Bab 17

"Tolong aku, Liondra. Jangan tinggalkan aku!" Gina memohon kepada Liondra sambil menangis, dia memegang erat tangan sahabatnya itu.

Aarrggkkhh!

Aarrggkkhh!

Aaarggkkhh!

Sementara zombie-zombie yang mengejar kesembilan orang tersebut, jarak mereka semakin mendekat.

Suasana sangat mencengkam dan menegangkan. Liondra tidak mungkin tega meninggalkan sahabatnya itu, dia masih berusaha untuk membantu Gina berdiri.

"Kita harus melarikan diri, aku yakin kamu pasti bisa! Aku akan membantu kamu!"

Terlihat ada tiga zombie yang jaraknya semakin dekat dengan Liondra dan Gina. Liondra terpaksa harus melepaskan tangan Gina, dia memukul zombie-zombie yang sedang berlarian untuk menyerang Gina.

Buuukkk!

Buuukkk!

Buuukkk!

Namun, Liondra sangat kewalahan. Dia sangat merasa tegang ketika melihat banyak sekali zombie yang semakin mendekat.

"Liondra! Gina!" Riska ingin berlari menyelamatkan kedua sahabatnya tapi ditahan oleh Yoga.

"Jangan bertindak bodoh! Kamu ingin mati konyol?" Bentak Yoga kepada Riska. Yoga menarik tangan Riska membawanya masuk ke dalam mini market.

Raka tidak mungkin tega membiarkan Liondra mati dengan cara yang sangat mengenaskan, walaupun sebenarnya dia sangat berambisi menjadi pemenang di permainan ini, tapi tetap saja dia masih memiliki perasaan kepada sang kekasih. Sehingga Raka segera menembak beberapa zombie yang sedang menyerang Liondra.

Zdor!

Zdor!

Zdor!

Raka menembak zombie-zombie tersebut sambil berlari ke arah Liondra dan Gina. Kemudian dia menarik tangan Liondra, "Ayo cepat kita pergi!"

"Aku akan pergi tapi harus bersama Gina." Liondra tidak akan mungkin tega meninggalkan Gina.

"Tolong pikirkan keselamatan diri kamu sendiri! Gina akan menjadi beban buat kamu!" Bentak Raka.

Liondra sangat marah sekali kepada Raka, sampai wanita itu menatap tajam ke arahnya. Dia ingin melepaskan tangan Raka, tapi sayangnya Raka malah semakin kuat menarik tangan Liondra.

"Raka, lepaskan aku!" Liondra berusaha untuk memberontak, tapi sayangnya dia tidak memiliki tenaga untuk melawan Raka. Raka membawa paksa Liondra agar ikut bersamanya.

"Brengsek! Cepat lepaskan aku! Aku harus menolong Gina." Liondra masih meronta-ronta untuk bisa lepas dari Raka. Tapi Raka enggan untuk melepaskannya.

Gina hanya bisa menangis melihat jarak Liondra dan Raka yang semakin jauh. Gina berusaha sekuat tenaga untuk bisa berdiri, tapi sayangnya dia sangat kesakitan sekali, membuat dia tak kuasa untuk berdiri apalagi melarikan diri.

Gina tak ingin menyerah begitu saja, dia berusaha untuk melawan zombie-zombie yang sedang berlarian ke arahnya dengan pipa besi yang dia miliki. "Minggir kalian!"

Buuukkk!

Buuukkk!

Buuukkk!

Tapi karena jumlah zombie yang ada didekatnya semakin banyak, sehingga dia sangat kewalahan, dia tidak memiliki kekuatan lagi untuk melawan.

"Aaahh!"

"Aaahh!"

Gina menjerit kesakitan ketika ada beberapa zombie yang berhasil mengigit bagian anggota tubuhnya. Bahkan jumlah mereka semakin banyak, mengerumuni tubuh Gina.

"Ginaaaa!"

"Ginaaaa!"

Liondra berteriak histeris ketika melihat Gina yang sedang dikerumuni oleh banyak zombie. Sahabatnya itu telah menjadi santapan zombie-zombie yang ada disana.

Liondra memukul-mukul lengan Raka yang sedang bersikeras untuk membawanya masuk ke dalam mini market. "Lepas aku! Lepaskan!"

Liondra menangis sesenggukan, hatinya sangat hancur melihat sahabatnya harus mati dengan cara yang sangat mengenaskan.

Begitu pula dengan Riska, dia menangis sejadi-jadinya. "Oh tidak! Ginaaaa!"

