lalu dia membalikkan badannya dan menusukkan pisau tersebut pada zombie yang hampir saja menggigitnya.

Begitu pula dengan Putra dan Tian, mereka masih memiliki semangat yang tinggi untuk bertahan hidup. Mereka tak ingin menyerah begitu saja, sehingga mereka melawan dengan sekuat tenaga mereka untuk membunuh zombie-zombie yang terus-menerus menyerangnya.

Mungkin karena jumlah zombie yang mereka bunuh semakin bertambah, sehingga membuat mereka naik level kembali.

[Alex, kamu sudah berhasil membunuh 30 zombie. Selamat kamu sudah naik ke level 3.]

[Putra, kamu sudah berhasil membunuh 30 zombie. Selamat kamu sudah naik ke level 7.]

[Tian, kamu sudah berhasil membunuh 30 zombie. Selamat kamu sudah naik ke level 4.]

Sehingga kini pisau yang dipegang oleh Alex berubah menjadi pipa besi, sedangkan pipa besi yang ada di dalam genggaman Tian berubah menjadi pedang yang berukuran kecil. Sementara Putra, kini dia telah memiliki pistol.

Aturannya setiap mereka naik level, senjata mereka akan berubah-ubah, dan hanya memiliki satu senjata. Kecuali level 9 dan 10. Jika sudah mencapai level 9, mereka bisa memiliki semua senjata. Dan jika telah mencapai level 10, maka mereka akan memiliki bom yang bisa menghancurkan kota ini.

Zdor!

Zdor!

Zdor!

Putra memanfaatkan senjata yang dia miliki untuk membunuh zombie dengan cepat, dengan cara menembak mereka tepat pada bagian vital yang mematikan. Kemudian dia memberikan instruksi kepada kedua sahabatnya, "Lebih baik kita masuk ke dalam lift!"

Alex dan Tian menganggukkan kepala, mereka segera melawan serangan zombie yang ada dihadapan mereka sambil berlari menuju ke lift.

Ketiga orang tersebut segera masuk ke dalam lift, tapi ada dua zombie yang akan ikut masuk sambil meraung-raung ingin mengigit mereka.

Aaarggkkhh!

Aarrggkkhh!

Beruntung Putra segera menembak kedua zombie tersebut.

Zdor!

Zdor!

Dan akhirnya pintu lift pun telah tertutup rapat.

Ketiga pemuda itu segera menjatuhkan diri mereka ke lantai lift dengan nafas tersengal-sengal, setidaknya mereka memiliki waktu untuk menghirup nafas, walaupun hanya sebentar. Sungguh sangat melelahkan.

"Kalau kita bisa keluar dari dunia yang mengerikan ini. Aku akan mentraktir kalian makan di kafe milik ibuku." Putra berkata kepada Tian dan Alex, karena Putra sangat berharap mereka akan tetap bersahabat jika mereka bertiga sama-sama berhasil keluar dari dunia pararel ini.

"Aku tagih janjimu." Alex berkata sambil tersenyum.

"Kita harus makan banyak." Canda Tian.

Mereka bertiga pun tertawa bersama. Walaupun sangat merasa kelelahan, tapi mereka harus tetap bersemangat untuk melawan zombie-zombie yang ada disana.

...****************...

[Atta, Dion, Cevi, Doni, Maudy, Amel, Hilman, Ardi, dan Gina telah gagal dalam permainan ini. Kini hanya tersisa 11 orang lagi. Ayo jadikan dirimu menjadi satu-satunya sebagai Zombie Hunter.]

[ Pencapaian level Tim Hero: Liondra (level 3), Raka (level 7), Riska (level 1), Tian (level 4), Farhan (level 2), Yoga (level 6), Putra (level 7), Seno (level 2), Amir (level 3), Beni (level 5), dan Alex (level 3 ).]

Rupanya Alex, Putra, dan Tian juga telah mendengarkan sebuah notifikasi dari sistem. Mereka terlihat sangat merasa sedih setelah mendengar kematian akan kelima temannya, yaitu Maudy, Amel, Hilman, Ardi, dan Gina. Sehingga jumlah orang yang sudah meninggal atau gagal dalam permintaan ini telah mencapai sembilan orang.

