Braaakkk!
Alex yang sedang berjalan menuju teralis balkon, dia tidak sengaja menjatuhkan sebuah vas bunga. Sehingga terdengar suara raungan zombie-zombie di bawah sana.
Aarrggkkhh!
Aarrggkkhh!
Aarrggkkhh!
Alex nampak terperangah, ketika melihat semua zombie yang ada disana berlarian mencari sumber suara, mendekati letak jatuhnya vas bunga. Rupanya pada malam hari zombie-zombie yang ada disana buta. Mereka hanya mengejar suara-suara yang menarik perhatiannya.
Bahkan Liondra, Putra, dan Tian pun ikut terbangun. Mereka bertiga segera bangkit dan berjalan dengan cepat mendekati Alex.
"Apa kamu menjatuhkan vas bunga?" Tanya Tian kepada Alex.
Alex menganggukan kepalanya, "Iya, aku tidak sengaja menjatuhkannya. Tapi aku menemukan ada hal yang sangat menarik."
"Apa itu?" Tanya Liondra kepada Alex, dia sangat penasaran.
Alex segera menjawab pertanyaan dari Liondra. "Sepertinya zombie tidak bisa melihat pada malam hari."
Putra, Liondra, dan Tian sontak memperhatikan kebawah gedung tersebut. Ketiganya nampak terperangah ketika melihat zombie-zombie yang ada di jalan raya sana berjalan mondar-mandir tanpa arah tujuan sambil meraung-raung kelaparan.
"Kau benar, sepertinya mereka buta saat di malam hari." Seru Putra.
Rupanya percakapan mereka terdengar oleh Raka. Saat itu Raka memang terbangun karena mendengar suara kegaduhan, pria itu segera membuka pintu dan berjalan ke balkon.
"Jadi maksudnya para zombie sialan itu buta pada malam hari?" Tanya Raka kepada Alex, Liondra, Putra, dan Tian.
Walaupun mereka sangat tidak menyukai sikapnya Raka. Tapi mereka tidak boleh menyembunyikan fakta yang sangat penting tersebut, berharap mereka semua kompak setelah mengetahui kelemahan zombie. Sehingga mereka menganggukkan kepalanya, sebuah pertanda mereka mengiyakan pertanyaan dari Raka.
...****************...
Karena Alex terbukti tidak terinfeksi, sehingga Raka memperbolehkan Alex untuk bergabung kembali. Sebagai ketua tim, Raka mencoba untuk menjelaskan strategi bagaimana caranya untuk menaikkan level dan mencari makanan. Mereka semua harus mengisi perut mereka kalau ingin bertahan hidup.
"Kita tidak boleh diam terus seperti ini. Kita harus melawan kalau ingin meningkatkan level kita. Aku tidak ingin anggota tim kita levelnya sangat lemah, akan menjadi beban." Ucap Raka.
Yang memiliki level 0 harus membunuh 20 zombie jika ingin naik ke level 1. Setelah itu, mereka harus membunuh 30 zombie, setiap kali mereka ingin naik level.
Ardi sangat keberatan dengan ucapan Raka, "Itu artinya kamu sama saja ingin membuat kita semua cepat mati. Mereka sangat kuat dan ganas sekali."
Yoga menanggapi protes dari Ardi. "Lalu kamu ingin kita diam saja seperti ini? Kita harus ada pengorbanan. Gedung ini telah dipenuhi dengan zombie. Dan aku mendengar ada suara raungan zombie di koridor. Bagaimana kalau mereka tahu keberadaan kita? Pintu ini pasti akan jebol kembali."
Perkataan Yoga memang benar, terdengar sangat jelas suara raungan zombie di koridor. Akan sangat berbahaya kalau zombie-zombie tersebut mengetahui keberadaan mereka semua. Mau tidak mau, mereka harus mencari tempat yang lebih aman.
"Selain itu, kita juga harus mencari makan. Kita tidak boleh mati kelaparan. Mumpung masih malam, kita harus mencari makanan." Ucap Raka kembali.
"Memangnya disini tersedia makanan?" Tanya Liondra kepada Raka.
Alex yang menjawab pertanyaan Liondra. "Iya, dari balkon sangat terlihat jelas ada sebuah bangunan seperti mini market. Bukankah ketika kita bermain game, memang terdapat miniatur bangunan menyerupai mini market?"
Kemudian terdengar suara sistem dari game tersebut menggema.
[Ayo cepat naikkan level mu. Jadikan dirimu menjadi satu-satunya sebagai Zombie Hunter.]
Kemudian di dinding ruangan tersebut tiba-tiba terlihat sebuah layar yang menunjukkan denah. Rupanya sistem ingin menunjukkan letak keberadaan sebuah mini market.
[Kami telah menyediakan makanan untuk para pemburu zombie. Di mini market tersebut terdapat banyak makanan.]
[Kalian harus mengalahkan semua zombie yang ada di kota ini dalam waktu tiga hari. Jika lebih dari itu, maka kalian semua akan gagal.]
Itu artinya mereka memiliki waktu dua hari lagi untuk tinggal disini. Kalau mereka gagal, mereka semua akan mati.
Setelah itu suara sistem dari game tidak terdengar lagi. Membuat Farhan sangat terlihat emosi.
"Hei tunggu dulu, jangan menghilang begitu saja. Aku sangat muak dengan permainan ini. Aku ingin keluar. Aku ingin kembali ke duniaku!" Protes Farhan, saking kesalnya.
Tapi sayangnya, suara sistem tersebut sudah tidak terdengar lagi.
Raka pun segera berdiri, "Mumpung masih malam, kita hanya memiliki waktu dua hari lagi untuk bertahan hidup. Kita harus segera keluar dari sini, untuk mencari tempat yang lebih aman. Dan tujuan kita adalah mini market."
Justru hal tersebut dijadikan kesempatan oleh Raka, untuk meminimalisir persaingan. Jika seandainya di game tersebut memang harus ada satu orang pemenangnya, dia sangat berambisi untuk menjadi pemenangnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Muh. Yahya Adiputra
ckck...dasar licik kamu Raka😏😏
2024-06-24
0
Miss Typo
ke egoisanmu yg akan menghancurkan mu Raka 😤
2024-06-20
0
🍁Naura❣️💋👻ᴸᴷ
Raka selalu ada pikiran licik semoga hari ini dia kena dan kalah
2024-06-20
0