Justru karena zombie-zombie yang ada disana sedang fokus memperebutkan tubuh Gina yang menjadi santapan segar untuk mereka, sehingga Raka memanfaatkan situasi ini agar kedelapan orang bisa masuk ke dalam mini market dengan aman.

"Cepat matikan lampu mini market dan kunci pintunya!" Bisik Raka kepada Yoga dan Sena.

Yoga dan Sena menganggukkan kepalanya. Yoga segera mengunci pintu mini market dan Sena segera mematikan lampu di mini market tersebut. Mini market harus dalam keadaan gelap agar para zombie tidak bisa melihat keberadaan semua orang yang ada disana. Pintu mini market terbuat dari kaca, bahkan dipenuhi dengan dinding kaca, sangat memudahkan zombie-zombie yang ada disana menyerang mereka.

Setelah mereka merasa situasi telah aman, keenam orang pria segera membawa banyak makanan di dalam mini market tersebut. Mereka seperti orang kelaparan, langsung memakan semua makanan yang mereka inginkan dengan sesuka hati.

Sementara Liondra dan Riska, mereka sama sekali tidak merasakan lapar. Mereka berdua sangat terpukul karena harus kehilangan sahabat terbaik mereka. Bahkan mereka juga sangat mengkhawatirkan Putra, Alex, dan Tian. Apakah ketiga pria itu masih hidup?

Raka memberikan beberapa kemasan makanan kepada Liondra, "Kamu harus makan..."

Tapi Raka berhenti bicara, karena tiba-tiba saja Liondra menampar wajahnya.

Plakkk!

Hal tersebut membuat Raka sangat terlihat marah, dia memandangi wajah Liondra dengan tatapan matanya yang tajam.

"Kamu pikir aku akan berterimakasih kepadamu karena sudah menyelamatkan aku? Tidak. Justru aku memilih untuk mati demi menyelamatkan Gina dari pada aku harus bersikap egois mementingkan keselamatan diri sendiri." Liondra berkata dengan emosi.

Raka tidak terima disebut egois oleh kekasihnya. "Aku hanya ingin menyelamatkan kamu. Apakah kamu tidak membaca peraturan di game ini? Hanya ada satu orang pemenangnya, seharusnya kamu berusaha untuk bisa menang. Dalam situasi seperti ini, kamu jangan terlalu naif."

Riska segera menarik tangan Liondra, membawa Liondra untuk menjauhkan jaraknya dengan Raka. Riska mencoba untuk menenangkan sahabatnya itu, dia mengusap-usap pundaknya Liondra.

Liondra menangis, masih terbayang dengan jelas saat Gina menjerit kesakitan diserang oleh para makhluk yang sangat mengerikan itu. Riska pun memeluknya, dia ikut menangis.

Tak lama kemudian terdengar suara sistem menggema.

[Selamat sudah berhasil masuk ke dalam mini market! Ayo nikmati berbagai macam makanan di tempat ini, untuk mengisi tenaga agar bisa bertarung kembali dengan zombie.]

[Atta, Dion, Cevi, Doni, Maudy, Amel, Hilman, Ardi, dan Gina telah gagal dalam permainan ini. Kini hanya tersisa 11 orang lagi. Ayo jadikan dirimu menjadi satu-satunya sebagai Zombie Hunter.]

[ Pencapaian level Tim Hero: Liondra (level 3), Raka (level 7), Riska (level 1), Tian (level 3), Farhan (level 2), Yoga (level 6), Putra (level 6), Seno (level 2), Amir (level 3), Beni (level 5), dan Alex (level 2).]

Liondra dan Riska sangat bernafas lega ketika mendengar notifikasi tersebut, rupanya Alex, Putra, dan Tian masih hidup. Walaupun mereka tidak tahu ketiga pemain itu sedang berada dimana.

Tidak untuk Raka, dia sangat kesal ketika mendengar notifikasi tersebut, rupanya tiga orang pria yang sangat dia benci masih hidup.

"Shittt! Aku pikir mereka sudah mati." Umpat Raka di dalam hatinya.

Terpopuler

Comments

Miss Typo

Miss Typo

makin deg²an bacanya

2024-06-23

0

Eka ELissa

Eka ELissa

seerem bgt TPI GK mo di BCA penasaran hdewh....🤦🤦🤦🤦

2024-06-22

1

Onin Ajah

Onin Ajah

dasar raka jahat

2024-06-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!