Tapi walaupun begitu, Alex dan Tian ada sedikit merasa lega, karena wanita pujaan hati mereka masih hidup. Alex yang memiliki cinta terpendam kepada Liondra dan Tian yang sudah beberapa kali ditolak cintanya oleh Riska. Tapi setidaknya Tian memiliki semangat untuk terus bertahan hidup karena Riska berjanji kepadanya, bahwa jika seandainya dia dan Riska bisa selamat dan keluar dari dunia game ini, Riska akan mentraktirnya makan malam.

Alex tersenyum menatap syal berwarna merah yang menutupi luka di lengannya. Syal tersebut sangat berarti, karena pemberian dari Liondra.

Saat ini ketiga pemuda tersebut masih berada di dalam lift untuk keluar dari gedung tersebut. Bertarung secara terus menerus sungguh sangat melelahkan.

Begitu pintu lift terbuka, mereka bertiga segera mempersiapkan senjata yang mereka miliki, untuk berjaga-jaga jika seandainya ada zombie yang menyerang.

Namun, mereka nampak lega, rupanya tidak ada zombie disekitar lift tersebut. Mereka bertiga segera keluar dengan pelan.

Mereka bertiga harus memanfaatkan kelemahan zombie, para zombie sebenarnya buta pada malam hari, tapi akan bereaksi sangat cepat jika mendengar suara. Sehingga mereka bertiga berjalan dengan pelan dan hati-hati melewati zombie-zombie yang sedang berjalan dengan pelan berlalu lalang di jalan raya.

Banyak sekali zombie di jalan raya tersebut, tak terhitung, seakan kota ini telah dikepung oleh lautan zombie. Alex, Putra, dan Tian berjalan dengan pelan mencari jalan agar tidak bersentuhan apalagi bertubrukan dengan mayat-mayat hidup tersebut.

Jika keberadaan mereka diketahui oleh zombie, tamat sudah riwayat merasa. Walaupun ketiganya nampak gemetaran. Tapi mereka harus segera menyusul kedelapan temannya yang berada di minimarket. Hanya tempat itu satu-satunya yang tersedia makanan. Selain harus bertarung melawan zombie, mereka juga harus bertahap hidup untuk mendapatkan makanan. Kalau tidak, mereka bisa mati kelaparan.

Aarrggkkhh!

Aarrggkkhh!

Alex yang berjalan di paling depan, hampir saja dia bertabrakan dengan zombie yang sedang berjalan melewati dirinya, beruntung Alex segera menghentikan langkahnya, dia mematung, begitu pula dengan Tian dan Putra yang berjalan di belakangnya.

Alex sangat bernafas lega ketika zombie tersebut telah semakin menjauh darinya. Kemudian mereka bertiga melanjutkan perjalanan kembali, sehingga akhirnya telah sampai di depan mini market.

Alex, Putra, dan Tian segera melambai-lambai tangan di depan pintu mini market. Walaupun di mini market nampak gelap, tapi mereka bisa melihat wajah beberapa teman-temannya, walaupun tidak begitu jelas.

"Ada Alex, Putra, dan Tian di luar!" bisik Farhan. Dia adalah orang yang pertama kali melihat keberadaan mereka bertiga.

Liondra dan Riksa yang sedang duduk di sudut mini market, mereka berdua segera berdiri. Mereka ingin membuka pintu untuk ketiga pemuda itu.

Tapi tiba-tiba saja Raka berdiri di depan pintu, dia tidak mengizinkan siapapun untuk membuka pintu. "Jangan dibuka! Bisa saja salah satu diantara mereka ada yang terinfeksi."

Terpopuler

Comments

Muh. Yahya Adiputra

Muh. Yahya Adiputra

Alhamdulillah karena kekompakan kalian akhirnya kalian malah bisa naik level teruss.semoga saja kalian bisa tetap saling membantu dan melindungi dan bukan saling menikung karena ingin selamat sendiri.

2024-06-24

0

Miss Typo

Miss Typo

selalu di bikin geram sm kelakuan Raka

2024-06-23

0

Onin Ajah

Onin Ajah

raka jahatnya nggak ketulungan nih

2024-06-22

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!